
πSesulit apapun hidupmu janganlah kamu menyerahπ
.
.
.
.
Mikhail tiba-tiba muncul didepan istrinya dan memeluknya dengan sangat erat. Tangisan Clarisa semakin kencang tak menyangka suaminya berada disini.
"Hubby.........hiks hiks hiks" lirih Clarisa semakin menangis kencang.
"Aku sudah disini baby. Aku tidak akan meninggalkan kalian lagi" ucap Mikhail sambil meneteskan air matanya.
"Hiks hiks hiks.............jangan tinggalkan aku dan anak kita lagi hubby.........hiks hiks hiks" pinta Clarisa sambil menatap suaminya dengan berderai air mata.
"Never baby. Kita akan selalu bersama sampai maut memisahkan kita" (tidak akan pernah sayang) ucap Mikhail dengan suara tegas.
Hiks............hiks.........hiks............
Clarisa menangis histeris sambil memeluk suaminya dengan erat tidak perduli dengan perutnya yang sudah membuncit. Dipikirannya saat ini hanya ingin terus memeluk sang suami tidak mau melepasnya.
Entah kenapa saat mencium bau tubuh suaminya, rasa mual yang belakangan ini ia rasakan hilang begitu saja. Padahal barusan ia sangat menderita karena selalu saja muntah, apa lagi saat mencium bau makanan.
"Hubby" panggil Clarisa dengan suara lembut.
"Aku merindukanmu hubby" ucapnya lagi sambil tersenyum manis menatap Mikhail.
Mata Clarisa tiba-tiba tertutup membuat Mikhail sangat khawatir, karena sang istri tiba-tiba pingsan didalam pelukannya.
"MARCEL" teriak Mikhail dengan suara menggema.
Marcel yang mendengar namanya dipanggil bergegas menghampiri Mikhail diikuti Damon, Teivel, dan Delon.
"Ada apa King?" tanya Marcel dengan panik takut sesuatu terjadi kepada keduanya.
"Periksa istriku" jawab Mikhail dengan suara tegas.
Marcel tak berkata apa-apa dan segera memakai sarung tangan untuk memeriksa Clarisa. Sedangkan Damon ia berdiri di depan ranjang memindai tubuh Clarisa, takut ada sesuatu yang mungkin berbahaya.
"El cuerpo de la seΓ±ora estΓ‘ bien, Rey. No hay problemas graves" (tubuh nyonya baik-baik saja King. Tidak ada masalah serius) papar Damon menjelaskan dengan bahasa Spanyol.
"ΒΏEstΓ‘s seguro? ΒΏYa no hay veneno en el cuerpo de mi esposa?" ( kamu yakin? Apa tidak ada racun lagi didalam tubuh istriku?) tanya Mikhail dengan suara dingin.
"Rey seguro" (yakin King) jawab Damon dengan suara dingin.
Marcel yang mendengar ucapan keduanya tidak mau ambil pusing karena memang ia tidak mengerti sama sekali.
Sedangkan Delon ia sampai menganga mendengar ucapan keduanya yang sangat lancar dengan bahasa yang tidak ia mengerti.
Itu bahasa Italia atau Spanyol sih, batin Delon penasaran.
Mikhail tersenyum sinis membaca pikirkan Delon tapi tidak berniat menjawabnya. Sekarang yang terpenting adalah istrinya yang tiba-tiba pingsan.
"Nyonya baik-baik saja King" ucap Marcel setelah memeriksa keadaan Clarisa.
"Heemmm"
"Hey kamu" tunjuk Marcel kepada Delon.
"Aku" ucap Delon sambil menunjuk dirinya.
"Ya kamulah. Memang siapa disini yang tidak aku kenal selain kamu" balas Marcel dengan sinis.
"Ckk!! Ada apa tuan?" tanya Delon dengan kesal.
"Sudah berapa lama nyonya tidak makan? Apa saja yang selama ini nyonya konsumsi?" tanya Marcel dengan selidik.
"What do you mean?" (apa maksudmu) tanya Mikhail dengan aura mengintimidasi.
Glek...................
...π π π π π...
Semua disana menelan saliva dengan susah merasakan aura Mikhail. Tubuh mereka seperti berada di lautan es yang paling dalam, karena dinginnya sampai menusuk ke tulang mereka.
Brugh..........
Delon terjatuh di lantai merasa sangat kesakitan di seluruh tubuhnya. Entah kenapa ia merasa seperti di tusuk dengan pisau es yang sangat tajam hingga menembus tulang-tulangnya.
Melihat hal itu Mikahil menutup mata mengontrol emosinya. Marcel, Delon, dan Teivel langsung menghirup udara sebanyak-banyaknya sambil menepuk dada mereka yang terasa sakit.
"Katakan" ucap Mikhail dengan suara dingin dan tegas.
"Phew! Selama ini Clarisa selalu mual jika mencium bau makanan dan dia hanya makan anggur hijau jika merasa lapar" ucap Delon menjelaskan sambil membuang napasnya dengan kasar.
"Apa kalian memberi nyonya makanan lewat infus?" tanya Marcel.
"Ya karena itu satu-satunya cara agar bayi dalam kandungan Clarisa mendapat nutrisi" jawab Delon.
__ADS_1
"Marcel buatkan obat mual untuk istriku segera" titah Mikhail dengan suara tegas.
"Baik King" ucap Marcel segera berlalu keluar.
"Teivel persiapkan semuanya dan setelah istriku sadar kita berangkat ke mansion di Jakarta" ucap Mikhail dengan suara dingin.
"Baik King"
Mikhail lalu menyuruh Damon dan Delon keluar karena ia ingin menemani istrinya. Mikhail mengelus perut buncit istrinya dengan lembut sambil mengecupnya.
"Daddy tidak akan pergi lagi dari kalian" ucap Mikhail dengan suara lembut.
~ Mansion Utama Wesly ~
Saat ini Xander dan seluruh keluarganya sedang video call bersama Zelena yang memberitahu tentang kabar kehamilannya.
^^^"Princess selamat ya" ucap Chloe dan Xavier dengan senang.^^^
"Terima kasih mom, dad" balas Zelena sambil tersenyum lebar.
^^^"Princess betapa usia kandunganmu?" tanya Victor dengan antusias.^^^
"Usianya udah 5 minggu brother Vic" jawab Zelena.
^^^"Ah! berarti sebentar lagi aku bakal punya 2 keponakan" pekik Victor dengan suara melengking.^^^
"Hehehehe! Iya brother Vic. Tapi kapan brother Vic bakal nyusul aku" goda Zelena sambil tersenyum smirk.
^^^"Kamu tunggu saja undangannya princess. Brother secepatnya nanti bakal nyusul kamu kok" balas Victor dengan percaya diri.^^^
"Cepat apaan. Bukannya kamu belum mendapat restu dari uncle Bryan dan Maxim ya Vic" ejek Xander.
"Ckk!! Brother diam deh. Aku itu lagi otw untuk dapat restu mereka" decak Victor dengan kesal.
"Lalu kapan brother akan menikahi ka Devina?" tanya Zelena.
^^^"Minggu depan princess" jawab Xander dengan suara tegas.^^^
"APA" pekik semuanya dengan kaget bahkan Devina juga.
"Kalian kenapa?" tanya Xander dengan bingung.
"Sayang kamu tidak lagi sakit kan?" tanya Devina sambil menaruh tangannya di kening Xander.
"No. Aku sehat sayang" Jawab Xander.
"Kamu yakin nikah minggu depan son?" tanya Xavier dengan tatapan tajam.
"Son bukannya mommy tidak percaya ya, tapi untuk menikah itu butuh persiapan matang" ucap Chloe dengan suara lembut.
"Ya aku tahu mommy makanya aku sudah menyuruh Luki menyiapkan pesta pernikahan aku sebelum aku koma mommy" ucap Xander menjelaskan.
"Baiklah kalau menang kamu sudah mempersiapkan semuanya tapi sebelum itu tanya dulu sama calon istrimu son" ucap Xavier yang ingat dulu ia menyatakan pesta pernikahan mereka tanpa bertanya kepada sang istri.
Xander tersentak mendengar ucapan daddynya yang ada benarnya juga. Ia lalu menatap Devina seakan meminta tanggapannya, yang dibalas anggukan kepala oleh Devina.
Seakan berkata ia akan mengikuti semua rencana Xander. Toh memang selama ini mereka sudah membahasnya dari jauh-jauh hari.
...π π π π π...
"Terima kasih sayang" ucap Xander sambil tersenyum lebar.
"Sama-sama sayang" balas Devina.
Xander memeluk Devina dengan erat membuat semua disana menatap mereka dengan bahagia. Tapi tidak dengan Zelena, tiba-tiba raut wajahnya berubah jadi sendu.
"Brother" panggil Zelena.
^^^"Iya princess" jawab Xander tanpa melepas pelukan mereka.^^^
"Bisa tidak brother jangan nikah Minggu depan" pinta Zelena dengan mata berkaca-kaca.
"Princess" ucap Chloe, Victor, dan Xavier dan kaget.
^^^"Katakan apa alasanmu meminta brother menunda pernikahan brother princess" ucap Xander dengan suara tegas.^^^
"Aku ingin di pernikahan brother kita semua bisa hadir. Apa lagi brother Vin dan sister Natasha belum pulih brother dan kandungan aku belum bisa di ijinkan bepergian jauh brother" papar Zelena menjelaskan maksudnya.
Xander tak menjawab ucapan sang adik dan menatap Devina meminta jawabannya.
"Aku percayakan semuanya kepada kamu sayang" ucap Devina sambil tersenyum manis.
"Daddy dan lainnya akan mengikuti keputusanmu son" ucap Xavier dengan suara tegas.
Xander menatap mommy dan adiknya Victor yang diberi anggukan kepala oleh keduanya.
..."Baiklah brother akan menunda pernikahan brother 1 bulan lagi" ucap Xander dengan suara tegas....
"Ah! Terima kasih brother" pekik Zelena dengan senang dari seberang.
^^^"Yang kamu bilang benar princess. Mommy juga ingin semua kelurga kita lengkap di pernikahan kakak kalian nanti" ucap Chloe dengan suara lembut.^^^
__ADS_1
"Iya mommy"
Mereka lalu membahas tentang konsep pernikahan Devina dan Xander hingga larut barulah panggilan mereka dimatikan.
Xavier dan Chloe memilih pergi ke rumah sakit untuk menemani putra kedua mereka bersama menantu. Sedangkan Victor ia bersiap-siap besok akan pergi ke Belanda untuk syuting iklan terbaru disana.
~ Jakarta, Indonesia ~
Saat ini Ares di buat pusing dengan ngidam sang istri yang ingin mangga muda, tapi harus di petik langsung dari pohon dan ia sendiri yang harus memetiknya.
"Apa loe udah dapat dimana ada pohon mangga?" tanya Ares dengan suara dingin dan tatapan tajam menatap Gery.
"Belum tuan" jawab Gery sambil menunduk.
"Bangsat! Cepat cari pohon mangga yang ada buahnya sebelum gue potong kaki kalian semua!" bentak Ares dengan suara menggelegar.
"Baik tuan" ucap Gery dengan gugup.
Ting............
Wajah Gery seketika berbinar membaca pesan dari anak buah mereka, kalau mereka sudah mendapatkan pohon mangga yang sedang berbuah.
"Tuan anak buah kita sudah dapat dimana pohon mangga yang sedang berbuah" ucap Gery dnena cepat.
"Dimana? Siapkan mobil aku kita ke sana sekarang" titah Ares dengan antusias.
"Baik tuan" ucap Gery segera menghubungi sopir untuk stand by di depan lobby.
"Dimana pohon mangganya?" tanya Ares saat sudah berada didalam mobil.
"Di RH Hospital tuan. Kebetulan ada pohon mangga di belakang rumah sakit yang sedang berbuah tuan" jawab Gery.
"Cepat kita ke sana" titah Ares dengan tak sabar.
Sopir segera melajukan mobil Ares dengan kecepatan tinggi tak mau membuat bosnya marah. Beruntung suasana jalan siang itu tidak macet jadi mereka dengan cepat sampai ke tempat tujuan.
~ RH Hospital ~
Ares menatap pohon mangga yang menjulang tinggi didepannya dengan kesal. Bagaimana tidak hanya ada 4 buah saja dan itu berada paling bagian atas.
"Tuan ini kayu untuk memetik mangga" ucap anak baju Ares memberikan kayu panjang ke Ares.
"Apa loe itu bodoh sialan! Mata loe itu bisa lihat ngak ukuran kayu itu dengan pohon didepan loe" hardik Ares dengan suara tinggi.
"Maafkan aku bos"
"Ckk!!" decak Ares dengan kesal.
...π π π π π...
Mau tak mau Ares harus memanjat pohon mangga itu sesuai permintaan sang istri. Tak lupa ia menyuruh Gery merekamnya saat ia naik pohon agar bisa menjadi bukti untuk istrinya nanti.
Melihat posisi mangga yang sangat jauh diatas sana membuat Ares memikirkan sebuah ide. Ia tersenyum licik sambil menatap Gery memberinya isyarat untuk tidak merekam lagi.
"Lagian kan istriku tidak bilang harus pakai apa untuk mengambil buahnya kan" ucap Ares sambil tersenyum smirk.
Dor.............dor...............brugh............
Keempat mangga itu langsung jatuh di tanah hanya dengan sua kali tembakan. Gery menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sang tuan.
Baru kali ini gue lihat ada orang yang ngambil mangga pakai pistol, batin Gery tak habis pikir.
"Ayo kita pulang" ajak Ares sambil tersenyum lebar.
"Baik tuan"
Ares berlalu masuk ke dalam mobil sambil menenteng kresek berisi mangga pesanan sang istri. Demi buah hati mereka, apapun akan ia lakukan untuk keduanya.
~ Mansion Ares Rahardian ~
Sampainya di mansion, Ares bergegas menghampiri sang istri sambil tersenyum lebar. Zelena yang melihat suaminya membawa apa yang ia inginkan langsung mengambilnya dan bawa ke meja makan.
"Terima kasih mi amor" sindir Ares.
"Hehehehe! Maaf aku lupa querido" balas Zelena sambil terkekeh.
"Apa kamu senang mi amor?" tanya Ares sambil mencium bibir sang istri.
"Sangat querido. Terima kasih suamiku" jawab Zelena dengan suara manja.
"Sama-sama mi amor.
Tak lama pelayan datang membawa potongan buah mangga yang sudah dipotong tadi dengan bumbu rujak kepada Zelena.
Ares meringis melihat sang istri yang memakan mangga dengan lahap seakan tidak merasa asam sama sekali. Padahal ia tahu kalau itu sangat asam, terlihat dari warnanya yang masih putih.
Ibu hamil memang sangat aneh, batin Ares tak habis pikir.
...π π π π π...
To be continue....................
__ADS_1