Heartless 2

Heartless 2
Chapter 214


__ADS_3

🍁Kamu bukanlah tidak mampu, hanya saja kamu terlalu menakuti dirimu sendiri dengan kemungkinan yang belum tentu terjadi🍁


.


.


.


.


"Syukurlah jika kakak ipar sudah melahirkan" ucap Natasha yang melihat berita tentang kelahiran pewaris takhta Parker di televisi.


Ingin rasanya ia pergi menemui kakak dan kakak iparnya, sekaligus meminta maaf kepada keduanya tapi ia tidak bisa.


Apa lagi ia belum berdamai dengan sang kakak karena kesalahannya sendiri.


Tes.............


Maafin Nata kak, batin Natasha sambil menangis dalam diam.


Vincent yang kebetulan baru saja pulang dari kantor, menatap istrinya dengan sedih. Dengan langkah pelan ia bergegas menghampiri sang istri yang tak menyadari kedatangannya.


Grep..............


"Eh! Kamu sudah pulang honey?" tanya Natasha dengan kaget tiba-tiba ia dipeluk dari belakang.


"Jangan menangis honey. Hati aku sakit melihat kamu menangis" ucap Vincent dengan suara lembut.


Hiks.........hiks........hiks.........hiks........


Tangis Natasha seketika pecah mendengar ucapan suaminya. Melihat hal itu Vincent bergegas duduk di samping istrinya dan membawanya ke dalam pelukannya.


"Jangan menangis lagi honey. Kamu harus yakin kalau suatu saat King akan memaafkanmu" ucap Vincent sambil mengelus punggung istrinya dengan lembut.


"Bagaimana kalau kakak tidak memaafkan aku honey?" tanya Natasha mendongak kepalanya menatap sang suami.


"Itu tidak mungkin honey. Semarah apapun King sama kamu tetap kamu itu adalah adiknya yang paling ia sayangi. Hal itu tidak akan pernah berubah honey" tegas Vincent dengan wajah serius.


"Kamu harus yakin kalau King akan memaafkanmu suatu saat nanti honey" tambahnya lagi sambil tersenyum manis.


"Terima kasih honey" balas Natasha sambil tersenyum manis karena suaminya selalu menguatkannya.


Cup...............


Vincent mencium bibir istrinya dengan lembut menyampaikan perasaannya. Para pelayan yang melihat kegiatan tuan dan nyonya mereka, memilih pergi tak mau menggangu keduanya.


Natasha lalu mengajak suaminya untuk mandi sebelum makan malam. Melihat suaminya sudah masuk ke dalam kamar mandi, ia menyempatkan waktu untuk melihat putri mereka.


"Apa baby Winter terbangun?" tanya Natasha sambil mengelus pipi montok putrinya.


"Tidak nyonya. Nona muda sangat nyenyak tidurnya dari tadi" jawab Asna baby sitter Winter


"Baguslah. Kamu jaga anakku" ucap Natasha dengan suara lembut.


"Baik nyonya"


Natasha segera keluar dari kamar putrinya kembali ke kamar utama. Ia seger menyiapkan pakaian buat suaminya seperti biasa.


~ Kastil King ~


Euungghh..............


Lenguh Clarisa sadar setelah pasca melahirkan, matanya lalu mengerjab menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam matanya.


"Baby kamu sudah sadar?" tanya Mikhail dengan suara lembut saat mendengar lenguhan sang istri.


"Hubby" lirih Clarisa dneban suara pelan.


Cup.............


Mikhail mencium kening istrinya dengan lembut merasa senang karena sang istri sudah sadar. Ia lalu menelpon Marcel memanggil dokter ke ruangan kesehatan.


Tak berapa lama dokter Rahma bersama Marcel dan salah satu suster masuk ke dalam ruang perawatan Clarisa.


"Periksa istriku" titah Mikhail dengan suara dingin.


"Baik presdir" ucap dokter Rahma.


Selama dokter Rahma memeriksa keadaan Clarisa, Marcel juga memantau tubuh sang nyonya lewat tablet yang memindai tubuh Clarisa keseluruhan.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


"Tubuh nyonya baik-baik saja presdir dan berkat ramuan dokter Marcel kondisi rahim nyonya sudah bersih dari darah kotor sisa persalinan. Nyonya tinggal menunggu pemilihan saja oresdir" papar dokter Rahma menjelaskan.


"Bagaimana dengan anakku?" tanya Clarisa yang sedari tadi belum melihat anaknya.


"Anak kita sedang tidur di sana baby" jawab Mikhail menunjuk ke arah samping kiri.


"Anak kita hubby........hiks hiks hiks hiks" ucap Clarisa sambil menangis melihat anak mereka.


Marcel lalu memberi perintah kepada suster untuk mengambil anak Mikhail dan Clarisa dan membawa ke Clarisa.


Marcel lalu menatap Mikhail yang memberi isyarat kalau tubuh sang nyonya baik-baik saja seperti ucapan dokter Rahma.

__ADS_1


"Tampannya anak mommy" ucap Clarisa dengan bahagia melihat wajah sang putra.


Oek..........oek..........oek..........


"Sepertinya bayinya haus nyonya" ucap dokter Rahma.


"Suster kita pergi" ucap Marcel yang melihat isyarat mata Mikhail untuk pergi dari sana.


"Gimana cara menyusui dok?" tanya Clarisa yang tidak mengerti cara menyusui dengan posisi yang aman.


Dokter Rahma lalu membantu Clarisa untuk memberikan asi kepada bayinya. Tak lupa ia juga menjelaskan beberapa hal yang harus di lakukan oleh ibu hamil serta makanan yang boleh ia makan dan tidak.


"Beritahu semua makanan yang boleh di konsumsi istriku ke Damon" titah Mikhail dengan suara tegas.


"Baik presdir" balas dokter Rahma segera keluar dari dalam ruang perawatan.


"Wajahnya sangat mirip dengan kamu hubby" ucap Clarisa menatap wajah putranya yang mirip dengan suaminya.


"Karena dia itu putraku baby" balas Mikhail.


"Siapa nama anak kita hubby?" tanya Clarisa menatap suaminya.


Mikhail duduk di samping istrinya sambil memeluk pinggangnya dengan posesif. Jari tangannya mengelus pipi sang anak dengan tatapan penuh cinta.


"Gabriel Azrael Parker" ucap Mikhail dengan suara tegas.


"Nama yang bagus hubby aku suka dan kita bisa memanggilnya baby Riel" ucap Clarisa dengan antusias.


"Iya baby"


"Baby Riel"


Bayi itu tiba-tiba melepas put.ing Clarisa dan tersenyum lebar mendengar namanya di sebut sang mommy. Melihat hal itu Clarisa dan Mikhail tersenyum bahagia.


"Aku mencintai kalian berdua baby" ucap Mikhail sambil mencium kening sang istri dengan lembut.


"Kami juga mencintaimu daddy" balas Clarisa sambil menutup mata menikmati ciuman suaminya.


Melihat kondisi istrinya sudah stabil, Mikhail lalu membawa keduanya ke kamar mereka tak lupa menyuruh pak Josh untuk menyiapkan kamar putra mereka di samping kamar mereka.


Hari berlalu dengan sangat cepat dan tiba-tiba Mikhail dan Clarisa di beritahu tentang kedatangan kedua orang tua Mikhail.


"Hubby" ucap Clarisa dengan takut mengingat kejadian waktu di Shadow Island.


"Jangan khawatir baby. Ada aku yang melindungi kamu dan anak kita" ucap Mikhail dengan suara lembut tahu tentang apa yang di pikirkan sang istri.


"Tapi hubby" ucap Clarisa yang langsung di potong Mikhail.


"Ya aku percaya sama kamu hubby" jawab Clarisa sambil mengangguk kepalanya.


"Maka jangan pikirkan apa-apa dan serahkan semuanya ke aku baby"


"Baiklah hubby"


Mikhail lalu keluar dari kamar utama menuju ke lantai satu untuk bertemu dengan kedua orang tuanya.


"Son" panggil Valeria dan Thomas bangun menghampiri putra mereka.


Grep............


Keduanya memeluk Mikhail melepas rasa rindu dan senang karena sudah diijinkan untuk datang menemuinya.


"Dimana mantu dan cucu mommy son?" tanya Valeria dengan antusias.


"Istriku masih belum pulih dan berada di kamar utama mommy" jawab Mikhail dengan suara lembut.


"Mommy ingin bertemu dengan mereka son" pinta Valeria dengan memohon.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Mikhail diam tak menjawab ucapan sang mommy dan menyuruh mereka menunggu di ruangan santai di lantai dua.


Ia sendiri bergegas kembali ke kamar dan memberitahu istrinya kalau mommy dan daddynya ingin bertemu dengan dia dan anak mereka.


Clarisa lalu naik ke kursi roda sambil mengendong putra mereka menuju lantai dua. Sampai di lantai dua Valeria meneteskan air matanya menatap ketiganya.


"Clarisa maafkan mommy sayang.........hiks hiks hiks..........mommy minta maaf sudah menyakiti kamu waktu itu" ucap Valeria dengan tulus sambil menangis.


"Aku sudah memaafkan mommy" ucap Clarisa sambil tersenyum manis.


"Menantuku" lirih Valeria dengan kaget tak menyangka akan di maafkan dengan mudah seperti ini.


Grep...............


Valeria memeluk Clarisa dengan erat setelah Mikhail menggendong bayi mereka. Begitu juga dengan Thomas yang meminta maaf kepada menantunya, tapi saat ingin memeluknya ia langsung di tahan oleh putra posesifnya itu.


"Aku tidak mengijinkan laki-laki lain memeluk istriku dad" ucap Mikhail dneban suara dingin dan tegas.


"Ckk!! Kamu memang menyebalkan son" decak Thomas dengan kesal.


"Siapa nama anak kalian son?" tanya Valeria menatap bayi yang digendong putranya.


"Gabriel Azrael Parker" jawab Mikhail dengan lantang.

__ADS_1


Ehh!


Keduanya syok mendengar nama cucu mereka yang memakai nama malaikat. Namanya memang bagus tapi entah kenapa keduanya merasa kalau cucu mereka akan lebih kejam dari daddynya.


Kenapa nama cucu laki-laki aku harus memakai nama malaikat pencabut nyawa sih, batin Thomas dengan bingung.


"Karena dia akan menjadi pewaris aku dad" ucap Mikhail sambil tersenyum menyeringai.


"Clarisa apa kamu tidak keberatan dengan nama anak kalian?" tanya Thomas.


"Tidak daddy. Menurutku namanya bagus daddy" jawab Clarisa dengan santai.


"Apa raja setan sialan itu yang memberikan nama ke cucu daddy?" tanya Thomas dengan sinis menatap putranya.


"Iya daddy. Aku setuju dengan nama anak kami karena aku berharap besar nanti anak kami akan kuat seperti daddynya dan melindungi keluarganya" jawab Clarisa dengan suara tegas.


"Huh! Kenapa menantuku mendukung raja setan itu sih" gumam Thomas dengan cemberut.


"Karena istriku sangat mencintai aku daddy begitu pula dengan aku" ucap Mikhail tersenyum smirk.


"Cih!" decih Thomas memilih tak mau berdebat dengan putranya.


"Son mommy pengen gendong anak kalian" ucap Valeria yang sedari tadi sudah tak sabar ingin mengendong baby Riel.


Mikhail lalu memberikan baby Riel ke mommynya tapi baru saja tangan Valaria menyentuh cucunya, bayi itu seketika menangis kencang.


Melihat hal itu dengan cepat Mikhail kembali mengendong putranya dan putranya seketika berhenti menangis. Kembali Valeria mencoba mengendong cucu keduanya, tapi tetap saja baby Riel kembali menangis histeris.


Bahkan dengan Thomas juga bayi itu menangis seakan tidak mau di gendong oleh keduanya.


"Sepertinya anak aku tidak menyukai daddy dan mommy" ucap Mikhail menerka.


"Hubby jangan ngomong seperti itu" ucap Clarisa tak enak dengan kedua mertuanya.


"Kamu jangan asal ngomong son. Mungkin cucu daddy tidak mau digendong oleh orang lain selain kamu dan istriku saja hari ini" ucap Thomas tak setuju dengan ucapan putranya.


"Itu hanya pemikiran aku saja dad" balas Mikhail dengan santai.


Sedangkan Valaria entah kenapa ia setuju dengan ucapan putranya tadi. Ia seperti mendapat penolakan secara tidak langsung dari cucunya kalau memang ia tidak menyukai mereka.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Apa cucuku tidak menyukai kami karena pernah menyakiti mommynya, batin Valeria


Mikhail menatap mommynya dengan alis sebelah terangkat saat membaca pikiran sang mommy. Ia belum bisa mengambil kesimpulan karena bayi mereka baru berumur 2 hari.


Jika anakku tidak menyukai mommy dan daddy maka aku tidak bisa memaksanya, batin Mikhail dengan gusar.


2 Bulan kemudian


Sudah dua bulan Valeria dan Thomas di kastil putranya dan selama itu baby Riel tidak mau di gendong oleh keduanya.


Clarisa dan Mikhail tidak tahu harus berbuat apa karena putra mereka seakan menolak mereka keras, memberitahu kedua orang tuanya kalau ia tidak menyukai nenek dan kakeknya.


"Wah gentengnya anak mommy" ucap Clarisa sambil mencium putranya di taman kaca miliknya.


Selama dua bulan, Clarisa dan Mikhail di buat bingung melihat mata putranya yang berwarna coklat tapi akan berubah menjadi merah saat di gendong oleh kedua mertuanya.


"Apa kamu tidak suka digendong oleh nenek Gabriel?" tanya Valaria dengan sendu melihat cucu dan menantunya yang sedang bercanda dengan cucunya di taman kaca milik Clarisa.


"Jangan sedih honey. Suatu saat cucu kita pasti akan menyukai kita" ucap Thomas menghibur sang istri.


"Iya honey"


~ Mansion Xander Wesly ~


Xander di buat pusing oleh ngidam istrinya yang selalu saja membuat emosinya naik. Bagaimana tidak ia sudah capek-capeknya membuat makanan untuk istrinya tapi hanya di cium saja tanpa di makam.


"Sayang" panggil Devina dengan suara lembut.


"Heemmm" deham Xander yang menutup mata mengurut keningnya tiba-tiba sakit.


Mata Xander terbuka saat tangan lentik istrinya tiba-tiba memijit keningnya. Emosi Xander tadi seketika hilang saat menatap istrinya.


"Maaf ya karena aku selalu membuat kamu emosi dengan keinginan aku sayang" ucap Devina dengan tulus.


"Aku tidak marah sayang dan aku senang karena ini semua adalah keinginan buah hati kita" ucap Xander sambil memegang dagu sang istrinya.


"Iya sayang" balas Devina sambil tersenyum lebar.


Xander memeluk istrinya dengan erat tak bisa marah. Meski di buat pusing dan selalu memancing emosinya, tapi jujur ia tidak bisa menolak keinginan istri dan anak mereka.


Baik-baik di perut mommy ya nak. Daddy sangat menyayangi kamu, batin Xander mencium perut istrinya dengan lembut.


Devina mengusap kepala suaminya sambil tersenyum manis, melihat kelakuan suaminya yang selalu saja mencium perut buncitnya yang baru berumur 3 bulan.


Brak..................


"BROTHER" teriak Victor dengan suara menggelegar di pintu masuk mansion saat membuka pintu dengan kuat.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


To be continue.................

__ADS_1


__ADS_2