Heartless 2

Heartless 2
Chapter 50


__ADS_3

🍁Sebanyak apapun yang datang, sesempurna apapun yang di depan mata. Tidak akan pernah bisa mengalahkan apa yang ada di dalam hati karena hati lebih mengetahui dari apa yang dilihat oleh mata🍁


.


.


.


.


"Mommy........hiks hiks hiks hiks" tangis Zelena pecah di dalam sana.


"Xander urus adikmu" ucap Xavier sambil mengurut keningnya yang mulai sakit.


Xander tak berkata apa-apa dan segera berlalu menuju kedua adiknya yang akan selalu heboh jika keduanya bertemu.


"Aduh princess cepat menyingkir dari tubuh brother. Kamu itu makan apa sih bisa berat banget" keluh Victor merasa tulang belakangnya sakit.


"Zelena berat ya brother Vic?" tanya Zelena dengan polos.


"Udah tahu masih nanya! Cepat bangun badan kamu itu berat kayak beruang" hardik Victor dengan kesal.


"Brother beruang hewan sedangkan Zelena itu manusia jadi tidak sama" bantah Zelena.


Victor menutup mata menahan emosinya mendengar ucapan adiknya yang terlalu polos sedangkan Rio sedari tadi mengulum senyum geli tak berniat membantu keduanya bangun.


"Berengsek kamu Rio cepat singkirkan nih beruang dari tubuhku" hardik Victor sambil menatap Rio dengan tajam.


Plak..............


"Princess" pekik Victor dengan mata melotot karena adiknya memukul kepalanya.


"Zelena kan udah bilang Zelena itu manusia bukan beruang brother" dengus Zelena dengan kesal.


"Sudah cukup tiduran waktunya bangun" hardik Xander dengan suara dingin.


"Siapa yang tiduran" pekik keduanya dengan serentak.


Xander menatap keduanya dengan tajam seakan berkata bangun jika tidak ingin dihukum. Melihat tatapan kakak mereka keduanya dengan cepat berdiri.


Sedangkan yang lain hanya bisa menggelengkan kepala mereka melihat kelakuan keduanya yang tidak akan pernah bisa diam jika bertemu.


"Mommy" ucap Victor dengan manja ingin memeluk sang mommy.


"Mommy milik daddy. Tidak boleh peluk" ketus Xavier dengan suara dingin.


"Hubby" tegur Chloe dengan mata tajam.


"Jangan perdulikan bocah nakal itu baby" ucap Xavier sambil memeluk pinggang istrinya dengan posesif.


"Ckk!! Menyebalkan" ketus Victor dengan kesal.


Zelena lalu duduk di samping kakaknya Xander sambil memeluk sang kakak di pinggangnya. Sedangkan Leon duduk di samping David menyandarkan bahunya di kakaknya begitu pula dengan Henry.


"Kenapa kalian menangis?" tanya Victor setelah melihat wajah semuanya yang sembab.


"Brother Vin mendorong Natasha dari ranjang hingga jatuh membentur meja dan keningnya berdarah brother Vic" jawab Zelena dengan antusias.


"Princess" ucap semuanya dengan mata melotot.


"Hah! Kok bisa! Memang ceritanya gimana sampai bisa begitu?" tanya Victor dengan penasaran.


"Ya bisalah brother. Orang Nata masuk ke kamar brother Vic dan menggodanya makanya di dorong" papar Zelena dengan cepat.


"Apa! Wow........Nata kamu liat junior twin tidak" pekik Victor sambil menaik turun alisnya.


"VICTOR!" bentak Vincent dengan suara tinggi.


"Omo......Twin kening kamu juga luka ya. Wah Nata kamu liar juga ya di ranjang" ucap Victor sambil terkekeh.


"Brother Vic emang gimana caranya Nata liar di ranjang?" tanya Zelena dengan wajah polos membuat semuanya menatap Victor ingin menelannya.


"Princess mending kamu diam deh" ketus Victor dengan kesal.


Brugh............


"Mommy" pekik Victor dengan kesal karena di lempari sendal oleh mommynya.


"Apa! Mau protes" hardik Chloe dengan mata melotot.


Victor mencebik kesal trqk berani protes kepada mommynya apa lagi pawangnya berada di sampingnya.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Victor menatap kembarannya dengan selidik merasa tidak mungkin jika Natasha yang menggoda Vincent, karena ia tahu Natasha itu masih polos dan tidak pernah mengetahui hal-hal seperti itu.

__ADS_1


Tutup mulutmu jika tidak ingin di hajar Vic, batin Vincent menatap kembarannya karena keduanya seperti punya ikatan batin.


Kamu mencari nerakamu sendiri twin, batin Victor sambil menggelengkan kepalanya.


"Jadi sekarang gimana?" tanya Victor.


"Mereka mau nikahi ka Victor" ucap Henry.


"Apa" teriak Victor dengan mata melotot.


"Ishh! Brother berisik" hardik Zelena dengan suara melengking.


"Mommy apa benar yang di katakan Henry?" tanya Victor.


"Iya sayang"


"Ka David ini tidak bercandakan?" tanya Victor yang masih belum puas.


"Tidak tuan muda ketiga" jawab David dengan suara dingin.


"Twin kamu akhirnya menikah lebih duluan dari kami semua" ejek Victor.


"Sampai kapanpun aku tidak mau menikah dengan dia!" bentak Vincent dengan suara tinggi.


"Kami tidak akan menikah ka Victor. Ini semua kesalahanku bukan ka Vincent" ucap Natasha dengan senyum manis.


"Bos maaf aku tidak setuju dengan usul bos muda tadi" ucap Thomas dengan suara tegas.


"Baiklah" ucap Xavier dengan suara dingin.


Natasha menghembuskan napasnya dengan lega karena akhirnya mereka tidak di paksa menikah. Biar namanya buruk di mata mereka semua yang penting bukan Vincent.


~ Puri Orchid Apartment ~


"Khail lepas aku tidak bisa bernapas" ucap Clarisa dengan memohon.


"5 menit lagi baby" ucap Mikhail masih betah memeluk Clarisa di sofa.


Clarisa mengerucut bibirnya mendengar ucapan kekasihnya 5 menit lagi sedari tadi. Pasalnya ini sudah lewat 1 jam juga Mikhail tak melepasnya.


"Aku haus Khail"


Mendengar ucapan kekasihnya dengan cepat Mikhail melepas pelukannya lalu mengambil air di dapur dan memberikannya ke Clarisa.


"Mana hpmu?" tanya Mikhail dengan suara dingin.


"Heemmm"


"Aku ingin pulang" ucap Clarisa dengan gugup.


"Kamu masih sakit baby dan sembuh nanti baru kamu pulang"


"Tapi aku sudah sembuh Khail dan ini juga bukan rumahku" bantah Clarisa dengan cepat.


"Baiklah aku antar pulang"


Clarisa seketika tersenyum manis karena diijinkan pulang hari ini. Ia sudah tak sabar ingin pulang dan berangkat kerja karena kemarin ia tidak masuk karena sakit.


"Tapi tidak untuk kerja" titah Mikhail dengan suara tegas.


"Hah! Kenapa?" tanya Clarisa melongo.


"Kamu sudah tak bekerja di restoran itu lagi"


"Apa" teriak Clarisa dengan mata melotot kaget.


"Aku sudah mengirim surat pengunduran diri kamu dari sana" ucap Mikhail dengan santai.


"Kenapa kamu lancang sekali Mikhail!" bentak Clarisa dengan suara tinggi.


"Jangan meninggikan suara di depanku baby" ucap Mikhail dengan suara dingin dan tatapan tajam.


"Itu pekerjaan aku Mikhail. Kamu tidak berhak ikut campur kehidupanku" pekik Clarisa dengan suara tinggi menggelegar.


Prang..............Aaarrghhh........


Teriak Clarisa sambil menutup telinga saat Mikhail menendang meja kaca di depannya hingga pecah berserakan di lantai.


"Aku sudah peringatkan kamu untuk tidak bicara dengan nada tinggi di depan aku baby" ucap Mikhail dengan suara dingin seperti es.


"K.....amu egois.......hiks hiks hiks" lirih Clarisa sambil menangis ketakutan.


Sret............


Tangan Clarisa ditarik hingga tubuhnya berada di dalam pelukan Mikhail. Entah kenapa meski ia marah tapi ia tidak bisa menolak pelukan Mikhail yang terasa hangat dan nyaman.

__ADS_1


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


"Jangan menangis baby. Aku tidak suka melihat air matamu keluar" bisik Mikhail dengan suara lembut


"Kenapa kamu lakuin hal itu Khail. Itu adalah pekerjaanku untuk biaya hidup aku selama ini" ucap Clarisa dengan sendu.


"I know baby" (aku tahu sayang)


"Listen! Aku tidak ingin kamu bekerja disana karena kamu hanya di perlakukan dengan tidak manusiawi disana dan lagian gaji kamu disana di potong 50% setiap bulan hanya karena alasan yang tidak jelas" papar Mikhail dengan suara lembut sambil menghapus air mata Clarisa.


Clarisa diam tak bicara karena apa yang dibilang oleh Mikhail memang benar karena gajinya selalu dipotong oleh manajer setiap bulan karena hal sepele.


"Mulai sekarang kamu fokus saja sama kuliahmu dan untuk pekerjaan kamu kirim CV kamu ke GoldKing perusahaan berlian di Indonesia" ucap Mikhail dengan suara tegas.


"Tapi"


"Aku tidak menerima penolakan baby"


"Baiklah" pasrah Clarisa karena ia tahu jika membantah itu percuma saja.


"Gadis pintar" puji Mikhail sambil mengecup kening Clarisa dengan lembut.


Mikhail lalu mengantar pulang Clarisa ke kosannya, setelah melihat kekasihnya sudah masuk ia lalu menyuruh Damon untuk ke mansion Zelena.


~ Rumah Steven Lim ~


Steven saat ini sedang tersenyum menyeringai melihat foto-foto di depannya yang baru diberikan Kaito asistennya.


"Jadi mereka semua berada di Indonesia" ucap Steven dengan suara dingin.


"Iya tuan"


"Apa mata-mata kita belum bisa masuk ke sana?" tanya Steven dengan tatapan tajam.


"Iya tuan. Ternyata penjagaan di mansion nona Zelena sangat ketat karena mereka berjaga dengan sembunyi-sembunyi tuan"


"Berengsek" maki Steven dengan emosi.


Ia mengetuk-ngetuk jarinya di atas meja memikirkan rencana untuk kembali bertemu dengan Zelena. Tak berselang lama ia tersenyum menyeringai memikirkan sebuah ide.


"Kaito cari tahu kapan jadwal masuk kuliah gadis kecilku"


"Baik tuan"


Kaito berlalu pergi mencari tahu apa yang baru saja Steven perintahkan. Entah apa yang akan dilakukan oleh Steven hanya ia saja yang tahu.


~ Mansion Zelena ~


Setelah makan siang mereka semua memilih untuk bersantai di taman belakang karena di belakang sana terdapat pohon besar yang sangat rindang sehingga terasa sangat sejuk.


"Ah! Sejuknya" ucap Victor yang tiduran di atas tikar bersebelahan dengan Henry dan Leon.


"Ka Victor kita foto bareng yuk" ajak Henry.


"Bilang saja kamu mau pamer di instagram kamu" cibir Victor yang tahu maksud ajakan Henry.


"Hehehe! Itu salah satunya ka" ucap Henry sambil terkekeh.


"Karena hari ini aku lagi baik ayok kita foto bareng" ucap Victor dengan sombong.


"Ckk!! Pencitraan kamu Vic" gumam Rio dengan suara pelan.


"Jangan mengataiku Rio" ketus Victor dengan tatapan tajam.


Rio terkekeh sambil mengangkat jarinya tanda peace melihat wajah kesal Victor. Meskipun begitu ia juga tetap diajak untuk foto bareng dengan semuanya.


"Wah wah wah! Ada reuni ya" ucap Mikhail sambil tersenyum smirk.


"Kakak" ucap Natasha dengan tubuh gemetaran.


"Jangan pukul kakakku lagi" hardik Zelena menatap tajam Teivel sambil berdiri di depan Vincent.


"Son" pekik Thomas dengan senang melihat putranya datang.


"Berhenti daddy aku bukan anak kecil lagi" ucap Mikhail dengan suara dingin.


"Ckk!!" decak Thomas dengan kesal.


Ia memilih duduk kembali sambil memeluk tubuh istrinya dan menaruh kepala istrinya di dadanya. Mata tajam dan dingin Mikhail lalu menatap Natasha dengan tajam.


"Sweety" panggil Mikhail dengan suara dingin.


Glek...........


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...

__ADS_1


To be continue....................


__ADS_2