
πCerita hari ini berbeda dengan cerita hari kemarinπ
.
.
.
.
Jantung David berdetak dengan cepat mendengar suara yang sangat ia kenali dan rindukan. Dengan cepat ia mengangkat kepalanya dan melihat mata daddynya sudah terbuka.
"Daddy...........hiks hiks hiks hiks" tangis David pecah merasa sangat bahagia.
"Da......vid" panggil Albert menatap putranya dengan sendu.
"Daddy jangan bicara dulu ya. Aku panggil dokter buat periksa daddy"
David berlalu keluar memanggil dokter dan perawat yang berdiri stand by di depan ruangan rawat Albert. Mira yang melihat anaknya keluar dengan panik bergegas masuk ke dalam ruang rawat suaminya.
"Hiks hiks hiks hiks...........sayang kamu sadar......hiks hiks hiks" tangis Mira pecah mendekati brankar suaminya.
Albert hanya mengangguk kepalanya menjawab ucapan istrinya karena masih terlalu lemah. Apa lagi kerongkongannya sedari tadi kering sehingga ia tidak bisa berbicara dengan jelas.
Brak..............
"Cepat periksa daddy" perintah David membuka pintu dengan kuat.
"Baik tuan muda" ucap dokter Soni.
Dokter Soni mulai memeriksa tubuh Albert setelah pasca sadar dari koma. Setelah memeriksa kondisi Albert ia mulai melepaskan semua peralatan di tubuhnya.
"Bagaimana keadaan suamiku dok?" tanya Mira dengan cepat.
"Tuan Kendrick sudah melewati masa kritisnya dan tidak ada komplikasi di dalam tubuhnya. Untuk kaki dan lengan tuan Kendrick yang patah akan sembuh dalam 3 bulan jadi untuk saat ini harus menggunakan kursi roda dulu" papar dokter Soni menjelaskan.
"Bagaimana benturan di kepala daddy dok?" tanya David dengan cepat.
"Kita akan melakukan ronsen besok baru saya bisa beritahu tuan muda"
"Heemmm! Siapkan semuanya dok"
"Baik tuan muda"
Dokter Soni berlalu keluar meninggalkan mereka di dalam kamar rawat Albert. Mira lalu duduk di samping suaminya tak lupa membantu suaminya untuk minum.
"Aku senang daddy sudah sadar" lirih David dengan mata berkaca-kaca.
"Sini son" ucap Albert dengan suara lemah.
David mendekati daddynya dan langsung dipeluk oleh Albert dengan erat. Air mata David tumpah dalam pelukan Albert membuat kedua orang tuanya juga ikut menangis.
Apa lagi Albert tahu jika selama ini putranya ini selalu menangis setiap malam menumpahkan semua kesedihannya. Meski di luar sana David terlihat tegar dan kuat tapi siapa sangka putranya ini akan rapuh jika berhadapan dengan Albert.
"Daddy tidak akan meninggalkan kalian" bisik Albert dengan suara pelan.
"Heemmm"
Brak.................
Bunyi pintu kembali dibuka dengan keras mengagetkan ketiganya. Mata mereka langsung tertuju ke arah pintu dimana Leon sudah berdiri disana dengan berderai air mata.
"Hiks hiks hiks.............daddy........hiks hiks hiks" ucap Leon dengan histeris.
Leon berlari menuju Albert yang tersenyum manis menatapnya diatas brankar dan langsung memeluknya.
Ia menangis histeris dalam pelukan Albert merasa sangat senang karena daddynya sudah sadar dari koma. Tak berselang lama oma Salma juga ikut masuk ke dalam ruang rawat Albert.
"Aku pikir........hiks hiks hiks...........daddy bakal ninggalin aku dan ka David" ucap Leon sambil menangis.
"Ckk!!" decak David dengan kesal menatap adiknya dengan tajam.
"Mana mungkin daddy ninggalin kedua putra daddy" ucap Albert dengan suara pelan.
"Jangan seperti ini lagi ya dad"
"Heeemmm"
...π π π π π...
Setelah Leon melepas pelukannya oma Salma langsung memeluk Albert merasa bersyukur karena akhirnya menantunya sadar dari koma.
"Ibu senang kamu akhirnya sadar" ucap oma Salma.
__ADS_1
"Iya bu" lirih Albert dengan suara lembut.
David segera mengirim pesan ke uncle Xavier, uncle Thomas dan uncle Kevin memberitahu kabar sang daddy yang sudah sabar dari koma tak lupa juga mengabari Xander dan kekasihnya.
~ Healing kos ~
Brak..............
Mikhail menutup pintu mobilnya dengan kuat tak menunggu Damon membukakan pintu untuknya saat sampai di kos Clarisa.
Beruntung anak buah Mikhail sudah mengamankan keadaan disana jadi tidak ada yang tahu kedatangan Mikhail saat ini.
Mikhail membuka pintu kamar Clarisa yang tak dikunci langsung masuk ke dalam kamar kosnya. Ia dengan jelas mendengar suara tangisan Clarisa dari dalam kamar mandi.
"Baby" panggil Mikhail sambil mengetok pintu kamar mandi dengan kuat.
Hiks...........hiks..........hiks..........hiks.........
Clarisa menangis histeris dibawah shower tak memperdulikan panggilan Mikhail dari luar. Saat ini pikiran dan hatinya sakit karena tak menyangka akan mengalami hal seperti ini.
"Cepat buka baby sebelum aku hancurkan pintu ini!" bentak Mikhail dengan suara tinggi.
Brak............
Tak mendapat jawaban dari dalam Mikhail menendang pintu tersebut hingga hancur. Clarisa tak memperdulikan semua itu karena saat ini pikirannya kosong.
Mikhail melotot melihat kekasihnya yang menangis dengan pilu dibawah shower. Dengan sekali tarikan tubuh Clarisa sudah berada dalam pelukannya.
"Aku disini baby. Kamu tenang ya" bujuk Mikhail sambil memeluknya dengan erat.
"Kenapa........hiks hiks hiks........kenapa aku selalu disakiti Khail?" tanya Clarisa dengan tangis pilu.
"Jangan pikirkan hal apapun baby karena aku selalu ada buat kamu" bisik Mikhail dengan suara lembut.
Clarisa mengangkat wajahnya menatap Mikhail dengan berlinang air mata. Hati Mikhail seperti diremas melihat air mata yang keluar dari mata indah kekasihnya.
"Aku bukan sugar baby..........hiks hiks hiks........aku bukan perempuan ja***g.......hiks hiks" adu Clarisa dengan berlinang air mata.
Mikhail memeluk Clarisa dengan erat sambil mengelus kepalanya dengan lembut. Matanya berkilat tajam mendengar penuturan kekasihnya.
Karena kecapean menangis akhirnya Clarisa tertidur dalam pelukan hangat Mikhail. Melihat hal itu Mikhail bergegas mengangkat tubuh Clarisa keluar dan menganti bajunya yang basah.
Phew.............
"Pindahkan semua barang kekasihku ke apartemen" perintah Mikhail yang mengendong Clarisa keluar.
"Baik King" ucap Damon dengan suara dingin.
Damon memberikan perintah ke anak buahnya untuk mengemasi semua barang Clarisa tak lupa memberikan uang ganti rugi kepada pemilik kos untuk menganti pintu kamar mandi yang rusak karena Mikhail.
~ Puri Orchid Apartment ~
Sampainya di apartemen Mikhail membaringkan Clarisa di ranjang king size miliknya. Sebelum keluar ia mengecup kening Clarisa dengan sangat lembut.
"Katakan" ucap Mikhail dengan suara dingin duduk di kursi kerjanya.
"Nona Clarisa dituduh memiliki sugar daddy karena foto ini King" ucap Damon sambil menunjukkan gosip di forum kampus mereka.
Mikhail mengerutkan keningnya melihat foto tersebut, dimana foto itu adalah dirinya dan Clarisa waktu di hotel Hilton dan setahunya tidak ada rekaman tentangnya lagi disana.
...π π π π π...
"Ada orang yang memotret King dan nona Clarisa waktu itu dan dialah yang menyebarkan gosip itu King" ucap Damon.
"Who?" (siapa) tanya Mikhail dengan tatapan membunuh.
"Gres Subroto King" ucap Damon sambil menunjukkan foto Gres.
"Ckk!! Beraninya dia mengusik kekasihku lagi" decak Mikhail dengan suara dingin.
"Bawa dia ke markas dan beri dia hukuman yang tak akan pernah dia lupa selama hidupnya" perintah Mikhail sambil tersenyum smirk.
"Baik King"
"Jangan lupa bereskan semua yang terlibat yang mengusik wanitaku"
"Baik King"
Damon berlalu keluar dari ruang kerja Mikhail meninggalkannya sendiri di dalam sana.
"Keluar" ucap Mikhail dengan suara dingin.
Wush..............wush..............wush............
__ADS_1
4 Pengawal gelap Mikhail keluar dan berdiri di hadapannya. Saat keempatnya keluar terasa seperti ada hembusan angin yang berhembus.
"Z mulai detik ini kamu kawal kekasihku"
"Baik King"
"Y kamu berangkat ke Rio dan pantau Loser itu" perintah Mikhail dengan tatapan tajam.
"Baik King"
Wush.........wush.........
Y dan Z sudah berlalu pergi meninggalkan X dan W didalam sana. Mata tajam Mikhail menatap keduanya dengan tajam mengintimidasinya membuat mereka bergetar.
"X pergi dan hancurkan bisnis Dev Clayton di Madrid"
"Apa semuanya King?" tanya X kerena tahu ada 3 bisnis haram milik Dev disana.
"Semuanya! Ratakan dengan tanah X dan jangan biarkan satu pun lolos"
"Baik King"
"Suruh uncle Juan kirim anggota inti di sana untuk membantumu"
"Baik King"
X dan W segera menghilang bersamaan dengan Damon yang mengetuk pintu ruang kerja Mikhail. Setelah dipersilahkan masuk Damon segera masuk ke dalam.
"Ada apa?" tanya Mikhail dengan suara dingin.
"Nona muda diserang oleh sekelompok preman barusan King"
"Dimana suaminya?" tanya Mikhail.
"Saat kejadian dia berada di markas Devil Dragon sedang menerima hukuman dari tuan Wesly karena berkelahi dengan tuan muda pertama di rumah sakit King" papar Damon menjelaskan.
"Ckk!! Bodoh" ketus Mikhail.
"Bagaimana keadaan sweety?" tanya Mikhail lagi.
"Nona muda hanya mengalami lebam di sekujur tubuhnya King. Orang yang menolong muda adalah suruhan Loser itu King"
Hahahaha..................
Tawa Mikhail pecah mendengar ucapan Damon mengenai Marco. Ia tak menyangka jika Xander tak tahu jika saat ini ada orang yang ingin menganggu rumah tangga adiknya itu.
"Biarkan masalah sweety di urus bodoh itu"
"Biak King. Ini video nona Clarisa waktu di kampus tadi" ucap Damon sambil menaruh iPad didepan Mikhail.
Mikhail mengambil iPad tersebut dan menonton rekaman Clarisa sewaktu di kampus. Wajahnya seketika menghitam mengeluarkan aura membunuh.
Brak.............prang..............
Meja kerjanya patah bersamaan iPad yang hancur karena dilempar Mikhail ke tembok. Auranya menguar didalam sana seakan ingin membunuh siapa saja saat ini.
"Zelena" desis Mikhail dengan tatapan berkilat.
"Siapkan helikopter sekarang!" bentak Mikhail dengan suara tinggi.
"Baik King" jawab Damon sambil mengutak-atik hpnya.
Mikhail, Damon, dan Teivel berlalu pergi dari apartemen menuju perusahaan RH Company setelah mengetahui posisi Zelena.
~ RH Company ~
Sampainya di rooftop Mikhail keluar dengan aura membunuh membuat siapa saja bergetar ketakutan. Ketiganya segera menuju ke ruangan Ares satu lantai dibawah rooftop.
Brak.............
"Maaf tuan anda tidak bisa masuk" ucap Gery mengikuti Mikhail yang sudah masuk ke dalam.
Zelena dan Ares yang melihat kedatangan Mikhail dan kedua orang kepercayaannya kaget bukan main. Tubuh Zelena bergetar merasa aura Mikhail yang sangat mengintimidasinya.
"Kak Mikhail" ucap Zelena dengan suara bergetar.
"Presdir KM ada perihal apa anda datang ke perusahaanku?" tanya Ares dengan suara dingin.
Plak.................plak.................
"Apa yang anda lakukan berengsek? Beraninya anda menampar kekasihku bangsat!" bentak Ares dengan suara tinggi.
...π π π π π...
__ADS_1
To be continue...............