
πSaat kamu mencintai seseorang maka kamu harus menerima kelebihan dan kekurangannyaπ
.
.
.
.
"Apa yang mau kamu lakukan Vin?" tanya Natasha dengan panik.
"Sesuatu yang akan membuatmu ingat akan statusmu itu gadis ular" ucap Vincent dengan sinis.
Tubuh Natasha bergetar mendapat tatapan tajam Vincent yang seakan ingin menelannya hidup-hidup. Matanya terbelak melihat Vincent yang mulai melepas jaket dan kaos.
Jangan bilang dia mau meminta haknya, batin Natasha dengan takut.
Natasha bangun dari tempat tidur dan hendak berlari keluar tapi sialnya gerakannya kalah cepat dengan gerakan Vincent yang menarik kakinya dengan kuat.
"Lepaskan aku! Lepas Vincent!" bentak Natasha.
"Mau lari! Heemm? Jangan harap kamu bisa lolos kali ini istriku" ancam Vincent dengan suara dingin.
"Aku mohon jangan Vincent. Jangan paksa aku" pinta Natasha dengan memohon.
"Penuhi kewajiban kamu sebagai istri sialan!" bentak Vincent dengan suara tinggi.
Cup..............
Dengan kasar Vincent Mencium bibir Natasha sambil memegang kedua tangannya di atas dan menekan tubuh mereka hingga berdempetan tak ada ruang sedikit pun.
Natasha berusaha melepas tangannya tapi hal itu sama sekali tak membuahkan hasil kerena tenaga Vincent lebih besar darinya membuat dia kesusahan.
Sret............Sret.............
"JANGAN" teriak Natasha bergetar ketakutan.
"Sudah berapa banyak yang menjamah ini bi**h?" tanya Vincent sambil menatap lapar kedua aset kembar Natasha yang sangat besar.
"Hiks hiks hiks...........aku mohon jangan Vin.......hiks hiks hiks" tangis Natasha runtuh merasa sangat malu.
"Penuhi kewajiban kamu sebagai istri saat ini juga" tegas Vincent dengan tatapan tajam tak mau dibantah.
Seperti kelaparan Vincent mencium dan meng***m bagian dada Natasha tak lupa meninggalkan jejak kepemilikannya disana di sekujur tubuh Natasha.
"Arrrhghh! Sakit.........hiks hiks hiks" tangis Natasha pecah saat dengan kasar Vincent menghentak miliknya ke dalam milik sang istri.
Deg...............
Jantung Vincent berdetak dengan cepat saat melihat ada yang mengalir dibawahnya hingga merembes keluar hingga jatuh di atas seprei.
Ia tak bisa berkata apa-apa karena ternyata semua pemikirannya selama ini mengenai istrinya salah dan ternyata dia adalah orang pertama untuk sang istri.
"Kamu" ucap Vincent dengan mata melotot kaget.
"Sakit.........hiks hiks hiks" tangis Natasha pecah merasakan bagian bawahnya yang seperti dibelah dua.
Cup................
Vincent mencium bibir Natasha dengan lembut membiarkan miliknya beradaptasi didalam sama sebelum bergerak.
Meski Natasha kesakitan tapi ia tak berniat untuk menyudahinya karena gairahnya sudah tak bisa diajak kompromi lagi.
Ciuman lembut Vincent seakan mengalihkan rasa sakit dibawah sana membuat Natasha tak meringis lagi. Melihat hal itu Vincent mulai bergerak dibawah sana dengan pelan-pelan menikmati kenikmatan surga yang sangat nikmat.
Ah.............
******* Natasha mengalun indah di telinga Vincent membuat ia semakin memacu tubuhnya. Hari itu untuk pertama kali Vincent bisa merasakan nikmat duniawi yang tak pernah ia temukan diluar sana selama ini.
Beruntung kamar milik Vincent kedap suara jadi tidak ada yang bisa mendengar suara-suara tadi dan teriakan Natasha sedari tadi.
~ Mansion Kendrick ~
Saat ini Xander dan David disuruh Xavier untuk datang ke mansion uncle Albert ingin membahas sesuatu yang akan disampaikan oleh Valeria.
...π π π π π...
__ADS_1
"Daddy kenapa nyuruh aku kesini. Aku itu lagi banyak kerjaan di perusahaan" ketus Xander dengan suara dingin.
"Kamu punya banyak pekerja son jangan berlagak kamu itu bekerja sendiri" dengus Xavier sambil menatap putranya dengan kesal.
"Suka-saku aku daddy. Lagian aku bosnya disana"
"Hubby cukup" potong Choe saat melihat gelagat suaminya akan membalas ucapan putra pertamanya itu.
Xander tersenyum mengejek melihat daddynya yang tak bisa berkutik didepan sang mommy. Sedangkan Xavier melotot tajam kepada anaknya yang sedang mengejeknya.
"Jadi kenapa kalian manggil kami kesini?" tanya Xander dengan suara dingin dan angkuh.
"Dia akan muncul" ucap Valeria dengan suara dingin sambil bersedekap tangan di dada.
"Apa maksud aunty? Dia siapa?" tanya David dengan bingung.
"Orang di balik semua permainan ini" jawab Valeria dengan suara dingin.
"Jangan bilang otak dibalik semua kejadian kita beberapa bulan ini akan muncul aunty" tebak Xander.
"Tebakanmu benar Xander! Hehehehe" balas Valeria sambil terkekeh.
"Siapa dia honey?" tanya Thomas.
"Aku tidak tahu" jawab Valeria dengan santai.
Ehhh.............
Semuanya melongo mendengar ucapan Valeria barusan yang tak mengetahui siapa dalang dibalik ini semua. Padahal ia baru saja memberitahu informasi mengenai kemunculan orang itu.
"Kalau aunty tidak tahu dia siapa lalu dari mana aunty tahu dia akan muncul?" tanya Xander mewakili mereka semua.
Valeria diam sambil menatap mereka semua yang juga menatapnya menunggu jawaban darinya.
"My son" (putraku) jawab Valeria dengan singkat.
Semuanya diam saat mendengar siapa yang memberikan informasi ini kepada aunty Valeria. Xander tahu jika informasi yang diberikan oleh Mikhail selalu akurat.
"Apa Mikhail tidak memberi tahu siapa dia honey?" tanya Thomas.
"Apa tidak ada informasi lain yang diberitahu King Valeria?" tanya Xavier.
"Mikhail hanya menyuruh aku dan suamiku untuk memperketat penjagaan kami. Untuk keselamatan putriku dia memberikan ke keluarga kamu" jawab Valeria sambil menatap tajam Xander.
"Itu memang tugas keluarga kami aunty" balas Xander.
"Bos aku titip putriku. Meskipun begitu aku juga akan memberikan pengawalan dari jauh kepadanya" ucap Thomas.
"Tidak perlu uncle. Aku sudah menaruh banyak pengawal untuk Natasha" ucap Xander.
"Baiklah. Uncle percaya sama kamu Xander"
"Heemmm"
"Apa orang itu akan menyerang kita semua serentak aunty?" tanya David.
"Bisa ya dan tidak. Tapi dia akan mulai dari rumah tangga Vincent dan Natasha" jawab Valeria dengan suara dingin.
"Berengsek" umpat Thomas dengan emosi.
Ia sangat marah mendengar rencana orang tersebut yang akan menghancurkan mereka mulai dari rumah tangga putrinya.
"Orang itu sudah mulai bergerak" ucap Xander membuat semua mata tertuju kepadanya.
"Son apa maksudmu?" tanya Chloe dengan suara lembut.
"Aku curiga dengan satu orang yang sedang dekat dengan Natasha akhir-akhir ini. Namanya Marco" jawab Xander.
"Marco?" tanya Thomas sambil berpikir pernah mendengar nama itu dimana.
"Bukannya dia orang yang menyelamatkan Nata waktu di hadang preman" ucapnya lagi setelah mengingat siapa Marco.
"Heemmmm" deham Xander sambil mengangguk kepalanya.
"Are you sure?" (apa kamu yakin) tanya Valeria dengan tatapan tajam.
"Asisten keduaku sedang mencari informasinya aunty" jawab Xander.
__ADS_1
"Identitasnya asli. Uncle sudah mencari tahu sebelumnya" balas Thomas.
"Ya aku tahu uncle tapi ada sesuatu yang uncle lewatkan"
...π π π π π...
Kening Thomas mengerut bingung mendengar ucapan Xander barusan. Karena sebelumnya ia sudah mencari tahu identitas Marco yang sebenarnya.
"Ada rekaman janggal saat di rumah sakit Wesly waktu uncle Kevin keracunan uncle" ucap David sambil menunjukkan rekaman cctv di iPad.
"Bawa laptopku kesini!" bentak Valeria dengan tatapan membunuh setelah menonton rekaman tersebut.
Rehan yang berdiri tak jauh darinya segera mengambil laptop Valeria di dalam mobil. Valeria berkutat dengan laptop didepannya membuat semuanya diam menunggu hasilnya.
"Rehan suruh anak buah loe bawa Marco ke hadapan gue sekarang" hardik Valeria dengan melengking.
"Baik master" ucap Rehan sambil berlalu keluar.
Chloe yang menerjemahkan ucapan Valeria barusan membuat mereka semua menatapnya dengan bingung.
"Marco itu seorang gigolo asal Italia dan dia datang kesini karena disuruh oleh seseorang untuk menghancurkan rumah tangga Vincent dan Natasha" papar Valeria dengan suara dingin.
"Sial" umpat Thomas dengan emosi.
"Ternyata kali ini kita kecolongan" ucap Xander.
"Son suruh anak buahmu cari Marco ke seluruh polosok" perintah Xavier.
"Oke daddy"
Hari itu juga Xander memberi perintah kepada semua anak buahnya untuk memperketat pengawalan semua keluarga besar mereka.
Lili, Henry, Victor, Vincent, dan Leon yang mendapat pengawalan ketat saat ini hanya bisa pasrah saja diikuti pengawal yang sangat banyak saat mereka bepergian.
~ Basecamp VK ~
Saat ini Vincent sedang duduk bersama anggota gengnya membahas perintah yang baru saja Vincent katakan.
"Sebar anak buah kita ke seluruh kota buat cari orang itu" ucap Vincent dengan suara dingin.
"Maaf bos kalau boleh tahu dia kenapa?" tanya Kino dengan cepat.
"Dia ingin menghancurkan rumah tanggaku" ucap Vincent dengan suara dingin.
"Berengsek! Siapa yang berani menganggu keluarga bos!" bentak Angga dengan emosi.
"Bukannya ini pacar si manusia tepung ya bos" ucap Jason melihat foto Marco.
"Heeemmm"
"Jangan bilang Marco mendekati Anabelle hanya untuk cari tahu informasi tentang bos dan nyonya bos" tebak Angga.
"Bisa jadi sih bro" ucap Alex membenarkan ucapan Angga.
"Jika sampai Ana memberi informasi aku ke bangsat itu dia bakal rasain sendiri hukuman dari aku" ucap Vincent dengan tatapan membunuh.
Glek.............
Ana menelan salivanya dengan susah mendengar ucapan Vincent barusan. Ia yang barusan datang dan ingin masuk mengurungkan niatnya saat mendengar nama Marco disebut.
Aku harus pergi dari sini dan memberitahu Marco, batin Ana.
Ana berlalu keluar dari sana sebelum ada anggota Vincent yang melihat kedatangannya. Ia menelpon Marco berulang kali tapi nomornya tidak aktif.
"Sialan kemana sih bajingan itu" maki Ana dengan kesal.
Ana berlalu menuju apartemennya karena tidak tahu harus mencari tahu Marco kemana lagi. Selama ini ia tidak mengetahui dimana Marco tinggal dan hanya bertemu saat ia menelponnya atau saat ia datang ke apartemennya.
Sedangkan disudut kota di tengah hutan orang yang menjadi pembicaraan mereka semua sedang berdiri menatap danau didepannya sambil menelpon.
Tak lama ia mengigit kartunya setelah selesai menelpon. Senyum smirk muncul di wajahnya tak menyangka jika ia akan ketahuan secepat ini.
Sebelum aku pergi dari kota ini aku harus menikmati tubuhnya, batin Marco sambil tersenyum smirk memikirkan rencana di otaknya.
...π π π π π...
To be continue...............
__ADS_1