Heartless 2

Heartless 2
Chapter 74


__ADS_3

🍁Jangan terlalu sombong karena kita itu bukan pemilik dunia ini tapi kita hanya dipercayakan saja untuk menempati dunia ini🍁


.


.


.


.


"Loe kenapa Lele?" tanya Clarisa saat melihat wajah Zelena yang ditekuk.


"Habis ini loe mau kemana?" tanya balik Zelena.


"Pulang ke kos lalu istirahat bentar karena 3 jam lagi gue musti ke cafe" jawab Clarisa.


"Oh. Gue kirain loe hari ini ngak kerja"


"Kerjalah Lele. Mau makan apa gue kalau ngak kerja"


"Heemmm"


Keduanya kembali melanjutkan makan mereka dan tiba-tiba ada yang duduk di depan keduanya membuat pandangan mereka beralih ke depan.


"Boleh gue duduk disini?" tanya Demian dengan suara dingin.


"Bukannya loe udah duduk ya! Kenapa harus tanya lagi" jawab Zelena dengan cepat.


"Ya siapa tahu aja loe berdua ngak nyaman gue duduk disini" ucap Demian dengan tatapan tajam dan datar.


"Risa loe udah selesai belum? Gue harus pergi nih" tanya Zelena.


"Udah" jawab Clarisa.


"Ayok kita pergi" ajak Zelena.


"Heemmm"


Zelena dan Clarisa berlalu begitu saja meninggalkan Demian sendiri disana yang menatap keduanya dengan tajam lebih tepatnya menatap Zelena.


Sebenarnya Zelena masih ingin duduk disana tapi ia sangat risih dengan tatapan Demian yang seakan menelanjanginya saja. Apa lagi ia tahu jika kekasihnya sangat membenci saudara tirinya entah kerena apa alasannya.


Ya semalam Zelena baru tahu siapa saudara tiri dan ibu tiri Ares dari nenek dan tante Ares. Mereka mengatakan jika Ares sangat membenci ketiganya entah apa alasannya.


"Gue anterin loe pulang ya Risa" tawar Zelena.


"Ngak usah Lele. Lagian juga dekat kok kos gue sekalian gue mau olahraga kaki" tolak Clarisa.


"Ok deh"


"Iya Lele. Loe hati-hati ya"


"Pasti! Bye Risa"


"Bye Lele"


Clarisa dan Zelena berpisah di depan gerbang kampus menuju tempat mereka masing-masing. Zelena lalu menuju mobil jemputannya yang tak jauh dari sana dan bergegas pulang ke mansion sebelum ke Shine Company.


~ Shine Company ~


Zelena memarkirkan mobilnya di parkiran VIP bersama pengawalnya. Ia memilih ke perusahaan Shine Company mengendarai salah satu mobil koleksi Ares.


"Kalian tunggu gue disini biar gue masuk sendiri' ucap Zelena kepada pengawalnya.


"Tapi nona nanti kami dimarahi tuan" ucap Hans kepala pengawal Zelena yang baru.


"Pokoknya kalian disini aja gue ngak mau jadi pusat perhatian karena masuk ke dalam sama kalian. Lagian ini juga perusahaan daddy jadi jangan khawatir gue kenapa-napa" papar Zelena menolak dengan tegas.


"Baik nona! Kalau ada apa-apa silahkan hubungi saya nona" ucap Hans.


"Oke"


Zelena bergegas masuk ke dalam Shine Company tak lupa memakai topi hitam dan masker agar tak ada yang mengenalinya nanti.


"Selamat sore nona ada yang bisa saya bantu?" tanya resepsionis dengan sopan.


"Aku ingin bertemu dengan direktur Liem! Bisa tolong beritahu?" tanya Zelena dengan sopan.


"Maaf sebelumnya nona. Apa anda sudah membuat janji?" tanya resepsionis kembali.


"Sudah! Beritahu saja nona ZDW ingin bertemu" ucap Zelena memberitahu inisial namanya.


"Baik nona tunggu sebentar"


"Iya"


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Resepsionis itu segera menelpon sekertaris Rangga Liem memberitahu kedatangan Zelena. Tak berapa lama seorang wanita dewasa turun dari lift dan menghampiri Zelena yang masih berdiri di depan resepsionis.


"Nona ZDW?" tanya wanita didepannya dengan sopan.

__ADS_1


"Ya saya sendiri" jawab Zelena dengan suara lembut.


"Silahkan ikut saya nona. Tuan Rangga sudah menunggu anda di ruangannya" ucap wanita itu dengan suara lembut.


"Baiklah"


Keduanya lalu bergegas menuju lift khusus petinggi membuat para karyawan berbisik menanyakan siapa yang berjalan bersama sekertaris direktur Rangga.


"Nama mbak siapa?" tanya Zelena saat di dalam lift.


"Saya Wanda nona" jawab Wanda dengan sopan.


"Umurmu?" tanya Zelena lagi.


"Tahun ini 31 nona"


"Oh lebih tua dari aku ya"


Ting...............


Bunyi lift berhenti di ruangan direktur Liem dan langsung di sambut direktur Rangga. Tadi saat Wanda memberitahunya ada nona bernama ZDW di lobby ia segera menyuruh Wanda menjemputnya.


"Selamat datang nona muda" ucap direktur Rangga.


"Iya"


Direktur Rangga segera menyuruh Wanda menyiapkan teh dan cemilan untuk Zelena. Keduanya bergegas masuk ke dalam ruangan direktur Rangga dan membahas semua yang harus di pelajari oleh Zelena.


"Jadi aku menempati ruangan kakak di lantai atas?" tanya Zelena.


"Iya nona muda" jawab direktur Rangga.


"Oh ya direktur Liem aku tidak ingin karyawan mengetahui siapa aku. Dan mulai minggu depan baru aku mulai pantau perusahaan dan semua urusan klien dan meeting tetap direktur Liem yang akan menghendel seperti biasa" papar Zelena panjang lebar.


"Baik nona muda"


"Apa ini semua data perusahaan?" tanya Zelena sambil menunjuk beberapa berkas di depannya.


"Benar nona muda"


"Bersihkan ruanganku sebelum aku pakai minggu depan"


"Baik nona muda"


Zelena segera beranjak pergi sambil membawa beberapa berkas laporan di tangannya. Ia di antar oleh Wanda hingga ke parkiran.


~ RH Company ~


Ares baru saja selesai meeting bersama Gery dengan kliennya asal Singapura. Setelah melihat kliennya sudah pergi keduanya bergegas menuju ke ruangan Ares.


"Belum tuan"


"Gue ngak mau tahu suruh anak buah kita cari orang itu sampai dapat!" bentak Ares menggelegar.


"Baik tuan" ucap Gery dengan suara dingin.


"1 minggu! Jika tidak kepala mereka terlepas dari tubuh mereka!" titah Ares dengan aura membunuh.


"Iya tuan"


Gery bergegas pergi melihat isyarat tangan Ares yang menyuruhnya untuk pergi. Ares menarik napasnya dengan dalam mengontrol emosinya karena belum juga mendapat informasi mengenai pelaku waktu itu.


Ares lalu mengambil hpnya dan menghubungi kekasihnya untuk bertanya tentang kejadian waktu itu.


"Halo querido"


^^^"Mi amor kamu dimana?" tanya Ares saat mendengar suara kendaraan di seberang sana.^^^


"Di jalan querido"


^^^"Kamu mau kemana mi amor dan siapa yang bersamamu?" tanya Ares dengan cepat.^^^


"Aku baru pulang dari perusahaan querido dan aku sendiri saja di dalam mobil"


^^^"Apa" teriak Ares dengan kaget.^^^


"Querido telinga aku sakit" ketus Zelena dengan kesal.


^^^"Dimana pengawalmu mi amor dan kenapa kamu bawa mobil sendiri" hardik Ares dengan suara tinggi.^^^


"Querido perusahaan kamu RH Company kan?" tanya Zelena.


^^^"Heemmm"^^^


"Aku ada di depan perusahaanmu querido"


^^^"Masuk ke parkiran bawah mi amor"^^^


Ares mematikan panggilannya sepihak tanpa menunggu balasan kekasihnya. Dengan cepat ia bergegas keluar menuju lift untuk menjemput kekasihnya


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...

__ADS_1


"Tuan" ucap Hans kepala pengawal Zelena di depan pintu keluar parkiran bawah.


"Dimana Zelena?" tanya Ares dengan suara dingin.


"Nona berada di dalam mobil tuan" tunjuk Hans ke arah mobil Ferrari hitam milik Ares.


Ares menatap ke arah yang ditunjuk Hans dan mengepal kedua tangannya karena kekasihnya berani membawa mobil sendiri tak memberitahunya.


Brak.................


Zelena kaget bukan main saat pintu mobil di tutup dengan kuat oleh Ares. Ia menunduk takut melihat kemarahan di wajah kekasihnya saat ini.


"Sepertinya kamu harus dihukum mi amor" ucap Ares dengan tatapan tajam.


"Maaf querido" lirih Zelena dengan takut.


Ares tak mengatakan apa-apa dan menarik Zelena naik ke pangkuannya. Dengan cepat ia mencium bibir pink Zelena dengan rakus tak ada kelembutan sedikit pun.


Ares tak memberikan waktu untuk Zelena bernapas karena saat melihat pacarnya kehabisan napas ia menyudahi ciumannya. Tapi tak sampai 5 menit ia kembali mencium bibir Zelena.


Aaarrgghhh..........


Teriak Zelena saat lehernya di gigit Ares hingga berbekas. Ares mencium bekas gigitannya dengan lembut membuat Zelena menutup mata menahan suara des***nnya yang akan keluar.


"Jangan pernah pergi tanpa memberitahuku mi amor" ucap Ares dengan suara dingin.


"Maaf querido. Tadi aku ke perusahaan daddy yang disini karena mulai minggu depan aku akan memantau perusahaan itu"


"Shine Company?" tanya Ares.


"Iya querido. Padahal aku tidak ingin berurusan dengan perusahaan querido" adu Zelena sambil memanyunkan bibirnya.


Cup...............


"Ishh! Kenapa di cium sih" ketus Zelena.


"Habis bibirmu minta dicium mi amor" ucap Ares sambil terkekeh.


"Mesum"


"Mesum sama pacar ngak apa-apa mi amor"


"Awas kebablasan querido" tegas Zelena memperingatinya.


"Aku akan menahannya hingga kamu jadi milikku seutuhnya mi amor"


"Heeemmm"


"Mi amor apa kamu ingat ciri-ciri orang yang ingin menculikmu waktu itu di mansion?" tanya Ares sambil mengelus kepala kekasihnya dengan lembut.


"Waktu itu aku dengar mereka sebut pak tua itu tidak memberitahu kita jika pengawalan aku sangat ketat querido" papar Zelena mengingat kejadian waktu itu.


"Lalu"


"Ah! Aku ingat ada tato salib di leher salah satu dari mereka dan ada bekas luka panjang dari atas mata kanannya hingga pipi mi amor" ucap Zelena sambil memperagakan bekas luka.


"Nanti aku akan cari tahu dia siapa mi amor"


"Oke querido"


Ares yang melihat mata Zelena susah sayup-sayup segera menggendongnya keluar untuk menuju ke ruangannya.


Kebetulan ada kamar pribadinya disana yang biasa ia pakai jika menginap di kantor. Setelah keluar dari lift Gery sudah menunggunya di depan lift bahkan sekertaris Ares kaget melihat direktur mereka keluar dari lift sambil mengendong seorang wanita.


"Jangan ganggu gue" ucap Ares sebelum masuk ke ruangannya.


"Baik tuan"


~ VR Entertaiment ~


Brak.............


Rio kaget saat pintu ruangan Victor di buka dengan kuat dari luar. Sesaat matanya memicing melihat wajah kesal Victor.


"Kamu kenapa Vic?" tanya Rio dengan penasaran.


"Aku kesal sama pangeran sialan itu" ketus Victor.


"Pangeran? Maksudmu Pangeran Maxim?" tanya Rio dengan cepat.


"Heeemmm"


"Emang kenapa? Apa dia berbuat sesuatu kepadamu Vic?" tanya Rio dengan kepo.


"Dia tidak mengijinkan aku untuk bertemu dengan Katy" ketus Victor dengan emosi.


"Loh memangnya kenapa? Bukannya Putri Katy itu fans berat kamu ya Vic"


"Iya. Tapi karena pangeran sialan itu yang ngatai aku dewanya playboy jadi Katy selalu menghindar terus saat kita bertemu" sembur Victor dengan wajah kesal.


Hahahahaha.............

__ADS_1


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


To be continue.................


__ADS_2