
🍁Jika kamu tak mampu melihat hal yang salah maka kamu tak akan mampu mengetahui bagaimana cara membuatnya benar🍁
.
.
.
.
^^^“Apa daddy dan lainnya baik-baik saja?” tanya Xander dengan panik.^^^
“Kami semua baik-baik saja son dan mereka yang barusan menyerang mansion sudah dilumpuhkan anak buah daddy” jawab Xavier dengan cepat agar anaknya tak cemas.
^^^“Aku segera ke sana daddy”^^^
“Hati-hati son kalau perlu gunakan saja helikopter jangan naik mobil son”
^^^“Iya daddy”^^^
Xander lalu mematikan panggilannya sepihak sambil menatap ke arah depan dengan tatapan tajam dan aura membunuhnya seketika menyeruak didalam sana.
Tok……………….tok…………….tok…………
Xander menekan tombol di bawah meja kerjanya setelah melihat siapa yang mengetuk pintu dan itu adalah David dan Luki yang mengetuk pintu.
“Bos mansion daddy aku di serang oleh orang tak dikenal” ucap David dengan wajah panik saat masuk ke dalam.
“Anak buah kita juga memberitahu jika mansion tuan Walts juga barusan di serang bos” lapor Luki.
Xander diam dengan tatapan tajam memikirkan penyerangan serentak di tiga tempat sekaligus dan itu semua di kediaman keluarga besar mereka. Bibirnya tersenyum menyeringai menebak jika ini semua adalah ulah orang yang sama.
“Jadi orang di balik ini semua mulai beraksi ya” ucap Xander dengan senyum menyeringai.
“Apa ini semua ada hubungan dengan Light Clayton bos?” tanya David.
“Cari tahu siapa yang menyerang kediaman daddy dan lainnya” titah Xander dengan suara dingin.
“Anak buah kita sedang mencari tahu bos” ucap David.
“Kirim pasukan gelapku untuk menjaga mansion daddy, uncle Kevin, dan daddy kamu David” titah Xander lagi.
“Baik bos” jawab David dengan suara tegas.
“Luki lacak siapa yang memberi perintah penyerangan barusan sampai dapat” ucap Xander dengan suara tegas.
“Baik bos” jawab Luki.
“Siapkan helikopter kita ke mansion daddy”
“Bos aku jemput Lili dulu baru ke sana” ucap David mengingat kekasihnya yang berada di rumah sakit Wesly saat ini.
“Heemmm” deham Xander menjawab ucapan David.
David lalu menyiapkan helikopter buat Xander sebelum pergi menjemput kekasihnya, tak lupa menyuruh 3 sekertaris utama untuk menghendel semua pekerjaan di perusahaan dan jika ada meeting suruh wakil direktur untuk menghendelnya.
~ Wesly Hospital ~
Cekittt……………..
Bunyi decitan ban terdengar melengking didepan lobby membuat semua pasang mata menatap ke arah suara. Petugas keamanan yang melihat siapa yang datang segera menyambutnya.
“Dimana dokter Liliana?” tanya David dengan suara dingin kepada resepsionis.
“Dokter Lili baru saja selesai operasi tuan muda Kendrick” ucap resepsionis setelah melihat jadwal dokter Liliana di komputer.
David segera menuju ke ruang operasi di lantai 2 karena ia yakin kekasihnya pasti masih berada disana. Sesuai tebakannya ternyata Lili masih berada di depan ruang operasi dan sedang berbicara dengan keluarga pasien yang baru saja ia operasi.
“Terima kasih banyak dok, karena sudah menyelamatkan anak kami” ucap seorang pria paruh baya dengan tulus.
__ADS_1
“Sama-sama tuan lagian ini sudah menjadi tanggung jawab saya sebagai dokter” balas Lili dengan suara lembut.
“Sekali lagi terima kasih dok”
“Iya sama-sama tuan. Sebentar lagi anak tuan akan di bawa ke ruang nginap dan tuan sekeluarga bisa melihatnya nanti disana” ucap Lili menjelaskan.
“Baik dok”
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
Tak berselang lama suster keluar sambil mendorong brankar pasien menuju ke ruang rawatnya, Lili tersenyum manis karena sudah berhasil melakukan operasinya dan ia telah menyelamatkan hidup pasiennya.
“Ka David” ucap Lili dengan kaget melihat David yang berdiri tak jauh darinya.
Lili tersenyum manis melihat kedatangan kekasihnya ke tempat kerjanya. David sendiri saat tiba didepan Lili dengan cepat ia memeluknya dan mencium bibirnya membuat Lili kaget bukan main karena mereka ada di depan umum.
“Ishhh! Ka David apa-apaan sih” dengus Lili dengan wajah cemberut sambil melihat ke kiri dan kanan takut ada yang melihatnya.
“Bukannya kamu sudah berjanji akan memanggil aku sayang bukan ka David lagi” ucap David dengan mata tajam mengintimidasi Lili.
“Ehh! Itu karena aku belum terbiasa saja”
“Dibiasakan sayang karena aku bukan kakakmu” ucap David dengan suara tegas.
“Iya sa…….yang” ucap Lili terbata-bata merasa malu.
David tersenyum tipis melihat wajah kekasihnya yang merah karena malu, ia lalu menggenggam tangan Lili dengan erat dan pergi ke ruangannya.
“Bereskan semua barangmu sayang dan kita pulang sekarang” ucap David dengan suara tegas.
“Tapi aku masih ada kerjaan sayang” bantah Lili menolak.
“Jangan membantah sayang dan ikuti saja kata-kataku” ucap David dengan tatapan tajam tak ingin dibantah.
“Cih” decih Lili dengan kesal.
Mau tak mau Lili membereskan semua barangnya dan memberitahu sekretarisnya, untuk membatalkan semua pekerjaannya hari ini dan mengalihkan ke dokter Rima jika ada pasiennya yang datang.
David tak berbicara karena mata tajamnya menangkap ada mobil aneh yang mengikuti mereka setelah mereka keluar dari rumah sakit. Ia memandang ke sekeliling melihat ada berapa mobil yang mengikutinya dan ternyata ada 5 mobil.
^^^“5 mobil berwarna hitam di belakang sana” ucap David lewat earpiece kepada para pengawalnya.^^^
“Kami akan urus mereka bos” jawab pengawal David.
^^^“Sisakan satu orang dan bawa ke markas” titah David dengan suara dingin.^^^
“Baik bos”
Lili yang mendengar ucapan David barusan menoleh ke belakang dan benar saja ada 5 mobil berwarna hitam yang berbeda jenis dengan mobil pengawal mereka sedang di hadang oleh pengawal David.
“Sayang” panggil Lili dengan wajah panik dan takut.
“You will be safe honey” (kamu akan aman sayang) ucap David sambil mengelus kepala Lili dengan lembut.
David melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi saat 1 mobil musuhnya berhasil lolos dari mobil anak buahnya. Lili yang ketakutan memegang seatbelt dengan erat sambil berdoa dalam hati agar mereka bisa selamat.
Ceekiitt…………….
David mengerem mendadak dan melakukan drift membuat mobilnya berputar dengan cepat sehingga mobil yang mengejar mereka tadi menabrak mobil truk didepan mereka. Melihat hal itu David segera menginjak gas dengan kecepatan tinggi pergi dari sana.
Lili sendiri sudah gemetar ketakutan berpikir jika mereka akan mati jika tidak cepat menghindar truk didepan mereka yang sedang parkir.
David yang melihat kekasihnya ketakutan menggenggam sebelah tangan Lili agar kekasihnya tenang.
“S…..ayang” ucap Lili dengan suara bergetar.
“Tenang sayang kita sudah aman” ucap David dengan suara lembut.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
__ADS_1
~ Mansion Utama Wesly ~
Sampainya di mansion utama Wesly David tidak dulu masuk karena ia masih menenangkan Lili yang bergetar hebat didalam mobil. Ia tidak ingin kekasihnya sampai mengalami trauma karena kejadian ini.
Setelah Lili sudah tenang barulah mereka masuk dan menemui Xander di ruang keluarga yang sedang berbincang tentang kejadian barusan.
“Kalian baik-baik saja?” tanya Xander dengan suara dingin.
“Kami baik bos” jawab David dengan suara tak kalah dingin.
Natasha lalu mengajak Lili pergi dari sana untuk menenangkannya, karena ia tahu Lili masih ketakutan dengan kejadian barusan yang ia alami.
“Kamu sudah dapat identitas orang yang menyerang mansion daddy?” tanya Xander dengan suara dingin sambil menatap Luki.
“Mereka adalah preman dan kelompok geng kecil di kota ini bos” jawab Luki sambil menunjukkan identitas mengenai orang-orang yang menyerang tadi.
“Aku rasa kita harus bertanya ke sialan itu bos” ucap David.
“Heemmm” deham Xander sambil mengangguk kepala mereka.
“Brother aku akan menyuruh anak buahku untuk bergabung dengan para pengawal disini” ucap Vincent.
“Kamu jaga mommy dan daddy dan lainnya disini” titah Xander dengan suara dingin.
“Oke brother”
Xander, David, dan Luki segera pergi dari mansion utama dengan helikopter membuat Xavier dan Chloe yang sedang berada di rumah kaca bertanya kemana anak mereka pergi.
“Vincent kemana kakakmu?” tanya Chloe dengan suara lembut menghampiri Vincent di ruang keluarga.
“Ke markas mommy” jawab Vincent.
Ia lalu pergi ke lantai dua sambil menelpon Alex dan Jason untuk mengirim beberapa anak buahnya ke mansion utama tak lupa menyuruh mereka untuk menjaga basecamp mereka.
~ Jakarta, Indonesia ~
Clarisa tersenyum getir melihat penampilannya di cermin yang memakai kebaya dan sarung batik dengan toga wisuda. Hari ini adalah hari bersejarah dalam hidupnya dan ia merasa sangat sedih karena di hari bahagianya ia harus sendiri saja.
“Loe berhasil Clarisa” ucap Clarisa dengan senyum getir.
Ia lalu memakai softlens dan kaca mata seperti biasa sebelum pergi ke kampus dimana ia akan wisuda hari ini. Saat masuk ke dalam mobil pandangan Clarisa menatap dengan sendu keluar melihat suasana Jakarta hari ini.
Ma akhirnya Clarisa berhasil mendapat gelar sarjana hari ini ma, batin Clarisa dengan sedih.
Tes……………….
Air matanya jatuh membuat Clarisa segera menghapusnya tak ingin membuat riasannya luntur di hari paling bersejarah dalam hidupnya.
Clarisa lalu turun di tempat biasa didekat kampus dan naik ke taksi yang sudah di pesan sopir tadi untuk mengantar Clarisa sampai ke kampus.
~ Universitas Karya Bangsa ~
Saat keluar dari taksi Clarisa menatap sendu setiap mahasiswa yang datang bersama dengan keluarga mereka hari ini. Ia menarik napas pelan dan membuangnya kasar lalu melangkah menuju audiotorium kampus tempat berlangsung acara hari ini.
“Ka itu adik kita” ucap Delon dengan sedih melihat adik mereka yang hari ini akan wisuda.
“Ya gue tahu” jawa Jason dengan suara getir.
“Apa kita ngak bisa temui dia ka? Gue sedih harus lihat dia datang sendiri di hari bersejarahnya dia ka” ucap Delon dengan mata berkaca-kaca.
“Loe tahu alasan kita ngak bisa temui dia sekarang Delon” jawab Jason.
Delon dan Jason merasa sangat terpukul melihat adik mereka yang hanya bisa mereka lihat dari jauh tak bisa mendekatinya.
Jika mereka nekat bertemu dengan adik mereka pasti mereka tidak akan pernah melihat dunia ini lagi karena tahu siapa orang yang berdiri di belakang adik mereka.
Mama maafkan Jason yang ngak bisa jagain adik Jason ma, batin Jason dengan rasa menyesal amat dalam.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
__ADS_1
To be continue………………..