Heartless 2

Heartless 2
Chapter 120


__ADS_3

🍁Hanya karena kamu memiliki segalanya dalam hidupmu bukan berarti kamulah pemegang kekuasaan yang sebenarnya, karena masih ada orang lain yang lebih dari kamu🍁


.


.


.


.


Dor…………….dor…………….dor…………………dor……………


Bunyi tembakan bersahutan diluar sana saat Ares keluar dari dalam mobil. Dengan gesit ia menghindari tembakan dari musuhnya dan membalas tembakan mereka.


“Berengsek! Gue akan balas loe Mr. Yakimo sialan” umpat Ares dengan kesal.


“Tuan mereka terus berdatangan dari arah selatan” ucap Gery.


“F**k” maki Ares dengan kesal.


Dor…………….dor…………….dor………………..


Bunyi tembakan terus bergema membuat Zelena yang berada didalam mobil semakin ketakutan apa lagi saat ia melihat beberapa pengawalnya berjatuhan terkena tembakan dari musuh mereka.


“Querido” lirih Zelena dengan cemas.


Sedangkan di luar Ares memberi isyarat kepada Gery untuk menjauh dari arah mobil agar anak buah Mr. Yakimo tidak menyerang mobilnya karena Zelena berada didalam sana.


Semoga mereka ngak sadar kalau ada kekasih gue didalam sana, batin Ares.


Sebelum pergi dari sana ia melihat ke arah mobil dan mengangguk kepalanya seakan Zelena bisa melihat apa yang sedang ia lakukan.


Zelena sendiri didalam mobil sudah menangis melihat kekasihnya yang melihatnya dari luar dan mengangguk kepalanya.


Ia tahu arti isyarat yang Ares lakukan barusan dan itu semua hanya untuk menjaga keselamatannya saat ini. Dengan penuh harap Zelena berharap agar anak buah kakaknya segera datang.


~ Wesly Group ~


“Berengsek” maki Xander dengan tatapan membunuh.


“Aku sudah menyuruh anak buah kita bergegas kesana di pimpin Christian bos” ucap David dengan suara dingin.


“Beritahu Christian habisi mereka semua jangan tersisa satu pun” ucap Xander dengan suara dingin.


“Baik bos”


Kring……………..


Xander melihat nama sang Daddy yang tertera disana membuat dia segera menjawab panggilan tersebut.


^^^“Hemmmm”^^^


“Apa yang terjadi dengan princess son?” tanya Xavier dari seberang.


^^^“Musuh Ares menyerang mereka saat mereka pulang dari meeting daddy”^^^


“Siapa?” tanya Xavier dengan suara dingin dari seberang.


^^^“I don’t know dad. Princess hanya menelpon aku jika mereka diserang musuh Ares daddy” (aku tidak tahu papa)^^^


“Habisi mereka semua jangan sisakan satu pun son” titah Xavier dengan suara tegas dari seberang.


^^^“Pasti daddy” ucap Xander sambil tersenyum menyeringai.^^^


Xander segera mematikan panggilannya sepihak sambil tersenyum menyirangi memikirkan orang yang berani menyerang adiknya. Ia tidak akan membiarkan satu orang pun hidup karena sudah berani mengusik keluarganya.


Tok…………..tok……………..tok……………..


Xander menatap David untuk melihat siapa yang mengetuk pintu ruang kerjanya, David segera melihat cctv dari iPad di tangannya melihat siapa yang datang dan itu adalah Luki.


“Luki bos” ucap David.


“Heemmm” deham Xander sambil menekan tombol buka pintu di bawah meja kerjanya.


Tak berselang lama Luki masuk dengan wajah panik seakan ada sesuatu yang sedang terjadi saat ini. Melihat hal itu David dan Xander saling melirik dan berbicara lewat tatapan matanya.


“Katakan” titah Xander dengan suara dingin.


“Barusan ada sekelompok orang yang menyerang perusahaan Xander Sport bos” lapor Luki sambil menunjukkan rekaman cctv di Xander Sport.


“Berengsek!” maki Xander dengan emosi.


Aura membunuhnya seketika menyeruak didalam sana membuat David dan Luki berdiri dengan gemetaran merasakan aura Xander yang sangat mengerikan.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...

__ADS_1


“Suruh pasukan gelapku disana habisi mereka semua dan sisakan satu orang untuk mengorek informasi darinya mencari tahu siapa yang berani mengusikku” titah Xander dengan tatapan membunuh.


“Baik bos” ucap David segera berkutat dengan hpnya.


“Dimana King sialan itu?” tanya Xander dengan suara dingin.


“Maaf bos tapi posisi King tidak dapat dilacak” ucap Luki dengan gugup.


“S**t!!”


“Bagaimana dengan informasi orang itu?” tanya Xander dengan tatapan tajam.


“Namanya Light Clayton dan ia memiliki satu orang adik kembar bernama Lina Clayton bos. Sepertinya itu adalah orang yang di culik King bos” ucap Luki sambil menunjukkan informasi Light di iPadnya.


Xander membaca informasi didepannya dengan tatapan berkilat tajam dan mengerutkan keningnya seperti tak puas dengan informasi yang diberikan oleh Luki barusan.


Luki sendiri menelan salivanya dengan susah karena tahu jika informasi yang ia berikan tidak membuat bosnya puas.


“Jelaskan!!” titah Xander dengan suara dingin dan tatapan tajam seakan ingin menelannya hidup-hidup.


“Maaf bos tapi informasi mengenai Light Clayton dihilangkan oleh dia dan hanya informasi itu saja yang aku dapatkan bos” ucap Luki dengan gugup.


Brak………….


Luki menatap iPadnya yang sudah patah menjadi 2 bagian di tangan Xander dengan tatapan sedih. Itu adalah iPad kelima yang ia beli bulan ini karena di patahkan dan di banting oleh Xander saat sedang emosi.


Kasihan sekali nasip barang aku di tangan bos, batin Luki dengan tatapan nanar melihat iPadnya.


David yang melirik Luki hanya menggelengkan kepalanya karena tahu arti tatapan mata Luki barusan. Ia yakin pasti dalam hati Luki sedang mengumpat dan memaki bos mereka.


“Beli 10 buah iPad terbaru” ucap Xander membuyarkan  pikiran keduanya.


“Hah! 10 bos?” tanya David dengan kaget.


“Heemmmm”


“Tapi untuk apa iPad sebanyak itu bos?” tanya David dengan bingung.


“Dia” tunjuk Xander dengan tatapan tajam ke Luki.


“Aku bos?” tanya Luki sambil menunjuk dirinya.


“Baik bos” ucap David yang sudah tahu maksud Xander.


“Tidak perlu bos. 1 saja cukup untuk aku” tolak Luki dengan cepat sebelum David membeli 10 buah iPad untuknya.


“Terima kasih bos David. 1 saja buatku sudah cukup” ucap Luki dengan suara tegas.


“Bos?” tanya David sambil melirik Xander.


“Lakukan sesuai keinginannya” titah Xander dengan suara dingin.


“Baik bos”


Ah! Syukurlah kalau bos mengikuti keinginanku, batin Luki dengan lega.


~ Lokasi Zelena dan Ares ~


“F**k” maki Ares saat peluru habis.


Ia mengedarkan pandangannya melihat anak buahnya yang tersisa 15 orang saja sedangkan yang lain sudah mati terkena tembakan dari lawan mereka.


Duar…………duar………………


Aarrrgghhhh…………….


Bunyi ledakan seketika mengagetkan Ares dan lainnya entah siapa yang membom pihak musuh mereka dari arah selatan.


Ares melihat ke arah langit saat bunyi helikopter berdatangan dari arah utara dengan lambang Devil Dragon yang berkibar diatas helikopter, membuat Ares menghela napas dengan lega karena tahu itu adalah anak buah Xander Wesly.


“Tuan tidak apa-apa?” tanya Gery.


“Heemmm” deham Ares sambil mengangguk kepalanya.


“Bantuan sudah datang bos”


“Habisi mereka semua dan jangan sisakan satu pun” titah Ares dengan suara dingin.


“Baik tuan”


Gery segera memberi perintah kepada 15 anak buah mereka untuk bergabung bersama anak buah Xander yang barusan sampai untuk mengahabisi semua musuh mereka.


Dor……………dor…………..dor…………dor……….


Duar……………………

__ADS_1


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Bunyi tembakan bersahutan bersamaan dengan ledakan disana membuat anak buah Mr. Yakimo kelimpungan berlarian mencari tempat bersembunyi untuk menghindari dari tembakan Devil Dragon.


Mereka tak menyangka jika Devil Dragon akan turun tangan membantu Ares dan lainnya dalam pertempuran kali ini.


“Mi amor” panggil Ares setelah membuka pintu mobilnya.


“Querido………….hiks hiks hiks” ucap Zelena sambil menangis.


Grep…………..


Ares memeluk kekasihnya dengan erat dan menenangkannya yang sedang menangis saat ini dalam pelukannya.


Zelena sendiri sudah khawatir tentang keselamatan kekasihnya sedari tadi dan beruntung anak buah kakaknya dengan cepat datang.


“Tuan” panggil Gery dari luar mobil.


Ares membuka kaca mobilnya setelah melepaskan pelukan Zelena yang sudah tidak menangis lagi. Gery memberi isyarat jika semua musuh mereka sudah habis terbunuh tak tersisa satu pun lagi.


“Kirim mayat-mayat itu ke siberengsek itu” titah Ares dengan suara dingin.


“Baik tuan”


“Pulangkan mayat anak buah kita ke keluarga mereka dan beri santunan yang sangat besar ke keluarga mereka”


“Baik tuan”


“Siapkan jetku. Malam nanti kita pulang ke Indonesia”


“Iya tuan akan saya siapkan”


Zelena yang mendengar ucapan kekasihnya segera menatapnya meminta penjelasan mengenai maksud ucapannya barusan. Melihat tatapan kekasihnya dengan cepat Ares segera memberitahunya.


“Malam ini juga kita kembali ke Indonesia mi amor”


“Tapi” ucap Zelena yang langsung dipotong Ares.


“Perusahaanku tidak bisa ditinggal lama mi amor. Lagian bukannya liburan semester kamu sudah selesai mi amor” potong Ares dengan cepat.


“Baiklah querido. Aku juga sudah kangen suasana mansion aku” ucap Zelena sambil tersenyum manis.


“Mansion aku mi amor. Kamu akan tetap tinggal di mansion aku” ucap Ares dengan suara tegas.


Zelena hanya bisa mengangguk kepalanya menjawab ucapan kekasihnya karena tahu Ares tidak akan mengijinkannya pulang ke mansion miliknya sendiri setelah mereka pulang dari sini.


~ Jakarta, Indonesia ~


Sudah 2 hari Clarisa tak pernah keluar dari kamar apartemen milik Mikhail di Puri Orchid Apartment dan hanya berdiam diri saja didalam sana merasa sangat ketakutan mengingat kejadian 2 hari yang lalu.


Eksel dan pengawal Clarisa hari itu sudah mendapat hukuman mereka yaitu 100 kali cambukan di markas tanpa ampun.


Mikhail sendiri sudah 2 hari tak ada kabar membuat Clarisa seperti mayat hidup karena selalu mengingat kejadian-kejadian waktu ia kecil dan menolak pengobatan dari dokter dan suster yang merawatnya.


Brak…………..


Bunyi pintu yang dibuka dengan kuat mengagetkan Clarisa yang sedang terduduk di lantai memegang kepalanya yang berdenyut sakit saat ingatan-ingatan itu muncul.


“Kh…….ail…………hiks hiks hiks” ucap Clarisa sambil menangis tersedu-sedu.


Grep…………….


Mikhail memeluk kekasihnya dengan erat membuat tangisan Clarisa semakin pecah dalam dekapannya. Tatapan matanya berkilat tajam melihat kondisi kekasihnya yang sangat pucat tak ada rona merah seperti biasa.


“Aku sudah disini baby” bisik Mikhail sambil mengelus kepala kekasihnya dengan lembut.


“Mereka…………hiks hiks hiks” ucap Clarisa dnegan sesegukan.


“I know baby” (aku tahu sayang) bisik Mikhail dengan suara lembut.


Prang……………


Mata coklat Mikhail berkilat tajam melihat suster yang berani masuk ke dalam kamar pribadinya dan menjatuhkan gelas air minum yang ia bawa. Aura membunuh dari tubuhnya menyeruak didalam sana membuat suster itu gemetar ketakutan.


“Maafkan aku King karena tidak berjaga didepan kamar” ucap Damon dengan suara dingin mengetahui apa yang membuat Kingnya emosi.


“Kamu tahu apa yang harus kamu lakukan” ucap Mikhail dengan suara dingin.


“Aku tahu King”


Damon menarik suster tadi dengan kasar pergi dari sana karena sudah berani masuk ke area pribadi Kingnya saat ia berada didalam sana. Mikhail adalah orang yang tidak suka jika ada orang asing masuk ke area kamar pribadinya meskipun orang itu adalah keluarganya sendiri.


Bibirnya tersenyum menyeringai memikirkan apa yang akan ia lakukan kepada mantan keluarga kekasihnya yang sudah membuat trauma kekasihnya kembali muncul.


Tunggu pembalasanku nanti, batin Mikhail dengan tatapan seperti monster berdarah dingin.

__ADS_1


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


To be continue……………


__ADS_2