
🍁Tujuan hidup kita adalah menjadi bahagia 🍁
.
.
.
.
Violet berdiri mematung melihat tatapan mata tajam sang nyonya yang menatapnya seakan-akan ingin menelannya hidup-hidup.
“Kamu Violet cepat menghadap tuan muda kedua” titah pak Ed dengan suara tegas.
“Baik pak Ed” ucap Violet dengan sopan.
Ia lalu berjalan menuju Leon dan Mira yang berdiri di ruang tengah hendak menuju ke ruang kesehatan yang berada di bagian timur dari mansion.
“Tuan panggil saya?” tanya Violet dengan sopan sambil menundukkan kepalanya sesuai peraturan di mansion ini.
“Mulai sekarang kamu urus semua kebutuhan saya dan persiapkan semuanya selama saya dirawat hingga sembuh” titah Leon dengan suara tegas.
“Leon biarkan mommy yang mengurus semua kebutuhan kamu ya nak” pinta Mira dengan cepat.
“Apa kurang jelas ucapanku barusan?” tanya Leon dengan suara dingin sambil menatap Mira dengan cepat.
“Mommy mohon nak” pinta Mira dengan tatapan sendu.
Melihat hal itu entah kenapa Leon merasa bersalah karena sudah membuat mommy kandungnya sedih. Meski ia sangat membenci mommynya tapi dalam hatinya masih ada sedikit rasa kasih sayang untuknya.
“Mommy urus saja makananku” ucap Leon sambil berbalik menatap ke arah lain.
“Iya nak. Mommy akan memasakan makanan kesukaan kamu setiap hari” ucap Mira dengan senang.
“Heemmm”
Leon lalu memberi isyarat ke Violet untuk mendorongnya ke ruang kesehatan meninggalkan Mira yang tersenyum bahagia karena Leon mengijinkannya untuk mengurus makanannya.
Pak Ed yang melihat hal itu juga ikut bahagia mendoakan semoga keluarga tuan dan nyonyanya bisa kembali harmonis seperti dulu lagi.
~ Pulau Antah beranta ~
Seorang pria paruh baya menatap laut didepannya dari jendela kamar di bangunan kerajaan yang tidak jelas keberadaannya karena tempat itu berada dipulau antah beranta yang tidak terdeteksi di peta maupun satelit manapun.
“Lord” panggil seorang pria muda yang bernama Kein menunduk hormat dibelakang orang yang sedang menatap keluar jendela.
“Jadi kalian gagal” ucap orang yang dipanggil Lord dengan suara berwibawa.
“Maafkan kami Lord” ucap Kein.
Bugh……………….prang……………….
Kein terpental ke belakang saat tiba-tiba saja ia ditendang oleh Lordnya dengan kuat hingga membentur hiasan kaca di belakangnya sampai pecah berserakan di lantai. Wajahnya memerah menatap tangan kanan sekaligus orang kepercayaannya selama ini.
“Beraninya kamu menunjukkan wajah menjijikanmu saat kamu gagal melakukan perintahku sialan!” bentak Erich Jems Turner yang dipanggil Lord oleh Kein barusan.
“Maafkan saya Lord” ucap Kein berusaha berdiri meski perut dan punggungnya terasa sangat sakit.
Mata silver Erich menatap Kein dengan tajam merasa sangat emosi karena lagi-lagi rencananya gagal untuk menghabisi keturunan dari musuhnya selama ini, demi membalas kematian adiknya yang dibunuh oleh mereka dengan kejam.
Kein menunduk tak berani menatap mata Erich karena takut dan mata itu terlihat sangat menyeramkan jika dilihat terlalu lama. Entah kenapa Kein merasa mual jika melihat mata tuannya karena setiap sebulan sekali mata itu harus di bersihkan dengan darah perawan.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
“Aku tidak mau tahu pokoknya suruh anak buahmu untuk menghancurkan mereka semua dengan cara apapun” titah Erich dengan suara tinggi menggelegar didalam sana.
“Bagaimana kalau kita hancurkan perusahaan dan semua aset mereka Lord?” tanya Kein memberi usulan.
“Hehehehe! Mereka itu tidak kekurangan uang bocah. Jika kita menghancurkan bisnis mereka maka detik itu juga mereka akan membangun kembali bisnis mereka” ucap Erich sambil terkekeh mencemooh usulan Kein barusan.
“Apa kita serang saja kediaman mereka Lord?” tanya Kein lagi.
“Lakukan setiap hari dan buat mereka tidak tenang karena terus diserang” jawab Erich sambil tersenyum menyeringai.
“Baik Lord”
“Ah! Satu lagi. Jangan pakai anak buah kita dan lakukan seperti biasa karena aku tidak mau King sialan itu berhasil melacak keberadaan kita” titah Erich dengan suara dingin.
“Baik Lord” ucap Kein berlalu pergi.
__ADS_1
Sampai di luar Kein memegang perutnya yang terasa sangat sakit karena tendangan Erich tadi.
Padahal Erich adalah orang yang sudah berumur dan bisa dibilang seperti kakeknya, tapi entah kenapa kekuatan Erich seperti anak muda dan tubuhnya tetap kekar tak ada perubahan sama sekali.
Aneh kenapa Lord masih tetap bugar dan kuat di usianya yang sudah menginjak 91 tahun, batin Kein dengan bingung.
~ Markas Black Shadow Rusia ~
“Kamu berhasil dapat lintasan titik kordinatnya?” tanya Mikhail dengan tatapan tajam.
“Dapat King dan butuh waktu selama 2 minggu untuk memecahkan titik koordinatnya karena orang itu ternyata sudah mengantisipasi jika kita akan melacak koordinat mereka dari jet tempur yang mereka kirim King” papar Damon menjelaskan.
“Ckk!! Aku penasaran sampai kapan dia akan bersembunyi terus” dengus Mikhail dengan kesal.
“Lalu jet tempur itu?” tanya Mikhail lagi.
“Itu adalah milik pembunuh bayaran yang mereka bayar untuk membunuh tuan muda pertama Wesly dan rombongannya King” jawab Damon.
“Sebarkan 2000 pasukan eliteku ke seluruh perusahaan dan asetku serta keluarga mommy yang berada di Indonesia” titah Mikhail dengan suara dingin.
“Baik King” jawab Damon dengan patuh.
“Jaga keselamatan mommy dan daddy dan suruh aunty Yorla bersama Jesica mulai sekarang tinggal di mansion utama. Perketat pengawalan uncle Bryan dan Maxim di Italia dan suruh mereka jangan pernah keluar dari kerajaan apapun yang terjadi” tambahnya lagi dengan suara tegas.
“Baik King”
“Nyalakan alarm pemberitahuan siaga 1 di seluruh markas Black Shadow” ucap Mikhail dengan aura membunuh.
“Siap King” balas Damon langsung berkutat dengan iPad di tangannya.
Mikhail lalu diam sambil menopang tangan di atas meja memikirkan semua rencananya saat ini dan juga persiapan untuk melindungi keluarga besarnya. Matanya melirik ke arah kalender yang tersisa 3 hari lagi ia harus berangkat ke Indonesia.
~ Shadow Island ~
Bunyi alarm di layar besar tepat di tengah-tengah markas berbunyi membuat semua orang disana menatap ke layar tersebut yang menampilkan gambar pemberitahuan Siaga 1.
Uncle Andre yang bertugas sebagai hacker di markas utama segera memberitahu pemberitahuan itu ke seluruh markas cabang.
“Apa yang sebenarnya terjadi uncle?” tanya Dio anak Juan orang yang bertugas menjaga Markas.
“King mengeluarkan pemberitahuan siaga 1. Entah apa yang akan kita hadapi yang pasti kita harus bersiap mulai sekarang” ucap Andre dengan suara tegas.
“Kamu pantau semua anak buah kita disini dan segera lapor jika ada yang mencurigakan” titah Andre.
“Oke uncle”
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
~ Mansion Utama Parker ~
Valeria dan Thomas saling melirik pemberitahuan yang masuk ke dalam hp mereka dengan penuh tanda tanya. Mereka segera menelpon putranya untuk bertanya sebenarnya apa yang sedang terjadi.
“Halo mommy” jawab Mikhail dari seberang.
^^^“Apa yang terjadi son?” tanya Valeria to the point.^^^
“Orang itu akan merencanakan sesuatu yang besar dan aku harus bersiap melindungi semuanya mom” ucap Mikhail dengan suara dingin dan tegas.
^^^“Son…………hiks hiks hiks” lirih Valeria sambil menangis.^^^
Untuk pertama kali ia menangis didepan putranya karena tahu saat ini putranya sedang memikul tanggung jawab yang sangat besar untuk menjaga keselamatan mereka semua.
Thomas yang melihat istrinya menangis langsung tahu jika sesuatu yang besar akan segera terjadi dan ia yakin putranya itu saat ini pasti sangat berat harus menanggung semuanya sendiri.
“Semua akan baik-baik saja honey” ucap Thomas menenangkan istrinya.
“Daddy” panggil Mikhail dari seberang.
^^^“Daddy tahu son dan kamu jangan khawatir dengan kami disini son. Daddy hanya minta jangan pernah pergi jauh dari Damon son dan jaga diri kamu selalu disana” ucap Thomas dengan suara lembut.^^^
“I know dad” (aku tahu papa)
^^^“Beritahu daddy jika kamu butuh bantuan daddy son karena daddy akan selalu ada buat kamu”^^^
“Thank’s daddy. Sebentar lagi pasukan eliteku akan sampai disitu dan mereka akan mengawal mommy dan daddy disana. Aku minta jangan pernah pergi dari mansion mulai saat ini daddy” titah Mikhail dengan suara tegas.
^^^“Oke son daddy mengerti”^^^
“Mommy” panggil Mikhail dengan suara lembut.
__ADS_1
^^^“Apa mommy bisa membantumu son?” tanya Valeria dengan suara lembut.^^^
“Ya bisa mom. 1 permintaan aku yaitu mommy dan daddy harus tetap hidup sampai ini semua selesai” pinta Mikhail.
^^^“Pasti my lion. Bukan mommy dan daddy saja yang akan hidup tapi kita semua”^^^
“Iya mom. Oh satu lagi, 4 hari lagi aku akan menikah” ucap Mikhail dengan santai.
^^^“Apa” pekik Valeria dan Thomas dengan kaget.^^^
“Aku tidak tuli mom, dad” hardik Mikhail dengan kesal dari seberang.
^^^“Menikah son? Apa kamu sudah tidak waras?” tanya Thomas dengan suara menggelegar.^^^
“Memangnya kenapa jika aku menikah daddy?” tanya Mikhail dengan kesal.
^^^“Siapa perempuan itu raja setan. Tidak ada angin atau hujan tiba-tiba kamu bilang akan menikah! Apa lagi kamu tidak pernah mengenalkan kami dengan perempuan itu” hardik Thomas dengan emosi.^^^
“Untuk saat ini aku tidak bisa mengenalkannya karena situasinya belum aman dad” ucap Mikhail dengan suara dingin.
^^^“Lalu kenapa kamu tiba-tiba menikahinya kalau situasi tidak aman!” bentak Thomas.^^^
“Karena dengan begitu aku bisa membawanya dan melindungi di sisiku daddy” ucap Mikhail dengan suara tegas.
^^^“Kamu memang raja setan sialan” hardik Thomas.^^^
^^^“Apa kamu mencintainya son?” tanya Valeria sambil menatap suaminya untuk tidak diam biar dia yang berbicara dengan putra mereka.^^^
“Yes mom. Aku sangat mencintainya dan dia adalah perempuan satu-satunya yang menggetarkan hati dingin aku mommy” jawab Mikhail dengan suara tegas dan tulus dari seberang.
^^^“Kalau begitu lakukan apa yang kamu mau nak? Mommy tidak tanya bagaimana sifat dan latar belakangnya karena mommy yakin kamu sudah mencari tahu lebih dahulu sebelum memutuskan untuk memilih dia” ucap Valeria dengan suara tegas.^^^
“Mommy benar dan terima kasih sudah mendukung keputusan aku mom”
^^^“Sama-sama son dan ingat setelah menikah jangan lupa bawa dia ke keluarga kita”^^^
“Pasti mommy”
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
Mikhail lalu memutuskan panggilannya sepihak karena sudah mendapat restu dari sang mommy, meski daddynya belum memberikan restunya tapi ia tahu sebentar lagi daddynya akan memberikan restunya.
“Kenapa kamu ijinkan honey?” tanya Thomas dengan tatapan tajam dan suara dingin.
“Ayok ikut aku honey” ajak Valeria dengan suara lembut.
Meski sedang kesal Thomas tetap mengikuti istrinya menuju balkon lantai dua, sampai disana ia mulai berbicara dengan suaminya tentang apa yang ia tangkap saat mendengar ucapan tegas putranya.
“Putra kita sama persis seperti kamu yang mencintai seseorang dengan tulus dan akan memperjuangkannya. Aku tahu bagaimana kehidupan malam putra kita honey tapi untuk yang satu ini aku yakin dialah pelabuhan terakhir anak kita” ucap Valeria dengan suara lembut.
“Bagaimana jika pilihan dia salah honey?” tanya Thomas.
“Maka sebagai orang tua kita yang harus turun tangan membantu anak kita honey” jawab Valeria dengan bijak.
Thomas mengangguk kepala mengikuti kemauan istrinya untuk merestui anak mereka dan mendukung keputusan putra mereka. Entah kenapa Valeria merasa pilihan Mikhail adalah pilihan yang tepat meski ia belum pernah bertemu.
3 Hari kemudian
Tanpa terasa waktu berlalu dengan sangat cepat dan sudah 3 hari berlalu sejak pembicaraan Mikhail dan kedua orang tuanya.
Di mansion utama Parker saat ini Yorla dan anaknya sudah berada di sana sejak 2 hari yang lalu saat Damon menelpon mereka untuk segera terbang ke California.
~ Wesly Group ~
Xander dan David baru saja selesai meeting dengan kliennya mereka di Kenzo Resto membahas kerja sama mereka di bidang perhotelan. Saat sampai di ruangannya Xander segera memeriksa tumpukan laporan yang mengunung di atas meja kerjanya.
Mata biru tajamnya menatap satu persatu kalimat yang tertera didalam laporan tersebut meneliti setiap kalimat disana apa ada kesalahan atau tidak.
Tak lama hpnya bergetar membuat matanya melirik ke arah samping dan melihat nama Daddy tertera disana.
^^^“Hemmmm”^^^
“Mansion daddy di serang orang tak dikenal son” ucap Xavier to the point.
^^^“Apa” pekik Xander dengan kaget dan langsung berdiri dari duduknya.^^^
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
To be continue………………..
__ADS_1