Heartless 2

Heartless 2
Chapter 193


__ADS_3

🍁Banyak orang yang begitu hati-hati ketika memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Tapi mereka tidak berhati-hati ketika mengeluarkan ucapan dari mulutnya🍁


.


.


.


.


Jantung Katy berdetak dengan cepat seperti orang baru habis lari maraton. Apa lagi perutnya terasa seperti ada kupu-kupu yang berterbangan dan perasaannya tidak bisa ia jabarkan.


Tubuhnya mematung menatap Victor dengan mulut menganga tak menyangka akan mendapat pernyataan cinta dari orang yang selama ini ia sukai diam-diam.


Apa aku bermimpi, batin Katy dengan syok.


Cup...............


"Eh! Ka Victor" kaget Katy saat Victor mengecup bibirnya.


Seketika ia tahu kalau apa yang ia alami saat ini adalah nyata dan bukan mimpi. Wajah Katy memerah menandakan saat ini ia sangat malu, belum lagi jantungnya yang berdegup kencang sedari tadi.


"Jadi apa jawabanmu sweety?" tanya Victor sambil mengangkat dagu Katy sehingga mata keduanya saling bertatapan.


"Aku....." ucap Katy menahan jawabannya tak langsung memberitahu Victor.


"Aku apa sweety?" tanya Victor dengan suara lembut.


"Aku mencintai ka Victor tapi aku takut" jawab Katy dengan lirih.


"Takut?" tanya Victor dengan alis sebelah terangkat.


"Iya ka" jawab Katy dengan tatapan sendu.


"Jangan bilang karena uncle Bryan dan pangeran sialan itu" tebak Victor dengan cepat.


"Heemm" deham Katy sambil mengangguk kepalanya.


"Ehh! Siapa pangeran sialan ka Victor?" tanya Katy dengan cepat.


"Bukan siapa-siapa" jawab Victor dengan cepat.


"Oh"


Ia tadi reflek menyebut Maxim dengan panggilan yang biasa ia ucapkan. Beruntung Katy tidak bertanya lagi tentang ucapannya tadi, jika tidak bisa dipastikan kalau Katy akan memarahinya.


"Jangan khawatir sweety. Urusan daddy dan kakakmu itu jadi urusanku, yang terpenting kamu menerima dan bersedia jadi pacarku sweety" ucap Victor dengan suar tegas.


"Tapi aku tidak mau merahasiakan kepada keluargaku tentang hubungan ini ka" ucap Katy dengan wajah sendu.


"Yang bilang kita akan merahasiakan hubungan ini siapa? Heemm" tanya Victor sambil mengelus pipi Katy dengan lembut.


"Lah terus bagaimana ka?" tanya Katy dengan bingung.


"Kita akan tetap menunjukkan hubungan ini ke semuanya dan aku akan bertemu langsung dengan daddy kamu meminta ijin untuk bersamamu sweety" jawab Victor dengan wajah serius.


Grep................


Katy memeluk tubuh Victor dengan sangat erat merasa bahagia, karena Victor akan berjuang demi mendapatkan restu dari kakak dan daddynya untuk bisa menjalin hubungan dengannya.


"Terima kasih ka. Aku sangat menyayangi ka Victor" ucap Katy sambil tersenyum manis.


"Cuma sayang saja?" tanya Victor dengan tatapan tajam.


"Cinta juga" cicit Katy dengan malu-malu.


"I love you sweety" balas Victor dengan bahagia.


"I love you too ka" ucap Katy Sambil tersenyum lebar.


Victor memeluk Katy dengan erat sambil mencium puncak kepalanya berulang kali meluapkan rasa bahagianya saat ini.


Meski ke depannya hubungan mereka tidak akan berjalan dengan mulus, tapi Victor tidak akan menyerah untuk memperjuangkan cinta mereka.


Dreett...............


Victor dan Katy saling melirik mendengar bunyi getaran hebat dari luar. Keduanya segera keluar untuk melihat apa yang terjadi dan ternyata itu adalah pesawat milik Mikhail yang sudah kembali pulang.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Keduanya bergegas pergi ke kastil saling menggenggam tangan. Sampainya di kastil mereka segera menuju landasan pribadi Mikhail untuk melihat kondisi kakak mereka.


Semua keluarga besar Wesly menunggu dengan cemas anak-anak mereka. Sedangkan Maxim yang memimpin perjalanan ini segera menyuruh Dio dan anggota Black Shadow untuk membawa Mikhail dan lainnya ke ruang kesehatan.


Tak berselang lama Maxim keluar dengan perawat yang mendorong brankar Xander dan lainnya keluar dari pesawat.

__ADS_1


"ANAKKU" teriak Chloe berlalu menghampiri brankar Xander yang sedang didorong.


Xavier dengan cepat menyusul sang istri sambil memeluknya yang sudah menangis histeris melihat kondisi Xander yang terbalut perban seperti mumi.


"Uncle kita harus membawa ka Xander dan lainnya segera ke ruang kesehatan" ucap Maxim memberitahu.


"Heeemm" deham Xavier dengan wajah sedih.


Hiks.............hiks...........hiks..........


Tangis semua orang pecah melihat pemandangan Xander, Mikhail, Teivel, David, dan Marcel yang terbalut perban di sekujur tubuh mereka.


Raung mereka semakin menjadi saat melihat keluarga mereka dibawa ke dalam ruang kesehatan menempati satu persatu ruangan yang sangat mewah.


"Son...........hiks hiks hiks..........bangun son..........hiks hiks hiks...........kenapa kamu bisa seperti ini son" teriak Valeria dengan histeris.


"Honey cepat bangunkan anak kita..........hiks hiks hiks.........aku tidak sanggup melihat dia seperti ini honey..........hiks hiks" ucap Valeria sambil memukul dada Thomas melampiaskan emosi dan rasa sedihnya.


"Tenang ya honey. Mikhail pasti akan secepatnya sadar honey. Dia itu putra kita yang kuat" ucap Thomas sambil memeluk sang istri yang menangis histeris.


"Kakak.........hiks hiks hiks.......kenapa kakak bisa jadi seperti ini ka..........hiks hiks hiks" ucap Natasha sambil menangis histeris.


"Honey jangan terlalu menangis ya, ingat anak kita dalam kandunganmu" ucap Vincent menenangkan sang istri.


Valeria menangis tersedu-sedu sambil memeluk Mikhail yang terbaring di atas brankar dengan banyak alat rumah sakit di tubuhnya.


Tak berbeda jauh dari ruangan Mikhail, di ruangan Xander, David, dan Marcel semua keluarga mereka menangis dengan histeris melihat keadaan mereka semua.


Uncle Andre yang selama ini dekat dengan Teivel terus menangis di samping brankar memegang tangan Teivel. Ia merasa sangat sedih melihat keadaan Teivel seperti ini.


"Hiks hiks hiks...........kamu harus cepat sadar Teivel........hiks hiks hiks.........uncle tahu kamu itu orang yang kuat" ucap Andre sambil menangis histeris.


Tak lama semuanya berkumpul didepan ruang kesehatan setelah suster memberitahu kalau dokter ingin menjelaskan tentang kondisi kelimanya.


"Dok bagaimana keadaan putraku?" tanya Xavier dengan suara dingin.


"Saya akan menjelaskan kondisi mereka semua. Tapi sebelum itu saya akan menunjukkan video saat kelimanya dibawa ke ruang kesehatan" ucap dokter William yang sudah menjadi dokter di Shadow Island.


Kebetulan dia adalah sahabat baik Marcel disini karena keduanya menggeluti dunia yang sama. Meski Marcel lebih tertarik menciptakan virus tapi dia sering kali membantu William untuk mengatasi kasus-kasus berat saat turun lapangan.


Tak lama dokter William langsung menunjukkan video saat Mikhail dan lainnya dibawa ke ruang kesehatan di kapal selam.


Semuanya menutup mulut syok melihat kondisi kelimanya yang penuh dengan luka di seluruh tubuh, bahkan ada beberapa bagian tubuh yang hancur karena ledakan dahsyat.


"DAVID ANAKKU" teriak Mira dengan histeris melihat video David saat diobati.


Albert memeluk istrinya dengan erat dan ikut menangis melihat putra mereka saat diobati. Violet dan Leon juga ikut menangis melihat hal itu, tanpa sadar Leon memeluk Violet adik tirinya untuk menenangkannya.


1 Jam kemudian


Semuanya menatap dokter William setelah video selesai diputar. Dengan wajah sedih dan cemas mereka menunggu apa yang akan dikatakan oleh dokter William.


"Kondisi kelima pasien sangat parah karena ada beberapa anggota tubuh mereka yang patah sampai sendi keluar dari tempatnya. Untuk kondisi King dan tuan muda Wesly pertama lebih parah dari lainnya. Sepertinya saat ledakan terjadi keduanya menjadikan tubuh mereka sebagai tameng dan mereka yang paling dekat dengan ledakan" papar dokter William menjelaskan.


"Dokter bercandakan........hiks hiks hiks?" tanya Chloe sambil menangis.


"Maaf nyonya Wesly tapi semua yang saya katakan adalah kebenaran" jawab dokter William dengan suara tegas.


"Lalu bagaimana keadaan mereka sekarang dok?" tanya Thomas dengan cepat.


"Kelimanya terpapar radiasi radioaktif dari ledakan itu tapi saya sudah berhasil membersihkan tubuh mereka dengan penawar racun yang pernah dibuat oleh Marcel. Kita akan mengetahui kondisi mereka lebih jauh lagi setelah mereka sadar tuan besar" jawab dokter William.


"Heeemmm"


"Tapi ada satu hal lagi yang ingin saya beritahu" ucap dokter William dengan cemas.


"Apa itu dok?" tanya Victor dan Henry dengan serentak.


"Untuk saat ini kondisi kelima pasien dinyatakan koma" jawab dokter William.


Duar...............


Seketika petir menyambar di langit bersamaan dengan hujan lebat yang tiba-tiba menguyur Shadow Island. Semua didalam sana diam mematung mencerna ucapan dokter William barusan.


Brugh.........brugh........brugh.......brugh.......


Chloe, Valeria, Mira, dan dokter Lauren tiba-tiba jatuh pingsan saat mendengar ucapan dokter William barusan.


"Mommy. Bunda" teriak semua anak-anak mereka dengan panik.


Begitu juga dengan para suami yang panik melihat istri mereka pingsan. Dengan cepat mereka mengendong istri-istri mereka menuju salah satu kamar kesehatan untuk mendapat pemeriksaan dari suster.


"Dok kira-kira kapan ka Mikhail dan lainnya akan sadar?" tanya Maxim yang tidak ikut mengikuti yang lainnya.


"Saya tidak tahu pangeran karena ini menyangkut alam bawah sadar kelimanya" jawab dokter William sambil menggelengkan kepala.

__ADS_1


"Kalau begitu dokter harus mengobati semua luka di tubuh mereka semua dan juga pastikan semua luka yang berbekas bisa hilang" titah Maxim dengan suara tegas.


"Baik pangeran" jawab dokter William dengan sopan.


Dokter William segera pergi dari sana untuk mengecek kondisi kelimanya lagi. Tak lama Katy berlari menujunya dan langsung memeluk sang kakak.


"Prince baik-baik saja kan?" tanya Katy dengan wajah khawatir.


"Aku baik-baik saja princess" jawab Maxim sambil mengelus kepala sang adik dengan lembut.


"Ah! Syukurlah" ucap Katy dengan lega.


"Princess temani aunty Valeria ya karena prince masih ada beberapa hal yang harus princess"


"Oke prince"


"Heemmm! Jangan dekat-dekat artis gila itu ya princess" ucap Maxim dengan tatapan tajam.


"I......ya prince" jawab Katy dengan gugup.


Maxim mengerutkan keningnya melihat tingkah sang adik yang terlihat mencurigakan, tapi ia tepis itu semua dan yakin kalau adiknya tidak mungkin melanggar perintahnya.


Phew.................


Katy membuang napasnya dengan lega melihat sang kakak yang sudah pergi. Ia mendadak takut jika kakaknya tahu kalau ia melanggar perintahnya.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Mau jauh gimana sama ka Victor ya? Orang dia pacar aku masa aku tidak boleh dekat dengannya, batin Katy ambil menghentak kaki dengan kesal.


Sedangkan Maxim ia pergi ke tempat istirahat anggota Black Shadow khusus perempuan untuk bertemu dengan Clarisa.


"Dimana dia?" tanya Maxim dengan suara dingin.


"Perempuan itu kami kurung di salah satu kamar pangeran" jawab Ana salah satu anak buah perempuan Black Shadow.


Ana lalu membawa Maxim pergi ke ruangan yang menjadi tempat Clarisa. Saat pintu dibuka ia langsung disambut tatapan cemas dan khawatir dari gadis cupu didepannya.


"Siapa kamu?" tanya Maxim dengan suara dingin.


"Maaf apa aku bisa melihat kondisi orang yang sudah menyelamatkanku?" tanya balik Clarisa tak menjawab pertanyaan Clarisa.


"Beritahu semua yang terjadi disana barulah aku bisa membawamu ke tempat ka Mikhail" jawab Maxim dengan suara tegas.


"Iya"


Clarisa lalu menceritakan semua yang terjadi disana dan bagaimana ia bisa sampai berada disana. Tapi Ita tidak menceritakan tentang statusnya karena ia masih ingat kalau suaminya pernah mengatakan untuk tidak menceritakan jati dirinya.


Mereka juga pasti tidak percaya kalau gue istrinya Mikhail karena penampilan gue saat ini berbeda dengan foto pernikahan kami di kastil, batin Clarisa.


Maxim yang mendengar cerita Clarisa sambil menatap matanya tak mendapat kebohongan, ia segera pergi dari sana tanpa berkata apa-apa.


"Tunggu. Aku mohon bawa aku ke sana agar aku bisa melihat kondisi mereka semua" pinta Clarisa dengan memohon.


"Namamu Clarisa Eleanor kan?" tanya Maxim dengan suara dingin dan tegas.


"I.....ya" jawab Clarisa dengan gugup takut melihat tatapan Maxim.


"Aku akan mencari tahu identitas kamu terlebih dahulu. Sampai kami mendapat informasinya kamu tidak boleh keluar dari ruangan ini apa lagi menjenguk mereka semua" ucap Maxim dengan suara tegas.


Brak..............


Clarisa menatap nanar pintu yang tertutup dengan tatapan sedih. Air matanya mengalir dengan deras memikirkan sang suami yang tidak bisa ia temu.


Hubby........ hiks hiks hiks........ gue mohon cepat sembuh hubby.........hiks hiks hiks.........aku merindukanmu, batin Clarisa sambil menangis histeris.


Maxim yang sudah mendapat informasi tentang Clarisa segera memberitahu uncle Andre untuk mencari tahu tentangnya.


Ia juga menceritakan apa yang terjadi di sana sesuai cerita Clarisa kepada semua keluarga besar Wesly. Mendengar hal itu mereka semua kembali menangis tak menyangka Xander, Mikhail, David, Marcel, dan Teivel akan mengalami hal seperti itu.


2 Hari kemudian


Tak terasa waktu berlalu dengan sangat cepat dan sudah dua hari berlalu. Clarisa selama dua hari terus menangis saat mendengar kondisi sang suami dari cerita anak buah Mikhail di luar kamarnya.


Beruntung selama disini ia diberi makanan sehat sehingga tidak membuat kandungannya kenapa-napa.


Ceklek................


"Kamu ikut aku" ucap Ana berdiri didepan pintu kamar yang ditempati Clarisa.


"Iya" ucap Clarisa tak membantah.


Ana lalu membawa Clarisa menuju ke ruang kesehatan sesuai perintah Maxim, karena mereka sudah mendapat informasi tentang Clarisa dan ia bukanlah musuh mereka.


"Siapa kamu?" tanya Natasha dengan suara dingin saat Clarisa tiba di ruang kesehatan.

__ADS_1


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


To be continue..................


__ADS_2