Heartless 2

Heartless 2
Chapter 183


__ADS_3

🍁Hening di mulut berisik di kepala🍁


.


.


.


.


"Bos" ucap semua pasukan Xander dengan serentak melihat kedatangan bos mereka yang turun tangan langsung.


"Bagaimana dengan 500 orang itu?" tanya Xander dengan suara dingin.


"Sudah kami habisi bos" jawab Christian dengan cepat.


"Uncle Mike" ucap Xander dengan tatapan tajam.


"Semuanya sudah siap di posisi bos" balas Mike yang tahu maksud tatapan Xander.


"Siapa yang menjadi komandan mereka disana uncle?" tanya Xander dengan suara dingin.


"Luis anak saya bos" jawab uncle Mike dengan suara tak kalah dingin.


"Good. Uncle bertugas menjaga keselamatan keluargaku didalam" titah Xander dengan suara tegas.


"Baik bos"


Uncle Mike segera berlalu pergi dari sana melakukan perintah Xander barusan. Sedangkan Xander ia tidak mencemaskan pasukan sniper yang berada di gardu depan karena ia tahu kemampuan Luis anak uncle Mike.


Tiba-tiba saja angin berhembus dengan sangat kencang di samping markas membuat Xander dan lainnya segera melihat ke arah sana.


"Maxim" ucap Xander dengan kening berkerut saat melihat Maxim keluar dari dalam helikopter.


Orang yang baru saja di sebut oleh Xander berjalan dengan langkah tegap, dengan aura seorang bangsawan yang membuat siapa saja berdecak kagum.


"Apa maksudnya ini Maxim?" tanya Xander dengan suara dingin sambil melirik pasukan Maxim di belakangnya.


"Menurut ka Xander?" tanya balik Maxim sambil tersenyum menyeringai.


"Apa ini tulus niatan kamu membantu kami atau karena Katy yang berada disini?" tanya Xander sambil tersenyum smirk.


"Hehehehe! Dua-duanya ka Xander" jawab Maxim sambil terkekeh.


"Apa uncle Bryan tahu kamu kesini?" tanya David dengan penasaran.


"Yaeh daddy know. Malahan daddy yang menyuruh aku untuk datang kesini membawa pasukan aku" jawab Maxim.


"Aku tidak menyangka uncle Bryan akan mengijinkan kamu melakukan kegiatan favoritmu" ucap Xander sambil tersenyum smirk.


"Well itu semua karena my princess dan juga ada hama pengganggu disekitarnya" balas Maxim dengan kesal.


Xander dan David tidak mengatakan apa-apa karena tahu siapa hama yang dimaksud oleh Maxim. Mereka lalu bersiap dengan pakaian anti rompi dan juga senjata yang akan mereka pakai.


Saat bersiap-siap menunggu kedatangan musuh mereka, Maxim mengedarkan pandangannya ke sekeliling dan tidak mendapati pasukan Black Shadow di sana.


"Kenapa pasukan Balck Shadow tidak ada satu pun disini?" tanya Maxim dengan bingung.


"Tanyakan saja pada King" jawab David dengan suara dingin.


"Bukannya ada uncle Thomas, aunty Valeria, dan Natasha disini ya ka? Tapi kenapa ka Mikhail tidak mengirim pasukannya kesini?" tanya Maxim semakin penasaran.


"Jika penasaran kamu bisa bertanya langsung ke King sialan itu" jawab Xander dengan suara dingin dan tegas.


"Cih! Lebih baik aku mati penasaran dari pada mati dibunuh ka Mikhail" tolak Maxim dengan cepat.


"Apa ini ada hubungan dengan hal itu ya" gumam Maxim yang didengar oleh Xander dan David.


"Apa maksudmu Maxim?" tanya Xander dengan cepat.


"Uhmm! Aku tidak tahu jelas ka tapi aku pernah mendengar pembicaraan daddy dan ka Damon beberapa hari yang lalu tentang pasukan elite ka Mikhail" jawab Maxim dengan jujur.


Alis Xander terangkat sebelah mendengar ucapan Maxim yang tidak ia mengerti. Melihat hal itu Maxim segera memberitahunya tentang apa yang ia ketahui.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


"Aku dengar kalau 20.000 pasukan elite ka Mikhail sedang bersiaga di Shadow Island" ucap Maxim menjelaskan.


Xander dan David diam dengan pemikiran mereka masing-masing menebak apa yang sedang direncanakan oleh Mikhail dan untuk apa.


Duar..................


Seketika bunyi ledakan di depan sana mengagetkan ketiganya. Mereka saling melihat dan mengangguk kepala sebagai isyarat jika musuh mereka sudah sampai.


"Let's play with them" (ayo bermain dengan mereka) ajak Xander sambil tersenyum menyeringai.


"Ayok ka aku sudah tidak sabar mendengar jeritan mereka" balas Maxim dengan antusias.


"Sebelum kita menyerang mereka ingatlah akan saudara kita yang terbunuh hari ini karena mereka. Jangan sia-siakan pengorbanan mereka untuk kita" teriak Xander dengan suara lantang.


"BUNUH MEREKA SEMUA" teriak semua anggota Devil Dragon bergema.


"JANGAN BIARKAN MEREKA HIDUP DAN TUNJUKKAN KEPADA MEREKA SIAPA KITA YANG SEBENARNYA" ucap Xander dengan suara lantang.


Aaargghhh..............

__ADS_1


Teriakan suara seluruh pasukan Devil Dragon bergema disana membuat siapa saja yang


mendengar merinding ketakutan.


"Serang mereka semua jangan biarkan mereka lolos" teriak Maxim dengan suara lantang.


"SERANG" ucap Xander dengan suara lantang.


Duar............duar...........duar............


Dor...........dor..........dor.............dor..........


Suara ledakan dan tembakan bergema disana. Xander, David, dan Maxim seperti monster kelaparan yang berlari kearah depan sambil menembak musuh mereka.


Dor.........dor..........dor.........


Xander melepas tembakannya ke arah musuh dengan santai dan tepat sasaran. Matanya mengedar sekeliling melihat jumlah musuh yang sangat banyak dari sebelumnya.


Dor................


"Jangan lengah Maxim" hardik Xander menembak musuh tepat di belakang Maxim.


"Thank's ka" balas Maxim dengan suara dingin.


"Bos mereka membawa tank" teriak David saat mendapat laporan dari anak buahnya.


"Suruh uncle Sam hancurkan tank mereka lewat udara" titah Xander dengan suara tinggi.


"Oke bos"


Dor..........dor........dor............dor........


Seperti kesetanan Xander menembak musuhnya dengan brutal sambil menghindari peluru yang ditembak ke arahnya. Mata birunya berkilat tajam dengan aura membunuh membuat semua musuhnya bergetar ketakutan.


Duar..........duar...........duar..............


Bunyi ledakan terus bergema di sekitar markas membuat semua penghuni didalam markas merasa khawatir dan cemas.


"Hubby" panggil Chloe dengan tubuh gemetaran.


"Tenang saja baby semua akan baik-baik saja" ucap Xavier sambil memeluk istrinya dengan erat dan menenangkannya.


Mata biru Xavier menatap semua keluarga besarnya yang duduk dengan tak tenang merasa cemas dan panik mendengar keributan di luar sana.


Sedangkan Valeria ia duduk dengan santai tidak takut sama sekali bersama suaminya. Katy yang sedari tadi di peluk Victor sampai menangis merasa takut karena baru pertama kali merasakan hal ini.


"Semua akan baik-baik saja sweety" bisik Victor di telinga Katy.


"Aku takut ka" lirih Katy dengan gemetar.


Grep.................


Devina sendiri memeluk adiknya Rey sambil mencemaskan Xander diluar sana. Wajahnya sangat cemas memikirkan kekasihnya yang sedang bertarung dengan musuh di luar sana.


Sayang aku mohon jaga dirimu baik-baik di luar sana, batin Devina dengan khawatir.


3 Jam kemudian


Sudah 3 jam berlalu tapi belum ada tanda selesai juga. Xavier melirik ke arah luar yang diliputi asap hitam memikirkan anaknya dan pasukannya di luar sana dengan cemas.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Ia sangat mengkhawatirkan keadaan anaknya di luar sana apa lagi sudah tidak terdengar suara ledakan dan tembakan.


"Sudah tidak ada lagi suara tembakan daddy" ucap Vincent.


"Heemmmm" deham Xavier.


Tak..............tak............tak............


Bunyi langkah kaki dari arah tangga membuat semua mata langsung menatap ke arah tangga.


Tak lama Xander dan David muncul dengan tubuh berlumuran darah. Chloe berlalu memeluk putranya dan menangis histeris melihat keadaan sang anak.


"Xander..........hiks hiks hiks.........kamu baik-baik saja kan nak.........hiks hiks hiks" ucap Chloe sambil menangis histeris.


"Aku baik-baik saja mom" balas Xander dengan suara lembut.


"Son" panggil Albert memeluk David.


"Jangan menangis daddy. Aku tidak kenapa-napa" balas David sambil membalas pelukan daddynya.


Mereka semua bersyukur karena Xander dan David baik-baik saja dan tidak ada luka serius. Devina yang melihat kekasihnya menangis sambil menunduk merasa lega.


Grep.............


Xander menarik Devina ke pelukannya dan memeluknya dengan erat tidak perduli mereka ada dimana.


"Bersihkan tubuhmu son" titah Xavier.


"Heemmmm"


Xander mengendong Davina pergi ke kamar pribadinya. Sedangkan Lili ia memeluk David dengan erat merasa tenang kekasihnya tidak kenapa-napa.


"Ayok ikut aku sayang" ajak David.

__ADS_1


"Daddy" ucap Lili melihat ke arah Kevin meminta ijin.


"Pergilah sayang" balas Kevin sambil tersenyum manis.


David dan Lili segera pergi ke kamar David untuk membersihkan diri tak lupa mengobati luka goresan di sekujur tubuhnya.


"Princess" panggil suara baritone dari arah tangga.


"PRINCE...........hiks hiks hiks hiks" pekik Katy melihat siapa yang memanggilnya.


Grep..............


Ia berlari menuju Maxim dan langsung memeluknya dengan sangat erat. Tangisannya tumpah didalam pelukan Maxim tak menyangka Maxim sedari tadi di luar sana ikut membantu ka Xander dan ka David.


"Hiks hiks hiks......... prince baik-baik saja kan?" tanya Katy dengan sesegukan.


"Prince baik-baik saja princess" jawab Maxim dengan suara lembut.


"Kenapa.........hiks hiks hiks........ prince tidak beritahu aku prince disini.......hiks hiks hiks" ucap Katy dengan tangisan selain kencang.


"Sudah jangan menangis lagi princess nanti kamu jelek loh"


"Prince" pekik Katy dengan mata melotot tajam.


Hehehehe................


Maxim terkekeh melihat wajah cemberut sang adik yang mengemaskan. Sedangkan Victor yang melihat kedatangan Maxim sedari tadi mengumpat kesal, hal itu tidak lewat dari pantauan Leo dan Vincent yang tak habis pikir dengan kelakuan Victor.


Xavier lalu memerintah anak buahnya untuk mengumpulkan mayat-mayat anggota Devil Dragon dan mendata mereka satu persatu untuk diberitahu ke keluarga mereka.


Pada malam hari setelah makan malam semua keluarga besar Wesly duduk di ruang santai di lantai dua untuk membahas kejadian ini.


"Berapa banyak anak buah kita yang mati tuan muda pertama?" tanya Albert dengan suara dingin.


"Pertama 3.000 dan kedua 2.000 jadi total semuanya 5.000 uncle" jawab Xander dengan suara dingin.


Phew.............


Albert membuang napasnya dengan kasar sambil mengusap wajahnya tak tahu harus berkata apa.


Xander sendiri duduk dengan tenang tapi otaknya sedang berpikir untuk memperketat pengamanan takut musuh mereka kembali menyerang mereka.


"Jangan terlalu di pikirkan sayang. Kamu harus istirahat sejenak dulu" ucap Devina sambil mengelus tangan kekasihnya dengan lembut.


"Iya sayang" balas Xander sambil memeluk kekasihnya dengan erat.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Xavier lalu memanggil Sam dan Ken kesini untuk menanyakan tentang markas.


"Berapa jumlah anak buahku saat ini?" tanya Xavier dengan suara dingin.


"Anggota kita saat ini tersisa 8.000 saja bos besar" jawab Ken.


"Lalu apa amunisi kita masih cukup?" tanya Xander.


"Masih bos" jawab Sam yang bertugas di bagian amunisi.


"Siapkan pertahanan ketat dan suruh Luis untuk mengontrol semuanya" titah Xander dengan suara dingin dan tegas.


"Baik bos" jawab uncle Sam dengan suara tegas.


"Kirimkan santunan besar kepada anggota keluarga anggota kita yang mati"


"Sedang dikerjakan bos"


"Makamkan mereka dengan layak di tempat pemakaman dan kirimkan videonya kepada anggota keluarga mereka" ucap Xander memberi perintah dengan suara tegas.


"Baik bos" jawab uncle Ken dan uncle Sam serentak.


Keduanya segera pergi dari sana untuk melakukan perintah Xander barusan. Melihat semuanya sudah tidak berbicara lagi Valeria lalu mengatakan apa keinginannya.


"Malam ini juga kita pergi dari sini" ucap Valeria dengan suara lantang mengagetkan mereka semua.


"Apa maksud mommy?" tanya Vincent dengan cepat.


"Honey apa yang kamu pikirkan dan kenapa kita harus pergi malam ini juga?" tanya Thomas dengan kening berkerut.


Valeria tak menjawab pertanyaan mereka malah menatap semua keluarga besarnya satu-persatu.


"Mereka tidak aman jika kita disini" ucap Valeria dengan suara dingin dan tegas.


"Mereka siapa maksud aunty?" tanya Xander dengan suara tak kalah dingin.


"Anak buahmu. Jika kita terus disini maka mereka akan mati satu-persatu" jawab Valeria.


"Menurutku ucapan aunty Valeria benar juga. Aku kasian lihat anak buah Devil Dragon yang harus mati karena kita, apa lagi jumlah mereka sangat banyak" ucap Victor yang mendukung ucapan aunty Valeria.


Semua diam membenarkan ucapan Valeria dan Victor yang ada benarnya juga. Xander melihat daddynya dan mengangguk kepala tanda setuju dengan ucapan aunty Valeria.


"Kalau begitu kita akan kemana aunty?" tanya Xander dengan suara dingin.


"Kalian akan tahu saat sampai disana dan sebaiknya kalian bersiap sekarang karena 1 jam lagi kita berangkat" jawab Valeria dengan suara dingin.


Valeria berlalu pergi dengan santai dari sana membuat semuanya penasaran kemana mereka akan pergi. Tak mau membuang waktu mereka segera bersiap-siap untuk pergi dari sana.

__ADS_1


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


To be continue...............


__ADS_2