Heartless 2

Heartless 2
Chapter 34


__ADS_3

🍁Jaga harga diri jangan sampai kau tak punya harga diri hanya demi untuk cinta🍁


.


.


.


.


Mikhail menatap informasi penting yang barusan ia dapat dengan tatapan dingin dan datar. Entah apa yang ia pikirkan hanya ia saja yang tahu.


Sepertinya informasi ini akan sangat berguna nanti, batin Mikhail sambil tersenyum licik.


Pandangannya lalu tertuju pada sebuah video yang entah bagaimana ia bisa dapat berdurasi 3 menit 10 detik.


Mikhail lalu membuka video tersebut dan menontonnya, kualitas video tersebut sangat rendah sehingga tidak bisa melihat dengan jelas isi video tersebut.


Tangannya lalu bermain di atas keyboard dengan cepat ingin mengkonversi video tersebut ke resolusi yang lebih tinggi agar bisa di tonton.


Tak sampai 5 menit video tadi sudah bisa di tonton dengan resolusi tinggi. Mikhail menonton video tersebut dengan datar saat melihat aksi seorang gadis cilik yang membunuh beberapa pria dewasa dengan kejam memakai obeng.


"Zelena kamu memang monster sama sepertiku! Hahahaha" ucap Mikhail sambil tertawa.


Melihat kekejaman Zelena dalam membunuh orang-orang itu membuat darah dalam tubuh Mikhail berdesir ingin sekali lagi melihat hal tersebut dengan mata kepalanya.


"Mungkin suatu saat kita bisa bermain bersama gadis polos" ucap Mikhail sambil tersenyum penuh arti.


Siapa saja yang mendengar ucapan Mikhail barusan pasti akan sangat kaget karena hal yang diinginkan oleh Mikhail itu adalah hal yang tak masuk akal.


Tok.......tok.......tok.........


"Masuk" ucap Mikhail dengan suara dingin.


Ceklek.........


Damon masuk ke dalam ruang kerja Mikhail dan langsung di sambut tatapan datar dan dingin dari Kingnya.


"King ada klien yang ingin mencari informasi mengenai nyonya besar" ucap Damon.


Alis mata Mikhail terangkat sebelah mendengar ucapan Damon barusan, baru kali ini ada orang yang ingin membayar mahal hanya untuk informasi mengenai mommynya.


"Siapa?" tanya Mikhail dengan aura kekuasaan.


"Seorang perempuan bernama Kasih Sukma"


"Indonesia?" tanya Mikhail.


"Iya King"


Hahahahaha..............


Tawa Mikhail seketika pecah mendengar ucapan Damon barusan. Tawanya terdengar sangat menyeramkan untuk tiga pengawal gelapnya yang berada di kegelapan.


"Are she is crazy?" (apa perempuan itu sudah gila) tanya Mikhail dengan sinis.


"Tidak King" jawab Damon dengan santai.


"Katakan" ucap Mikhail kembali dengan wajah datar.


"Wanita itu berani membayar mahal hanya untuk mencari informasi mengenai nyonya besar King" ucap Damon dan Mikhail hanya diam mendengar saja.


"Sepertinya dia menyukai tuan besar King" tambahnya lagi.


Hehehehe.............


Mikhail terkekeh mendengar ucapan Damon mengenai daddy posesifnya itu. Dengan cepat ia menyambar hp di atas meja kerjanya dan menelpon mommynya.


"Halo my son" ucap Valeria dengan suara serak dari seberang.


^^^"You sleep mom?" tanya Mikhail dengan cepat.^^^


"Heemm"


"Siapa yang menelponmu malam-malam honey"


Mikhail mendengar suara daddynya yang terdengar cemburu dari seberang.


"Putramu"


"Ckk!! Apa raja setan itu sudah miskin dan tidak bisa membeli jam disana" dengus Thomas.


^^^"I hear dad" (aku dengar papa) ucap Mikhail dengan suara dingin.^^^


"Ckk!!"


"Ada apa son?" Valeria segera bertanya sebelum suami dan anaknya itu kembali berdebat.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Mikhail tersenyum penuh arti memikirkan sebuah ide untuk mengerjai daddynya. Natasha yang kebetulan hari ini sudah mulai libur semester memilih mengantar sarapan buat kakaknya di penthouse.


Ceklek.............


"Nona muda" ucap Damon dengan sopan saat Natasha membuka pintu.


"Kakak lagi sibuk ya ka Damon?" tanya Natasha.


"King sedang berbicara dengan nyonya besar nona muda"


"Oh"


Ia melihat kakaknya yang menatapnya sambil memberi isyarat untuk duduk di sofa.


^^^"Mom you know daddy have another woman" (mama kamu tahu, papa mempunyai wanita lain) ucap Mikhail dengan santai.^^^


"Apa" teriak Valeria dengan kaget dari seberang.


Natasha melotot kaget mendengar ucapan kakaknya yang dengan santai mengatakan hal tersebut. Jika sampai daddynya punya wanita lain di luar sana ia akan membunuh wanita itu.

__ADS_1


Daddy awas saja kalau selingkuh aku akan cincang kem****n daddy, batin Natasha dengan kesal.


Mikhail tersenyum smirk membaca isi pikiran adik kesayangannya yang sudah tak sabar ingin memberi pelajaran kepada daddy mereka.


"Son kamu jangan memfitnah daddy ya" teriak Thomas dengan kesal dari seberang.


^^^"Aku tak memfitnah dad, barusan ada perempuan asal Indonesia yang meminta informasi mengenai mommy"^^^


"Kirim datanya ke mommy sekarang" ucap Valeria dengan suara dingin dari seberang.


^^^"Oke mom! Jangan lupa rekam saat mommy bermain ya"^^^


Mikhail memutuskan panggilannya sepihak tak mau mendengar suara melengking daddynya yang seperti kebakaran jenggot dari sana.


"Kakak apa itu betul?" tanya Natasha dengan mata memicing.


"Damon" ucap Mikhail datar malas menjelaskannya.


"Tidak nona muda" ucap Damon tahu maksud King.


"Phew! Syukurlah" ucap Natasha dengan lega.


"Tapi"


"Tapi apa Damon kamu jangan bertele-tele kalau ngomong" dengus Natasha dengan kesal.


"Ada perempuan asal Indonesia yang ingin mencari data nyonya besar nona muda sepertinya dia menyukai tuan besar"


"Kurang ajar! Siapa yang mau main-main sama mommy" hardik Natasha dengan emosi.


Mikhail dan Damon hanya menatap Natasha yang mengumpat dan memaki orang yang sudah berani ingin mengusik rumah tangga mommy dan daddy mereka.


"Aku harus ke Indonesia untuk beri pelajaran ke wanita ja***g itu ka"


"Tidak perlu"


"Tapi ka" ucap Natasha yang langsung di potong Mikhail.


"Mommy yang akan pergi jadi kamu tidak usah ke sana"


"Ayolah kak! Kalau begitu aku susul mommy ya" pinta Natasha dengan memelas.


"No! Kamu saat ini jangan keluar dari negara ini ada beberapa musuh kita yang sedang memantau pergerakan kita" ucap Mikhail dengan suara tegas.


"Iya ka" Natasha tak membantah lagi melihat tatapan tajam kakaknya.


~ Dubai, Uni Emirate Arab ~


Di Dubai tepatnya di kastil paling mewah dan megah di kota itu sedang terjadi perdebatan sengit antara pasangan suami istri Parker.


"Aku tidak mengenal wanita itu honey! Kenapa kamu marah sama aku" ucap Thomas dengan suara tinggi.


"Pasti karena kamu terlalu tebar pesona di sana jadi ada yang menyukaimu kan" sinis Valeria.


"Oh come on honey! Kamu tahu seberapa besar cinta aku untukmu dan kamu tahu sifat aku selama ini" (ayolah sayang) pekik Thomas dengan kesal.


"Tetap aku akan pergi ke Indonesia saat ini juga" ucap Valeria dengan tatapan tajam.


Malam itu juga keduanya berangkat ke Indonesia tanpa menganti pakaian tidur sama sekali. Rehan dan istrinya dokter Lauren hanya menggelengkan kepala mereka melihat aksi gila master dan tuan mereka.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


1 Bulan kemudian


Sejak sebulan yang lalu Mikhail belum bertanya mengenai wanita yang ingin mencari data mommynya kepada kedua orang tuanya.


Ia sangat sibuk mengurus perusahaan dan markas sampai tak memikirkan hal lainnya.


~ Mansion Xander ~


Saat ini Xander sedang bermain dengan kedua peliharaan kesayangannya di taman belakang. Besok adalah hari ulang tahun Zelena tapi mereka semua tidak bisa hadir disana.


Waktu itu Xander berencana akan membuat party ulang tahun Zelena tapi saat Mikhail mengatakan jika masalah mereka beberapa waktu terakhir adalah ulah musuh mereka untuk membuat pikiran mereka terpecah.


"Brother" pekik suara cempreng dari pintu belakang.


"Diam kamu Vic!" hardik Vincent kembarannya.


Xander menatap kedua adik kembarnya dengan malas karena ada si mulut berisik adiknya Victor yang akan membuatnya kesal.


"Wow ternyata brother punya landasan pribadi sendiri" pekik Victor dengan decak kagum.


Vincent memutar malas matanya mendengar ucapan kembarannya yang seperti orang kampung. Victor baru pertama kali datang ke mansion Xander karena ia sibuk syuting film terbarunya di Italia.


"Brother boleh aku buat konten video disini" pinta Victor dengan mata berbinar-binar.


"No"


"Ayolah brother" Victor memelas di dekat Xander.


"No"


"Ah! Brother pelit" dengus Victor dengan bibir mengerucut.


"Kamu jelek seperti bebek Vic" ejek Vincent.


"Diam kamu twin" hardik Victor dengan kesal.


"Kenyataan Vic! Apa kamu mau aku fotoin biar kamu lihat"


"Tidak perlu! Foto wajahku ini bayaran mahal bukan gratisan kayak kamu" sombong Victor.


Bugh...........


"TWINNNNN" teriak Victor dengan kesal saat kepalanya di pukul Vincent.


"Kalian berdua bisa diam tidak!" bentak Xander dengan suara dingin.


Keduanya seketika diam tapi saling melempar ejekan lewat tatapan mereka. Xander mendengus melihat kelakuan kedua adik kembarnya yang sangat menyebalkan untuknya.

__ADS_1


"Besok ulang tahun princess" ucap Xander dengan suara dingin.


"Apa kita tidak bisa ke sana brother?" tanya Vincent.


"Heemmm! Kita belum tahu siapa musuh kita dan takutnya jika kita terlalu sering ke sana musuh bisa mencurigai hal tersebut"


"Tapi aku kasihan sama princess, harus rayain ultahnya sendiri disana brother" ucap Victor dengan wajah sedih.


"Mau bagaimana lagi ini semua untuk princess" ucap Vincent.


"Kondisi princess semakin menjadi"


"Apa maksud brother?" tanya keduanya dengan serentak.


Xander memberikan hpnya kepada kedua adiknya untuk melihat rekaman yang dikirim Adam pengawal gelap Zelena bulan lalu. Mata keduanya seakan ingin keluar dari tempatnya melihat video tersebut.


"Hiks hiks hiks hiks.......brother lakukan sesuatu" ucap Victor sambil menangis.


"Brother! Princess akan baik-baik saja kan?" tanya Vincent dengan cemas.


"I don't know" (aku tidak tahu) Xander membuang napasnya dengan kasar tak bisa menjawab ucapan kedua adiknya.


"Sial sebenarnya apa yang terjadi waktu itu" ucap Vincent dengan kesal.


"Jawabannya hanya ada di bocah laki-laki yang bersama princess waktu itu" ucap Xander dengan wajah dingin.


"Jadi ada anak lain juga yang diculik brother" pekik Victor.


"Heeemmm"


"Apa brother sudah mendapat identitas bocah itu?" tanya Victor.


Xander menggelengkan kepala menjawab pertanyaan Victor, melihat hal tersebut Vincent mengusap wajahnya dengan kasar memikirkan masalah adik bungsu mereka.


"Black Shadow" ucap Victor.


Keduanya menatap Victor dengan tatapan bingung saat mendengar nama tersebut.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


"Kenapa kalian lihat aku seperti itu?" tanya Victor dengan bingung.


"Apa maksudmu Vic dengan Black Shadow?" tanya Vincent dengan mata memicing.


"Bukannya mereka mafia yang bisa mengumpulkan informasi apapun tak perduli sudah puluhan tahun meski bayarannya mahal"


Xander memikirkan ucapan Victor barusan dan ia membenarkan hal tersebut. Seketika matanya terbelak memikirkan nama seseorang yang pasti sudah mengetahui semua ini.


"Mikhail" desis Xander dengan rahang mengeras.


Vincent dan Victor meneguk saliva dengan susah merasakan aura di sekitar mereka yang terasa sangat mencekam.


Keduanya melihat ke arah sang kakak yang saat ini menatap ke arah depan seakan ingin membunuh seseorang, kedua hewan kesayangan kakaknya itu juga ikut bergidik ngeri merasakan aura kekuasaan dari tuan mereka.


"Luki" teriak Xander dengan melengking.


"Iya bos" ucap Luki yang entah dari mana ia muncul.


"Lacak keberadaan King Mikhail sialan itu" ucap Xander dengan rahang mengeras.


"Baik bos" ucap Luki segera berlalu pergi.


Vincent dan Victor saling menatap menanyakan ada apa dengan kakak mereka tapi keduanya tak tahu apa yang terjadi.


~ Jakarta, Indonesia ~


"Kenapa loe?" tanya Zelena melihat sahabatnya yang seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Lele loe tahu ngak?" tanya Clarisa dengan wajah kusut.


"Ngak tahu" ucap Zelena dengan santai.


"Isshh! Gue belum selesai ngomong Lele" dengus Clarisa dengan kesal.


"Loe kan ngak ngomong dengan cepat jadi gue ngak tahu Risa" balas Zelena dengan wajah polos.


Phew............


Clarisa hanya bisa membuang napas dengan kasar melihat sifat sahabatnya yang terlalu polos.


"Kenapa lagi loe! Sakit gigi ya" tebak Zelena.


"Ngak"


"Sakit perut"


"Ngak"


"Sakit kepala, diabetes" ucapnya lagi.


"Ngak Lele" dengus Clarisa kesal ditanyai terus.


"Oh gue tahu ciri-ciri loe ini kayak buku yang gue baca semalam tentang pasien rabies" pekik Zelena dengan histeris.


Clarisa melotot mendengar ucapan Zelena barusan yang membuat keduanya menjadi tontonan pengunjung cafe. Ia menutup mukanya tak ingin melihat tatapan mata pengunjung yang menatap dengan selidik saat Zelena mengatakan hal barusan.


"Lele" kesal Clarisa dengan tajam.


"Kenapa Risa?" tanya Zelena dengan santai.


"Gue ngak sakit apa-apa jadi stop mikir yang aneh-aneh" dengus Clarisa.


"Oh oke"


Tanpa Zelena sadari ternyata Ares yang sedang nongkrong dengan teman-teman sekolahnya tersenyum tipis saat mendengar suara perempuan yang sudah menyita perhatiannya sejak pertemuan pertama mereka.


Loe semakin menarik Zelena, batin Ares.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...

__ADS_1


To be continue...............


__ADS_2