
🍁Hiduplah menurut jalanmu sendiri jangan hidup menurut jalan orang lain karena hanya kamu yang mengetahui mana yang terbaik buat dirimu sendiri🍁
.
.
.
.
Prang………….prang…………prang……………prang……….
Sesuai tebakan Xavier barusan kalau putra sulungnya akan mengamuk didalam sana, melampiaskan emosinya saat mendengar informasi yang di sampaikan oleh Luki barusan.
Bugh………….bugh…………..bugh…………….
Xander memukul David meluapkan emosinya setelah tak ada barang lagi didalam sana yang bisa ia hancurkan. Xavier yang melihat David mulai kewalahan dengan cepat menghadang pukulan anaknya dan alhasil keduanya yang saat ini saling bertarung.
“Tenangkan dirimu son!” bentak Xavier dengan suara tinggi menggelegar.
Brak………………..
Xander menendang kursi kebesarannya hingga patah terbelah menjadi dua sambil menatap daddynya dengan tatapan berkilat tajam seakan ingin menelannya hidup-hidup.
“Tenangkan dirimu son karena saat ini yang terpenting adalah keselamatan adikmu dan lainnya” ucap Xavier dengan suara tegas.
“Beraninya mereka pergi tanpa di kawal pengawal” ucap Xander dengan senyum menyeringai.
Mata birunya berkilat tajam dengan aura membunuh yang menguar didalam sana membuat David dan daddynya bergidik ngeri. Ia lalu mengambil hpnya dan menghubungi Mikhail tapi nomornya di luar jangkauan.
“LUKI” panggil Xander dengan suara tinggi.
“Iya bos” ucap Luki dengan cepat masuk ke dalam ruangan pribadi Xander.
“Cari tahu dimana keberadaan bocah sialan itu karena aku sendiri yang akan menjemput mereka” titah Xander dengan suara dingin dan tegas.
“Baik bos” jawab Luki dengan patuh.
Luki bergegas keluar dari sana untuk mengerjakan perintah Xander karena ia tidak ingin mendapat pukulan seperti David barusan. Apa lagi saat ia melihat ruangan pribadi Xander yang tadinya rapi sudah berubah seperti kapal pecah.
Kali ini daddy tidak bisa menolongmu dari kakakmu Vic, batin Xavier dengan gusar.
2 Jam kemudian
Sudah 2 jam berlalu dan Luki belum juga mendapat lokasi dimana keberadaan Victor dan lainnya berada saat ini. David dan Xander sedari tadi diam tidak mengatakan apa-apa setelah kepergian kedua daddy mereka.
Tok………….tok……………….tok………………..
David membuka pintu saat mendengar ketukan dari luar dan itu adalah Luki. Xander menatap Luki dengan tatapan tajam dan dingin membuat Luki bergidik ngeri.
“Aku sudah mendapat lokasi tuan muda ketiga dan lainnya bos” ucap Luki sambil menyodorkan iPad miliknya ke Xander.
Xander menerima iPad tersebut dan melihat lokasi keberadaan adiknya dan seketika bibirnya tersenyum menyeringai melihat dimana mereka berada saat ini.
Hehehehe……………….
Xander terkekeh dengan tatapan tajam membuat David dan Luki tahu jika Victor dan lainnya dalam bahaya, karena sudah membangunkan monster kejam didalam tubuh Xander.
“Tahan mereka semua disana dan jangan biarkan mereka lolos” titah Xander dengan suara tegas.
“Baik bos” ucap David segera melakukan perintah Xander.
“Siapkan jetku kita pergi jemput mereka” ucap Xander dengan suara dingin.
“Baik bos” ucap David.
__ADS_1
Ketiganya segera pergi dari markas Devil Dragon menaiki helikopter menuju landasan pribadi Xander di mansionnya untuk berangkat menjemput Victor dan lainnya.
~ Mansion Utama Parker ~
Pagi ini tuan dan nyonya Parker menatap Teivel dengan tatapan tajam setelah sarapan, karena mereka ingin mendengar alasan kenapa Teivel harus mengawal mereka mulai hari ini.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
“Katakan alasannya Teivel” ucap Thomas dengan suara dingin.
“Tuan bisa bertanya langsung ke King mengenai alasannya” jawab Teivel dengan suara tak kalah dingin.
“Apa yang anak aku rencanakan Teivel?” tanya Valeria dengan tatapan tajam.
“Saya tidak tahu nyonya. Nyonya bisa bertanya ke King” jawab Teivel dengan santai.
Phew…………..
Thomas membuang napasnya dengan kasar mendengar jawaban Teivel yang tidak akan pernah memberitahu mereka alasan kenapa dia di suruh mengawal mereka.
Keduanya sangat tahu jika ingin bertanya kepada Teivel atau yang lainnya itu percuma saja karena mereka semua sangat setia kepada Mikhail.
“Honey ayok kita jenguk saja putri kita karena percuma saja kita bertanya ke sialan ini” ajak Thomas sambil menatap Teivel dengan sinis.
“Heeemmm”
Keduanya segera pergi diikuti oleh Teivel, Lucas, dan pengawal milik Valeria dan Thomas menuju ke mansion utama Wesly.
Sedangkan Marcel saat ini ia sedang mendengar ceramah bundanya, sambil mengobati kaki adiknya yang ia buat lumpuh karena melakukan percobaan virus buatannya ke sang adik.
“Ini terakhir kali kamu menjadikan adikmu sebagai bahan percobaan virus-virusmu itu” ucap Lauren dengan suara tegas memperingati sang anak.
“Aku tidak janji bunda” jawab Marcel sambil tersenyum menyeringai menatap sang adik.
Mario menatap kakaknya dengan mata melotot mendengar jawaban sang kakak membuat Marcel terkekeh melihatnya.
~ Mansion Utama Wesly ~
Vincent senang bukan main melihat istrinya yang mengurus semua keperluannya dari ia bangun sampai tidur, dan menyuruh asistennya untuk menghendel semua pekerjaannya di perusahaan karena ia akan mengurus suaminya hingga sembuh.
“Honey terima kasih buat semuanya” ucap Vincent sambil tersenyum bahagia.
“Itu sudah menjadi tugas aku sebagai seorang istri untuk merawat suami aku” ucap Natasha sambil menggenggam kedua tangan suaminya dengan erat.
Para orang tua yang melihat keduanya tersenyum bahagia karena pada akhirnya rumah tangga kedua anak mereka akhirnya bersatu kembali tidak seperti waktu itu. Tak berselang lama hp Teivel berbunyi membuat semua mata disana seketika memandangnya.
Dengan santai Teivel berlalu keluar seperti tak ada beban untuk menerima panggilan masuk dari Damon.
^^^“Halo”^^^
“2 jam lagi kamu jemput princess Katy di bandara karena dia baru pulang bersama rombongan kegiatan relawan bencana alam di Ukraina dan ia saat ini menjadi sasaran musuh raja Bryan”
^^^“Apa mereka menargetkan princess Katy di bandara?” tanya Teivel dengan cepat.^^^
“Heemmm! Kamu pergi sendiri dan jangan sampai ada yang mengenali kamu disana”
^^^“Oke”^^^
“Bawa dia selalu bersama tuan dan nyonya besar kemanapun mereka pergi sampai pangeran Maxim menjemputnya”
^^^“Berarti…….”^^^
“F**k” maki Teivel saat melihat panggilannya sudah mati sebelum ia menyelesaikan ucapannya.
Ia membuang napasnya dengan kasar memaki dan mengumpat nama Damon disana, membuat penjaga dan pengawal di mansion utama Wesly menatapnya dengan heran.
__ADS_1
“Kenapa kamu?” tanya Thomas dengan selidik saat Teivel kembali masuk dengan wajah emosi.
Teivel diam tidak menjawab ucapan Thomas membuat Thomas berdecak kesal dan mengumpat Teivel. Chloe dan Mira tercengang tak menyangka jika anak buah kepercayaan Mikhail bisa membuat tuan besar mereka seperti itu.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
~ Jakarta, Indonesia ~
Zelena membaca pesan dari kakaknya Xander yang baru saja masuk membuat keningnya mengerut karena tak paham dengan maksud sang kakak.
“Maksud brother Xander apa sih?” tanya Zelena dengan bingung.
Ares yang baru pulang dari kantor menatap kekasihnya dengan bingung karena sedari tadi ia memanggil Zelena tapi tak dijawab karena sibuk melihat hpnya.
“Apa sih yang buat kamu sampai tidak menjawab panggilan aku mi amor” ucap Ares dengan kesal sambil mengambil hp milik Zelena.
“Querido” ucap Zelena dengan kaget.
Ares membaca pesan dari Xander di hp milik kekasihnya dengan kening berkerut, karena merasa ada sesuatu yang akan terjadi. Apa lagi Xander mengirim pesan peringatan untuk tidak kemana-mana sendirian.
“Apa maksud Xander mi amor?” tanya Ares dengan suara lembut.
“Aku ngak tahu querido. Baru saja brother Xander mengirim pesan itu tapi aku tidak mengerti querido” jawab Zelena dengan jujur.
“Nanti biar aku tanya langsung ke Xander mi amor”
“Heemmm”
Ares lalu menuju ke kamarnya untuk membersihkan diri meninggalkan Zelena di ruang santai yang sedang mengerjakan tugas kuliahnya. Tak lama ia berdecak kesal mengingat kejadian tadi saat ia bertemu dengan Daniella di cafe dekat kampus.
“Sebaiknya gue ngak usah cerita ke querido karena pasti querido akan memberi pelajaran ke nenek lampir itu” ucap Zelena memikirkan akibatnya jika ia memberitahu kejadian tadi siang di cafe.
Tanpa Zelena sadari ternyata Ares sempat mendengar ucapannya barusan saat hendak sampai di ruang santai.
Ia lalu berbalik kembali menuju ruang kerjanya untuk menelpon Gery agar mencari tahu apa yang dilakukan oleh kekasihnya hari ini, karena lagi-lagi Zelena pergi tanpa di kawal pengawal.
~ Puri Orchid Apartment ~
Clarisa yang baru pulang kantor merasa seperti ada yang mengikutinya sedari ia keluar dari perusahaan. Ia terus berbalik ke belakang ingin melihat siapa yang mengikutinya tapi ia tidak menemukan ada orang aneh di belakangnya.
Kayak ada yang ngikutin gue ya, batin Clarisa dengan takut.
Clarisa menekan tombol lift sambil melihat ke belakang takut jika instingnya benar kalau ada yang mengikutinya, saking takutnya tubuhnya sampai gemetar jika apa yang ia pikirkan benar.
Arrrgghhh……………
Teriak Clarisa ketakutan sambil berbalik saat melihat pantulan ada orang yang berjalan mendekatinya sambil mengeluarkan pisau dari dalam jaketnya.
Karena teriakan Clarisa barusan orang tadi segera berlari pergi dari sana tidak ingin tertangkap.
“Nona anda baik-baik saja kan” tanya petugas keamanan yang berlari mendekati Clarisa saat mendengar teriakan.
“I….ya pak” ucap Clarisa dengan gemetaran.
Clarisa lalu dibantu berdiri oleh beberapa orang yang juga berada disana dan setelah itu ia bergegas masuk ke dalam lift sambil menekan nomor Mikhail dengan gemataran.
“Baby” ucap Mikhail dengan suara lembut dari seberang.
^^^“Khail……………hiks hiks hiks hiks” tangis Clarisa pecah mendengar suara kekasihnya.^^^
“Apa yang terjadi baby? Kenapa kamu menangis?” tanya Mikhail dengan panik.
^^^“Ad…..a orang yang mengikuti aku saat keluar dari perusahaan sampai apartemen Khail…………hiks hiks hiks…………..dia membawa pisau saat aku menunggu lift tadi” ucap Clarisa dengan sesegukan sambil menangis histeris.^^^
“Siapa?” tanya Mikhail dengan suara dingin dari seberang sana membuat Clarisa semakin ketakutan.
__ADS_1
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
To be continue………………..