
πPertahankan apa yang memang patut dipertahankan karena mempertahankan itu lebih sulit dari pada melepaskanπ
.
.
.
.
Steven berteriak seperti orang kesetanan tidak perduli jika tetangga di sekitar rumahnya mendengar teriakannya.
"Dimana berengsek itu" teriak Steven dengan emosi.
"Dia sudah pergi dari kota ini tuan. Salah satu anak buahnya tertangkap oleh anak buah Ares Rahardian tuan" jelas Kaito.
"Who is Ares?" (siapa itu Ares?) tanya Steven.
"Ares Maladika Rahardian direktur utama RH Company, orang terkaya di Asia saat ini. Bisnisnya juga sedang merambat ke daratan Eropa dan baru-baru ini dia menjadi pengusaha termuda urutan ke-5 di dunia tuan" papar Kaito menjelaskan.
"Lalu ada hubungan apa dia dengan gadis kecilku?" tanya Steven dengan tajam.
"Dia kekasih nona Zelena tuan"
Prang...............
Steven menendang kursi di depannya hingga hancur mendengar ucapan Kaito. Rahangnya mengeras tak terima jika gadis kecilnya sudah dimiliki orang lain.
"Cari tahu dimana gadis kecilku sekarang dan bawa dia ke hadapanku!" bentak Steven menggelegar.
"Baik tuan" ucap Kaito berlalu pergi.
Baru saja Kaito keluar dari pintu rumah ia langsung di sambut beberapa tetangga yang sudah berdiri di depan pagar rumahnya.
"Maaf apa yang kalian lakukan di depan rumah tuan saya?" tanya Kaito dengan sopan.
"Maaf pak, tapi tadi kami dengar ada suara ribut-ribut dari dalam makanya kami datang kesini karena penasaran" jawab ibu A.
"Iya benar pak" tambah ibu B.
"Bapak tidak berkelahi di dalam kan?" tanya ibu A dengan penasaran.
"Maaf tadi tuan saya mengamuk karena ada masalah di perusahaan. Untuk ke depannya mohon ibu-ibu tidak ikut campur dengan urusan tuan saya! Terima kasih" ucap Kaito dengan suara tegas membuat ibu-ibu itu seketika diam.
Mereka beranjak pergi melihat tatapan sangar Kaito yang menatap mereka dengan tajam seakan berkata pergi jika tidak aku patahkan kaki kalian.
Phew............
Kaito membuang napas dengan kasar setelah melihat ibu-ibu tadi sudah pergi. Ia mengurut keningnya yang sakit karena tetangga di Jakarta berbeda jauh dengan di Jepang.
Kenapa sih tuan harus pilih rumah di tengah kompleks perumahan, batin Kaito dengan gusar.
~ Mansion Ares ~
Selesai makan siang Ares pamit pergi keluar meninggalkan Zelena bersama pelayan disana. Ia juga sudah memberikan hp Zelena yang tertinggal di mansion.
Kring.........kring...........kring............
Bunyi hp Zelena tanda ada panggilan video masuk dan saat melihat siapa yang menelponnya ia langsung mengangkatnya.
^^^"Daddy" pekik Zelena dengan senang.^^^
"Princess kamu baik-baik saja kan?" tanya Xavier dengan cemas dari seberang.
^^^"Aku baik daddy. Beruntung querido datangnya cepat tadi" puji Zelena kepada Ares.^^^
"Syukurlah. Daddy dan semuanya sangat mencemaskanmu princess" ucap Xavier dengan lega dari seberang.
^^^"Jangan khawatir dad aku baik-baik aja kok"^^^
"Princess........hiks hiks hiks.......kamu tidak kenapa-napa kan?" tanya Choe sambil menangis.
^^^"Mommy jangan menangis nanti aku juga ikut sedih"^^^
"Mommy khawatir sama kamu sayang"
^^^"Aku baik-baik saja mom. Lagian ada pengawal dan Ares di sini yang melindungi Zelena 24 jam mom"^^^
...π π π π π...
Sebenarnya Zelena masih takut dengan kejadian tadi tapi ia tidak mau membuat kedua orang tuanya khawatir disana.
Apa lagi besok adalah hari pernikahan kakaknya Vincent bersama sahabatnya Natasha, ingin sekali ia hadir tapi ia tahu jika saat ini keadaan disana juga sama genting seperti disini.
"Kamu jaga diri selama disana ya sayang"
^^^"Iya mommy"^^^
"Ingat semua nasihat mommy princess" ucap Chloe dengan suara tegas.
^^^"I know mom" (aku tahu mama)^^^
"Itu baru putri mommy"
^^^"Mommy besok tolong kirim foto pernikahan brother Vin dan Natasha ya mom"^^^
"Pasti princess"
^^^"Titip salam buat brother's kalau aku baik-baik saja disini dan jangan khawatir mommy"^^^
"Iya princess"
^^^"Love you mom dad"^^^
__ADS_1
"Love you too princess"
Zelena mematikan panggilannya dengan kedua orang tuanya. Ia lalu duduk di balkon lantai dua sambil melihat ke luar tapi otaknya saat ini sedang memikirkan kejadian tadi pagi.
Siapa mereka? Kenapa mereka ingin bunuh gue? Dan siapa pak tua yang mereka maksud, batin Zelena penuh tanda tanya.
~ Markas Ares ~
Bugh...........bugh..........bugh.......bugh.......
Aarrgghhhh.........
Teriak laki-laki yang di ikat kedua tangannya ke atas sambil di pukul oleh anak buah Ares. Ares sendiri duduk di kursi sambil mengisap sebatang rokok menikmati apa yang ada di depannya.
Tak........tak........tak........tak........
"Gue mo...hon lepas.....in gue" pinta laki-laki tadi saat mendengar suara langkah menuju ke arahnya.
"Katakan! Siapa yang ngirim loe?" tanya Ares dengan suara dingin sambil menatap pria itu dengan tajam.
"Gue n....gak tahu dia siapa? Dia hanya bertemu dengan bos gue" jujur pria itu.
"Lalu siapa bos loe dan dimana dia?" tanya Ares dengan tatapan dingin.
"Gue ngak tahu dia dimana sekarang dan gue juga ngak tahu siapa bos gue karena gue baru bergabung dengan geng ular cobra 2 hari yang lalu" jelas laki-laki itu dengan suara lemah.
"Buang dia ke kandang singa gue" ucap Ares sambil berlalu.
Dia tak bertanya lagi karena apa yang di bilang laki-laki itu benar adanya. Jadi percuma saja dia terus bertanya.
"Aarrghhh! Gue mohon lepasin gua" teriak laki-laki tadi menggelegar.
"Cari tahu siapa bos sialan itu!" bentak Ares dengan tajam.
"Baik tuan"
"Mulai sekarang perketat penjagaan Zelena kemana pun dia pergi"
"Baik tuan. Tuan barusan tuan besar mengirim pesan jika malam ini semuanya harus makan malam di mansion tua Wesly" ucap Gery sambil menunjukkan pesan yang dikirim Sean tadi.
"Heemmm"
~ Mansion Parker ~
"Ahh! Kakak cantik banget" pekik Jesika setelah membantu Natasha memakai gaun pengantin.
"Terima kasih Jes" ucap Natasha dengan tulus.
"Omo omo! Keponakan aunty cantik banget......uhhh" pekik Yorla dengan histeris.
"Daddy gimana hasil karya aku?" tanya Jesika menatap Yorla dengan penuh harap.
"You memang bibit eke" puji Yorla.
Ceklek............
"Wow you look so beautiful sister" (kamu sangat cantik ka) puji Maxim anak pertama Bryan dengan decak kagum.
...π π π π π...
"Thank's Max" ucap Natasha sambil memeluk saudara sepupunya itu.
"Ka Maxim bagaimana hasil karya aku?" tanya Jesika dengan penuh harap.
"Kamu sudah mengalahkan uncle Yorla Jes"
"MAXIM! You itu memang menyebalkan sama kayak daddy you" hardik Yorla dengan kesal.
"Loh emang benar kan ucapan aku kalau uncle itu laki-laki jadi harus di panggil uncle" jawab Max dengan santai.
"You" tunjuk Yorla dengan gaya gemulainya.
"Daddy cukup nanti make up daddy luntur lagi" potong Jesika dengan cepat.
"Huhh! Anak eke benar. You awas ya" ketus Yorla.
"Ka Natasha cantik banget" ucap Katy dengan malu-malu.
"Terima kasih Katy. Kamu juga cantik banget hari ini" puji Natasha membuat pipi Katy semakin merona.
"Oh jelas dong. Putri Katy itu emang cantik dari lahir" ucap Max dengan sombong sambil memeluk adiknya Katy.
"Prince sesak" ucap Katy dengan wajah cemberut.
"Gemesin banget sih adik kakak satu ini" ucap Max sambil mencubit hidung adiknya membuat semuanya tertawa karena wajah cemberut Katy sangat mengemaskan.
"Baby ini beneran kamu kan" pekik Thomas dengan kaget saat ia dan istrinya datang menemui Natasha di kamarnya.
"Daddy" ucap Natasha dengan mata berkaca-kaca.
"Jangan menangis baby nanti make up kamu luntur" ucap Thomas dengan suara lembut.
Thomas memeluk putrinya yang sebentar lagi akan menjadi tanggung jawab suaminya dan tidak tinggal bersama mereka lagi.
Air mata Thomas menetes tak kuasa harus berpisah dengan putri yang sangat disayanginya sejak ia lahir.
"Ingat baby, meski kamu sudah nikah kamu tetap jadi putri kecil daddy. Apapun yang terjadi disana jangan lupa kalau kamu masih ada daddy, mommy, dan kakakmu sebagai keluargamu baby" ucap Thomas dengan suara lembut.
"Terima kasih daddy karena sudah merawat aku selama ini dan maaf jika selama ini aku sudah membuat daddy kecewa" ucap Natasha tak bisa menahan tangisnya lagi.
Semua yang berada di dalam sana juga turut menangis melihat kedekatan keduanya. Memang sedari dulu Natasha sangat dekat dengan Thomas dibandingkan Valeria karena sifat Valeria yang dingin.
Tapi percayalah cinta Valeria sebagai seorang mommy sangat besar kepada putra dan putrinya meski ia mendidik mereka dengan keras.
__ADS_1
"Kamu tidak pernah mengecewakan daddy dan asal kamu tahu daddy sangat bangga memilikimu baby"
"Terima kasih daddy"
"Mommy" ucap Natasha berpindah memeluk Valeria dengan erat.
Hiks.........hiks........hiks......hiks.......
Tangis Natasha semakin pecah dalam pelukan Valeria, Valeria sendiri mengelus kepala putrinya dengan lembut seakan memberitahunya jika semua baik-baik saja.
"Ingat sebentar lagi kamu akan jadi seorang istri dan satu pesan mommy hormatilah suamimu sebagai kepala keluarga sweetheart" ucap Valeria dengan suara lembut.
"Hiks hiks.....iya mommy"
"Ingat petuah suami istri yang mommy katakan semalam kepada kamu sayang. Dalam rumah tangga ada begitu banyak tantangan tapi ingat api tidak akan pernah bisa melawan api. Jika suami keras maka balaslah dia dengan kelembutan sayang" papar Valeria dengan suara lembut.
"Terima kasih mommy aku akan mengingat semua nasihat mommy"
"Menangkan cintamu sayang mommy yakin kamu bisa" bisik Valeria yang membuat senyum Natasha semakin mereka.
"Pasti mommy" jawabnya dengan pasti.
Brak..............
Pintu kamar Natasha dibuka dengan keras mengagetkan mereka semua didalam sana. Thomas menatap putranya dengan kesal karena lagi-lagi ia menghancurkan adegan haru barusan.
"MIKHAIL ZENO PARKER" hardik Thomas menekan ucapannya.
"Heemmmm" deham Mikhail dengan wajah datar dan dingin.
...π π π π π...
Mikhail menatap adiknya dengan selidik dari atas ke bawah memindai penampilannya. Natasha tersenyum manis melihat kakaknya yang datang.
"Wajah kamu jelek seperti badut sweety" cibir Mikhail.
"Kakak" pekik Natasha dengan kesal.
"Kalian berdua rapikan make up putriku" ucap Valeria kepada MUA disana.
"Baik nyonya" ucap keduanya dengan serentak.
Aura Mikhail menguar di dalam sana membuat suasana terasa sangat mencekam. Valeria mendekat ke arah putranya dan merapikan dasinya yang sedikit miring.
"Kontrol emosimu son" ucap Valeria dengan suara lembut.
"Heemmmm"
Mikhail memeluk mommynya dengan erat sambil menutup mata. Thomas yang melihat hal tersebut mendekati keduanya karena ia yakin ada sesuatu yang terjadi dengan putranya.
"Son" panggil Thomas dengan lembut.
"Heemmm"
"Everything is okay?" (semuanya baik-baik saja) tanya Thomas.
"Yes daddy"
"Jangan terlalu memaksakan dirimu son. Daddy tidak ingin sesuatu terjadi kepada kamu" ucap Thomas dengan khawatir.
"Aku bisa mengatasinya daddy"
Mikhail melepas pelukannya dari Valeria lalu memeluk Thomas sekilas. Entah kenapa Thomas merasa ada beban berat yang sedang dipikul anaknya sendirian.
"Mommy dan daddy selalu ada buat kamu kapan saja son" ucap Valeria sambil mengelus pipi putranya.
"Heemmm"
Natasha dan keluarga besarnya lalu bergegas menuju gereja tempat pemberkatan pernikahannya hari ini. Ternyata keluarga besar mommynya turut hadir juga disana.
~ Gereja Kalvari ~
Semua tamu undangan sudah berdiri di dalam gereja saat mendengar pintu gereja yang terbuka. Vincent dengan setelan jas putih berdiri di depan mimbar di temani kedua saudaranya.
Para tamu hadirin berdecak kagum melihat kecantikan Natasha yang digandeng oleh Thomas menuju altar.
Vincent yang melihat penampilan Natasha hari ini tercengang hingga tak mengedipkan matanya sedikit pun apa lagi jantungnya berdetak dengan cepat.
"Awas lalat masuk twin" bisik Victor sambil terkekeh.
"Berengsek" ketus Vincent yang tersadar dari lamunannya.
"Daddy serahkan putri daddy dan tolong jaga dia seperti daddy menjaganya selama ini. Jika suatu saat kamu tidak menganggapnya lagi tolong kembalikan dia baik-baik kepada daddy" ucap Thomas dengan suara tegas.
"Aku berjanji akan menjaganya seperti diriku sendiri daddy" jawab Vincent dengan suara tegas.
Tes............
Air mata Natasha dan Thomas menetes mendengar janji Vincent barusan. Keduanya lalu melakukan ikrar janji pernikahan dari awal hingga keduanya dinyatakan sah sebagai pasangan suami istri.
Prok..........prok.......prok..........
Tepuk tangan hadirin bergema saat kedua mempelai berciuman tanda sahnya ikatan pernikahan mereka.
Valeria dan Chloe menangis haru melihat putra dan putri mereka akhirnya sudah menjadi pasangan suami istri.
"Jangan pernah berharap dengan cinta aku karena sampai kapan pun aku tidak sudi mencintai gadis berbisa seperti kamu" bisik Vincent saat ciuman keduanya terlepas.
Tes............
Air mata Natasha jatuh mendengar ucapan Vincent barusan yang sangat menyakitkan. Meski ia menangis tapi senyum manisnya selalu ada di bibirnya dan orang yang melihat hal itu mengira jika dia sedang menangis bahagia.
...π π π π π...
__ADS_1
To be continue................