Heartless 2

Heartless 2
Chapter 147


__ADS_3

🍁Jangan menyerah sebelum berjuang karena keberhasilan yang manis harus dibayar dengan perjuangan yang pahit🍁


.


.


.


.


Tak berselang lama suara langkah kaki datang dari arah pintu depan mansion membuat semua disana segera melihat ke arah suara.


Tak lama mata semuanya kaget melihat kedatangan Ares dengan penampilan berantakan apa lagi wajahnya yang mengelap menandakan saat ini ia sedang emosi.


“Ares” panggil Sean dengan suara lembut.


Ares menatap ke arah papanya tak membalas panggilan papanya hanya menatapnya dengan tatapan tajam dan membunuh. Ia lalu mengedarkan pandangannya dan seketika bibirnya tersenyum menyeringai melihat Daniella yang sedang berdiri gemetaran.


“Mau kabur ja***g?” tanya Ares dengan suara dingin dan tatapan tajam.


“Ka A…..re………..s” ucap Daniella dengan terbata-bata saking takutnya.


Hehehehe…………….


Ares terkekeh melihat Daniella yang gemetaran didepannya hingga berkeringat dingin seakan melihat hantu saja. Sedangkan Sean dan Demian menatap keduanya dengan curiga merasa ada yang tidak beres.


Dor……………..brugh……………


Arrghh……………….


Suara jeritan dan tembakan bergema didalam sana saat Ares tiba-tiba saja menembak paha kiri Daniella membuat ia terjatuh di lantai karena tak kuat menahan rasa sakit.


“Apa yang kamu lakukan ke putriku anak sialan?” tanya Calista sambil berteriak histeris menatap Ares dengan emosi.


Plak……………….plak……………….


Sean dan Demian tercengang melihat Ares yang menampar kedua pipi istri dan mama mereka bergantian. Ares menatap Calista dengan tatapan membunuh seakan ingin mengulitinya hidup-hidup.


“Leboh baik loe tutup mulut sialan loe itu perempuan tua?” bentak Ares dengan suara tinggi.


Ares berlalu menuju ke arah Daniella dengan langkah panjang membuat Daniella semakin ketakutan melihat tatapan kakaknya yang sangat menyeramkan.


“Beraninya loe ingin kabur setelah mencelakai pacar gue an***g!” bentak Ares dengan suara tinggi.


Bugh……….bugh……….bugh……bugh……..bugh………


Ares memukul dan menendang Daniella seperti kesetanan tak perduli jika yang ia pukul itu adalah perempuan. Calista berteriak histeris meminta Ares untuk berhenti dan ingin menolong putrinya tapi di cegah oleh Hans dan teman-temannya.


“Perempuan ja***g kayak loe itu harusnya jangan dibiarkan hidup bangsat” maki Ares dengan emosi.


Sret…………sret……..sret……….sret……………..


“TIDAK! Lepaskan anakku. Lepaskan anakku” teriak Calista dengan histeris saat Ares menggores dan melukai wajah Daniella dengan pisau lipat miliknya.


“Am……..pun ka. Aku mohon aku” lirih Daniella dengan suara pelan merasa sangat kesakitan di seluruh tubuhnya.


“Tidak ada ampunan untuk perempuan ja***g kayak loe sialan!” bentak Ares dengan suara tinggi.


Sret…………….aarrrghhh…………….


“Anakku” teriak Calista dengan histeris.


Ares memo***g jari-jari tangan Daniella mengingat bagaimana Daniella mendorong Zelena dari tangga. Tak puas sampai situ ia lalu menjambak rambut Daniella dan membentur kepalanya berkali-kali di lantai.


Sean dan Demian dibuat syok melihat keganasan Ares yang baru kali ini mereka lihat secara langsung, karena biasanya Ares akan menghukum musuhnya di markas miliknya.


“Ares papa mohon hentikan nak” pinta Sean dengan memohon.


“Jangan ikut campur urusanku pa. Selama ini aku sudah membiarkan dia lolos begitu saja karena keinginan papa saat dia menyakiti kekasihku, tapi tidak untuk kali ini pa” ucap Sean dengan suara tinggi.


Riko dan Maya yang baru saja datang setelah mendengar laporan bi Susi kepala pelayan di mansion anak, mereka tercengang melihat ruang keluarga yang penuh dengan darah apa lagi melihat sosok seorang Ares Maladika Rahardian.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Riko melirik anaknya Sean bertanya apa yang sebenarnya terjadi disni dan bagaimana bisa sampai Ares kehilangan kendali atas dirinya tapi dibalas gelengan kepala oleh Sean.


“Hentikan Ares” hardik Riko dengan suara menggelegar.


“Ckk!! Pengganggu” decak Ares dengan tatapan sinis menatap kakeknya.


Ares melirik Gery dan memberinya isyarat untuk membawa Daniella ke markas karena ia belum puas bermain dengan Daniella. Gery mengangguk tanda mengerti isyarat tuannya dan menyuruh anak buahnya untuk membawa Daniella ke markas.


“Kalian mau bawa anakku kemana? Jangan bawa putriku” teriak Calista dengan histeris.

__ADS_1


Plak…………….


Semuanya kaget melihat Ares yang kembali menampar Calista dengan kuat hingga bibirnya sobek karena pusing mendengar teriakan mama tirinya itu.


“Tutup mulutmu nenek tua sebelum gue jahit mulut berisik loe itu!” bentak Ares dengan suara tinggi.


“Ares” ucap Maya dengan kaget melihat sifat cucunya yang seperti anak mereka waktu muda.


“Ckk!!” decak Ares dengan kesal berlalu pergi dari sana tak menjawab pertanyaan mereka semua disana.


Sebelum Gery pergi ia mendapat isyarat dari Ares untuk menjelaskan lebih rinci kepada keluarganya tentang apa yang sudah di lakukan oleh Daniella kepada Zelena hari ini.


“Hapus semua rekaman cctv di mansion ini sekarang” titah Gery kepada anak buahnya.


“Baik bos” jawab anak buahnya dengan patuh.


“Gery katakan apa yang membuat anakku seperti itu?" tanya Sean dengan cepat.


Tak berkata apa-apa Gery lalu menyodorkan hpnya dan menunjukan rekaman cctv di kantin kampus dan juga parkiran kampus, tentang apa yang sudah dilakukan oleh Daniella. Semuanya kaget bukan main tak menyangka jika Daniella akan melakukan hal itu.


“Bagaimana keadaan Zelena ka Gery?" tanya Demian dengan cepat.


“Nona Zelena tidak mengalami cidera serius tapi harus mendapat 18 jahitan di kepalanya karena terkena sayatan benda tajam saat jatuh dan juga kaki kiri nona Zelena patah dan harus di gips selama dua bulan tuan Demian” jawab Gery menjelaskan.


“18 Jahitan?” tanya Sean dengan syok.


“Iya tuan besar” jawab Gery.


“Dimana Zelena sekarang?’ tanya Maya dengan cepat.


“Nona Zelena di rawat di RH Hospital sekarang di ruangan khusus tuan muda setelah tadi dipindahkan dari Wesly Hospital nyonya besar” jawab Gery dengan sopan.


“Pa ayok kita jenguk Zelena” ajak Demian.


“Heemmm! Ayok kita ke sana” ucap Sean dengan suara tegas.


Mereka semua lalu bergegas pergi ke RH Hospital untuk menjenguk Zelena dan menemaninya, karena Sean yakin putranya pasti akan sangat lama di markas untuk memberi hukuman kepada Daniella melampiaskan semua emosinya.


~ Kastil King Mikhail ~


Clarisa menatap pemandangan kastil dari lantai 5 tempat kamar khusus mereka dengan decak kagum karena baru kali ini ia melihat pemandangan seindah ini.


Saat melihat danau buatan di arah barat dengan cepat Clarisa bergegas turun dengan lift karena sudah tidak sabar ingin menjelajahi kastil milik suaminya.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Kenapa mereka semua pada nunduk ya pas gue datang, batin Clarisa dengan penuh tanda tanya.


Setelah Clarisa sudah berlalu jauh dari sana semua pelayan berbisik-bisik tak menyangka akan melihat orang secantik nyonya mereka, apa lagi warna matanya yang sangat unik membuat penampilannya semakin cantik saja.


Nyonya sangat cantik ya


Sepertinya kecantikan nyonya mengalahkan nyonya besar dan nona muda


Pantas saja King tergila-gila dengan nyonya. Apa lagi nyonya sangat cantik


King dan nyonya adalah pasangan yang sangat serasi


Sepertinya nyonya itu bidadari bukan manusia


Bisik-bisik para pelayan yang tersihir dengan kecantikan Clarisa, apa lagi Clarisa yang memperlakukan mereka dengan sopan dan lembut tidak seperti nyonya yang angkuh dan arogan di luar sana.


“Wah indahnya” ucap Clarisa berdecak kagum melihat air terjun buatan di kastil dengan dikelilingi bunga yang sangat indah.


“Nyonya” ucap pak Garet sambil menunduk.


“Jangan panggil saya nyonya pak. Panggil saja Clarisa” ucap Clarisa yang merasa risih dengan panggilan nyonya.


“Maaf nyonya tapi ini semua perintah dari King” balas pak Garet menolak dengan sopan.


“Phew! Terserah pak Garet saja” ucap Clarisa sambil membuang napasnya dengan kasar.


“Iya nyonya”


“Kapan suamiku pulang pak Garet?” tanya Clarisa dengan suara lembut.


“Tuan memberitahu jiak tuan akan pulang telat malam ini nyonya” jawab pak Garet.


“Baiklah pak Garet. Pak Garet apa aku bisa menjelajahi kastil ini?’ tanya Calrisa dengan memohon.


“Bisa nyonya. King sudah memberi perintah untuk menemani nyonya jika ingin berkeliling kastil” jawab pak Garet dengan sopan.


“Wah terima kasih pak Garet” pekik Clarisa dengan senang.

__ADS_1


“Sama-sama nyonya”


~ VA Corp ~


Mikhail tersenyum sangat tipis melihat istrinya yang senang bukan main saat berkeliling kastil, membuat Teivel dan Marcel saling melirik melihat King mereka yang hari ini tersenyum meski hanya sesaat saja.


“Apa kamu sudah dapat lokasi koordinatnya?” tanya Mikhail dengan suara dingin sambil menatap Damon.


“Sudah King” jawab Damon sambil menunjukkan lokasi koordinat di layar tv didepan sana.


“Hehehehe! Finally i found you *******” (akhirnya aku menemukanmu bajingan) ucap Mikhail sambil terkekeh.


“Apa itu di pulau tak berpenghuni?” tanya Teivel melihat lokasi koordinat musuh mereka.


“Pulau itu tidak terdeteksi oleh satelit manapun karena pulau itu adalah lempengan pulau yang terpisah dari pulau aslinya saat gempa bumi 300 tahun yang lalu di laut merah” papar Damon menjelaskan.


“Apa pulau itu bisa berpindah-pindah?” tanya Marcel dengan cepat.


“No” jawab Damon dengan singkat.


“Jadi apa rencana kita sekarang King?" tanya Teivel.


“Siapkan rudal untuk melakukan serangan ke lokasi itu malam nanti karena aku ingin mencari tahu siapa orang itu saat hacker mereka meretas rudal kita” jawab Mikhail sambil tersenyum smirk.


“Kenapa tidak kita lakukan seperti biasa saja King. Langsung menyerang mereka King” usul Marcel.


“Kita tidak tahu bagaimana situasi disana dan ada berapa banyak jumlah musuh kita” jawab Mikhail dengan suara dingin.


“Kalau begitu kita kirim saja anak buah kita untuk menyelidiki mereka King” usul Teivel.


“Kita tidak bisa mengirim asal anak buah kita karena orang itu sangat teliti dan licik” bantah Mikhail tak setuju.


“Lalu apa yang harus kita lakukan King?” tanya Teivel lagi.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Mikhail menatap ketiganya dengan tatapan dingin memikirkan rencana di otaknya, membuat Teivel dan Marcel sangat penasaran apa yang akan dilakukan King mereka.


“Marcel kamu yang akan menyusup ke sana” tunjuk Mikhail.


“Kenapa harus aku King?” tanya Marcel dengan bingung.


“Orang itu sangat menyukai orang yang mempunyai bakat yang unik dan berbeda dengan orang lain dan kebetulan bakatmu itu sangat cocok” jawab Mikhail sambil tersenyum menyeringai.


“Ah! Bakat ramuanku ya” gumam Marcel dengan kesal.


“Kamu akan terdampar dilautan selama beberapa hari hingga masuk ke wilayah mereka dan tubuhmu akan dipasang chip buatan Damon kemarin untuk bisa mendeteksi posisi kamu dan terhubung dengan GPS yang selama ini terpasang di tubuh kamu” papar Mikhail menjelaskan.


“King apa aku hanya akan terdampar sendiri saja?" tanya Marcel dengan cepat.


“Heeemm” deham Mikhail sambil mengangguk kepala.


“Tenang saja dude. Nanti ada ikan paus dan hiu yang menemani kamu disana! Hehehe” ucap Teivel sambil terkekeh.


“Ckk!! Sekalian saja dengan buaya paling besar di dunia ini” decak Marcel dengan kesal sambil menatap Teivel.


“Itu ide bagus dude. Aku akan carikan buaya itu buat kamu agar menemani kamu nanti” balas Teivel dengan santai.


“Ckk!! Aku tidak butuh” ketus Marcel.


“Lusa kamu akan berangkat ke sana” titah Mikhail.


“Baik King” jawab Marcel.


“Teivel kamu berangkat ke Rusia dan cari tahu siapa yang masih berhubungan dengan sialan itu sekarang” titah Mikhail dengan suara dingin.


“Baik King”


“Dimana adik ipar bodohku itu?” tanya Mikhail dengan cepat.


“Tuan muda kedua Wesly saat ini berada di mansion utama Wesly bersama nona muda sedangkan yang lainnya sedang pergi ke Indonesia menjenguk nona Zelena yang masuk rumah sakit karena di di dorong saudara tiri tuan muda Ares King” jawab Damon menjelaskan.


“Bagaimana kandungan adikku?” tanya Mikhail lagi.


“Kandungan nona muda baik-baik saja King” jawab Damon.


Mikhail diam memikirkan semua keluarganya yang harus ia lindungi dari musuhnya itu, sebelum berhasil mengetahui identitas mereka dan berapa banyak pasukan yang ia punya disana.


Waktu pembalasanku sebentar lagi sialan, batin Mikhail dengan tatapan membunuh.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


To be continue………………

__ADS_1


__ADS_2