
πIkuti kata hatimu bukan orang lain karena yang membuatmu bahagia adalah dirimu sendiri bukan orang lainπ
.
.
.
.
Zelena kaget bukan main mendapat tamparan dari Mikhail barusan. Telinganya berdengung karena kuatnya tamparan Mikhail hingga kedua sudut bibirnya robek.
"Bangsat! Beraninya anda menampar kekasihku di depanku!" bentak Ares dengan emosi.
Ares lalu mengayunkan tangannya ke arah Mikhail berniat untuk memukulnya, tapi dengan cepat tangannya di cekal oleh Damon sehingga pukulannya tak mengenai wajah Mikhail yang hanya berjarak beberapa centimeter.
Mikhail melirik Ares dengan tatapan membunuh membuat Ares tak bisa mengerakkan tubuhnya. Ia seperti ditenggelamkan ke dasar lautan es yang paling dalam.
Apa ini? Kenapa badan gue ngak bisa digerakkan dan kenapa rasanya ditusuk pisau, batin Ares menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.
Brugh..............
Zelena terjatuh dilantai dengan napas satu-satu karena aura Mikhail yang menyeruak di dalam sana. Iris mata Mikhail sesekali berubah warna menjadi merah menandakan ia sangat emosi.
Biarkan aku keluar. Aku akan membunuhnya
Kamu itu lemah jadi biarkan aku mengambil tubuhmu
Bunuh dia Bunuh dia Bunuh dia Bunuh dia
Arrrghhh.............
Teriak Zelena merasa sangat kesakitan apa lagi suara bisikan-bisikan itu semakin terdengar jelas di telinganya. Ares menatap kekasihnya dengan khawatir ingin merengkuh tubuhnya tapi tidak bisa.
"King" panggil Damon tapi diacuhkan oleh Mikhail.
Mikhail mensejajarkan tubuhnya dengan Zelena yang sedang menutup telinga dan berteriak kesakitan. Ia dengan jelas mendengar gumaman Zelena tapi acuh saja.
Grep.................
Mata Zelena bertatapan dengan mata tajam Mikhail yang mengerikan. Apa lagi warna matanya yang sesekali berubah warna membuat tubuh Zelena gemetaran.
"Sekali lagi kamu sentuh milikku maka detik itu juga aku akan mengambil nyawamu" ancam Mikhail dengan suara tegas dan dingin.
Aura Mikhail yang sangat mengintimidasi dengan kekuasaannya seakan mengontrol jiwa iblis dalam tubuh Zelena yang ingin keluar.
Bugh.................brak..............
Tubuh Ares terpental mengenai meja dibelakangnya karena tendangan Damon barusan. Mikhail menutup mata mengontrol emosinya membuat mereka yang berada di dalam sana bisa bernapas seperti biasa.
"Mi amor" lirih Ares menahan rasa sakit di punggungnya sambil menghampiri Zelena yang yang terduduk di lantai dengan gemetaran.
"Querido" lirih Zelena dengan suara pelan.
Ares memeluk Zelena dengan erat sambil mengelus punggungnya dengan lembut. Mata hitam tajam itu menatap Mikhail yang berdiri dengan angkuh didepannya.
"Kenapa? Kenapa anda menampar kekasih saya presdir KM?" tanya Ares dengan suara dingin.
"Jangan pernah menyentuh milikku" ancam Mikhail dengan suara tak kalah dingin.
Ketiganya kemudian berlalu pergi meninggalkan Ares yang bingung dengan ucapan Mikhail barusan. Ia tak tahu maksud Mikhail yang sebenarnya atau mungkin kekasihnya melakukan sesuatu tanpa ia ketahui.
"Periksa semua kegiatan Zelena hari ini" perintah Ares dengan suara dingin.
"Baik tuan" ucap Gery dengan sopan.
Ia berlalu pergi dari ruangan Ares meninggalkan Ares dan Zelena disana. Ares mengendong Zelena menuju kamar pribadinya di sana setelah melihat kekasihnya sudah tertidur.
"Punggung gue" gumam Ares meringis sakit.
Ares memikirkan kejadian tadi apa lagi saat menatap matanya Mikhail membuat ia bergidik ngeri. Baru kali ini ia merasa merinding dengan aura seseorang yang seperti ingin menelannya hidup-hidup.
...π π π π π...
Ares lalu mengambil hpnya dan ingin mengetahui siapa sosok sebenarnya Mikhail dari Xander.
"Halo" ucap suara baritone dari seberang.
^^^"Ada yang ingin aku tanyakan" ucap Ares to the point.^^^
"Heeemmm"
^^^"Bagaimana hubungan Zelena dengan presdir KM"^^^
__ADS_1
"Apa yang terjadi?" tanya balik Xander dengan cepat.
^^^"Barusan presdir KM datang ke perusahaanku dan tak banyak bicara langsung menampar Zelena dua kali"^^^
"Apa" teriak Xander dengan suara tinggi dari seberang.
Ares menjauhkan hpnya dari telinga karena teriakan Xander yang membuat telinganya sakit.
"Kenapa princess bisa ditampar oleh raja setan itu? Apa yang dilakukan princess kepadanya?" tanya Xander beruntun.
^^^"Aku tidak tahu. Tadi presdir KM hanya mengatakan untuk tidak menyentuh miliknya" jawab Ares dengan jujur.^^^
Phew...............
Terdengar helaan napas dari seberang membuat Ares semakin penasaran dengan sosok presdir KM.
"Suruh princess untuk tidak mencari perkara dengan raja setan itu" perintah Xander dengan suara dingin.
^^^"Apa presdir KM sangat mengerikan?" tanya Ares.^^^
"King! Itu nama panggilannya saat ini dan dia itu raja setan yang tak berperasaan. Jangan pernah kamu mencari masalah dengan raja setan itu jika tidak ingin kehilangan nyawa" ucap Xander dengan suara dingin.
^^^"Oke"^^^
"Apa kamu tahu mafia Black Shadow?" tanya Xander dari seberang.
^^^"Ya aku tahu. Mafia paling misterius di dunia ini yang menyediakan layanan jasa informasi apapun dengan akurat" jawab Ares dengan cepat.^^^
"Heemmm! Raja setan itu King Black Shadow"
^^^"Apa" ucap Ares dengan kaget.^^^
Ia ingin bertanya lagi tapi panggilannya sudah dimatikan oleh Xander dengan sepihak. Ares tak menyangka jika orang yang selama ini ia idolakan karena kinerjanya itu adalah Mikhail.
"Pantas saja auranya sangat mengerikan" gumam Ares.
2 Minggu kemudian
Tak terasa waktu berlalu sangat cepat dan sudah dua minggu berlalu sejak kejadian Mikhail menampar Zelena di RH Company.
Nama Clarisa sudah dibersihkan oleh Teivel sesuai perintah Mikhail. Rektor saat itu tak berkutik apa-apa setelah kedatangan Teivel yang mengklarifikasi mengenai foto Clarisa.
Clarisa besoknya di panggil kembali untuk berkuliah dan beasiswanya tidak dicabut. Hubungan pertemanan Clarisa dan Zelena juga sudah hancur karena Clarisa merasa kecewa dan sakit hati.
Clarisa berdiri menatap suasana siang Jakarta dari kaca jendela. Tiba-tiba saja ada tangan kekar yang memeluk tubuhnya dari belakang dengan erat.
"Khail" gumam Clarisa dengan suara lembut.
"Heemmm" deham Mikhail sambil mencium leher Clarisa dan menggigitnya.
"Kenapa aku harus tinggal disini?" tanya Clarisa.
"Karena apartemen ini sekarang jadi rumah kamu baby" jawab Mikhail dengan santai.
"Tapi"
"Jangan membantah baby. Aku tidak mengijinkan kamu tinggal di luar sana selain disini" potong Mikhail dengan suara tegas.
Phew...............
Clarisa membuang napasnya dengan kasar tak bisa membantah ucapan kekasihnya itu yang terlalu posesif dan angkuh.
"Apa aku tidak bisa menawar lagi Khail?" tanya Clarisa belum puas.
"Kamu tinggal pilih tinggal disini atau di mansion baby" ucap Mikhail santai.
Clarisa memanyunkan bibirnya mencebik dengan kesal mendengar pilihan yang diberikan oleh Mikhail. Melihat bibir kekasihnya yang sangat mengemaskan membuat Mikhail dengan cepat mencium bibirnya.
"Ini milikku baby" ucap Mikhail sambil mengelap salivanya di bibir Clarisa.
...π π π π π...
Wajah Calrisa bersemu merah mendengar ucapan Mikhail apa lagi melihat tatapan Mikhail yang menatapnya penuh cinta.
Jantungnya berdetak dengan cepat terasa seperti ada kupu-kupu di perutnya merasa sangat bahagia.
"Jaga dirimu selama aku tidak ada baby. Jangan pernah menemui atau berbicara dengan laki-laki lain selama aku tidak ada" ucap Mikhail dengan tatapan tajam.
"Iya Khail"
"Aku pergi baby"
Cup...............
__ADS_1
Clarisa menutup mata merasakan ciuman hangat di keningnya dari Mikhail. Setelah itu Mikhail berlalu pergi ke Dubai kembali ke rutinitasnya.
Tes.................
Air mata Clarisa jatuh melihat kepergian kekasihnya, ia sebenarnya masih ingin bersama Mikhail tapi ia sadar dengan tanggung jawab Mikhail saat ini.
"Jaga hati dan diri kamu disana Khail" gumam Clarisa dengan suara pelan.
~ Wesly Group ~
Xander masuk ke dalam ruangannya bersama dengan David dan Luki. Ketiganya baru saja melakukan meeting dengan klien dari Italia yang membahas tentang rencana pembangunan mall disana.
"David suruh perusahaan cabang kita di Italia untuk memantau pembangunan hotel disana" ucap Xander dengan suara dingin.
"Baik bos"
"Luki" ucap Xander dengan tatapan tajam.
"Semua informasi mengenai Marco ada disini bos" ucap Luki sambil menyodorkan iPad ke Xander.
Xander membaca informasi mengenai Marco karena sudah seminggu ia melihat Marco saat ini berdekatan dengan adik iparnya Natasha.
"Apa dia bukan salah satu suruhan musuh kita?" tanya Xander dengan suara dingin.
"Sepertinya bukan bos. Semua data Marco tidak ada yang mencurigakan" jawab Luki dengan cepat.
"Feeling aku mengatakan jika ada sesuatu dengan pria itu"
David dan Luki diam tak berbicara apa-apa karena mereka tahu feeling Xander biasanya selalu benar. Kepekaannya itu selalu akurat dan tidak pernah salah.
"Luki cari tahu cctv di sekitar rumah sakit Wesly waktu uncle Kevin dioperasi" titah Xander dengan cepat.
"Baik bos" ucap Luki langsung berkutat dengan laptopnya disana.
"Bos jangan bilang" tebak David yang sudah mulai paham.
"Jika benar tebakanku maka kita kali ini kita kecolongan" geram Xander dengan tatapan membunuh.
Luki berkutat dengan laptopnya mencari rekaman apapun disekitar rumah sakit Wesly sesuai dengan perintah Xander barusan.
"Bos anda harus lihat ini" ucap Luki setelah beberapa saat menemukan kejanggalan.
Xander dan David memperhatikan dua rekaman cctv yang berbeda di parkiran rumah sakit saat kejadian itu.
"Berengsek!!" maki Xander dengan suara tinggi.
"Sepertinya orang di belakang Marco punya keahlian hacker bos" ucap David.
"Benar bos. Apa lagi saat kejadian istri tuan muda kedua di halang preman posisi Marco tidak berada di daerah sana bos" papar Luki sambil menunjukkan lokasi Marco waktu itu.
"Kejadian itu sudah direncanakan" ucap Xander dengan tatapan membunuh.
"Apa yang harus kita lakukan bos?" tanya David dengan cepat.
"Beritahu Vincent dan Victor untuk menemuiku malam nanti di mansion"
"Baik bos"
"Selalu pantau Natasha setiap saat karena aku yakin Marco akan melakukan sesuatu kepada adik iparku"
"Baik bos"
~ Mansion Dev Clayton ~
Prang............prang...............prang...............
Bunyi benda pecah bergema didalam mansion Dev Clayton setelah mendengar penjelasan tangan kanannya barusan.
Ia tak menyangka jika 3 bisnisnya di Italia susah rata dengan tanah entah dari pihak mana yang menghancurkan bisnisnya itu.
"Siapa yang berani menghancurkan bisnisku?" tanya Dev dengan emosi.
"Presdir KM atau King Mikhail" jawab Light dengan suara dingin yang baru saja datang bersama Ray tangan kanannya.
"Bocah setan itu! Aku akan membalasmu bangsat" maki Dev dengan emosi.
"Sepertinya kita harus turun tangan langsung menghadapi King sialan itu daddy"
"Ya kamu benar. Daddy yakin King sialan itu sudah mengetahui identitas kita"
"Heemmm" deham Light membenarkan ucapan daddy angkatnya.
...π π π π π...
__ADS_1
To be continue...............