Heartless 2

Heartless 2
Chapter 144


__ADS_3

🍁Untuk mendapatkan apa yang diinginkan maka kamu harus bersabar dengan apa yang kamu benci🍁


.


.


.


.


Teriakan mahasiswa di sekitar parkiran kampus menggema melihat Zelena yang sudah bersimbah darah di anak tangga terakhir. Sedangkan Daniella yang melihat hal itu ketakutan berlari pergi dari sana sebelum ada yang melihatnya.


“Nona muda” teriak Hans dengan panik saat menghampiri kerumunan mahasiswa dan kaget bukan main melihat apa yang sedang terjadi.


Mata Zelena sayup-sayup melihat siapa yang berdiri di dekatnya tapi tak jelas karena kepalanya sangat sakit, apa lagi kepalanya yang terbentur lebih dahulu membuatnya merasa sangat pusing.


“Qu…..erido” lirih Zelena dengan suara pelan tapi masih bisa didengar oleh Hans.


Hans lalu mengendong Zelena menuju mobil untuk ke rumah sakit terdekat dan tak lupa menyuruh anak buahnya untuk memeriksa cctv disekitar sana untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.


~ RH Company ~


Saat ini Ares sedang memeriksa berkas laporan didepannya tapi entah kenapa sedari tadi perasaannya tidak tenang.


Prang……………


Tiba-tiba Ares kaget saat foto kekasihnya terjatuh dari atas meja hingga berserakan di lantai. Perasaan khawatir dan tak tenang semakin membuat Ares merasa seperti orang linglung melihat foto kekasihnya yang tiba-tiba saja jatuh.


Kring………….


Mata hitam tajamnya melihat nama Hans yang tertera disana dan dengan cepat ia langsung menjawab panggilannya.


^^^“Halo”^^^


“Halo tuan, nona muda bos”


^^^“Ada apa dengan kekasih gue?” tanya Ares dengan suara tinggi.^^^


“Nona Zelena barusan jatuh dari tangga parkiran kampus dan saat ini sedang di larikan ke rumah sakit bos”


^^^“Apa” pekik Ares.^^^


^^^“Rumah sakit mana berengsek?” tanya Ares dengan suara tinggi.^^^


“Kami menuju rumah sakit Wesly yang terdekat dengan kampus nona muda bos” jawab Hans dari seberang.


Ares mematikan panggilannya dengan sepihak dan berlari keluar dari ruangannya mengagetkan Gery yang akan ke ruangannya.


“Tuan anda mau kemana?” tanya Gery dengan cepat.


“Siapkan helikopter gue dan kita ke rumah sakit Wesly” jawab Ares dengan suara dingin.


“Helikopter tuan sudah ada di helipad perusahaan tuan” balas Gery dengan cepat karena memang helikopter Ares terparkir di atas sana.


Gery segera mengirim pesan menyuruh pilot untuk menghidupkan helikopter dan sesaat matanya kaget melihat pesan yang dikirim oleh anak buahnya mengenai apa yang terjadi dengan Zelena barusan.


Pantas saja tuan sangat panik, batin Gery sambil melirik Ares yang berdiri dengan wajah cemas dan panik saat ini.


~ Wesly Hospital ~


Cekitt…………….


Bunyi decitan ban terdengar melengking didepan rumah sakit dan dengan cepat Hans mengendong Zelena keluar dan berteriak minta tolong kepada suster dan dokter disana.


Suster yang berdiri disana segera membawa brankar ke arah Hans dan menaruh Zelena disana, lalu dibawa ke ruang operasi agar segera ditangani karena darah yang keluar dari kepala Zelena semakin banyak.


“Mohon maaf tuan anda tidak bisa masuk” ucap suster melarang Hans yang hendak ikut masuk.


“Sus tolong selamatkan nona muda saya” pinta Hans.


“Kami akan berusaha semaksimal kami tuan” balas suster.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Hans mengusap wajahnya dengan kasar tidak tahu harus berkata apa, jika bosnya datang karena ia sebagai pengawal Zelena tidak becus menjaga tuannya.


Tak…………………tak………….tak……………..


Bunyi langkah kaki yang sangat banyak terdengar ditelinga Hans membuat dia mengangkat kepala melihat siapa yang datang. Ia menelan salivanya dengan susah melihat wajah menghitam Ares yang sangat mengerikan.


“Dimana kekasih gue?” tanya Ares dengan cepat.


“Nona muda sedang dioperasi didalam bos” jawab Hans dengan menunduk.


Bugh………..bugh…………bugh…………bugh…………


Ares menghajar Hans seperti kesetanan membuat Hans meringis kesakitan di sekujur tubuhnya. Gery yang melihat tuannya hampir kehilangan kendali segera menghentikan mereka berdua.


“Tuan banyak yang melihat kita” ucap Gery menahan Ares yang hendak memukul Hans lagi.

__ADS_1


“An***g bangsat loe semua” maki Ares dengan suara menggelegar.


“Tuan mohon maaf jangan membuat keributan disini” tegur seorang perawat yang berdiri tak jauh dari sana.


Ares berbalik menatap perawat itu membuat dia melotot kaget melihat siapa yang barusan ia tegur. Sedangkan Gery menutup mata merasa iba dengan perawat itu karena ia sudah membangunkan singa yang sedang emosi.


“Bawa perempuan sialan itu ke hadapan gue” titah Ares dengan suara dingin.


“Tuan biarkan anak buah kita yang mengurusnya. Karena saat ini kita berada di rumah sakit tuan” ucap Gery tak ingin nama tuannya buruk didepan publik.


“Loe pikir gue perduli bangsat! Bawa dia sekarang kesini atau loe yang mau gantiin dia!” bentak Ares dengan suara tinggi.


“Maaf tuan”


Gery segera memberi isyarat kepada anak buahnya untuk membawa perawat tadi ke hadapan Ares dan saat sampai didepannya tak berkata apa-apa Ares menampar pipinya berkali-kali hingga membekas dan sudut bibirnya pecah.


“Sekali lagi loe berani negur gue maka detik itu juga loe tinggal nama aja di bumi” ucap Ares memperingatinya.


“Ma…..afkan saya t….uan” ucap perawat tadi dengan terbata-bata.


“Pergi dari hadapan gue berengsek” hardik Ares dengan suara tinggi.


Perawat itu bergegas pergi sambil menahan sakit dikedua pipinya, tak ingin kembali mendapat hukuman dari Ares yang selama ini mereka kenal sebagai seorang pengusaha kejam dan tak mengenal ampun kepada musuhnya.


Ceklek…………….


“Dok gimana kekasih gue?” tanya Ares dengan cepat saat pintu ruang operasi dibuka.


“Pasien mendapat 18 jahitan di kepalanya karena saat terjatuh ternyata kepala pasien terkena benda tajam yang menyayat bagian belakang kepalanya sehingga darah yang keluar sangat banyak. Beruntung juga benturan di kepala pasien tidak sampai membuat pasien geger otak. Untuk kaki kiri pasien harus digips selama 2 bulan karena mengalami patah tulang tuan” papar dokter Wanda menjelaskan.


“18 jahitan?” tanya Ares dengan mata berkilat tajam.


“Iya tuan” jawab dokter wanda dengan gugup.


“Apa kekasih gue bisa dipindahkan ke rumah sakit RH Hospital sekarang?” tanya Ares dengan cepat.


“Bisa tuan” jawab dokter Wanda dengan cepat.


Hari itu juga Ares memindahkan Zelena ke rumah sakit miliknya yang langsung di tangani langsung oleh dokter pribadi sekaligus sahabatnya yaitu Liam.


Sedangkan Gery yang sudah mendapat rekaman cctv di parkiran kampus tersenyum sinis melihat siapa yang sudah mendorong Zelena.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Anda mengali sendiri kuburan anda nona Daniella, batin Gery dengan iba.


~ Pulau Antah Berantah ~


“Bagaimana?” tanya Erich dengan suara dingin dan tegas.


“Semua serangan kita tidak ada yang berhasil Lord” jawab Kein.


“Ckk!!” decak Erich dengan kesal.


Kein diam saja tak berani bersuara karena tidak ingin menjadi sasaran pelampiasan emosi Erich karena lagi-lagi serangan mereka ke kediaman semua musuhnya gagal. Tidak ada satu pun yang berhasil dari serangan mereka.


“Tetap lakukan serangan dan jangan pernah berhenti menyerang mereka” titah Erich dengan suara tegas.


“Baik Lord” jawab Kein dengan sopan.


“Dimana King sialan itu?” tanya Erich dengan penuh kebencian.


“Maaf Lord tapi kami belum bisa menemukan jejak keberadaan King” jawab Kein sambil menunduk.


“Beritahu mereka jika mereka tidak bisa menemukan keberadaan King sialan itu maka mereka akan menjadi makanan penutup ular peliharaan aku!” bentak Erich dengan suara tinggi.


“Baik Lord”


Kein segera berlalu pergi dari hadapan Erich untuk melakukan perintahnya dan memberitahu hacker mereka, untuk mencari keberadaan King Mikhail yang selama ini sangat susah mereka lacak keberadaannya.


Saudaraku aku bersumpah akan membalas dendam atas kematianmu sama seperti apa yang mereka lakukan kepadamu waktu itu, batin Erich dengan tatapan penuh sedih menatap foto saudara sepupunya.


Ia mengingat rekaman terakhir yang dikirim oleh anak buahnya saat saudaranya dibunuh dengan kejam oleh musuhnya. Dan saat itulah ia bertekad akan membalaskan semua rasa sakit saudaranya kepada seluruh keturunan keluarga besar Wesly.


~ Mansion Utama Wesly ~


Prang…………….


^^^“Kamu bilang apa Ares?” tanya Chloe menjatuhkan gelas minumnya ke lantai hingga pecah di ruang makan.^^^


“Maafkan aku mommy. Aku ngak bisa jaga Zelena dengan baik hingga ia mengalami ini semua” ucap Ares dengan lirih dari seberang.


Hiks………..hiks…………hiks…………..


Tangis Chloe pecah mendengar kabar yang dikabarkan oleh Ares barusan mengenai putrinya. Tubuhnya linglung dan hampir saja jatuh beruntung ditahan oleh para pelayan.


“MOMMY” teriak Victor dari lantai dua menggema saat melihat mommynya yang hampir saja jatuh.


Xavier yang sedang duduk di taman belakang mansion menunggu istrinya mengambil minum buat mereka berlari dengan kencang mendengar teriakan Victor.

__ADS_1


Begitu juga dengan Vincent dan Natasha yang baru saja pulang dari rumah sakit mengecek kandungannya.


“Hiks hiks hiks………mommy kenapa…………..hiks hiks hiks” ucap Victor sambil menangis memeluk mommynya yang sedang menangis histeris.


“Vic kita bawa dulu nyonya besar ke kursi” ucap Rio yang juga ikut cemas melihat Chloe menangis seperti itu.


“APA YANG KALIAN LAKUKAN KEPADA ISTRIKU!” bentak Xavier dengan suara menggelegar mengagetkan semuanya.


Dengan langkah cepat ia menghampiri mereka dan langsung mengendong istrinya menuju kamar utama diikuti oleh Victor, Vincent, dan Natasha.


Sedangkan Rio ia mengambil hp Chloe yang terjatuh dilantai dan melihat panggilannya masih terhubung dengan nama pemanggil Ares.


^^^“Halo” ucap Rio.^^^


“Dimana mommy?” tanya Ares dengan suara dingin dari seberang.


^^^“Nyonya besar sudah dibawa tuan besar ke kamar utama” jawab Rio yang tahu siapa Ares.^^^


Rio berdecak kesal menatap hp milik Chloe dimana panggilannya sudah dimatikan sepihak oleh Ares dari seberang. Ia lalu pergi ke kamar utama untuk memberikan hp milik Chloe yang terjatuh disana.


“Kamu kenapa baby?” tanya Xavier dengan cemas.


Hiks…………….hiks…………..hiks…………


Tangis Chloe semakin pecah memeluk suaminya membuat mereka semua cemas melihatnya. Victor yang juga sudah ikut menangis naik ke ranjang orang tuanya dan memeluk sang mommy.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


“Biarkan daddy yang menenangkan mommy son” ucap Xander menatap Victor menyuruhnya untuk pergi.


“No aku tidak mau daddy. Aku mau disini……..hiks hiks hiks” bantah Victor dengan keras kepala.


“Mommy kenapa honey?” tanya Natasha kepada suaminya.


“Aku tidak tahu honey” jawab Vincent dengan cemas melihat mommynya.


Chloe terus saja menangis membuat mereka semua kebingungan tidak tahu apa yang terjadi kepadanya. Rio yang mengantar hp milik Chloe juga tidak tahu apa yang dibicarakan oleh Ares dan sang nyonya tadi sehingga nyonya besar seperti itu.


~ Mansion Xander Wesly ~


Devina mengerjab matanya beberapa kali merasa tidurnya tadi malam sangat nyenyak, apa lagi ranjangnya yang empuk membuat dia engan untuk bangun.


Deg………………


Seketika ia tersadar karena ranjangnya sangat keras tidak empuk seperti ini dan ia langsung bangun melihat ke sekeliling kamar yang bernuansa hitam seluruhnya membuat ia merasa sangat takut.


Apa yang terjadi sama aku dan dimana aku, batin Devina dengan penuh tanda tanya.


Otaknya mulai memikirkan apa yang terjadi semalam dan tiba-tiba matanya melotot kaget mengingat kejadian semalam dan apa yang sudah ia lakukan.


“Bodohnya kamu Devina. Beraninya kamu menampar tuan muda pertama Wesly” ucap Devina merutuk kebodohannya semalam.


“Sudah bangun sleeping beauty” ucap suara tegas dan berat dari arah samping.


Deg……………….


Jantung Devina berdetak dengan cepat melihat siapa yang berbicara dan ia kaget bukan main melihat sosok yang sudah ia tampar semalam, sedang duduk berpangku kaki dan menatapnya dengan wajah datar dan dingin.


Sesaat Devina terpesona akan ketampanan Xander yang baru kali ini ia lihat ada orang setampan itu, tapi dengan cepat ia membuang semua pemikirannya karena orang ini adalah seorang monster berdarah dingin.


“T….uan kenapa saya bisa disini dan ini dimana?” tanya Devina dengan gugup sambil meremas kedua tangannya saking gugup.


“Menurutmu apa yang harus aku lakukan kepada orang yang sudah berani menampar aku?” tanya balik Xander dengan suara dingin.


Glek……………


Devina menelan salivanya dengan susah mendengar pertanyaan Xander yang ditujukan kepadanya barusan. Ingin sekali ia hilang dari tempat ini tapi itu semua percuma saja karena itu tidak mungkin akan terjadi.


“Tuan aku”


Brugh…………….


Xander menggelengkan kepalanya melihat kelakuan ceroboh Devina yang bangun dari ranjang tidak melihat jika kakinya masih terbungkus selimut sehingga membuatnya jatuh di lantai.


Devina menutup mata merasa sangat malu karena bisa-bisanya ia sangat ceroboh sehingga terjatuh dari tempat tidur didepan seorang Xander Leonart Wesly.


“Mau sampai kapan kamu tidur disana? Apa lantai itu begitu nyaman?” tanya Xander dengan suara dingin.


Devina mengerucut bibirnya menatap Xander sekilas karena mengatakan dia tidur disana padahal ia tahu apa yang terjadi barusan. Melihat hal itu Xander terkekeh dan berjalan menuju Devina dan membantunya berdiri.


“Terima kasih tuan” ucap Devina dengan menunduk.


Arrghhhh………….


Teriak Devina saat tubuhnya tiba-tiba saja diangkat ala bridal style oleh Xander menuju sofa tempat ia duduk. Lagi-lagi Devina mengumpat kesal karena posisi duduknya yang membuat dia merasa sangat tidak nyaman.


“Tuan saya duduk saja disana” ucap Devina dengan suara pelan ingin turun dari pangkuan Xander.


Kring………….

__ADS_1


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


To be continue…………………….


__ADS_2