Heartless 2

Heartless 2
Chapter 104


__ADS_3

🍁Yakin membuat segalanya menjadi mungkin dan cinta membuat segalanya jadi mudah🍁


.


.


.


.


Mikhail beranjak meninggalkan pesta dengan wajah dingin dan aura membunuh yang menguar didalam aula Galaxy Company terasa sangat mengerikan. Valeria membuang napasnya dengan kasar merasakan aura intimidasi dan membunuh dari anaknya didalam sana.


"Mommy" lirih Natasha dengan wajah pucat merasa udara disekitarnya menipis.


Selang 5 menit keadaan didalam aula kembali kondusif karena Mikhail sudah tidak berada disana lagi.


Thomas mengusap wajahnya dengan kasar melihat para tamu yang riuh membicarakan kejadian barusan, seperti mereka tidak bisa bernapas karena oksigen didalam sana seperti tidak ada selama 5 menit.


"Raja setan itu selalu saja membuat keributan" dengus Thomas dengan kesal.


"Raja setan itu putramu yang paling kamu sayangi honey" ucap Valeria dengan suara dingin.


"Putra kita honey bukan cuma aku saja" ralat Thomas dengan wajah masam.


"Heeemmm"


Jadi ini aura ka Mikhail yang selama ini dibilang daddy dan brother ya, batin Vincent dengan syok.


~ Mansion Xander ~


Arrgghhhh.............


Teriak Victor menggelegar di taman belakang mansion Xander membuat semua penghuni mansion kaget bukan main.


Bagaimana tidak saat ini Victor sedang di kejar Kenzo dan Kenzi sebagai hukuman Xander karena ia harus turun tangan langsung meminta maaf kepada uncle Bryan aunty Elisa karena kelakukan adiknya.


"Brother ampun! Aku mohon maafkan aku brother" pekik Victor sambil berlari dengan kencang di tengah taman tak ingin di gigit kedua harimau peliharaan kakaknya.


"Berani berbuat berani bertanggung jawab Vic" ucap Xander dengan suara dingin.


AArrggghh.............


Teriak Victor saat Kenzo mengigit celana Victor hingga membuatnya terjungkal ke tanah hingga kedua lututnya berdarah. Melihat kedua peliharaannya yang tidak sampai mengigit tubuh Victor membuat Xander hanya menatap adiknya dengan santai tak perduli sama sekali.


"KENZI" hardik Xander dengan suara dingin membuat Kenzi seketika menunduk tak jadi mengigit tangan Victor.


Aura dari Xander membuat kedua hewan itu takut dan tak berani mendekatinya, bukan kedua hewan itu saja tapi pelayan dan penjaga disana juga ikut merinding merasakan aura tuan mereka yang snagat mengintimidasi.


"Brother" lirih Victor dengan wajah memelas.


"Kesini" ucap Xander dengan suara dingin.


Victor tersenyum senang dan dengan cepat sudah berlari menuju ke arah kakaknya tidak ingin menjadi santapan kedua hewan peliharaan kakaknya.


Rio yang sedari tadi berdiri melihat hukuman yang diterima Victor tak bisa berkata apa-apa, karena baru kali ini ia lihat orang yang memelihara singa sebagai peliharaan mereka di rumah mereka.


Orang kaya mah beda peliharaannya, batin Rio tak habis pikir.


"Mulai malam ini kamu harus membersihkan semua mobilku di garasi selam 2 minggu" ucap Xander dengan suara tegas setelah Victor sampai di depannya.


"APA" teriak Victor dengan kaget.

__ADS_1


Bugh.............brugh........


"BROTHER VIC" teriak Zelena dengan melengking saat melihat Victor terjatuh di tanah karena tendangan Xander barusan.


"Princess" ucap keduanya dengan serentak.


Zelena dengan panik berlari menuju Victor yang sedang memegang perutnya menahan sakit akibat tendangan Xander barusan.


"Brother Vic apa sakit?" tanya Zelena dengan khawatir.


"Sakit sekali princess" ucap Victor dengan wajah


"Brother kenapa mukul brother Vic sih? Kan kasian brother Vic sampai sakit seperti ini" protes Zelena dengan kesal.


"Siapa suruh dia membuat kekacauan di kerajaan Wizpet" ucap Xander dengan suara dingin sambil menatap Victor dengan sinis.


"Maaf brother. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi" ucap Victor.


"Ingat hukumanmu yang aku bilang tadi" ucap Xander sambil berlalu pergi menginggalkan keduanya.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Zelena menatap keduanya dengan bingung tak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan  barusan. Meski ia sangat penasaran tapi ia bergegas membantu Victor untuk masuk ke dalam mansion kakak mereka karena udara semakin dingin.


"Ngapain kamu masih disitu Rio" teriak Victor saat matanya menangkap keberadaan manajernya yang masih menatap kedua peliharaan kakaknya


Ehh.........


Rio tersadar dari lamunannya dan dengan cepat bergegas pergi menyusul Victor dan Zelena yang sudah masuk ke dalam mansion.


Sampai di ruang keluarga ketiganya bergegas duduk di sofa bersama dengan Xander yang sudah lebih dulu disana dan sedang menatap iPadnya.


"Sejam yang lalu brother" ucap Zelena.


"Heemmm! Ares?" tanya Xander lagi dengan suara dingin.


"Querido sudah menuju ke New York setelah mengantar aku sampai di mansion brother"


"Who is querido?" tanya Victor dengan kening berkerut.


"Pacar akulah brother Vic" jawab Zelena dengan  cepat.


"Ckk!! Kamu kayak anak labil aja princess"


"Biarin! Dari pada brother Vic yang tidak punya pacar" balas Zelena dengan santai.


"Wah adik aku sudah bisa mengejek kakaknya! Hemmm" ucap Victor dengan sinis.


"Kenyataan Vic" ejek Xander sambil tersenyum menyeringai.


"Bukannya brother juga tidak punya pacar ya! Hehehehe" balas Victor sambil terkekeh.


Seketika aura didalam sana terasa sangat dingin membuat Victor merutuk kebodohannya sudah membuat emosi kakaknya memuncak hanya karena ucapannya tadi. Victor menunduk tak berani menatap Xander yang sedang menatapnya dengan dingin.


"Kerjakan tugasmu sekarang Vic" ucap Xander dengan suara dingin.


"Oke brother" ucap Victor tak membantah dan berlalu pergi sambil menarik tangan Rio yang hanya pasrah saja mengikuti kemana perginya Victor.


~ Crystal Cove ~


Salah satu pantai yang sangat indah di California, Los Angeles menjadi pilihan Clarisa untuk menenangkan hatinya dan juga sekaligus merayakan ulang tahunnya yang tinggal 1 jam lagi.

__ADS_1


Meski udaranya sangat dingin tidak membuat Clarisa kedinginan karena saat ini hatinya terasa sangat sakit memikirkan hubungannya dengan Mikhail.


"Loe emang ngak pantas buat dia Clarisa. Seharusnya loe udah bisa nebak semuanya saat 1 bulan dia ngak ada kabar lagi" ucap Clarisa sambil tersenyum getir mengingat nama Mikhail yang sudah terukir di dalam hatinya.


"Mama..........hiks hiks hiks........Cla pengen ikut mama..........hiks hiks hiks" ucap Clarisa menangis histeris sambil memukul dadanya yang terasa sangat sakit.


Sedangkan Mikhail yang sudah berada di dalam helikopter menuju ke tempat kekasihnya, mengepal kedua tangannya dengan erat menahan emosi melihat foto Clarisa yang sedang menangis di tepi pantai yang baru saja di kirim Z.


"Percepat helikopter. Kenapa kamu sangat lama bangsat" teriak Mikhail dengan suara tinggi.


"Maaf King" ucap Teivel.


"2 menit lagi kita tiba King" ucap Damon.


Mikhail tak menjawab apa-apa karena dipikirannya saat ini hanya ada nama Clarisa, selang 2 menit helikopter Mikhail sudah mendarat tak jauh dari tempat Clarisa berdiri.


Sebelum menghampiri kekasihnya Mikhail memasang bluetooth penerjemah otomatis di telinganya.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


"CLARISA" teriak Mikhail menggelegar melihat Clarisa yang sudah berjalan masuk ke dalam laut hingga pahanya.


Grep...............


Mikhail menarik tangan Clarisa dengan kasar hingga tubuhnya membentur tubuh kekar Mikhail, mata tajam Mikhail menatap Clarisa dengan emosi tak menyangka jika kekasihnya akan berpikir untuk mengakhiri hidupnya sendiri.


"APA YANG KAMU LAKUKAN CLARISA!" bentak Mikhail dengan suara tinggi.


Tes.............


Air mata Clarisa jatuh saat kedua netranya menangkap sosok yang sangat dicintainya tapi juga memberikan luka dihatinya bersamaan. Mikhail sendiri sedang mencoba menahan emosinya agar tidak kelepasan di depan kekasihnya.


"APA KAMU INGIN MATI! HAH" bentak Mikhail lagi.


"IYA GUE INGIN MATI! KENAPA? KENAPA LOE HARUS NYAKITIN HATI GUE KHAIL? KENAPA LOE TEGA NYAKITI GUE" teriak Clarisa tak bisa mengontrol emosinya lagi.


"What do you mean?" (apa maksud kamu) tanya Mikhail dengan bingung.


"Gue benci sama loe. Kenapa kalian harus selalu nyakitin gue. Apa salah gue sama kalian semua sampai kalian nyakitin gue kayak gini" hardik Clarisa sambil menangis histeris.


Bugh...........bugh.............bugh............


Mikhail membiarkan Clarisa memukulnya di dada melampiaskan semua emosinya saat ini meski ia bingung apa maksud ucapan Clarisa barusan.


Apa lagi mendengar ucapan kekasihnya yang mengatakan jika ia menyakitinya. Padahal ia selama sebulan ini sudah mencoba menahan rasa rindunya hanya untuk bertemu dengan kekasihnya, karena harus membuat program terbaru yang bisa memanipulasi musuh mereka.


"Baby" panggil Mikhail dengan suara lembut.


"Aku bukan babymu sialan. Pergi kamu! Pergi" teriak Clarisa suara menggelegar.


"CLARISA!" bentak Mikhail menggelegar dengan aura mengintimidasi yang membuat Clarisa seketika bergetar ketakutan.


Saking takutnya ia sampai gemetaran didalam laut apa lagi air laut yang sangat dingin membuat Clarisa semakin pucat dan pingsan tak kuat lagi.


Melihat kekasihnya yang pingsan dengan cepat Mikhail menggendongnya dan berlari keluar dari dalam laut tak ingin kekasihnya kenapa-napa.


Kamu harus bertahan baby, batin Mikhail dengan khawatir.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


To be continue.........

__ADS_1


__ADS_2