
πGagal itu urusan nanti yang terpenting itu kita berani untuk mencoba dan mencobaπ
.
.
.
.
Tatapan mata Mikhail berkilat tajam menatap tempat duduk Clarisa yang sudah kosong sedari tadi, entah apa yang ia pikirkan hanya ia saja yang tahu.
Natasha yang sedang memotong steik di depannya menelan salivanya dengan susah merasakan aura sang kakak yang tiba-tiba saja berubah menjadi sangat menakutkan.
"Honey" panggil seseorang yang suaranya sangat dikenali oleh Natasha dibelakangnya.
Natasha berbalik dan melihat orang yang barusan memanggilnya dengan tatapan tajam dan dingin tak suka melihat kehadirannya saat ini.
Vincent yang melihat tatapan sang istri sejak di rumah sakit hanya bisa sabar dan menerimanya, karena memang ini semua salahnya sehingga ia pantas mendapat perlakuan seperti ini dari istrinya sendiri.
"Take care my sister" (jaga adikku) ucap Mikhail dengan suara dingin.
"Pasti ka" jawab Vincent dengan suara tegas.
"Kakak" protes Natasha dengan kesal.
"Ingat statusmu sweety. Jangan buat mommy dan daddy sedih karena salah mendidik putri mereka" tegas Mikhail dengan suara dingin.
"Maaf ka" ucap Natasha sambil menunduk.
"Jangan marahi istriku ka karena disini yang bersalah itu aku bukan istriku" tegas Vincent dengan tatapan tajam.
"Ckk!! Berengsek" umpat Mikhail dengan suara dingin.
Vincent dan Natasha diam saja saat mendengar umpatan Mikhail barusan dan tidak bisa membalas atau protes dengan umpatan Mikhail barusan.
Mikhail bergegas pergi dari sana karena saat ini ada hal yang lebih penting dari semuanya yaitu informasi mengenai kekasihnya yang bisa berada di California saat ini.
"Katakan" ucap Mikhail setelah berada didalam lift.
"Nona Clarisa tadi pagi tiba di California bersama Riana dan Darius ketua tim magang mewakili King Diamond untuk ikut pameran desain jewelry di Galaxy Company besok King" ucap Damon membaca informasi dari Z.
"Dimana Z?" tanya Mikhail dengan suara dingin.
"Dia berada tepat di depan kamar nona Clarisa King"
"Suruh Z untuk memantau kekasihku selama 24 jam" titah Mikhail dengan tegas.
"Baik King"
Kring.................
"Katakan" ucap Damon dengan suara dingin saat hpnya berbunyi panggilan masuk dari Teivel.
"Beritahu King kalau Loser itu berada juga di hotel VT saat ini"
^^^"Pantau pergerakan dia dan jangan sampai dia tahu ada yang mengawasinya"^^^
"Oke"
Damon lalu mematikan panggilannya sepihak dengan Teivel dan segera memberitahu Mikhail mengenai apa yang barusan Teivel sampaikan.
Mikhail tersenyum menyeringai mendengar informasi yang baru saja Damon sampaikan dan ia tak menyangka ternyata Light berani juga untuk menampakkan batang hidungnya hari ini.
"Dimana dia?" tanya Mikhail dengan suara dingin.
__ADS_1
"Baru saja keluar dari lobbyΒ hotel King"
"Suruh Vincent bawa pulang Natasha sekarang" titah Mikhail dengan suara dingin.
"Baik King"
Mikhail berjalan keluar dari lift menuju kamar yang ditempati oleh Clarisa dengan tatapan dingin dan datar. Z yang berdiri di depan kamar Clarisa menunduk melihat kedatangan Mikhail yang ditemani oleh Damon seperti biasa.
"Dimana kekasihku?" tanya Mikhail dengan suara dingin.
"Nona Clarisa berada didalam kamar King"
"Pergi"
"Baik King"
Wush...............
...π π π π π...
Z menghilang seperti angin yang bertiup disana tidak ada yang bisa melihat kepergiannya, sedangkan Mikhail dengan santai masuk ke dalam kamar hotel Clarisa setelah Damon membuka pintu dengan kunci yang bisa dipakai oleh pemilik hotel di kamar manapun.
Mikhail melirik ke seluruh penjuru kamar mencari keberadaan Clarisa tapi tidak menemukannya. Tak lama telinganya menangkap bunyi gemericik air dari dalam kamar mandi, menandakan jika Clarisa sedang mandi didalam sana.
Saat Mikhail ingin melangkah ke kamar mandi tiba-tiba Damon menghentikannya dengan informasi yang baru saja ia dapatkan dari Teivel. Wajahnya seketika mengelap mendengar informasi yang diberikan oleh Teivel jika saat ini ada yang menyerang Galaxy Company.
"Suruh pasukan inti bereskan semuanya dan sisakan satu orang untukku" perintah Mikhail dengan aura membunuh didalam sana.
"Baik King" ucap Damon dengan suara dingin.
"Siapkan helikopter kita pergi sekarang"
"Helikopter sudah stand by dari tadi diatas King"
Mikhail berlalu pergi bersama Damon tanpa menemui Clarisa yang saat ini ternyata sedang menangis dalam diam di dalam kamar mandi, sambil melukai lengan tangannya dengan pisau karena traumanya yang tiba-tiba kumat.
Mama Cla udah ngak kuat lagi nahan rasa sakit ini sendirian, batin Clarisa sambil memukul dadanya yang terasa sakit.
~ Wesly Group ~
Saat ini Xander sedang membahas rencana yang mereka siapkan untuk orang yang sudah berani menganggu keluarganya bersama David dan Luki di ruang kerjanya.
"Jadi kita harus ikut permainannya bos?" tanya David.
"Heemmm"
"Tapi bukannya itu sangat berbahaya bos" ucap Luki.
"Kita ikuti permainan dia dan buat merasa kalau dialah pemenangnya tanpa tahu kalau dia sebenarnya yang kalah dalam permainan ini" ucap Xander sambil tersenyum menyeringai.
"Apa kita akan bekerja sama dengan King bos?" tanya David dengan cepat.
"Ckk!! Raja setan itu tidak akan mau bekerja sama dengan kita" ketus Xander dengan kesal mengingat pertemuannya dengan Mikhail 3 hari yang lalu di club Heaven.
David dan Luki diam tidak menjawab ucapan Xander karena mereka tahu jika bos mereka masih sangat kesal jika menyebut nama King yang selalu membuat Xander kesal setiap kali bertemu atau berbicara dengannya.
"Hancurkan semua gudang ilegal Dev Clayton" titah Xander dengan suara dingin.
"Baik bos" ucap Damon.
"Jangan lupa kirim hadiah bersamaan dengan ledakan itu ke berengsek itu"
"Siap bos"
"Luki apa masih belum dapat lokasi tempat tinggal berengsek itu?" tanya Xander dengan tatapan tajam.
__ADS_1
"Maaf bos tapi aku sudah berusaha mencarinya tapi tetap saja tidak ketemu bos" keluh Luki dengan gusar.
"Aku rasa orang itu menyembunyikan identitasnya dengan rapat bos" tambah David.
"Heemmm"
"Bos barusan ada yang menyerang Galaxy Company" ucap David setelah membaca berita terbaru.
"Siapa yang berani menganggu ketenangan raja setan itu. Dia pasti sudah menyiapkan kuburannya sendiri" ucap Xander sambil terkekeh.
"King pasti akan membalas orang itu 1 jam kemudian" tambah David sambil mengetuk jarinya di dagu.
Xander tersenyum smirk tak habis pikir ada yang ingin bermain-main dengan seorang King Mikhail yang terkenal kejam dan tak berperasaan dengan musuh-musuhnya selama ini.
Dan bagi siapapun yang menganggu milik seorang Mikhail berarti kematian sedang menghampirinya.
~ Galaxy Company ~
Sampainya di Galaxy Company Mikhail sudah ditunggu oleh Tom Abra di helipad bersama anggota inti Black Shadow. Mereka lalu bergegas pergi ke ruangan Mikhail yang dibawah satu lantai helipad.
...π π π π π...
"Katakan" ucap Damon setelah melihat isyarat Mikhail untuk menghendel semuanya.
"Kelompok yang menyerang perusahaan barusan sudah dibereskan semua dan tersisa 1 orang saja yang kami biarkan hidup tuan" ucap Arka kepala pasukan inti di Galaxy Company.
"Siapa mereka?" tanya Damon dengan suara dingin.
"Mereka orang suruhan rekan bisnis Galaxy Company yang tidak terima dengan kekalahan mereka seminggu yang lalu saat perusahaan kita memenangkan penghargaan perusahaan berlian nomor satu di dunia saat ini tuan" papar Tom Abra.
"Damon hancurkan perusahaan mereka dalam 5 menit" tegas Mikhail dari kursi kebesarannya.
"Baik King"
"Bagaimana persiapan pameran besok?" tanya Mikhail dengan suara dingin.
"Semua sudah 100% siap presdir" jawab Tom Abra.
"Pastikan tidak ada kesalahan dan kecurangan nanti" ucap Mikhail memperingati.
"Baik presdir"
"Bawa berengsek itu kemari"
"Baik King" ucap Arka dengan suara dingin.
Tak berselang lama anak buah Arka masuk sambil mengandeng orang yang tadi menyerang Galaxy Company. Mikhail tersenyum smirk melihat orang di depannya yang belum diapa-apakan sudah gemetar ketakutan.
"Damon"
"Baik King"
Sret..............sret..............sret...............
Dengan tak berperasaan seperti seorang iblis Damon menusuk tubuh orang itu dengan pisau miliknya dengan santai, membuat Tom Abra menutup mata karena tak sanggup melihat apa yang Damon lakukan saat ini.
Pantas saja namanya Damon karena sifatnya seperti iblis, batin Tom Abra bergidik ngeri.
Mikhail terkekeh membaca isi pikiran Tom Abra barusan mengenai Damon. Matanya memandang Damon dengan puas menikmati pertunjukkan yang dilakukan oleh Damon apa lagi merasa terhibur saat mendengar suara jeritan kesakitan orang itu.
Dor................
...π π π π π...
To be continue.................
__ADS_1