Heartless 2

Heartless 2
Chapter 184


__ADS_3

🍁Kadang kita merasa lelah pada diri sendiri tanpa alasan yang jelas, itu karena kita jenuh dengan keadaan🍁


.


.


.


.


Setelah bersiap akhirnya semua keluarga besar Wesly menaiki jet milik Valeria yang paling terbesar. Bukan tanpa alasan karena hanya jet milik Valeria dan keluarganya yang diijinkan masuk ke wilayah tersebut.


Kepergian mereka kali ini tidak membawa pelayan atau penjaga satu pun. Sebelum pergi Xander sudah memberi perintah kepada semua anak buahnya untuk melindungi perusahaan, mansion, dan markas mereka.


Maxim yang datang bersama dengan pasukannya harus mengirim mereka pulang ke Italia, karena dia ditugaskan sang daddy untuk mengawal Katy hingga semua ini berkahir.


Didalam jet milik Valeria para orang tua sudah masuk ke dalam kamar yang sudah disiapkan, sedangkan untuk anak-nak mereka sedang duduk berkumpul di luar.


"Brother apa tahu kita akan kemana?" tanya Victor dengan penasaran.


"No" jawab Xander dengan suara dingin.


"Apa kita akan kastil King" tebak Henry dengan cepat.


"Wah aku tidak sabar jika tujuan kita ke sana" balas Leon dengan antusias.


"Menurutku kita tidak akan ke kastil ka Mikhail" ucap Natasha sambil memakan sandwich buatan suaminya.


"Aku setuju sama Nata" tambah Lili.


"Dari mana kalian tahu kita tidak akan ke sana Nata?" tanya Leon dengan selidik.


"Karena kakak iparku tidak suka orang lain masuk ke tempat pribadinya" jawab Vincent dengan suara dingin.


"Hah! Serius ka Vincent?" tanya Henry dengan kaget.


"Ya" jawab Vincent dengan singkat.


"Tidak mungkin twin. Lagian kita ini kan bukan orang lain bagi King" ucap Victor tak percaya dengan jawaban kembarannya.


"Yang dibilang suamiku benar Vic. Ka Mikhail sangat benci tempat pribadinya dimasuki orang lain selain dia sendri" ucap Natasha mendukung ucapan suaminya.


"Bukan hanya tempat pribadinya saja tapi barang pribadinya juga" ucap Maxim yang sedari tadi diam.


"Apa itu berlaku untuk kamu dan kedua orang tuamu Nata?" tanya Lili dengan penasaran.


"Iya Lili" jawab Natasha.


"Wah aku tidak percaya ternyata King seperti itu" ucap Leon dengan kaget.


"Kalian belum melihat peliharaan King yang sebenarnya kan?" tanya Maxim sambil tersenyum smirk.


"Memangnya kamu sudah pernah melihatnya?" tanya balik Victor dengan sinis.


"Sudah berulang kali. Bahkan peliharaan ka Mikhail lebih menakutkan dari peliharaan ka Xander" jawab Maxim sambil tersenyum smirk menatap Victor dengan Xander.


"Ckk!! Kamu belum aja merasakan keganasan Kenzo dan Kenzi sih makanya kamu bicara seperti itu" decak Victor dengan kesal.


Maxim tidak membalas ucapannya dan tersenyum menyeringai menatapnya. Victor sendiri membalas tatapan Maxim dengan permusuhan, apa lagi saat melihat Katy yang memeluk Maxim dan menyandarkan kepalanya di dada Maxim.


Dasar pangeran sialan, batin Victor dengan kesal.


"Sayang siapa itu King?" tanya Devina dengan suara pelan yang tidak mengetahui siapa yang sana mereka bicarakan.


Xander mengangkat alisnya sebelah mendengar pertanyaan kekasihnya yang tidak mengenali siapa King yang sedang mereka bahas.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


"Ka Devina beneran tidak mengenal King?" tanya Henry dengan kaget.


"Ya aku tidak kenal" jawab Devina dengan jujur.


"Kamu juga Rey?" tanya Henry menatap Rey di sampingnya.


"Iya ka aku tidak mengenalnya" jawab Rey dengan cepat.


"Ya astaga! Kalian sebenarnya hidup di zaman batu atau apa sih!" pekik Henry dengan suara tinggi.


"Henry" ucap Xander dengan suara dingin dan tajam.


Henry tersenyum memamerkan giginya sambil mengangkat kedua jarinya tanda peace. Lili yang melihat kelakuan adiknya hanya menggelengkan kepalanya saja.


Adik aku memang sangat bodoh, batin Lili berdecak kesal.


Victor, Leon, dan Henry lalu menjelaskan siapa itu King kepada Devina dan Hary. Ketiganya memberitahu keduanya dengan heboh tentang informasi Mikhail dan siapa Mikhail yang sebenarnya .


~ Pulau Antah Berantah ~


Hiks...........hiks...........hiks..............


Tangis Clarisa pecah merasa sangat kesakitan di bagian perutnya karena racun Marcel yang sudah terkontaminasi di tubuhnya.


Apa lagi Marcel belum menyelesaikan penawarnya karena semua penawar yang ia berikan tidak bisa diterima oleh tubuh Clarisa.

__ADS_1


"Nyonya" panggil Marcel dengan suara pelan.


"Ka Mersi tolong aku.......hiks hiks hiks......aku tidak ingin anak aku kenapa-napa ka......hiks hiks hiks" pinta Clarisa sambil menangis.


"Nyonya tenang ya. Aku akan membuatkan penawarnya dan menyelamatkan nyonya dan anak nyonya" ucap Marcel dengan suara tegas.


"Heemmmm"


Marcel segera kembali ke meja kerjanya dan mulai meneliti bahan-bahan baru yang baru saja ia ambil untuk penawar racun Clarisa.


Sedangkan Clarisa ia mengigit bibirnya hingga berdarah menahan rasa sakit di perutnya.


Hubby tolong aku......hiks hiks hiks, batin Clarisa sambil menangis kesakitan.


Brak................


Tiba-tiba keduanya dibuat kaget saat mendengar bunyi pintu yang dibuka dengan kuat. Pemilik mata silver itu tiba-tiba masuk dengan penampilan yang sangat mengerikan.


"Lord" ucap Marcel dengan kaget.


"Dimana obatnya sialan! Aku butuh obat itu sekarang Marcus!" bentak Erich dengan suara tinggi.


"Apa yang terjadi dengan Lord?" tanya Marcel dengan bingung.


"Kamu lihat sendiri sialan! Cepat buatkan obat untuk aku karena obat yang kamu berikan tidak berkhasiat lagi sialan" hardik Erich dengan suara menggelegar.


Marcel kaget melihat tubuh Erich yang terus mengeluarkan darah, apa lagi sekujur tubuhnya kembali bernanah dan berbau busuk.


Tapi dalam hati Marcel saat ini ia sedang tertawa puas karena racunnya sudah mulai bereaksi.


Dasar kakek tua bodoh, batin Marcel.


Clarisa menahan rasa mualnya saat melihat wajah Erich dan entah kenapa ia merasa sangat jijik melihat wajah itu.


Tahan Clarisa loe ngak boleh muntah didepan kakek tua itu kalau ngak Loe bakal di hukum sama dia Cla, batin Clarisa.


"Hari ini juga obat itu sudah harus jadi jika tidak kakimu akan ku jadikan santapan peliharaan aku Marcus!" titah Erich dengan suara tinggi.


"Baik Lord akan saya usahakan" balas Marcel.


Erich segera pergi diikuti Kein yang selalu menemaninya, meski Kein juga sangat jijik mencium bau busuk dari tubuh sang Lord.


"Mersi" panggil Clarisa dengan suara pelan.


"Tenang saja nyonya aku akan memberikannya penawar nanti malam tapi hanya bertahan selama 2 hari saja" ucap Marcel yang tahu apa yang dipikirkan Clarisa.


"Aku percaya padamu Mersi"


"Ya itu maksudku" balas Clarisa sambil tersenyum lebar.


Marcel kembali berkutat dengan ramuannya, tapi sesekali ia kasihan melihat Clarisa yang sedang menahan sakit di belakang sana.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


"Nyonya coba ramuan ini" ucap Marcel sambil menyodorkan segelas ramuan obat yang baru saja ia selesaikan.


Clarisa menerimanya dan langsung meminumnya hingga tandas, Marcel menunggu bagaimana reaksi obat tersebut dan tak berapa lama ia tersenyum lebar.


Hoeek..........hoeek............


"Akhirnya" pekik Marcel dengan senang.


Clarisa memuntahkan cairan berwarna hitam pekat dengan sangat banyak, membuat Marcel merasa senang karena akhirnya penawar racun yang barusan ia buat berhasil juga.


Ia lalu memberikan segelas air kepada Clarisa untuk membersihkan mulutnya, tak lupa mengecek kondisi tubuh Clarisa.


"Semua racun di tubuh nyonya tidak ada lagi dan juga bayi nyonya dalam keadaan baik-baik saja" ucap Marcel sambil tersenyum lebar.


"Hiks hiks hiks.........terima kasih Mersi" ucap Clarisa sambil menangis bahagia.


"Jangan berterima kasih nyonya. Lagian ini semua salahku sampai nyonya mengalami ini semua" ucap Marcel dengan sesal.


"Bukan salah kamu Mersi karena kamu juga tidak tahu kalau aku akan diculik ke sini. Tapi berkat kamu aku dan anakku akhirnya baik-baik saja" balas Clarisa dengan suara lembut.


"Iya nyonya"


Marcel kembali melanjutkan pekerjaannya tak lupa memberi ramuan penguat kandungan dan menetralisir racun yang aman untuk ibu hamil.


Ia segera mengirim pesan kepada Mikhail mengenai kondisi Erich dan pasukannya yang mulai menunjukkan gejala racun.


~ Shadow Island ~


Selama 32 jam mereka berada di udara dan akhirnya mereka tiba di tempat yang mereka tuju. Semua orang yang tak tahu ini dimana menahan rasa penasaran mereka saat jet Valeria landing.


Xander memeluk pinggang Devina dengan posesif berlalu keluar dari jet dan sampai di luar ia kaget melihat bangunan mewah menyerupai kastil di depan sana.


"Jangan bilang kita berada di?" tanya Xander dengan kaget menatap aunty Valeria.


"Welcome to Shadow Island atau lebih tepatnya markas utama Black Shadow" ucap Valeria dengan suara lantang.


"Apa" pekik semuanya dengan kaget tapi tidak dengan Valeria sekeluarga dan Maxim.


"Cih!! Memalukan" decih Maxim sambil tersenyum mengejek ke arah Victor dan lainnnya.

__ADS_1


Valeria segera berjalan menuju mobil jemputan mereka untuk menuju ke kastil. Teivel berdiri dengan tegap menyambut kedatangan nyonya dan tuan besarnya didepan kastil.


"Selamat datang master" ucap semua anak buah Black Shadow dengan serentak.


Wooww...............


Decak Henry, Victor, Leon, Vincent, Katy, Jesica, dan Lili dengan kagum. Mereka sepeti mendengar deru ombak di laut saat mendengar ucapan anggota Black Shadow.


"Selamat datang semuanya" sambut Teivel dengan suara dingin.


"Masih hidup juga kamu Teivel!" ketus Thomas.


"Sayangnya iya tua besar dan maaf mengecewakan tuan besar" balas Teivel sambil tersenyum menyeringai.


"Kamu memang menyebalkan sialan!" ketus Thomas dengan suara tinggi.


"Apa semuanya sudah disiapkan?" tanya Valeria memotong pembicaraan keduanya.


"Sudah nyonya besar" jawab Teivel dengan sopan.


Valeria lalu mengajak mereka semua masuk ke dalam kastil. Sampainya didalam kastil mereka semua duduk di taman samping yang ada air terjun buatan dengan bunga yang sangat banyak.


"Indah banget" ucap Lili dan Katy dengan serentak.


"Mommy ternyata kakak membuat taman ini semakin indah ya" ucap Natasha.


"Ada yang lebih indah sayang" balas Valeria.


"Yang benar mommy. Dimana itu?" tanya Natasha dengan cepat.


"Di bagian selatan pulau tepatnya di tengah hutan sayang" jawab Valeria.


"Ah! Aku ingin ke sana mommy" pekik Natasha dengan histeris.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Sebelum Valeria membalas ucapan putrinya mereka semua lalu diinterupsi oleh Teivel yang akan menjelaskan apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama disini.


"Kamar tidur semuanya berada di lantai 3 sedangkan untuk keluarga inti King berada di lantai 4. Selebihnya dari lantai 1 sampai 7 kalian boleh ke sana tapi lantai 8 sampai 10 kalian di larang keras ke sana" papar Teivel dengan suara dingin.


"Memang kenapa kita tidak boleh ke sana Teivel?" tanya Leon dengan penasaran.


"Karena itu lantai pribadi King terlebih lantai 10 itu adalah lantai yang hanya boleh dimasuki oleh King dan Damon saja" jawab Teivel dengan suara tegas.


"Oh satu lagi kalian di larang keras menuju ke bagian utara pulau yang paling ujung karena itu adalah lab milik Marcel. Tapi kalau kalian ingin mencoba virus buatannya kalian boleh ke sana" ucap Teivel dengan cepat.


"Gila aku tidak akan ke sana" ucap Victor dengan cepat.


"Aku juga" ucap Henry.


"Lalu taman di bagian selatan juga tidak boleh karena taman itu adalah taman pribadi King" ucap Teivel.


"Yah padahal aku mau ke sana ka Teivel" ucap Natasha dengan wajah cemberut.


"Maaf nona muda tapi anda tidak bisa ke sana" balas Teivel dengan suara tegas.


"Baiklah" balas Natasha.


Teivel lalu memperlihatkan struktur bangunan kastil dan juga pulau Shadow lewat layar 5 dimensi kepada mereka semua.


Setelah menjelaskan semuanya, mereka lalu disuguhi makanan dan minuman karena sudah waktunya jam makan siang.


"Teivel dimana putraku?" tanya Valeria yang belum melihat Mikhail sedari tadi.


"King sedang berada di ruang kerjanya nyonya" jawab Teivel dengan suara dingin.


Deg................


Tiba-tiba jantung semuanya berdetak dengan cepat merasakan aura yang sangat mengerikan. Valeria yang tahu aura milik siapa ini bergegas menuju asal aura.


"Teivel kamu jaga yang lain" titah Thomas.


"Baik tuan besar"


Xander, Xavier, David, dan Albert bergegas mengikuti Thomas yang sedang menyusul istrinya. Mereka sangat penasaran dengan aura Mikhail yang terasa sangat mencekam.


"Honey" panggil Thomas yang melihat Valeria berdiri didepan akuarium besar.


"Daddy ini beneran akuarium?" tanya Xander dengan kaget melihat akuarium yang sangat besar didepannya.


"Baru kali ini daddy melihat akuarium sebesar ini" jawab Xavier dengan kaget.


"Wow ini sangat besar. Aku penasaran ikan apa yang berada didalam sana" decak David dengan kagum.


Keempatnya menatap ke akuarium besar dimana kedalamannya sampai 30 meter, ingin melihat ikan apa yang berada didalam sana. Tapi 15 menit berlalu tidak ada satu pun ikan didalam sana yang muncul.


Byur...............


"MIKHAIL" teriak Valeria dengan suara kencang saat terdengar bunyi seperti orang tercebur ke dalam air.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


To be continue..............

__ADS_1


__ADS_2