
🍁Tidak usah takut gagal. Bekerjalah semaksimal mungkin dan percayalah semua jerih payah kita akan diperhitungkan oleh Tuhan🍁
.
.
.
.
Seketika Erich menjatuhkan gelas minumannya yang berisi wine dari tangannya saat mendengar ucapan Tristan barusan mengenai bahan utama dari makanan yang ia makan barusan.
“Kamu bilang itu ular peliharaanku?” tanya Erich dengan tatapan tajam dan suara dingin.
“I…..ya Lord” jawab Tristan dengan gugup merasakan tatapan Erich yang seakan ingin menelannya hidup-hidup.
Rahang Erich mengeras dengan wajah yang sangat merah padam seperti kepiting rebus menandakan saat ini ia sangat emosi.
Marcel tersenyum lebar melihat pertunjukan didepannya tak lupa merekam semua yang terjadi saat ini lewat cincin yang ia pakai agar Kingnya bisa melihat wajah emosi musuh besar mereka.
Hehehehe! Aku sudah tidak sabar ingin melihat apa yang akan terjadi selanjutnya, batin Marcel sambil terkekeh.
“BERANINYA KAMU MEMBERI AKU MAKAN DARI HASIL OLAHAN ULAR PELIHARAANKU!” bentak Erich dengan suara tinggi.
Brugh………………
“Ampun Lord! Saya mohon ampun Lord!” ucap Tristan sambil berlutut memohon ampun didepan Erich.
“Bawakan cambukku” hardik Erich dengan suara menggelegar.
“Lord ampun. Ampuni saya Lord jangan hukum saya Lord, saya mohon Lord” pinta Tristan dengan ketakutan mendengar ucapan Erich barusan.
Tritan terus memohon ampun didepan kaki Erich tapi tidak digubris sama sekali oleh Erich, karena saat ini ia sangat emosi setelah tahu jika makanan yang ia makan barusan tak lain adalah ular peliharaannya yang sangat ia sayangi selama ini.
Marcel tersenyum puas didalam hati melihat wajah emosi Erich dan ia sudah tidak sabar ingin melihat hukuman yang akan didapat oleh Tristan.
Kein melirik ke arah Marcel karena ia tahu Tristan mendapat ular peliharaan Lordnya dari Marcel, karena hanya Marcel yang diijinkan oleh Erich untuk mengambil ularnya.
“Lord ini cambuknya” ucap Kein setelah anak buahnya datang membawa cambuk milik Erich.
“Woah! Apa itu benar emas asli?” tanya Marcel dengan kagum melihat cambuk milik Erich yang berwarna emas mengkilat.
“Ya itu milik Lord dan biasanya orang yang mendapat hukuman cambuk menggunakan cambuk itu tidak akan pernah selamat” jawab dokter Rahel yang bergidik ngeri melihat cambuk milik Erich.
“Memangnya kenapa?” tanya Marcel dengan penasaran.
“Coba kamu lihat di bagian bawah cambuk itu” jawab dokter Rahel sambil menunjuk cambuk yang dipegang Erich.
Hehehehehe…………….
Marcel terkekeh saat melihat ternyata cambuk yang sedang di pegang Erich terdapat pisau kecil yang sangat banyak di setiap ujungnya.
Sedangkan dokter Rahel ia menatap Marcel dengan kening berkerut mendengar kekehan Marcel yang terdengar seperti sedang mengejek seseorang.
Kenapa Marcus tidak takut ya, batin dokter Rahel dengan bingung.
“Lord saya mohon jangan cambuk saya Lord” pinta Tristan menyadarkan dokter Rahel dari pemikirannya.
__ADS_1
“KALIAN SEMUA YANG BERADA DISINI! INI SEBAGAI PERINGATAN JIKA KALIAN BERANI MENGAMBIL MILIKKU TANPA SEIJINKU” ucap Erich dengan suara bergema didalam aula perjamuan.
“Lord saya mohon ampuni saya Lord. Jangan hukum saya Lord. Saya bersalah Lord” teriak Tristan dengan tubuh gemetar melihat Erich memainkan cambuknya.
Erich tersenyum smirk seperti iblis menatap Tristan yang sudah berani membuatkannya makanan dari ular peliharaannya dan ia tidak akan mengampuni orang itu.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
Crash……….crash…….crash………..crash…………….
Arrgghhh…………….
Teriakan Tristan bergema didalam sana saat Erich mencambuknya dengan kejam hingga ku**t tubuhnya terlepas dari badannya terkena sayatan dari pisau di cambuk itu.
Darah segar mengalir dengan deras didalam sana membuat ruangan itu seketika berbau anyir, semua yang didalam sana menutup hidung karena tidak ingin mencium bau darah yang sangat kuat.
Marcel sendiri tersenyum smirk melihat Tristan berlumuran darah dengan tubuh penuh luka cambuk dilantai tapi masih saja dicambuk oleh Erich.
Bahkan isi dagi**nya sampai keluar dan berceceran di lantai, membuat beberapa orang disana memilih menunduk tak berani melihat apa yang sedang di lakukan oleh Erich.
“Ini sebagai peringatan untuk kalian semua!” bentak Erich sambil membuang cambuknya di lantai.
Ia lalu menerima handuk dari Kein dan mengelap tangan serta wajahnya yang terkena darah Tristan barusan. Sedangkan Tristan ia sudah tidak bernyawa lagi dilantai membuat semua orang bergetar ketakutan tapi tidak dengan Marcel.
Boleh juga pak tua itu, batin Marcel sambil tersenyum menyeringai.
“Marcus” panggil Kein dengan suara lantang mengagetkan Marcel dari pemikirannya.
Mendengar namanya dipanggil Marcel segera berdiri dan melangkah menuju Kein yang memberinya isyarat untuk mendekat. Sampainya disana ia berdiri didepan Kein dan Erich dengan santai seakan tidak takut.
“Kenapa kamu memanggil Marcus?” tanya Erich sambil menatap Kein dengan tanda tanya.
Otak Erich langsung menangkap apa yang ingin diperbuat oleh Kein begitu juga Marcel yang tahu jika pasti ia akan dicurigai oleh Kein sebagai kaki tangan Tristan.
“Ya kamu benar. Aku memang orang yang mengambil ular peliharaan milik Lord dan itu pun sudah diijinkan oleh Lord!” ucap Marcel dengan suara tegas.
Seketika bisik-bisik dari pasukan Erich terdengar didalam sana tak menyangka jika Marcel akan diijinkan oleh Lord mereka untuk mengambil ular peliharaannya yang berharga.
Padahal mereka tahu jika tidak boleh ada yang boleh menyentuh atau mengambil ular-ular tersebut.
Bukan hanya itu saja kebanyakan mereka semua berbisik satu sama lain menanyakan apa yang dilakukan oleh Marcel dengan ular-ular milik Lord.
“DIAM” hardik Kein dengan suara menggelegar didalam sana membuat semuanya seketika hening.
“Jadi kamu yang menyuruh koki sialan itu memberikan aku makanan hasil olahan ular peliharaan aku sendiri!” bentak Erich dengan suara tinggi sambil menunjuk Marcel.
“Sebelumnya saya minta maaf karena sudah memberikan ular berharga Lord kepada koki utama. Saya memberikannya ular itu untuk dibuat menjadi makanan dengan tujuan tertentu dan saya tidak pernah menyuruh koki utama untuk memberikan masakannya itu kepada Lord” jawab marcel dengan tenang.
“Apa maksudmu?” tanya Erich dengan bingung.
“Ular peliharaan milik Lord adalah jenis yang sangat langka dan mempunyai bisa yang sangat mematikan jika digigit. Bukan hanya itu saja, antibiotik dari ular itu juga sangat luar biasa karena bisa bertahan hidup di tempat yang lembab jadi saya ingin menganalisisnya apa bisa antibiotik ular tersebut bisa menyatu dengan antibiotik manusia setelah diolah menjadi makanan” papar Marcel menjelaskan.
“Jadi menurutmu jika aku memakan daging ular peliharaanku maka tubuh aku akan jadi lebih sehat dan kuat?” tanya Erich dengan cepat.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
Marcel tersenyum lebar melihat Erich yang sudah termakan umpannya membuat ia tertawa bahagia didalam hati, karena tanpa Erich tahu jika di tubuh ular itu masih tersisa racun yang akan perlahan-lahan menyerang jantungmu.
__ADS_1
“Belum bisa dipastikan Lord karena saya harus menganalisis orang yang memakan daging ular itu Lord” ucap Marcel.
“Kein!” panggil Erich dengan suara tinggi meski jarak mereka sangat dekat.
“Iya Lord” jawab Kein dengan sopan.
“Pilih salah satu anak buahmu untuk menjadi bahan percobaan Marcel” titah Erich dengan suara tegas.
“Baik Lord”
Marcel tersenyum puas mendengar perintah Erich barusan sedangkan Erich ia sudah tak sabar mendapat hasil penelitian Marcel mengenai daging ular miliknya.
Jika penelitian itu berhasil maka ia bisa membuat tubuhnya kebal terhadap penyakit atau virus apapun yang menyerang antibiotik tubuhnya.
~ Jet Pribadi King ~
Saat ini Mikhail, Clarisa, Damon, dan pengawal terpercayanya sedang berada didalam jet pribadi milik Mikhail yang akan membawa mereka ke markas utama Black Shadow.
Hahahahaha…………………
Tawa Mikhail pecah didalam ruang kerjanya yang berada didalam jet miliknya saat menonton rekaman dari Marcel mengenai daging ular yang dimakan oleh Erich.
Ia tidak menyangka orang yang sangat licik dan peka selama ini, ternyata sangat mudah di bohongi oleh Marcel yang selama ini terkenal sebagai dokter gila dan mulut manis menjebak musuhnya.
“Bodoh” cibir Mikhail sambil tersenyum sinis menonton rekaman tersebut.
Mikhail menonton rekaman tersebut dan tersenyum menyeringai melihat seperti apa anak buah Erich dan ada berapa jumlah mereka disana.
Tak lama pintu ruang kerja Mikhail dibuka dengan sangat pelan membuat Damon berbalik melihat siapa yang datang dan ternyata itu adalah Clarisa, yang berdiri didepan pintu dan hanya kepalanya yang masuk dengan kening berkerut.
Suami aku kenapa senyum-senyum sendiri seperti itu? Apa Mikhail selingkuh, batin Clarisa dengan penuh tanda tanya.
Mikhail yang sangat hafal betul dengan aroma tubuh istrinya segera mengangkat kepalanya, tapi seketika ia berdecak kesal membaca pikiran Clarisa yang menuduhnya selingkuh.
“Aku bukan laki-laki seperti itu baby dan selamanya aku tidak akan pernah menyelingkuhi istriku” ucap Mikhail dengan suara tegas.
Eeehh……………
Clarisa kaget mendengar ucapan suaminya yang bisa mengetahui apa yang sedang ia pikirkan. Wajahnya seketika merah padam tertangkap suaminya memikirkan hal-hal aneh mengenai suaminya dan dengan cepat ia pergi dari sana.
“Cih!” decih Mikhail dengan kesal.
Tok……………tok…………….tok…………
Pintu ruang kerja Mikhail diketuk membuat Mikhail menatap Damon dengan bingung, karena ia sudah membuat peraturan jika tidak boleh ada yang mengetuk pintu ruang kerjanya atau mengganggunya saat ia berada didalam dan hanya satu orang saja yang diijinkan yaitu istrinya.
Mikhail memberi isyarat kepada Damon untuk membuka pintu melihat siapa yang sudah berani melanggar peraturan yang ia buat.
“Ada apa?” tanya Damon dengan suara dingin dan tatapan tajam menatap seorang pramugari yang berpakaian seksi didepannya sambil membawa nampan berisi secangkir kopi panas.
“I….ni nyonya menyuruh saya mengantar kopi buat King tuan” jawab pramugari itu dengan gugup.
Byur………………..
“Aaaarrgghh! Panas. Panas” teriak pramugari tadi yang tiba-tiba saja disiram kopi panas oleh Damon.
“DORA” teriak Clarisa dengan syok melihat apa yang dilakukan oleh Damon di depan matanya.
__ADS_1
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
To be continue…………………….