
πTidak semua yang kamu inginkan bisa dimiliki, masa sedih dan senang itu semua mempunyai kadaluwarsa, dan apa yang pernah kamu tanam kelak akan kamu tuaiπ
.
.
.
.
Hahahahaha......................
Mikhail tertawa menggelegar di dalam ruang kerja miliknya setelah mendengar pembicaraan Carlos dan orang yang bernama tuan Dev.
Mereka tak tahu jika sedari tadi Mikhail sudah menyadap pembicaraan mereka dan bahkan sudah mengetahui lokasi dimana Dev berada.
"Manusia bodoh" ejek Mikhail sambil tersenyum menyeringai.
Beruntung hanya ada Damon di dalam sana jadi ia tak merasakan aura dari Kingnya saat ini. Berbeda dengan 3 pengawal gelap Mikhail yang gemetar ketakutan di dalam kegelapan.
"Rio" ucap Mikhail melihat GPS keberadaan orang yang di panggil tuan Dev.
"Cari data pribadi Dev" ucap Mikhail dengan suara dingin.
"Baik King"
Damon seakan tahu apa yang akan diminta oleh Mikhail sehingga dari pembicaraan mereka tadi ia sudah melacak data pribadi Dev meski berkali-kali harus memecahkan kode pengaman yang dibuat untuk menutup jejak Dev.
Mikhail mengetuk jarinya di atas meja sambil menghisap sebatang rokok dengan tatapan dingin mengarah keluar.
Meski ia diam bukan berarti otaknya tak bekerja karena saat ini otaknya sedang merencanakan sesuatu yang akan melindungi keluarga tercintanya beserta saudara angkat mommy dan daddynya.
"Clarisa" gumam Mikhail yang melupakan kekasihnya karena sibuk melacak orang yang sudah berani menyerangnya.
"King" ucap Damon yang ingin memberitahu kalau dia sudah dapat informasi Dev tapi berhenti melihat isyarat tangan Mikhail untuk diam.
Ternyata Mikhail mengambil hpnya dan menghubungi kekasihnya di Indonesia. Pada dering ketiga barulah Clarisa menjawab panggilannya.
"Halo" ucap Clarisa dengan suara serak karena sedang tidur.
Ya Mikhail tak memikirkan jika perbedaan waktu California dan Indonesia berbeda. Karena saat ini di Indonesia sudah tengah malam berbeda dengan di California yang masih siang menjelang sore.
^^^"Nyalakan lampu" ucap Mikhail terdengar seperti perintah.^^^
"Khail" ucap Clarisa yang mengenali suara itu.
^^^"Heemmmm"^^^
Clarisa bangun perlahan-lahan dan menyalakan lampu sehingga wajahnya bisa dilihat jelas oleh Mikhail karena saat ini mereka sedang melakukan panggilan video.
^^^"Baby" ucap Mikhail dengan tatapan tajam seakan sedang menyelidik.^^^
"Iy.....a" gugup Clarisa melihat tatapan tajam Mikhail yang menyeramkan.
^^^"Apa kamu tidak ingin menjelaskannya?" tanya Mikhail dengan senyum menyeringai.^^^
Clarisa berpikir apa maksud Mikhail dan lama ia berpikir akhirnya ia tahu apa maksud kekasihnya itu.
"Maaf" cicit Clarisa sambil menunduk takut.
^^^"Tatap lawanmu jika sedang berbicara baby" ucap Mikhail dengan suara tegas.^^^
"I.....ya" Clarisa tersentak mendengar suara Mikhail yang terdengar seperti ingin mengulitinya hidup-hidup jika dia tidak mengikuti perintahnya.
"Khail. Maaf karena kemarin aku menolak panggilanmu. Kemarin aku bersama Zelena sahabatku sehabis kerja di cafe, aku tidak ingin Zelena tahu jika aku sudah pacaran".jujur Clarisa tak ingin membohongi Mikhail.
^^^"Kenapa? Apa segitu malunya kamu mengakui aku pacarmu?" tanya Mikhail dengan tatapan dingin.^^^
"Bukan Khail. Aku tidak ingin Zelena terlalu bertanya tentangmu dan aku tidak bisa menjawabnya karena aku sendiri tidak tahu siapa kamu Khail"
Hehehehe.............
...π π π π π...
Mikhail terkekeh mendengar jawaban pacarnya memang benar adanya Clarisa tak tahu mengenai dirinya.
^^^"Gunakan hpmu baby dan cari tahu tentang aku disana" ucap Mikhail dengan sombong.^^^
"Apa kamu artis Khail?" tanya Clarisa dengan wajah polos.
^^^"No"^^^
"Lalu apa kamu terkenal sehingga masuk berita Khail?" tanyanya lagi.
^^^"You will know when you searching my name in google baby" (kamu akan kamu setelah kamu mencari namaku di google sayang) ucap Mikhail dengan suara dingin.^^^
"Baiklah" ucap Clarisa sambil mengangguk kepalanya.
Mikhail menatap kekasihnya dengan tajam membuat Clarisa merona malu karena terus di tatap Mikhail tak berkedip sedikit pun.
"K...h.....ail" gugup Clarisa dengan wajah merona malu.
****, batin Mikhail mengumpat melihat penampilan Clarisa yang terlihat menggoda di matanya.
Ia melirik ke bagain bawahnya yang sudah mengeras meminta untuk dikeluarkan. Mikhail menutup mata mengontrol birahinya yang naik melihat Clarisa yang menatapnya dengan merona.
"King" ucap Damon.
"Keluar!" bentak Mikhail dengan suara tinggi.
Clarisa yang diseberang sana kaget mendengar bentakan Mikhail yang terdengar sangat mengerikan. Damon keluar dari ruang kerja Mikhail bertepatan dengan Teivel yang baru saja sampai.
Sedangkan di dalam ruang kerjanya Mikhail menatap ke 3 pengawal bayangannya dengan tatapan membunuh memberi isyarat untuk pergi.
__ADS_1
^^^"Baby" panggil Mikhail dengan suara serak menahan nafsunya.^^^
"K....hail" balas Clarisa dengan takut tapi terdengar seperti suara ******* di telinga Mikhail.
^^^"Jangan pernah menunjukkan wajah seperti itu di depan laki-laki" ucap Mikhail dengan tegas.^^^
"Kenapa?"
^^^"Because you are mine baby" (karena kamu milikku sayang) ucap Mikhail dengan suara tegas dan tatapan tajam.^^^
"Iya"
^^^"Ya sudah kamu lanjut kembali tidur honey dan jangan lupa mencari tahu informasiku"^^^
"Oke Khail"
^^^"Good night baby"^^^
"Jaga kesehatanmu disana Khail" balas Clarisa dengan malu-malu sambil mematikan panggilannya.
Mikhail tersenyum manis mendengar ucapan kekasihnya meski ia kesal karena panggilannya di matikan sepihak tapi ia tidak perduli karena ucapan Clarisa yang memberinya perhatian.
"Damon" panggil Mikhail yang sudah kembali ke mode dinginnya.
Ceklek..........
Damon dan Teivel masuk bersamaan dan langsung berdiri di depan meja kerja Mikhail. Damon sendiri menaruh laptop di depan Mikhail mengenai informasi Dev.
"Dev Clayton" ucap Mikhail sambil tersenyum smirk.
"Benar King. Dia adalah ayah angkat Light Clayton dan Lina Clayton karena kedua orang tua mereka sudah meninggal King"
"Mereka meninggal karena mommy" tebak Mikhail.
"Benar King. Clayton adalah anggota mafia Harimau yang ketuanya adalah musuh bebuyutan nyonya besar King dan juga nyonya yang membunuhnya dengan kejam di markas besar mereka sendiri"
Mikhail membaca informasi mengenai Dev, Light, dan Lina dengan teliti. Ia tersenyum menyeringai melihat informasi kedua orang tua si kembar yang ternyata sangat menjijikan.
"Jadi Erika adalah selingkuhan Dimitri Sergeyer" ucap Mikhail dengan wajah dingin.
"Benar King"
"Panggil X kembali dan mulai sekarang jangan mengawal sweety lagi" ucap Mikhail sambil menopang dagunya dengan tangan di atas meja.
"Baik King" ucap Damon.
"Teivel perketat penjagaan uncle Bryan dan aunty Yorla beserta keluarga mereka"
"Baik King" jawab Teivel.
"Suruh uncle Raksa pantau keluarga mommy di Indonesia juga" ucap Mikhail dengan wajah tak suka.
"Baik King" ucap keduanya serentak.
"King tadi tuan berpesan anda diminta kembali ke mansion untuk mengikuti pertemuan keluarga bersama keluarga tuan Wesly"
...π π π π π...
Mikhail berdecak malas harus ketemu dengan Vincent nanti. Ia tidak ingin melihat wajah itu lagi tapi ia harus tetap pergi karena ini menyangkut adik tersayangnya.
Jika dia menyakitimu maka jangan harap kakak mengampuninya sweety, batin Mikhail sambil mengepal kedua tangannya dengan tatapan membunuh.
~ Healing kos ~
Berbeda dengan Mikhail di sana, saat ini Clarisa yang sangat penasaran dengan identitas Mikhail langsung berkutat dengan hpnya mencari informasi tentang kekasihnya.
Hahh..............
Clarisa melongo membaca informasi tentang Mikhail, ia tak menyangka jika kekasihnya itu adalah pewaris takhta VA Corp. Perusahaan nomor 2 di dunia dan aset pribadinya melebihi kekayaan pewaris tunggal Wesly yang tak lain adalah kakak Zelena.
Belum hilang keterkejutannya ia kembali dibuat melongo melihat foto keluarga Mikhail yang diambil saat peresmiannya sebagai presdir VA Corp di usia 20 tahun.
"Ternyata ketampanannya menurun dari kedua orang tuanya" gumam Clarisa dengan kaget.
Malam itu Clarisa tak tidur dan sibuk mencari tahu tentang Mikhail. Mulai dari keluarganya hingga percintaannya, entah kenapa ia mendadak cemburu melihat foto Mikhail dengan beberapa model internasional dan putri dari rekan bisnisnya.
Ckk!! Playboy, batin Clarisa dengan kesal.
~ Mansion Zelena ~
Tak jauh berbeda dengan Clarisa pagi ini Zelena bangun dengan mata menghitam karena kurang tidur. Dari semalam ia mencari tahu tentang informasi mengenai kekasihnya.
Dia baru tahu jika kekasihnya itu adalah tuan muda Rahardian seperti ucapan Clarisa. Zelena sebenarnya penasaran mengenai foto ibu kandung Ares tapi ia tak menemukannya dan hanya namanya saja.
"Queen Alexis Rosemary" ucap Zelena.
"Nona muda mengatakan sesuatu?" tanya bi Aira.
"Oh tidak bi" ucap Zelena sambil tersenyum manis.
"Ini sarapannya nona muda" ucap bi Aira sambil menaruh sarapan di depan Zelena.
"Terima kasih ya bi" ucap Zelena dengan tulus.
"Sama-sama nona muda"
Bi Aira berdiri tak jauh dari Zelena saat Zelena sarapan di taman belakang. Tatapan mata bi Aira terlihat menatap Zelena tak seperti biasa.
Beraninya kamu merebut laki-laki idaman anakku, batin bi Aira sambil mengepal kedua tangannya.
Tak lama hpnya berdering ada panggilan video dari kakaknya Xander. Dengan cepat Zelena langsung menjawab penggilan video dari Xander.
^^^"Brother" pekik Zelena dengan senang.^^^
__ADS_1
"Princess" ucap Xander dari seberang.
^^^"Aku merindukan kalian" ucap Zelena dengan wajah sendu.^^^
"Sabar princess. Kami juga merindukanmu disini" ucap Xander dengan suara lembut dari sana.
Posisi kamera Zelena yang ia angkat tinggi membuat Xander dapat melihat sekelilingnya dan siapa saja yang berada dekat adik bungsunya itu.
Xander mengerutkan keningnya melihat gelagat kepala pelayan di mansion Zelena yang aneh.
"Princess coba kamu tunjukkan kado dari Vincent saat ultahmu kemarin" ucap Xander dengan senyum manis agar adiknya tak curiga.
^^^"Oke brother"^^^
Zelena berlari masuk kembali ke mansion menuju kamarnya di lantai dua. Sampai di dalam Zelena kaget membaca tulisan kakaknya di layar hpnya yang menyuruhnya masuk ke dalam kamar mandi.
Tak bertanya lagi Zelena segera masuk ke dalam kamar mandi tak lupa memakai earphone dan menyalakan shower.
...π π π π π...
"Kunci pintunya princess"
^^^"Sudah brother"^^^
"Dengar ucapan brother princess dan jangan menyela" ucap Xander dengan tegas dari sana dan Zelena mengangguk kepalanya sebagai jawaban.
"Situasi saat ini sangat berbahaya dan brother mohon jangan percaya siapapun di dalam mansion dan mulai hari ini kamu tidur di mansion pacarmu"
Wajah Zelena seketika pucat mendengar ucapan kakaknya dan tubuhnya gemetar ketakutan.
^^^"Broth.....er" lirih Zelena dengan gemetar.^^^
"Jangan takut princess karena pengawal kakak berada di dekatmu meski mereka tidak terlihat"
^^^"Heemmm"^^^
"Victor saat ini berada di rumah sakit akibat di serang musuh saat kami pulang princess. Kita belum tahu siapa musuh kita kali ini karena mereka menyerang keluarga besar kita serentak princess. Brother mohon kamu jangan pergi keluar jika tidak ada hal penting dan selalu hidupkan hpmu dimana pun kamu berada" papar Xander panjang lebar.
^^^"Iya brother"^^^
"Jaga diri kamu disana princess. Brother akan melindungi kalian semua jadi jangan takut"
^^^"Iya brother. Bagaimana keadaan brother Vic?"^^^
"Dia hanya mengalami luka tusuk di perut dan memar di beberapa bagian tubuhnya princess dan tidak ada yang berbahaya"
^^^"Syukurlah brother" ucap Zelena dengan lega.^^^
"Segera bersiap karena sebentar lagi Ares akan menjemputmu princess dan brother mau kasi tahu jika besok Natasha dan Vincent akan menikah"
^^^"Apa" teriak Zelena dengan kaget.^^^
"Princess" desis Xander dengan tatapan membunuh dari seberang.
^^^"Hehehehe! Maaf brother aku kaget tadi"^^^
"Heemmmm"
^^^"Kenapa mereka menikah mendadak brother?" tanya Zelena.^^^
"Kamu tahu jawabannya princess"
^^^"Iya brother"^^^
Xander lalu mematikan panggilannya sepihak membuat Zelena mengumpat kesal karena selalu saja begitu.
"Ada apa bi?" tanya Zelena saat keluar dari kamar mandi mendapati keberadaan bi Aira di kamarnya.
"Tidak nona muda. Bibi tadi hanya ingin melihat apa nona muda baik-baik saja"
"Oh"
Bi Aira segera pamit keluar, Zelena tersenyum manis saat bi Aira berbalik dan menutup pintu.
Seketika senyumnya menghilang dengan degup jantung berdegup kencang mengingat ucapan kakaknya untuk tak percaya siapa pun di mansion.
Dor............dor.........dor............
Zelena kaget saat mendengar suara tembakan dari arah depan mansion. Tubuhnya gemetar ketakutan melihat banyak sekali orang bersenjata saat mengintip lewat jendela.
"Mi amor" ucap Ares dari seberang saat Zelena menelponnya.
^^^"Querido........hiks hiks hiks"^^^
Dor.......dor.........dor........dor............
"Dimana kamu mi amor?" teriak Ares dengan khawatir saat mendengar suara tembakan.
^^^"Hiks hiks hiks hiks.........aku takut......hiks hiks hiks"^^^
"Jangan takut mi amor. Kamu dimana sekarang mi amor"
^^^"M......a......nsion" ucap Zelena dengan sesegukan.^^^
"Kamu segera sembunyi di tempat yang aman mi amor, 2 menit lagi aku sampai disana"
Zelena mematikan panggilannya dan berjalan dengan tubuh gemetar mencari tempat sembunyi. Jantungnya berdegup kencang saat keluar dari kamar mendengar suara tembakan di lantai satu.
"Cari gadis itu" teriak salah satu musuh yang sudah berhasil masuk ke dalam mansion.
Dengan panik Zelena berlari mencari tempat sembunyi di lantai dua tak ingin di tangkap oleh orang dibawah sana.
Tak.......tak.........tak.......tak..........
__ADS_1
...π π π π π...
To be continue.....................