
πIngatlah untuk selalu bersyukur dengan hal-hal kecilπ
.
.
.
.
Selama meeting semua peserta meeting di buat kaget melihat tingkah direktur mereka. Bagaimana tidak, Ares sedari tadi senyum-senyum sendiri membuat semuanya menatapnya dengan bingung.
"Tuan" panggil Gery dengan suara pelan saat melihat semua mata tertuju ke arah Ares.
"Kenapa?" tanya Ares dengan ketus karena Gery sudah mengganggunya.
Gery tak menjawab malahan melirik ke arah depan membuat Ares mengikuti matanya. Ia kaget melihat semuanya yang sedang menatapnya dengan kaget seakan baru melihat hantu.
"Ehheemm! Kenapa tidak lanjut presentasi kalian" ucap Ares dengan suara lantang.
Tak berkata apa-apa mereka semua langsung menunduk dan melanjutkan presentasi. Gery yang melihat tingkah sang tuan hanya menggelengkan kepalanya, karena Ares kali ini tidak sepeti biasanya.
Sedangkan di dalam ruang kerja Ares saat ini Zelena sedang melahap 2 bungkus nasi yang dibeli Demian tadi.
Semenjak hamil nafsu makannya bertambah 2 kali lipat dan bawaannya selalu saja lapar, padahal belum lama makan. Awalnya ia takut tapi setelah bertanya di dokter kandungan dan juga mommynya ia tidak takut lagi.
"Baik-baik ya di perut mama nak" ucap Zelena sambil mengelus perut buncitnya dengan lembut.
Karena kekenyangan mata Zelena tiba-tiba sudah tidak bisa diajak kompromi lagi. Ia tertidur pulas dengan posisi duduk di sofa karena sangat mengantuk.
Ceklek.................
Ares menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sang istri yang sudah tertidur pulas dengan posisi seperti itu. Sebelum menyuruh kakeknya masuk, ia dengan cepat mengendong Zelena ke kamar pribadinya.
Cup..................
Ares mengecup kening dan bibir Zelena setelah menaruhnya di ranjang. Ia menutup pintu dengan perlahan takut membangunkan istrinya.
"Loh di mana Zelena?" tanya kakek Riki.
"Jangan berisik kek. Istriku lagi tidur" ucap Ares dengan tatapan tajam.
"Ckk!! Dasar cucu kurang ajar" decak kakek Riki dengan kesal.
Ares tak membalas ucapan sang kakek dan dengan santai duduk di sofa berhadapan dengan kakeknya. Kakek Riki yang melihat tingkah cucu kesayangannya, hanya bisa mengelus dadanya.
"Ada apa kakek ke sini?" tanya Ares dengan suara dingin.
"Tolong kamu bantu perkuat posisi adikmu di perusahaanya di rapat minggu depan Ares" jawab kakek Riki to the point.
"Kalau aku ngak gimana?" tanya Ares dengan tatapan berkilat tajam.
"Kali ini saja Ares. Kakek kasihan melihat dia harus berselisih dengan keluarga mamanya karena posisi direktur yang ia duduki saat ini Ares" pinta kakek Riki.
Ares diam tak membalas ucapan sang kakek dan menatap Demian dengan tatapan tajam. Demian menunduk merasa gugup mendapat tatapan tajam kakak tirinya, seakan ingin mengulitinya.
"Oke aku akan beri suara untuk dia nanti" ucap Ares dengan suara dingin dan datar.
"Terima kasih ka" ucap Demian dengan tulus.
"Tapi ada syaratnya" ucap Ares sambil tersenyum menyeringai.
"Ares kamu jangan aneh-aneh deh" hardik kakek Riki dengan tatapan tajam.
"Ngak ada yang gratis di dunia ini kek" ucap Ares menatap sang kekek sambil tersenyum smirk.
"Kamu" tunjuk kakek Riki dengan kesal.
"Apa syaratnya ka?" tanya Demian.
"Demian kamu apa-apaan sih" hardik kakek Riki dengan kesal.
...π π π π π...
Demian tidak menggubris ucapan sang kakek karena ia ingin membuktikan kepada kakak tirinya kalau ia mampu.
"Naikkan profit penjualan produk yang akan kamu luncurkan menjadi 200% dalam 3 bulan" ucap Ares dengan suara tegas.
"Deal" ucap Demian dengan suara tegas.
Kakek Riki melotot mendengar ucapan Demian dan membuang napasnya dengan kasar melihat kelakuan kedua cucunya itu.
Ares tersenyum menyeringai melihat keberanian Demian. Bukan tanpa alasan ia memberi persyaratan seperti itu, karena ia mau Demian menunjukkan kinerjanya kepada pemegang saham di perusahaannya kalau ia pantas mendapat posisi direktur.
~ Kastil King ~
Hanya membutuhkan waktu selama 5 jam akhirnya Mikhail tiba di kastil miliknya bersama dengan Teivel dan Damon.
Dengan langkah panjang ia naik ke golf car sudah tidak sabar ingin menemui sang istri. Pak Josh dan para pelayan yang menyambut kedatangannya di depan kastil tidak ia hiraukan.
"Dimana istriku?" tanya Mikhail dengan suara dingin dan datar.
"Nyonya berada di kamar tuan" jawab pak Josh dengan sopan.
Tak berkata apa-apa Mikhail lalu berlari menuju lift untuk ke lantai 5. Sampai di lantai 5 dengan tak sabar ia bergegas masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
"Baby" panggil Mikhail dengan raut wajah cemas.
"Kenapa pulang?" tanya Clarisa dengan tatapan tajam.
"Baby" ucap Mikhail dengan suara lembut.
"Pergi kamu berengsek! Pergi kamu!" usir Clarisa dengan emosi.
Brugh.............brugh...........brugh.......
Clarisa melempar semua barang yang barada di dekatnya ke sang suami melampiaskan emosinya. Mikhail berdiri tak menghindar karena tahu istrinya sedang emosi.
"Pergi kamu sialan! Aku benci kamu!" teriak Clarisa dengan wajah merah padam.
Wush............grep.........
Mikhail tiba-tiba sudah berdiri didepan istrinya dan memeluknya dengan erat. Clarisa memukul dada Mikhail melupakan emosinya sambil menangis.
"Hiks hiks hiks..........kamu jahat.........hiks hiks hiks" lirih Clarisa sambil menangis histeris.
"Maafkan aku baby" ucap Mikhail dengan suara lembut.
"Kamu jahat........hiks hiks.....kamu tidak menyayangi kami lagi........hiks hiks hiks" ucap Clarisa sambil menangis histeris.
"Jangan ngomong kayak gitu baby. Aku sangat mencintai dan menyayangi kalian berdua" ucap Mikhail dengan suara tegas.
"Bohong" pekik Clarisa dengan tatapan tajam.
Ia mendorong Mikhail hingga pelukan keduanya terlepas. Clarisa mundur saat melihat suaminya hendak memeluk dirinya lagi.
"Baby" ucap Mikhail dengan suara tegas.
"Pergi kamu! Aku tidak mau melihat wajahmu!" bentak Clarisa dengan suara tinggi.
"CLARISA ENGUENE PARKER" hardik Mikhail dengan suara menggelegar.
Tubuh Clarisa mematung mendengar teriakan sang suaminya. Tubuhnya seketika tak bisa di gerakkan seperti di lilit akar pohon, membuat ia tidak bisa bergerak.
"S.....akit" lirih Clarisa dengan suara lemah.
Grep..................
Mikhail memeluk sang istri sambil menutup mata mengontrol emosinya. Clarisa menangis histeris didalam pelukan suaminya sambil memukul pundak Mikhail.
"Maaf karena tidak menjawab panggilanmu baby. Aku disana menemani mommy di rumah sakit dan lupa mengabari kamu baby. Maafkan aku" ucap Mikhail dengan suara lembut.
"Beneran?" tanya Clarisa dengan suara serak menatap suaminya.
"Nih lihat sendiri baby" jawab Mikhail sambil memperlihatkan rekaman saat ia di rumah sakit.
Clarisa yang awalnya marah seketika tersenyum lebar menatap suaminya. Mikhail sendiri hanya bisa menghela napas lega karena istrinya sudah tidak marah lagi.
...π π π π π...
Setelah kejadian itu Mikhail tak pernah meninggalkan istrinya sendiri lagi. Bahkan semua pekerjaan di kantor ia kerjakan dari kastil, dan menyuruh Damon dan Teivel yang menggantikannya di perusahaan.
Acara pernikahan Victor dan Katy ia juga tidak hadir dan Teivellah yang hadir menggantikannya.
Saat ini Mikhail sedang menemani sang istri di taman belakang bermain dengan anak-anak puma peliharaan miliknya.
"Imut ya hubby" ucap Clarisa mengangkat seekor anak puma.
"Istriku lebih imut" balas Mikhail sambil tersenyum manis.
Blush.................
Pipi Clarisa memerah mendengar gombalan sang suami. Keduanya menikmati keindahan sore sambil berpelukan mesra di belakang mansion.
"Ayok masuk baby. Udaranya sudah mulai dingin" ajak Mikhail.
"Iya hubby" ucap Clarisa.
Mikhail membantu istrinya berdiri karena perutnya yang sudah sangat besar membuat Clarisa semakin susah bergerak.
Saat berjalan Clarisa tiba-tiba merasakan sakit di perutnya. Karena sangat sakit ia sampai meremas tangan Mikhail dengan kuat.
"Baby kamu kenapa?" tanya Mikhail dengan panik.
"Hubby perut aku s......akit" jawab Clarisa dengan napas satu-satu.
Deg...............
Jantung Mikhail berdetak dengan cepat melihat air bening yang mengalir di kaki istrinya. Ia tahu itu apa karena sudah di beri penjelasan oleh dokter Rahma dan Damon.
"MARCEL" teriak Mikhail dengan suara bergema di taman belakang kastil.
Marcel yang kebetulan tak jauh dari sana bergegas lari menuju Mikhail yang sudah berlari mengendong Clarisa menuju ruang kesehatan.
Brak...............
"King. Presdir" ucap 2 orang suster bersama dokter Rahma kaget saat pintu di tendang dengan kuat.
"Cepat periksa istriku" titah Mikhail dengan suara tegas.
"Hubby............hiks hiks hiks.......sakit........hiks hiks hiks" ucap Clarisa dengan histeris.
__ADS_1
"Tenang ya baby kamu dan anak kita akan baik-baik saja" ucap Mikhail dengan suara lembut sambil menggenggam tangan istrinya.
"Nyonya akan segera melahirkan presdir dan baru pembukaan 3" ucap dokter Rahma setelah memeriksa Clarisa.
"BUKANNYA KAMU BILANG HPL ISTRIKU 1 MINGGU LAGI SIALAN!" bentak Mikhail dengan suara tinggi.
(HPL : Hari Perkiraan Lahiran)
"Maaf presdir tapi prediksi HPL bisa berubah kapan saja" ucap dokter Rahma dengan gemetar ketakutan.
"Aku tidak mau tahu sekarang cepat obati agar istriku tidak kesakitan lagi" titah Mikhail dengan emosi.
"Tapi Presdir" ucap dokter Rahma yang ingin protes.
"Lakukan sekarang atau kamu jadi makanan buaya peliharaanku" ancam Mikhail dengan tatapan tajam.
Clarisa yang mendengar keributan itu memegang tangan suaminya dan berusaha menariknya. Mikhail yang merasa tangannya di tarik, langsung menatap sang istri.
"Jangan marah sama dokter hubby. Imi semua sudah kodrat aku sebagai perempuan harus merasakan sakit saat melahirkan hubby" ucap Clarisa dengan suara lemah menjelaskan.
"Tapi aku tidak bisa melihat kamu kesakitan seperti ini baby" ucap Mikhail dengan sendu.
"Jangan marah-marah lagi ya hubby" pinta Clarisa dengan suara lembut.
"Heemmm" deham Mikhail sambil mengangguk kepala.
"King apa yang terjadi?" tanya Marcel yang datang dengan wajah panik.
"Nyonya sudah pembukaan 3 dokter Marcel" ucap dokter Rahma memberitahu.
"Siapkan ruang bersalin" titah Marcel dengan suara tegas.
Semuanya langsung menyiapkan ruang bersalin untuk Clarisa. Setelah hampir 2 jam akhirnya pembukaan Clarisa sudah lengkap dan tiba saatnya untuk melahirkan.
"Ambil napas dan buang perlahan-lahan nyonya" ucap dokter Rahma memberi instruksi.
"Jangan mengejang ya nyonya sebelum saya suruh" ucapnya lagi.
"Dok ini sangat sakit" lirih Clarisa sangat kesakitan.
"Kamu pasti bisa baby. Aku akan selalu ada di sisimu" ucap Mikhail dengan suara lembut memberi penguatan untuk sang istri.
...π π π π π...
Dokter Rahma lalu memberi instruksi kepada Clarisa untuk mulai mengejang sekuat tenaga. Mikhail diam saja saat tangannya menjadi korban pelampiasan rasa sakit sang istri.
Duar..............duar............duar.........
Oek.................oek............oek..............
Suara tangisan bayi bergema didalam sana bersamaan dengan bunyi kilat yang menyambar di langit malam ini, padahal tidak ada hujan.
"Selamat presdir, nyonya. Bayinya laki-laki dan sehat" ucap dokter Rahma sambil tersenyum manis.
"Terima kasih banyak istriku. Aku mencintaimu" ucap Mikhail mencium kening Clarisa dengan lembut.
Air matanya menetes melihat bagaimana. perjuangan istrinya melahirkan anak mereka.
Clarisa tersenyum membalas ucapan suaminya dan jatuh pingsan karena sudah tidak mempunyai tenaga lagi. Mikhail lalu menerima bayi mereka dan menaruhnya di dada Clarisa untuk di beri ASI pertama.
Sedangkan Marcel ia segera memberi ramuan yang ia buat untuk Clarisa untuk di suntik ke dalam tubuhnya. Ramuan itu befungsi untuk membersihkan rahimnya dan membantu mengobati luka di bagian dalam.
Setelah bayi mereka dibersihkan Mikhail lalu membawa keduanya ke ruang khusus agar keduanya bisa beristirahat.
"Selamat King untuk kelahiran putra King" ucap Damon, Marcel dan Teivel memberi selamat.
"Beritakan kelahiran putraku sekarang juga" titah Mikhail dengan suara tegas.
"Baik King" ucap ketiganya dengan serentak.
Saat itu juga dunia Maya dan seluruh keluarga besar Wesly digemparkan dengan kelahiran pewaris Kerajaan bisnis VA Corp yang baru.
Ucapan selamat dan hadiah terus membanjiri kastil dan perusahan VA Corp beserta cabangnya.
~ Mansion Utama Parker ~
Tes................
Air mata Valeria dan Thomas jatuh saat melihat berita tentang kelahiran cucu kedua mereka dari sang putra.
Ingin sekali mereka ke sana sekarang dan menjenguknya, tapi mereka belum mendapat ijin dari putra mereka.
"Honey hubungi lagi Mikhail agar kita bisa ke sana" ucap Valeria dengan antusias.
"Iya honey ini aku sedang menghubunginya" ucap Thomas berkutat dengan hpnya.
Ting...........
My Son
"Daddy dan mommy boleh datang sekarang"
Mata Thomas berbinar melihat pesan masuk dari putranya barusan. Ia langsung menunjukkan pesan itu pada istrinya, tak membuang waktu mereka segera bergegas berangkat ke Dubai.
Ah! Aku sudah tidak sabar ingin melihat cucu keduaku, batin Thomas dengan bahagia.
__ADS_1
...π π π π π...
To be continue..................