Heartless 2

Heartless 2
Chapter 149


__ADS_3

🍁Terkadang seseorang tertawa karena tidak mempunyai ruang lagi untuk menangis🍁


.


.


.


.


Buat apa King sialan menelponku, batin Xander dengan penuh tanda tanya.


Dengan cepat Xander segera menjawab panggilan dari Mikhail karena tak biasa Mikhail menelponnya, dan jika ia menelpon seperti saat ini berarti ada sesuatu yang akan terjadi atau ada hal penting yang ingin ia katakan.


^^^“Halo”^^^


“Atur perjalanan keliling Eropa dengan yatch milikmu besok” titah Mikhail dengan suara dingin dari seberang.


^^^“Apa maksudmu?” tanya Xander dengan kening berkerut.^^^


“Beritahu anak buahmu untuk mengatur keberangkatan yatchmu besok tepat pukul 16:00” jawab Mikhail dengan suara dingin.


^^^“Kamu pikir kamu siapa bisa memerintah aku berengsek!” bentak Xander membuat semua didalam sana kaget.^^^


“Wah siapa yang sudah membuat brother jadi marah seperti itu. Bahkan dia bisa membuat wajah datar dan dingin brother berubah seperti itu” ucap Victor dengan heran.


“Baru kali ini aku lihat tuan muda pertama menampilkan ekspresi selain dingin dan datar di wajahnya” tambah Rio.


Pasti King yang menelpon, batin David yang tahu siapa yang bisa membuat bosnya seperti itu.


^^^“Bukannya kamu juga punya yatch kenapa tidak pakai punyamu saja berengsek” hardik Xander.^^^


“Milikmu lebih cocok  dan pas jadi pakai punya kamu saja” balas Mikhail dengan santai.


^^^“Aku tidak mengijinkan kamu memakai yatch milikku bangsat” maki Xander dengan suara tinggi.^^^


“Aku tidak perduli berengsek! Yang pastinya besok yatchmu akan berlayar. Suka atau tidak suka tetap yatchmu akan berlayar” ucap Mikhail dengan suara dingin dari seberang.


“Berengsek kamu King” maki Xander saat melihat panggilannya lagi-lagi dimatikan sepihak oleh Mikhail.


Brak………………


Saking emosinya Xander menendang kursi disampingnya hingga patah membuat semuanya kaget melihat apa yang barusan dilakukan oleh Xander.


Xavier akhirnya tahu siapa orang yang bisa membuat ekspresi anaknya berubah cepat seperti itu dan ternyata itu adalah Mikhail.


“David pantau semua yatchku dan lihat yatch mana yang akan dipakai oleh King sialan itu” titah Xander dengan suara tinggi.


“Baik bos” balas David segera berkutat dengan hpnya.


Ting………………


King Sialan


“Sebaiknya kamu dan lainnya segera pergi ke mansion kalian karena 20 menit lagi musuh akan menyerang kalian disana jika kalian tidak pergi dari sana”


“F**K YOU KING” maki Xander dengan suara menggelegar didalam sana.


“XANDER LEONART WESLY” hardik Chloe dengan tatapan tajam tak suka anaknya memaki seperti itu.


“Daddy kita pergi sekarang ke mansion” ucap Xander dengan suara tegas tak membalas ucapan mommynya.


“Ada apa son?” tanya Xavier dengan bingung.


“Tidak ada waktu untuk aku jelaskan daddy. Sekarang kita harus pergi biarkan princess di sini bersama Ares” jawab Xander dengan suara dingin.


Xavier yang melihat anaknya seakan tahu ada sesuatu yang akan terjadi dan ia langsung memikirkan tentang penyerangan di mansion mereka belakangan ini.


Tak membantah Xavier segera membawa istrinya pergi meski Chloe tak setuju untuk pergi dari sana.


“Jaga princess. Kalau perlu rawat dia di mansion kamu saja” ucap Xander dengan suara tegas kepada Ares.


“Baik”


“Brother” panggil Zelena dengan bingung melihat semua keluarga pergi tak mengatakan apa-apa.


“Nanti brother jelaskan lewat telpon princess karena tidak ada waktu lagi”


“Iya brother”


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Xander memilih menaiki helikopter milik Ares tak berani mengambil resiko memakai mobil karena bisa saja mereka diserang di tengah jalan.


Saat di tengah perjalanan Xander melihat ada segerombolan geng motor yang bergerak menuju rumah sakit tapi seketika mereka berubah jalur entah menuju kemana.


~ Mansion Wesly ~


Sampainya di mansion, Xander langsung di berondong pertanyaan oleh kedua orang tuanya dan adiknya yang tak mengerti kenapa mereka disuruh pulang padahal mereka masih ingin menemani Zelena di rumah sakit.


“David hubungi princess dan Vincent” titah Xander dengan suara tegas.


“Baik bos”

__ADS_1


Tak berselang lama Zelena dan Vincent sudah tersambung dengan panggilan video yang David lakukan. Ares sendiri duduk di samping Zelena karena ingin mendengar penjelasan Xander mengenai apa yang sebenarnya terjadi dan beruntung keluarnya sudah pulang.


“Son jelaskan sekarang” titah Xavier dengan suara dingin.


^^^“Mikhail mengirim pesan kepadaku jika kita tidak pergi dari rumah sakit dalam 20 menit maka orang suruhan berengsek itu akan menyerang kita disana” papar Xander menjelaskan.^^^


“Apa maksudnya brother? Memangnya siapa orang berengsek yang brother maksud?” tanya Zelena dengan bingung dari seberang.


^^^“Princess sudah hampir seminggu lebih mansion seluruh keluarga besar kita di serang oleh musuh tiada henti” jawab Xander menjelaskan.^^^


“Apa” pekik Zelena dengan kaget.


“Disini uncle Mike baru selesai membereskan orang yang ingin menyerang mansion daddy” ucap Vincent dari seberang.


^^^“Kalian baik-baik saja disana kan?” tanya Chloe dengan cemas.^^^


“Tenang mommy kami baik-baik saja. Lagian aku menyuruh semua anak buahku berjaga di mansion” jawab Vincent.


^^^“Baiklah. Ingat jaga Nata dan kandungannya nak”^^^


“Pasti mommy”


“Tunggu dulu. Apa maksud mommy dengan kandungan?” tanya Zelena dengan bingung.


“Istri brother sedang hamil 5 minggu princess” jawab Vincent sambil tersenyum bahagia.


“Really? Wah selamat brother Vin dan kakak iparku Nata sebentar lagi aku bakal jadi aunty” pekik Zelena dengan senang.


“Iya princess. Kamu juga harus cepat sembuh biar nanti kelahiran anak brother kamu datang ya”


“Iya pasti brother Vin”


“Jadi apa orang itu akan menyerang kita disini son?” tanya Xavier dengan suara dingin.


“Firasat aku mengatakan iya daddy” jawab Xander dengan suara tegas.


Phew…………….


Xavier membuang napasnya dengan kasar memikirkan jumlah anak buah mereka yang sedikit saja mereka bawa kesini, karena berpikir orang itu tidak mungkin menyerang mereka selama di Indonesia.


“Berapa anak buah kita?” tanya Xavier dengan cepat.


“100 orang daddy” jawab Xander.


“Aku akan mengirim anak buahku ke sana sekarang” ucap Ares dari seberang.


^^^“Heemmm” deham Xander sambil mengangguk kepalanya.^^^


^^^“Vin jaga keselamatan kalian disana karena kami akan beberapa hari disini baru pulang” ucap Xander menatap Vincent lewat layar iPad.^^^


Xander lalu mematikan panggilan video bersama kedua adiknya dan membahas rencana untuk menghadang musuh mereka yang saat ini dalam perjalanan menuju kesini.


“Bos” ucap Christian sambil berlari menghadap Xander.


“Ada apa?” tanya Xander dengan suara dingin.


“Ada orang yang ingin bertemu bos katanya dia suruhan King” jawab Christian.


“Suruh dia masuk” titah Xander.


“Baik bos”


Tak lama Christian kembali masuk bersama seseorang yang tidak mereka kenali. Dia adalah Eksel anak Rehan yang bertugas menjaga markas Black Shadow di Indonesia.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


“Siapa kamu?” tanya Xander dengan aura mengintimidasi.


“Saya Eksel ketua di markas Black Shadow di Indonesia. King menyuruh saya membawa 300 anak buahku untuk menjaga mansion ini selama tuan muda pertama dan lainnya di Indonesia” papar Eksel menjelaskan.


“Baiklah kamu bisa menyuruh anak buahmu untuk bersiaga menyambut tamu kita sebentar lagi” titah Xander dengan suara dingin.


“Mereka semua sudah kami bereskan” balas Eksel dengan suara dingin.


“Apa” ucap Victor dan David dengan kaget.


Xander melirik daddynya tak menyangka anak buah Mikhail akan bergerak begitu cepat, padahal mereka baru saja membahas rencana untuk menyerang musuh mereka nanti.


“Berapa banyak?” tanya Xander dengan cepat.


“Mereka berjumlah 400” jawab Max dengan suara dingin.


“Wow anak buahmu hebat juga” puji Victor dengan tercengang.


Eksel lalu pergi setelah melihat isyarat dari Xander yang menyuruhnya untuk keluar dari sana. Mereka semua diam dengan pemikiran masing-masing tak menyangka anak buah Black Shadow akan bergerak secepat itu.


~ Mansion Ares Rahardian ~


Zelena dan Ares sudah tiba di mansion milik Ares karena tidak ingin Zelena diserang musuh di rumah sakit seperti yang dikatakan oleh Xander tadi.


Apa lagi anak buahnya yang memberitahu jika ada musuh yang sangat banyak menyerang mansion Wesly tadi siang.


“Querido” panggil Zelena dengan suara lembut.

__ADS_1


“Kenapa mi amor? Apa kamu menginginkan sesuatu?” tanya Ares dengan suara lembut.


“Apa yang sudah kamu lakukan ke Daniella querido? Dimana dia sekarang?” tanya Zelena dengan wajah serius.


“Kenapa? Apa kamu ingin membebaskannya mi amor?” tanya balik Ares dengan tatapan selidik.


“No. Aku ingin bertemu dengannya dan bertanya kenapa sudah buat aku terluka seperti ini querido” jawab Zelena dengan suara tegas.


“Apa yang mau kamu lakukan mi amor?” tanya Ares dengan cepat.


“Kamu akan tahu nanti” jawab Zelena sambil tersenyum penuh arti.


“Dia ada di markasku”


“Apa aku bisa bertemu dengannya querido?” tanya Zelena dengan memelas.


“Sembuh dulu baru aku bawa kamu ke sana mi amor” jawab Ares sambil mengelus pipi Zelena dengan lembut.


“Baiklah. Tapi kamu jangan membunuhnya querido” ucap Zelena memperingati.


“Heemmm”


Cup……………….


Ares mencium bibir Zelena dengan lembut sambil memeluknya dengan erat dari samping merasa sangat bersyukur karena kekasihnya sudah sadar dan tinggal menunggu pemulihan saja.


Setelah kamu sembuh aku akan memberikan kejutan yang tidak akan kamu sangka mi amor, batin Ares setelah melepas ciumannya.


~ Pulau Antah Berantah ~


Saat ini Kein sedang menunggu tuannya yang sedang melakukan ritualnya setiap bulan seperti biasa. Ia menutup mata menahan rasa mualnya saat melihat Erich yang mengoles matanya dengan darah perawan.


Tak hanya itu Erich juga harus meminum darah gadis perawan yang diambilnya setelah mengoles matanya dengan darah tersebut.


Tak sanggup lagi melihat semua itu dengan cepat Kein berlari pergi dari ruangan ritual Erich menuju kamar mandi yang tak jauh dari sana.


Huek………….huek………………..huek…………..


Kein memuntahkan semua isi perutnya merasa sangat jijik dan mual melihat pa yang dilakukan oleh Erich saat ini. Wajahnya sangat pucat setelah mengeluarkan semua isi perutnya apa lagi perutnya yang seperti di aduk-aduk.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


“Bisa-bisanya Lord tidak merasa jijik melakukan hal seperti itu” ucap Kein sambil melihat wajahnya di cermin.


Arrghh…….


Kein bersendawa dengan tubuh merasa jijik mengingat apa yang dilakukan oleh Erich saat ini. Merasa perutnya sudah mendingan ia bergegas kembali ke ruangan ritual karena tak ingin saat Erich mencarinya ia tidak ada.


“Cih! Masih sama seperti biasa huh” ejek Erich dengan sinis.


“Maaf Lord” ucap Kein sambil menunduk.


“Suruh pelayan bersihkan ini semua dan buang mayat itu ke peliharaanku” titah Erich sambil menunjuk mayat gadis yang sudah ia ambil darahnya barusan.


“Baik Lord”


Kein lalu membantu Erich menanggalkan jubah ritual dari tubuhnya untuk mandi darah sebagai penyempurnaan ritual yang barusan ia lakukan.


Saat Erich berendam didalam bath up para pelayan segera membersihkan ruangan tersebut seperti perintah Kein.


Selang 2 jam kemudian Erich sudah kembali ke kamarnya dengan tubuh yang lebih segar dan bugar tidak seperti orang berumur 90-an. Kein lalu memberikan informasi mengenai serangan yang mereka lakukan hari ini.


“Mulai sekarang serang semua anak-anak berengsek itu semua di manapun mereka berada” titah Erich dengan rahang mengeras.


“Baik Lord”


“Apa kalian belum juga mendapat lokasi King sialan itu?” tanya Erich dengan suara tinggi.


“Maafkan kami Lord tapi kami belum menemukannya” jawab Kein dengan gugup.


Bugh…………….prang………….


Tes………………


Darah segar mengalir dari kepala Kein saat mendapat lemparan hiasan meja barusan dari Erich. Ia hanya menunduk menahan rasa pening di kepalanya yang berdenyut sakit terkena lemparan hiasan meja tersebut.


“Habisi mereka semua yang tidak berguna itu” hardik Erich dengan suara menggelegar.


“Maaf Lord mohon Lord bersabar. Jika kita menghabisi mereka maka kita harus merekrut hacker baru lagi dan harus mengajari mereka dari awal mengenai lokasi kita dan pekerjaan kita Lord” papar Kein mencoba meredakan amarah Erich.


Erich diam memikirkan ucapan Kein yang ada benarnya karena memang tidak mudah merekrut pekerja baru dan harus diajar lagi dari awal. Apa lagi jika mereka akan berkhianat nanti.


“Beri hukuman cambuk 20 kali kepada semuanya” titah Erich dengan suara tinggi.


“Baik Lord” ucap Kein dengan lega.


Ia bergegas pergi dari kamar Erich untuk memberikan hukuman kepada para hacker disana yang belum menemukan lokasi keberadaan Mikhail hingga saat ini.


Crash………crash……………..crash…………


Kein menatap semua bawahannya dengan wajah dingin dan datar memantau hukuman yang sedang mereka terima dari anak buahnya di bagian belakang kastil.


Setidaknya nyawa kalian masih selamat, batin Kein.

__ADS_1


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


To be continue………………..


__ADS_2