Heartless 2

Heartless 2
Chapter 156


__ADS_3

🍁Kematian hanyalah langkah awal untuk memulai kehidupan baru🍁


.


.


.


.


Sedangkan Xander yang menonton berita pagi ini tak kaget lagi mendengar Daniella yang mati, apa lagi ia sudah mendapat kabar dari Gery mengenai apa yang sebenarnya terjadi kepada Daniella.


“Setidaknya kamu sudah bisa mengontrol iblis didalam tubuhmu princess” ucap Xander dengan suara dingin.


“Bos ada musuh yang sangat banyak menuju kesini” lapor Luki setelah mendapat pesan dari Christian.


“Beritahu semua anak buahku untuk bersiaga dan menyerang mereka” titah Xander dengan suara dingin dan tegas.


“Sudah bos”


“Beritahu pasukan gelap aku agar melakukan pertukaran posisi setiap 6 jam sekali, karena hari ini mereka akan menyerang dari pagi sampai malam” ucap Xander dengan aura membunuh.


“Baik bos”


Luki segera berlalu keluar dari ruang kerja Xander untuk melakukan perintah Xander barusan. Sedangkan Xander ia menatap cctv di mansion utama, mansion uncle Albert, dan mansion uncle Kevin.


Tok………………..tok……………..tok……………..


Xander melirik ke pintu mendengar suara ketukan dan segera membuka pintu ruang kerjanya karena didalam sana kedap suara. Saat pintu dibuka ia melihat Devina yang berdiri sambil menunduk meremas kedua tangannya.


“Lain kali langsung masuk saja tidak usah mengetuk lagi sayang” ucap Xander dengan suara tegas sambil menarik Devina masuk ke dalam ruang kerjanya.


Devina menutup mata menahan napas karena kelakuan kekasihnya yang selalu saja membuat dia duduk diatas pangkuannya saat mereka berdua saja.


Xander dengan santai menyelusupkan wajahnya ke leher Devina menikmati aroma tubuh Devina yang berbau stroberi.


“Sa…………yang” ucap Devina dengan gugup.


“Aku suka kamu memanggilku seperti itu sayang” ucap Xander dengan suara lembut.


“Sayang kenapa aku tidak boleh pergi bekerja dan kenapa Rey juga tidak dijinkan ke sekolah?’ tanya Devina dengan cepat yang ingat apa tujuannya datang kesini.


“Lihat ini sayang” ucap Xander sambil menunjukkan rekaman cctv saat ini di keempat tempat yang berbeda.


“Ini maksudnya apa sayang?” tanya Devina yang belum paham.


“Saat ini semua mansion keluarga besar aku sedang diserang oleh musuh yang tak kami kenal sayang” jawab Xander dengan suara lembut.


“Apa disini juga?” tanya Devina dengan kaget.


“Heemmm” deham Xander sambil menunjukkan cctv di mansionnya saat ini.


Devina menutup mulut melihat perkelahian besar-besaran di luar sana yang jauh dari mansion kekasihnya. Ia tak menyangka akan melihat pertunjukkan orang saling menyerang secara langsung.


“Siapa mereka sayang?” tanya Devina dengan penasaran.


“Aku masih mencari tahu identitas orang dibalik ini semua sayang. Alasan aku membawa kamu kesini, karena kamu dan Rey sudah menjadi terget musuh aku jadi lebih baik kalian berada disini karena penjagaan disini sangat ketat sayang” jawab Xander menjelaskan.


“Kenapa kamu tidak lapor ke polisi saja sayang”


“Itu percuma sayang. Karena pihak polisi sudah angkat tangan untuk melawan anggota mafia dan jika mereka ikut campur mereka sendiri yang akan kehilangan nyawa” ucap Xander dengan suara dingin.


“Sampai kapan akan seperti ini sayang?” tanya Devina lagi.


“Sampai musuh aku mati baru semua ini bisa berhenti sayang” jawab Xander dengan suara tegas.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Hari itu Xander memberitahu Devina kalau dia sudah mengirim surat pengunduran diri Devina di semua tempat kerjanya, karena tidak ingin Devina kenapa-napa. Bahkan sekolah Rey juga sudah ia pindahkan ke sekolah elite bersama Henry.


Mendengar semua itu Devina hanya bisa pasrah mengikuti semua yang sudah diatur Xander karena ia juga tidak ingin mati konyol di luar sana.


Ingin marah tapi tidak bisa karena ini semua sudah menjadi resikonya saat menerima Xander menjadi kekasihnya.


3 Hari kemudian


Tak terasa waktu berlalu dengan sangat cepat dan sudah 3 hari berlalu sejak Xander dan lainnya diserang dari pagi hingga malam.


Beruntung hari ini mereka hanya diserang saat siang hari saja tapi Xander tetap menyuruh anak buahnya untuk selalu bersiaga dan menjaga semua keluarga besarnya.

__ADS_1


~ Mansion Utama Parker ~


Saat ini semuanya sedang berkumpul di mansion utama Parker, karena Natasha yang tiba-tiba saja ngidam ingin memakan masakan daddynya dan harus di temani oleh semua keluarga besarnya di mansion orang tuanya.


“Aku tidak sangka jadi ibu hamil itu akan merepotkan seperti ini” ucap Victor dengan ketus.


“Jika kamu tidak suka berada disini lebih baik kamu pergi keluar sana” hardik Vincent dengan suara dingin.


“Woah twin. Kamu tega sekali kepada kembaranmu yang ganteng ini” ucap Victor mendramatis.


Semua keluarga besar Wesly hanya bisa menggelengkan kepala mereka melihat kelakuan Victor yang sedari dulu tidak pernah berubah.


Sedangkan Katy yang sangat mengidolakan Victor sejak dulu sedari tadi terus mencuri kesempatan untuk menatap Victor dari dekat.


“Princess Katy uncle perhatikan 1 jam kemudian lehermu bisa patah karena melirik artis gila itu” ucap Thomas membuat Katy kaget dan menunduk dengan wajah merah padam karena malu.


“Ckk!! Uncle jangan ikut campur masalah anak muda. Biarkan princess Katy menikmati wajah tampanku ini uncle” balas Victor dengan sombong.


“Memangnya kamu itu makanan apa makanya harus dinikmati” ucap Leon dengan tatapan mengejek.


“Ka Leon kalau iri bilang aja” balas Victor tak mau kalah.


“Sudah-sudah. Kalian selalu saja ribut kalau bertemu” ucap Chloe menengahi keduanya yang tidak akan pernah bisa diam sedetik saja.


Tak berselang lama Xander datang bersama Devina dan Rey sehingga membuat semuanya sangat senang, karena mendapat anggota keluarga baru lagi dalam keluarga besar mereka.


Seandainya putraku berada disini pasti akan sangat menyenangkan, batin Thomas dengan sendu.


“Jangan sedih honey. Putra kita akan baik-baik disana bersama dengan menantu kita dan ingat pesan putra kita untuk tidak memberitahu siapapun mengenai pernikahannya” bisik Valeria yang tahu apa yang di pikirkan suaminya.


“Heemmm” deham Thomas sambil memeluk istrinya.


Natasha yang melihat raut wajah daddynya terlihat sedih segera menuju keduanya dan ikut berpelukan bersama kedua orang tuanya, membuat semuanya diam menatap mereka bertiga yang sedang berpelukan.


“Lebih baik kita makan malam dulu” ajak Xavier membuat semuanya bergegas menuju ke ruang makan.


Sampai di ruang makan mereka semua sudah mengambil bagian di kursi masing-masing dan mulai menikmati jamuan makan malam yang disediakan Valeria tapi khusus untuk Natasha ia memakan masakan buatan daddynya.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


“Apa rasanya enak sayang?” tanya Vincent.


“Telan dulu sayang baru ngomong” balas Vincent sambil mengelap bibir istrinya yang belepotan.


“Jadi itu pacarnya ka Xander ya ka?” tanya Henry berbisik.


“Ya bagaimana menurutmu?” tanya balik Victor.


“Cantik dan kelihatannya dia gadis baik-baik” jawab Henry dengan cepat.


“Tapi menurutku yang lebih cantik itu princess Katy” bisik Leon sambil tersenyum penuh arti melihat Victor.


“Ka Leon! Jangan pernah berani untuk menikung aku ya ka” ancam Victor dengan tatapan tajam.


“Hehehe! Selagi janur kuning belum melengkung aku masih punya kesempatan Vic” balas Leon sambil terkekeh.


“Jangan macam-macam ya ka Leon” hardik Victor dengan suara tinggi.


“VICTOR” ucap Xavier menekan ucapannya sambil menatap putra ketiganya dengan tajam memperingatinya untuk tidak berbicara saat sedang makan.


Hehehehe……………..


Leon terkekeh sambil tersenyum mengejek ke arah Victor membuat Victor menatapnya dengan tajam seakan ingin mengulitinya hidup-hidup.


“Ka Leon dimana adik tiri kakak?” tanya Henry dengan suara pelan.


“Jangan bahas dia” jawab Leon dengan suara dingin dan tatapan tajam.


“Kenapa? Bukannya kamu dari dulu ingin seorang adik perempuan ya” jawab Victor sambil tersenyum menyeringai.


“Tutup mulutmu Vic jika tidak ingin aku jahit” hardik Leon dengan suara menggelegar.


“LEON!” bentak David dengan suara tinggi memperingati adiknya.


Leon seketika menunduk tak berani menatap kakaknya setelah mendapat bentakan.


Victor dan Henry meliriknya sambil tersenyum mengejek ke arah Leon, karena ia dibentak oleh ka David membuat Leon seakan ingin memukul kepala keduanya.


“Dasar penakut” bisik Victor sambil tersenyum menyeringai.

__ADS_1


“Kamu juga penakut sialan. Coba saja kamu berteriak sekarang jika tidak dihajar kakak dan daddy kamu” balas Leon dengan sinis.


“Sebentar aku akan membalas ka Leon” tunjuk Victor dengan garpunya ke Leon.


“Jangan pada berdebat karena kenyatannya kakak berdua itu penakut” ucap Henry dengan santai.


“Bocah sialan” hardik keduanya dengan suara melengking tak sadar.


Brak…………………


Seketika semuanya diam dan kaget mendengar gebrakan meja dari seberang sana dan saat Victor, Leon, dan Henry menatap ke asal suara ketiganya menelan saliva mereka dengan susah melihat tatapan membunuh dari Xander.


Mati aku, batin ketiganya dengan serentak dengan takut.


“Son” ucap Xavier memperingati putranya yang sudah terbawa emosi.


“Kalian bertiga pergi ke kolam berenang dan berendam disana selama 3 jam!” bentak Xander dengan suara tinggi.


“Brother” lirih Victor dengan wajah memelas.


“Pergi sekarang atau kalian malam ini menginap bersama Kenzo dan Kenzi” ucap Xander dengan suara tegas tak main-main.


Seketika ketiganya bergegas pergi ke kolam berenang di samping mansion dan melakukan apa yang di perintahkan oleh Xander barusan.


Devina yang melihat wajah kekasihnya merah padam segera memegang tangannya di bawah meja dengan erat.


Xander yang merasa genggaman hangat dibawahnya seketika melihat kekasihnya dan dengan cepat emosinya stabil, membuat Xavier yang melihat keduanya tersenyum sangat tipis karena putra pertamanya akhirnya menemukan pawangnya.


~ Pulau Antah berantah ~


Marcel kaget bukan main mendengar informasi mengenai dirinya yang dibacakan barusan oleh Kein dengan wajah bingung.


Ia tidak menyangka Kingnya akan membuat informasi palsu tentang dirinya tapi kenapa harus sedikit mirip dengan keluarganya yang sekarang.


Jika ayah dan bunda tahu mengenai informasi palsu ini pasti aku sudah dibunuh, batin Marcel sambil terkekeh dalam hati.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


“Marcus Abraham” ucap Erich dengan suara berwibawa dari kursi kebesarannya.


“Eh! Iya tuan” ucap Marcel tersentak kaget dari lamunannya.


“Panggil tuan dengan sebutan Lord!” bentak Kein dengan suara tinggi.


“Ah! Iya Lord” jawab Marcel degan cepat.


“Aku sangat tersentuh dengan riwayat hidupmu Marcus” ucap Erich sambil tersenyum menyeringai.


Kening Marcel mengerut dengan bingung mendengar ucapan Erich barusan dan ia yakin pasti sebentar lagi ia akan disuruh untuk melakukan sesuatu yang tidak ia sukai.


“Aku punya penawaran buat kamu” ucap Erich dengan suara lantang.


“Kalau boleh tahu apa itu Lord?” tanya Marcel sambil tersenyum.


“Berikan hidupmu kepadaku dan patuh dengan semua perintahku atau menjadi makanan pembuka peliharaanku dibawah sana” ucap Erich sambil menunjukkan peliharaannya di bawah tempat Marcel berdiri.


Deg…………..


Jantung Marcel berdetak dengan cepat melihat begitu banyak ular cobra berukuran sangat besar di bawah tempat ia berdiri, karena tiba-tiba saja lantai yang ia injak terbuka menjadi kaca transparan.


Badannya bergidik ngeri melihat warna kulit ular-ular tersebut didalam sana yang sangat membuat dia jijik.


****! Aku pasti akan dililit ular-ular menjijikan itu jika masuk ke sana. Tapi kalau dijadikan bahan virusku boleh juga, batin Marcel dengan licik.


“Bagaimana?” tanya Erich dengan cepat.


“Aku memilih jadi bawahan anda Lord” jawab Marcel dengan suara tegas tak ada keraguan.


“Good. Pilihan yang bagus” ucap Erich sambil tersenyum menyeringai.


Erich lalu melihat Kein memberinya isyarat untuk membawa Marcel pergi dari sana dan menunjukkan tempat kerjanya.


Marcel yang tak tahu apa yang akan ia lakukan disana hanya mengikuti Kein saja, karena tidak ingin membuat Erich dan Kein curiga kepadanya.


Marcel tersenyum dalam hati sepanjang jalan menuju ruangan kerjanya yang berada di paling belakang kastil karena sepanjang jalan ia melirik ke sana-sini merekam semua yang ada disana.


King anda pasti bisa melihat semua ini kan, batin Marcel sambil tersenyum menyeringai melihat kebodohan Erich dan Kein yang gampang dibodohi.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...

__ADS_1


To be continue……………….


__ADS_2