
🍁Terlalu kuat fisiknya meski sedang rapuh hatinya🍁
.
.
.
.
Jantung Mikhail berdetak dengan sangat cepat mendengar informasi yang disampaikan oleh Damon. Tubuhnya seketika lunglai karena syok mengingat wanita yang sangat ia cintai di dunia ini masuk rumah sakit.
“M…..o……mmy” lirih Mikhail dengan suara terbata-bata.
“King anda baik-baik saja kan?” tanya Teivel dengan panik melihat wajah Kingnya pucat seperti orang mati.
Damon tak berkata apa-apa dan segera memindai tubuh Mikhail takut ia kenapa-napa. Beruntung tubuhnya baik-baik saja, hanya otot tubuhnya terlihat menegang dengan sirkulasi darah yang tidak stabil.
“Beritahu dokter William kesini cepat dan bawa obat penenang untuk King” titah Damon dengan suara dingin.
Teivel tak berkata apa-apa dan segera berlari keluar melakukan perintah Damon barusan, Mikhail menatap Damon mengangguk kepalanya memberi isyarat untuk mencari tahu tentang keadaan sang mommy.
“Nyonya besar di larikan ke rumah sakit karena terus muntah King. Sepertinya asam lambung nyonya besar kambuh karena sudah 2 hari nyonya besar tidak makan King” papar Damon menjelaskan setelah membajak cctv di rumah sakit Wesly.
Phew………….
Mikhail membuang napasnya dengan kasar, yakin mommynya seperti itu semua karena ulahnya. Ia memang marah dan kecewa dengan apa yang dilakukan sang mommy, tapi biar bagaimanapun Mikhail sangat menyayangi mommynya.
“Bagaimana keadaan mommy sekarang?” tanya Mikhail dengan cemas.
“Nyonya besar sudah lebih baik setelah mendapat jnfus dan perawatan dari dokter Lili King” jawab Damon.
Brak…………..
“CEPAT PERIKSA KING” titah Teivel dengan suara lantang membuka pintu dengan keras.
Dokter William tak berkata apa-apa dan segera memeriksa tubuh Mikhail. Setelah beberapa saat dokter William lalu memberikan obat penenang untuk menetralkan otot-otot tubuh Mikhail yang tegang dan juga untuk memperlancar sirkulasi darah Mikhail.
“King tolong jangan terlalu berpikir kerena itu yang membuat otot-otot King menegang” ucap dokter William dengan sopan.
“Heemmm” deham Mikhail.
“King tidak ada penyakit serius kan?” tanya Teivel dengan cemas.
“Tidak ada bos Teivel” jawab dokter William.
“Kamu boleh pergi” ucap Teivel dengan suara dingin.
“Aku permisi King” pamit dokter William sambil menunduk.
Dokter William yang hendak turun dari lantai 5 berpapasan dengan Clarisa yang baru saja keluar dari dalam lift. Ia langsung menunduk saat melihat pintu lift terbuka.
“Dokter dari mana?” tanya Clarisa dengan bingung melihat dokter William yang berada di lantai khusus suaminya.
“William kamu cepat pergi” usir Teivel dengan suara dingin baru keluar dari ruang kerja King.
“Permisi nyonya” pamit dokter William dengan cepat segera berlalu pergi.
“Kenapa kamu suruh dia pergi Teivel?” tanya Clarisa dengan cepat.
“Ini perintah King nyonya” jawab Teivel sambil menunduk.
Clarisa memutar matanya malas tak habis pikir dengan jalan pikiran suaminya.
Ia lalu bergegas pergi ke kamarnya untuk mengambil hp dan tidak mau menganggu suaminya, tapi saat masuk ke dalam kamar tiba-tiba perutnya keram membuat dia sangat kesakitan.
“Kenapa sayang? Baik-baik ya di perut mommy” ucap Clarisa sambil mengelus perutnya yang terasa semakin keram.
Isshhh……………
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
Clarisa meringis kesakitan memegang perut buncitnya yang sudah memasuki 8 bulan. Minggu depan usia kandungannya akan memasuki bulan kesembilan dan ia sudah tidak sabar menantikan kelahiran buah hati mereka.
Kenapa gue pengen peluk suami gue ya, batin Clarisa tiba-tiba ingin memeluk suaminya.
Clarisa bangun sambil menahan rasa keram di perutnya, kakinya perlahan-lahan melangkah sambil memegang tembok agar tidak jatuh.
Tak sanggup untuk berjalan dengan rasa keram di perut dan pinggangnya yang semakin menjadi, ia memutuskan untuk menelpon suaminya.
“Baby” ucap Mikhail dari ruang kerjanya.
^^^“Hubby! Hosh hosh hosh” panggil Clarisa dengan napas memburu.^^^
Panggilannya langsung di matikan sepihak oleh Mikhail, Clarisa membuang hpnya ke atas ranjang sambil mengatur pernapasannya menahan rasa keram di area perut dan pinggangnya.
Brak………….
Mikhail membuka pintu kamar mereka dengan kuat dengan wajah panik saat mendengar napas sang istri yang memburu. Ia tidak memikirkan tubuhnya yang juga sedang dalam keadaan lemah karena sangat mengkhawatirkan sang istri.
__ADS_1
“Baby kamu kenapa?” tanya Mikhail dengan wajah. panik dan cemas.
“Hubby………hiks hiks hiks………….sakit hubby…………..hiks hiks hiks” lirih Clarisa sambil menangis kesakitan.
“DAMON” panggil Mikhail dengan suara menggelegar.
Damon yang mendengar namanya di sebut bergegas masuk ke dalam kamar utama. Ia langsung memindai tubuh Clarisa saat melihat tatapan mata Mikhail yang memberinya isyarat untuk memeriksa istrinya.
“Perut nyonya mengalami keram karena perkembangan rahim nyonya yang memasuki usia 8 bulan, membuat jaringan ikat atau ligamen yang menghubungkan tulang panggul dan rahim menjadi ragang membuat rahim nyonya terasa kencang sehingga memicu keram perut King" papar Damon menjelaskan.
“Suruh dokter kandungan datang sekarang” titah Mikhail dengan suara tegas.
”Dokter Rahma sedang dalam perjalanan ke sini King” lapor Damon karena sudah menghubungi dokter Rahma saat Mikhail berlari keluar dari ruang kerjanya.
“Apa yang sakit baby?” tanya Mikhail memeluk tubuh istrinya.
“Perut aku keram hubby” jawab Clarisa dengan suara lemah sambil meremas tangan sang suami mengalihkan rasa sakit.
Mikhail lalu mengelus perut istrinya dengan lembut sambil memijit pinggulnya. Clarisa menutup mata menikmati pijatan suaminya yang terasa sangat enak, bahkan elusan lembut di perutnya perlahan-lahan mengurangi rasa keram.
“Bagaimana baby?” tanya Mikhail dengan suara lembut.
“Sudah tidak terlalu keram lagi hubby” jawab Clarisa dengan suara lembut.
Cup………….
Mikhail mencium kening dan bibir istrinya merasa tenang karena istrinya tidak kesakitan lagi. Ia sangat takut jika istri dan calon anak mereka kenapa-napa.
Tak berselang lama dokter Rahma yang menjadi dokter kandungan terbaik di Dubai datang. Ia segera memeriksa kondisi Clarisa setelah mendapat penjelasan dari Damon.
“Berikan nyonya air putih hangat dan atur posisi duduk dan tidur nyonya jangan sampai menekan perut nyonya presdir King. Presdir juga bisa memijit pinggul nyonya jika mengalami keram dan usahakan nyonya tiap pagi berjalan dengan kaki kosong selama 10-15 menit” papar dokter Rahma menjelaskan.
“Keram di perut istriku tidak berbahaya kan” ucap Mikhail dengan tatapan tajam dan datar.
“Tidak presdir King. Apa yang dialami nyonya itu semua biasa terjadi kepada ibu hamil jika usia kandungannya sudah memasuki umur 8 dan 9 bulan presdir” ucap dokter Rahma dengan tegas.
“Heemmm”
Damon lalu membawa dokter Rahma pergi saat melihat isyarat Mikhail. Clarisa yang mendengar penjelasan dokter barusan merasa lega karena kandungannya tidak kenapa-napa.
“Hubby aku pengen makan pasta carbonara” ucap Clarisa dengan wajah penuh harap.
“Bukannya kamu tidak menyukai pasta yang baby?” tanya Mikhail yang mengingat istrinya tidak menyukai makanan asal Italia itu.
“Tapi aku pengen hubby” ucap Clarisa dengan bibir mengerucut.
“Iya hubby”
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
Mikhail segera menghubungi pak Josh selaku kepala pelayan untuk membuatkan pesanan istrinya. Padahal 1 jam yang lalu istrinya baru selesai makan tapi ia sudah meminta makan lagi.
~ Jakarta, Indonesia ~
Ares mengumpat kesal saat pulang tidak mendapati istrinya di mansion, malah ia dimarahi sang papa karena sudah membuat menantunya marah sehingga melampiaskan kekesalannya kepada dirinya.
“Pokoknya papa ngak mau tahu! Kamu secepatnya minta maaf sama menantu papa sebelum dia mencari suami baru” ucap Sean dengan suara tegas.
“Apa maksud papa?” tanya Ares dengan bingung.
“Tadi istrimu bilang ingin keluar mencari suami baru karena kesal sama kamu” jawab Sean dengan kesal.
Prang……………..
Meja kaca didepan keduanya pecah karena di pukul Ares saat mendengar ucapan papanya. Mata hitamnya berkilat tajam dengan rahang mengeras menandakan ia saat ini sangat emosi.
“Sampai mati pun Zelena akan tetap menjadi istriku pa dan tidak boleh ada yang boleh mengambilnya dariku” ucap Ares dengan suara tegas.
Ares berlalu keluar diikuti Gery ingin menemui sang istri, beruntung ia sudah memasang GPS di hp, cincin pernikahan mereka, dan kalung Zelena jadi dengan mudah ia bisa tahu dimana istrinya berada saat ini.
“Loe harus di beri hukuman mi amor” gumam Ares dengan rahang mengeras.
~ Baker Corp ~
Zelena menatap bangunan didepannya dengan antusias sudah tidak sabar ingin menanyakan marga belakang Clarisa. Ia lalu masuk ke dalam perusahaan di kawal Andre pengawal pribadinya.
“Selamat siang nyonya ada yang bisa saya bantu?” tanya resepsionis dengan sopan.
“Siang juga mbak. Gini mbak saya mau tanya tentang nama belakang pemilik perusahaan ini?” tanya balik Zelena dengan suara lembut.
"Perusahaan ini dulu milik tuan besar Dion Baker tapi sudah diambil alih ole ke putra pertamanya, tuan muda Jason yang sekarang menjabat sebagai direktur utama nona” jawab resepsionis menjelaskan.
“Oh jadi nama belakangnya Baker ya”
“Iya nona”
“Apa saya boleh bertemu dengan direktur Jason mbak?” tanya Leila dengan cepat.
“Maaf sebelumnya apa nona sudah membuat janji dengan direktur Jason?” tanya resepsionis dengan sopan.
__ADS_1
“Belum mbak. Bisa ngak beritahu ke direktur kalau Zelena Rahardian ingin bertemu dan katakan kepadanya kalau saya adalah sahabat Clarisa Eleanor Baker” pinta Leila dengan penuh harap.
“Baik nyonya akan saya tanyakan dulu” ucap resepsionis.
“Iya mbak makasih ya”
“Sama-sama nyonya”
Resepsionis segera menghubungi sekertaris direktur dan tidak menunggu lama Zelena segera di persilahkan ke lantai 30 ruangan direktur.
Ting…………
“Selamat datang nyonya muda Rahardian” sambut Jack asisten Justin.
“Iya” ucap Elena sambil tersenyum manis.
Zelena lalu di bawa menuju ke ruangan Justin karena ia sudah di tunggu oleh Justin di dalam sana. Saat masuk ke dama Zelena langsung di sambut senyum ramah dari Justin Baker.
“Selamat datang di perusahaan aku nyonya muda Rahardian dan aku tidak menyangka akan di kunjungi oleh istri pengusaha nomor satu di Asia” ucap Justin sambil tersenyum lebar.
“Terima kasih karena sudah mengijinkan saya untuk bertemu dengan anda direktur Justin dan maaf jika kedatangan saya sudah menyita waktu anda” balas Zelena dengan sopan dan berwibawa.
“Santai saja nyonya muda Rahardian. Saya memang ingi bertemu dengan anda karena ingin mendengar tentang ucapan anda mengenai adik bungsu saya” ucap Justin dengan suara tegas.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
Zelena mengangguk kepalanya mengerti ucapan Justin karena memang tidak mungkin direktur Justin ingin bertemu dengannya, apa lagi mereka tidak saling mengenal.
Ceklek…………
TIba-tiba pintu ruang kerja Justin terbuka dan masuklah Jack dengan panik menghampirinya lalu membisikkan sesuatu.
“Sepertinya suami anda tidak ingin berjauhan dari anda nyonya” ucap Justin sambil tersenyum penuh arti.
“Hah! Suamiku” ucap Zelena dengan kaget.
“MI AMOR” panggil Ares dengan suara menggelegar dari luar ruangan Justin hingga terdengar ke dalam sana.
“Ckk!! Kenapa suami gue ngikutin gue ke sini sih! Bikin kesal aja” ucap Zelena dengan kesal.
Brak……………….
Ares menendang pintu ruangan Justin dengan kuat hingga rusak membuat Zelena dan Gery menutup mata mereka merasa malu dengan kelakuan tuan serta suami mereka.
“Querido kamu apa-apaan sih main tendang-tendang pintu orang” hardik Zelena dengan kesal.
“Mi amor sepertinya kamu harus di hukum karena pergi tidak meminta ijin sama suamimu” ucap Ares dengan emosi.
“Sini querido” panggil Zelena dengan suara lembut.
Meski sedang kesal tapi Ares tetap menghampiri sang istri dan langsung memeluk pinggangnya dengan posesif, tidak memperdulikan dua orang didepan mereka yang sedari tadi syok melihat perbuatan Ares.
“Kamu diam ya querido jangan menyela pembicaraan kami” ucap Zelena dengan tatapan tajam.
“Heeemmm” deham Ares dengan tatapan kesal.
Cup……………
Zelena mengecup bibir suaminya membuat Ares seketika tersenyum senang karena istrinya tahu membuat emosinya redah.
“Seperti yang saya katakan tadi di bawah kalau saya adalah sahabat adik anda direktur Justin. Anda bisa menanyakannya ke Clarisa jika tidak percaya” ucap Zelena.
“Oh aku tahu tempat ini karena beberapa bulan yang lalu saya dan suami saya sempat mengantar Clarisa kesini untuk bertemu dengan kakaknya” tambahnya lagi.
“Kalau begitu apa nyonya muda Rahardian membutuhkan sesuatu?” tanya Justin.
“Saya ingin meminta nomor Clarisa karena saya sangat kangen kepadanya dan sudah tidak mendengar kabarnya lagi sejak mengantar dia kesini” jawab Zelena.
“Hanya itu saja?” tanya Justin dengan cepat.
“Heemmm” deham Zelena sambil mengangguk kepalanya.
Justin lalu memberikan nomor telepon adiknya dan juga mengkonfirmasi jika berita yang sedang beredar saat ini memang benar. Kalau Clarisa adalah istri dari Mikhail Zeno Parker.
~ Wesly Hospital ~
Thomas duduk di samping istrinya sambil menggenggam tangan sang istri yang sedang tertidur karena efek obat yang diberikan oleh Lili tadi.
“Mikhail! Mikhail” lirih Valeria dalam tidurnya.
“Aku disini honey” ucap Thomas memeluk istrinya yang terus memanggil nama sang putra dalam tidurnya.
Thomas naik ke atas brankar dan memeluk istrinya karena tidak sanggup melihat istrinya terus menangis dan memanggil nama putra mereka.
Son daddy mohon segera datang temui mommy kamu, batin Thomas penuh harap.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
To be continue…………..
__ADS_1