Heartless 2

Heartless 2
Chapter 117


__ADS_3

🍁Dia yang tulus mencintaimu adalah dia yang tau kekuranganmu namun tetap menerimamu, bertahan bersamamu, dan bangga memilikimu🍁


.


.


.


.


Valeria kaget melihat wajah yang sangat ia kenali meski terlihat sangat muda karena duplikat wajah itulah yang pernah ia bunuh dengan tangannya sendiri di markas besar mereka di Rusia.


Sedangkan Xander dan David kaget melihat musuh mereka yang sudah berada didalam kamar rawat Vincent dan sedang menyandra adiknya dan istrinya.


Natasha menatap mommynya meminta pertolongan untuk menolong suaminya yang sedang ditodong senjata oleh anak buah Light, tak perduli dengan keselamatannya yang menjadi sandera Rio tangan kanan Light.


“Siapa kamu?” tanya Xander dengan suara dingin.


“Kamu bisa bertanya ke aunty tercintamu itu tuan muda pertama Wesly” jawab Light sambil terkekeh.


“Dia adalah orang yang selama ini dibalik kecelakaan keluarga besar kita dan anak dari orang sudah aku bunuh di markasnya sendiri” ucap Valeria dengan santai sambil mengambil tempat di sofa yang berhadapan langsung dengan Light.


“APA” ucap David dengan kaget.


“Jadi kamu orang yang sudah membuat daddy aku koma di rumah sakit berengsek” tambahnya lagi dengan emosi sambil mengepal kedua tangannya dengan erat.


“Jadi kamu anaknya Mr. Kendrick ya? Tapi maaf bukan aku yang mencelakai daddy kamu lebih tepatnya anak buahku yang mencelakainya! Hehehe” ucap Light sambil terkekeh.


“Bajingan kamu! Aku akan membunuhmu saat ini juga!” bentak David sambil menodongkan senjatanya ke Light.


“Tenangkan dirimu son jangan emosi!” bentak Albert menahan tangan David yang memegang senjata.


“Lepas daddy. Aku akan membunuhnya saat ini juga!” bentak David dengan suara tinggi.


“Silahkan saja dan lihat apa yang akan terjadi dengan mereka” balas Light sambil menunjuk ke arah Natasha dan Vincent.


“Put your gun David” (letakkan senjatamu David) titah Xander dengan suara dingin.


David masih tetap menodongkan senjatanya dengan tatapan berkilat tajam tak memperdulikan ucapan Xander barusan.


Sret…………..


David dan lainnya kaget melihat gerakan uncle Thomas yang sangat cepat mengambil senjata dari tangannya dan malah dengan santai menghampiri istrinya yang menatapnya sambil terkekeh.


“Sekali lagi kamu hilang dari jangkauanku, aku akan memborgol tanganmu dengan tangan ku honey” ucap Thomas dengan suara dingin.


“Silahkan saja honey” ucap Valeria dengan santai.


“Ckk!!” decak Thomas dengan kesal sambil merangkul pinggang istrinya dengan posesif.


Xander dan lainnya yang melihat hal itu hanya bisa menahan napas mereka, tak tahu harus berkata apa dengan kelakuan uncle Thomas yang sangat posesif dan tidak boleh berjauhan dengan aunty Valeria.


“Jangan menatap laki-laki jelek itu terlalu lama honey” ketus Thomas dengan cemburu.


“Tampang suamiku 1000 kali lipat lebih tampan dari dia honey” balas Valeria sambil tersenyum manis.


David dan Xander mengulum senyum geli mendengar ucapan pasangan suami istri didepannya yang membuat musuh mereka saat ini menggertak gigi dengan emosi.


Xavier menatap putranya sambil mengangguk kepala memberi isyarat, kalau yang lainnya di luar sudah diamankan dari sana bersama Luki dan lainnya.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


“Orang jelek ini bisa saja membunuh putri tercintamu Mr. Parker” ucap Light sambil tersenyum menyeringai.


Thomas menatap Light bergantian dengan putrinya yang ditodong senjata, tepat di kepalanya oleh Rio tangan kanan Light. Seketika bibirnya tersenyum menyeringai memahami apa yang terjadi saat ini.


“Begitu juga dengan kami anak muda” balas Thomas sambil tersenyum menyeringai.


“Bangsat! Katakan dimana kalian sembunyikan kekasihku sialan” maki Rio dengan emosi.


“Ah! Ternyata kalian muncul karena ada sebabnya ya” ejek Valeria sambil tersenyum sinis.


Valeria melirik Xander melihat isyarat matanya memberitahu jika ia tidak mengetahui apa yang mereka maksud. Ia sudah bisa menebak jika putranya pasti sudah menculik orang yang mereka katakan.


“Apa perempuan itu penting buatmu?” tanya Xander sambil menatap Light dengan tatapan membunuh.


“Pastinya penting bos karena kalau tidak dia tidak akan muncul sendiri di hadapan kita” jawab David sambil tersenyum mengejek.


Mereka sengaja memainkan emosi dari lawan mereka agar membuat celah dan mereka bisa menyerang mereka bertiga untuk menyelamatkan Natasha dan Vincent.


“Katakan dimana kalian sembunyikan adik aku berengsek!” bentak Light dengan emosi hingga urat-uratnya kelihatan.


“Yang pasti dia berada di bumi” ucap Xavier dengan suara dingin.


“Katakan dimana King sialan itu menyembunyikan adikku bangsat” maki Light sambil menodongkan senjata ke arah Thomas dan Xander.


Xander dan lainnya tak kalah cepat juga langsung menodongkan senjata ke arah Light dan anak buahnya. Melihat jumlah mereka sedikit dengan cepat Rio memutar otaknya untuk berpikir.

__ADS_1


“Katakan dimana kekasihku jika tidak aku bunuh dia sekarang” ancam Rio semakin menodongkan senjata ke kepala Natasha.


“Mommy” lirih sambil Natasha menatap Valeria.


Sret…………arrgghh…………..


“Xander sekarang” hardik Valeria dengan menggelegar.


Saat eyes one pengawal gelap Valeria memotong tangan anak buah Light yang sedang menodongkan senjatanya ke Vincent dengan cepat Valeria langsung maju menendang Light, sedangkan Xander langsung menghajar Rio dengan brutal.


Bugh…………..bugh…………..bugh…………sret……….


Xander memukul Rio sambil melukai lengannya dengan pisau lipat miliknya membuat Rio meringis kesakitan.


Duar…………


Bunyi ledakan kecil saat Rio melempar sebotol bom asap membuat mereka semua didalam sana tak bisa melihat dengan jelas, dan hal itu ia gunakan untuk kabur membawa Light yang terluka karena pisau Valeria.


Uhuukkkk…….uhhuukk…….uhuukkk………


Suara batuk menggelegar didalam sana bersamaan dengan asap yang mulai hilang membuat mereka bisa dengan jelas melihat satu sama lain.


“Kamu baik-baik saja baby?” tanya Thomas dengan cepat menghampiri putrinya.


“I’m okay dad” (aku baik-baik saja papa) jawab Natasha.


“Honey” panggil Thomas.


“Aku baik-baik saja honey” ucap Valeria.


“Sial! Kita kehilangan jejak mereka” umpat Xander dengan kesal.


“Hubby suara apa tadi?” tanya Chloe dengan cemas masuk ke dalam bersama lainnya.


“Hanya ledakan gas asap baby” jawab Xavier sambil memeluk istrinya.


Xander menatap David memberi isyarat untuk mencari tahu lokasi musuh mereka sekarang. David segera mengutak hpnya menghubungi Luki dan anak buahnya di luar sana.


“Apa dia orang yang selama ini meneror keluarga kita brother?” tanya Victor dengan penasaran.


“Hemmmm” deham Xander sambil mengangguk kepalanya.


“Berengsek! Kenapa tadi tidak langsung di bunuh saja brother? Aku” ucap Victor terpotong saat Ares membekap mulutnya agar tak berbicara.


Victor melotot tajam melihat Ares yang membekap mulutnya saat ia akan bicara. Ares sendiri tak perduli dan maju ke depan mendekati brankar Vincent dan mengambil sesuatu di belakang brankar Vincent.


Berengsek! Aku akan membunuhmu jika kita bertemu lagi bangsat, batin Xander dengan emosi.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


David segera menyuruh mereka semua keluar dan menyuruh anak buah pasukan gelap Xander untuk menelusuri kamar rawat Vincent tak luput Natasha dan Vincent juga yang tadi di sandera.


“Semuanya berjumlah 5 bos” ucap David setelah memeriksa setiap sudut kamar Vincent dan menemukan 5 alat pelacak.


Brak………..


“F**K” maki Xander sambil mengebrak meja mengagetkan mereka semua didalam sana.


Zelena, Victor, Leon, Lili, dan Henry mengelus dada mereka yang hampir copot karena kaget dengan gebrakan meja yang dilakukan oleh Xander. David sendiri menatap kelimanya sambil terkekeh tak menyangka mereka akan kaget seperti melihat hantu saja.


“Kita harus membawa Vincent pergi dari sini karena disini tidak aman lagi” ucap Albert dengan suara dingin.


“Untuk saat ini tidak bisa uncle. Keadaan ka Vincent sedang dalam kritis dan tidak bisa dipindahkan begitu saja apa lagi kondisi jantung ka Vincent yang terus menurun drastis” potong Lili dengan cepat.


“David secepatnya cari donor jantung yang cocok buat Vincent” titah Xander dengan suara tegas.


“Baik bos” ucap David.


“Bagaimana kalau membeli di perdagangan organ bawah tanah” usul Ares.


“Itu yang akan kami lakukan” balas David.


Brak………..


Bunyi pintu yang terbuka dengan kuat membuat semua didalam sana kaget dan langsung menatap ke arah pintu.


“Apa aku melewatkan pestanya?” tanya Marcel sambil tersenyum lebar.


“Siapa kamu bajingan. Beraninya kamu masuk ke ruangan ini!” bentak David sambil menodongkan pistol ke arah Marcel.


“Marcel” ucap Valeria.


“Oh nyonyaku masih ingat dengan aku ya” ucap Marcel dengan riang seperti anak kecil baru saja mendapat lolypop membuat yang lainnya menatapnya dengan aneh.


“Aunty kenal dia?” tanya Xander dengan suara dingin.


“Marcel Darwin anak dari kepala pengawal dan dokter pribadi istriku. Dia adalah dokter pribadi raja setan itu yang sama gilanya seperti Kingnya” jawab Thomas sambil menatap Marcel dengan kesal.

__ADS_1


“Halo tuanku. Apa obatnya ampuh?” tanya Marcel sambil tersenyum menyeringai.


“Sangat ampuh berengsek! Sampai membuat istriku tidak bisa berjalan selama 3 hari” ketus Thomas dengan tatapan sinis.


Eehhhemm………..


Valeria berdeham sambil menatap suaminya dengan tajam memperingatinya untuk tidak membicarakan masalah ranjang mereka disini. Thomas sendiri menggaruk kepalanya sambil terkekeh melihat semuanya yang menatapnya dengan kaget.


“Obat yang sangat bagus uncle. Boleh aku memintanya uncle” pekik Henry dengan cepat.


Bugh……..


Satu pukulan kuat dari Kevin tepat di kepala putranya yang selalu saja tidak bisa diam satu hari. Henry menatap daddynya dengan kesal karena mendapat bogem mentah di kepalanya.


“Rasain bocah” ejek Leon dan Victor dengan serentak.


“Ckk!!” decak Henry dengan kesal.


“So! Bagaimana dengan pestanya? Apa meriah?” tanya Marcel dengan penasaran.


“Berapa banyak yang kamu buat tidur di luar sana?” tanya balik Valeria.


“Semuanya nyonya” jawab Marcel dengan santai.


“APA! Kamu memang dokter gila sama kayak Kingmu itu” pekik Thomas dengan kaget.


“Apa maksud kamu Thomas?” tanya Xavier dengan bingung.


“Bos lihat saja di luar” jawab Thomas.


David berlalu keluar bersama dengan Leon melihat apa yang terjadi di luar ruangan rawat Vincent dan seketika keduanya kaget melihat semua pengawal tertidur pulas.


“Semua pengawal dan penjaga tertidur di luar bos” ucap David sambil menatap Marcel dengan tatapan menyelidik.


“Jangan memandangku seperti itu jika tidak ingin kedua tanganmu meleleh seperti air” ucap Marcel sambil tersenyum menyeringai.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


David langsung mengalihkan tatapannya karena tahu orang didepannya ini tidak bercanda. Apa lagi ia sangat penasaran bagaimana bisa semua pengawal tertidur di luar sana tanpa ada bau obat tidur atau sejenisnya.


“Kamu tidak membawa obat-obatan gilamu itu kan Marcel?” tanya Thomas dengan selidik.


“Menurut tuan” balas Marcel balik bertanya.


“****! Menjauh kamu dari aku dokter gila” hardik Thomas dengan suara tinggi.


“Tenang tuan. Aku tidak mungkin memberikan tuan virus buatanku! Hehehehe” balas Marcel sambil terkekeh.


“Good. Karena aku tidak mau jadi bahan percobaan virusmu itu seperti adikmu” ketus Thomas.


“Apa” ucap Zelena dan Victor dengan kaget.


“Hehehehe! Itu karena adik aku terlalu nakal tuan jadi harus di beri pelajaran sedikit” ucap Marcel dengan santai.


Bugh……….


“Bangsat. Siapa yang berani memukulku” maki Marcel dengan emosi saat kepala belakangnya di pukul kuat.


Saat berbalik seketika ia mengubah raut wajahnya kembali ceria melihat pasangan suami istri yang sedang berdiri menatapnya dengan tajam.


“Ayah. Bunda” panggil Marcel dengan suara lembut.


“Masih ingat juga kalau kamu masih punya orang tua” hardik Rehan dengan suara tinggi.


“Pasti dong ayah. Aku kan tidak pikun atau amnesia” balas Marcel dengan santai.


Bugh……….bugh……….bugh…………


“Stop ayah. Stop” teriak Marcel dengan kesal karena di pukul Rehan.


“Cepat sembuhkan kaki adikmu sana!” bentak Rehan dengan emosi.


“Iya nanti”


“Nanti kapan Marcel Darwin. Ini sudah 5 tahun kamu melakukan percobaan virus-virusmu itu” hardik Lauren dengan emosi.


“Sepulang dari sini bunda” ucap Marcel sambil memeluk Lauren dengan erat.


Lauren hanya bisa memegang kepalanya yang berdenyut sakit tak habis pikir dengan kelakuan putra sulungnya itu yang memberi hukuman kepada adiknya sebagai percobaan virus buatannya dia.


“Kamu dokter jelek” tunjuk Marcel ke Lili.


“Singkirkan tangan sialanmu itu dari kekasihku” hardik David dengan suara tinggi.


Eeehhhh……….


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...

__ADS_1


To be continue…………….


__ADS_2