
πJangan menyimpan dendam dan amarah dalam hatimu karena itu hanya akan membuatmu terlukaπ
.
.
.
.
Sampainya di mansion uncle Kevin mereka segera masuk ke dalam. Xander lalu menyuruh Henry untuk mengumpulkan semua pelayan dan penjaga di ruang tengah.
Satu persatu pelayan dan penjaga muncul di depan Xander dengan takut karena melihat tatapan datar dan dingin seorang Xander Leonart Wesly.
"Luki" ucap Xander dengan suara dingin.
"Baik bos" ucap Luki segera berkutat dengan laptop di tangannya.
"Angkat wajah kalian!" bentak David dengan suara tinggi.
Seketika mereka semua mengangkat wajah mendengar bentakan David karena tak ingin mendapat amukan David yang menatap mereka seakan ingin menelan mereka hidup-hidup.
Xander menatap wajah mereka satu persatu dengan datar dan dingin membuat mereka semua menelan saliva dengan susah karena tatapan Xander yang sangat menakutkan.
"Pergi" usir Xander dengan suara dingin.
Semua pelayan dan penjaga membubarkan diri membuat Henry menatap mereka dengan kening berkerut.
"Loh kenapa mereka disuruh pergi ka?" tanya Henry dengan penasaran.
"Mereka tidak berkhianat" jawab Xander singkat.
"Lalu siapa yang menaruh racun di makanan daddy ka?" tanya Henry.
Xander mengangkat bahu tanda ia tak tahu siapa yang menaruh racun di makanan uncle Kevin. Melihat hal itu Henry hanya diam tak tahu harus berkata apa.
"Mulai besok kamu berlatih di markas" ucap Xander dengan suara dingin.
Hah..............
Henry melongo mendengar ucapan Xander yang menyuruhnya berlatih bela diri dan senjata di markas Black Shadow.
Selama ini ia dilarang Rahel untuk berlatih di markas karena tak ingin ia kenapa-napa saat berlatih dan mommynya itu tidak ingin dirinya menjadi mafia seperti suaminya.
"Mau sampai kapan kamu andalkan pengawal untuk lindungi keluargamu" ucap David dengan suara dingin.
"Tapi bagaimana dengan mommy ka?" tanya Henry dengan bingung.
"Kamu yang menjalani hidupmu Henry. Kamu tahu kelompok mafia kita seperti apa dan kita tidak melakukan tindakan ilegal selama ini" papar David menjelaskan.
"Yeah i know brother. Aku hanya tidak ingin membohongi mommy kalau aku akan berlatih di markas"
"Katakan sejujurnya ke aunty" ucap Xander dengan suara dingin.
"Apa kakak yakin mommy bakal izinin?" tanya Henry sambil menatap Xander seperti anak anjing.
"Mungkin ya dan mungkin tidak. Semua ini tergantung dari penjelasan kamu dan hidupmu sendiri" ucap Xander sambil menatap tajam Henry.
Henry bungkam memikirkan ucapan Xander barusan yang ada benarnya juga. Sudah cukup selama ini ia tidak berlatih bela diri hanya karena sang mommy takut ia terluka.
Sekarang bukan saatnya memikirkan luka karena dia sebagai laki-laki dalam keluarganya otomatis ia yang harus melindungi keluarganya sendiri dari musuh-musuh mereka.
"Aku akan berlatih mulai besok ka" ucap Henry dengan tegas.
"Pilihan yang bagus bocah" puji David sambil tersenyum tipis.
"Iya ka" ucap Henry sambil terkekeh.
Xander menatap keduanya dengan wajah datar dan dingin tak memperdulikan mereka.
Luki yang berkutat dengan laptop sedari tadi mengerutkan keningnya melihat cctv di mansion uncle Kevin membuat Xander menatapnya dengan tatapan dingin.
...π π π π π...
"Apa yang kamu dapat Luki?" tanya Xander dengan suara dingin.
Semua mata langsung tertuju ke Luki menatapnya menunggu apa yang akan ia katakan. Luki segera menaruh laptop di hadapan Xander dengan Henry dan David yang bergeser mendekatinya ingin melihat apa yang ada dalam laptop.
"Tidak ada yang salah dari cctv di mansion ka Luki" ucap Henry dengan kening berkerut.
"Coba tuan muda perhatikan lagi apa saja yang terlihat mencurigakan" ucap Luki.
__ADS_1
Henry kembali menonton rekaman cctv tapi tetap saja ia tidak menemukan kejanggalan. Berbeda dengan David dan Xavier yang langsung mengetahui ada kejanggalan di cctv mansion dari awal.
"Jadi orang ini juga pandai dalam dunia hacker ya?" tanya David.
"Benar bos! Sekilas tak ada yang mencurigakan dari rekaman ini tapi jika terlihat lagi kita akan mengetahui ada perubahan di rekaman ini bos" papar Luki menjelaskan.
"Siapa dibalik ini semua?" tanya Xander dengan suara dingin.
"Orang yang sama bos" ucap Luki sambil menunjukkan inisial LC.
"LC? What is the meaning?" (apa artinya itu) tanya Henry.
"Tidak ada yang tahu kepanjangannya tuan muda Henry karena orang ini sangat hebat menutup jejaknya di dunia maya seperti hantu" jelas Luki.
"Bos apa ini semuanya menyangkut orang yang selama ini menyerang keluarga besar kita?" tanya David.
"Heemmm"
"Siapa dia? Kenapa sangat susah sekali kita mencari identitasnya?" tanya David dengan gusar.
"Siapa pun dia? Orang itu sedang menonton kita saat ini" jawab Xander sambil menatap cctv tepat di sudut ruangan.
Dor.............
Xander menembak cctv di sudut ruangan membuat ketiganya kaget tak menyangka Xander akan melakukan hal itu.
"Luki ganti semua cctv di mansion ini dan berikan kendali cctv di mansion ini ke Henry" titah Xander.
"Baik bos"
"David minta uncle Thomas dan aunty Valeria untuk membuat program anti peretas di mansion utama dan perusahaan"
"Untuk perusahaan sudah diperbaharui oleh tuan Parker bos" potong Luki.
"Kalau begitu atur cctv di mansion utama agar tidak mudah dibajak" titah Xander dengan suara tegas.
"Baik bos" ucap David dan Luki dengan serentak.
~ Rio de Janeiro, Brasil ~
Hahahahaha..............
"Kamu memang peka seperti daddy kamu itu tuan muda pertama Wesly" ucap Light sambil tersenyum smirk.
Ray menatap tuannya dengan kening berkerut tak mengerti jalan pikir tuannya itu. Bagaimana tidak ia ingin membunuh keluarga besar nyonya Parker tapi kenapa harus berurusan dengan keluarga besar tuan Parker.
"Tuan kenapa kita tidak menghancurkan saja keluarga nyonya Parker? Bukannya dia yang seharusnya jadi target kita?" tanya Ray.
"Wanita ja***g itu sudah membunuh orang yang aku sayangi melebihi apapun di dunia ini dan sudah seharusnya kita melakukan hal yang sama ke dia" jawab Light dengan tatapan penuh kebencian.
"Tapi itu bukan keluarga kandungnya tuan"
"Dia sangat mencintai suaminya lebih dari keluarga kandungnya sendiri" ucap Light dengan suara dingin.
Ray diam tak bertanya lagi karena sudah paham maksud Light. Ternyata tuannya ingin menghabisi seluruh keluarga tuan Parker karena orang yang paling dicintai di dunai ini oleh nyonya Parker adalah suaminya sendiri.
Rencana ini akan memakan korban jiwa sangat banyak, batin Ray.
...π π π π π...
"Suruh Marco untuk secepatnya berteman dengan putri keluarga Parker" ucap Light dengan suara tegas.
"Baik tuan"
Ray segera keluar dari ruang kerja Light saat melihat isyarat Light untuk pergi. Sampainya di luar ia berpapasan dengan Lina di anak tangga.
"Apa kakakku sedang sibuk?" tanya Lina dengan ketus.
"Tuan sedang memeriksa laporan di dalam nona muda" jawab Ray dengan sopan.
Lina segera berlalu pergi tak membalas ucapan Ray barusan. Dengan langkah cepat ia segera menuju ke ruang kerja Light.
Tok..............tok.............tok...........
"Masuk" ucap suara baritone dari dalam sana.
Ceklek...............
Light menatap ke arah pintu dan melihat adik kembarnya yang datang dengan wajah cemberut.
"Jangan mengeluh karena ini untuk kamu juga" ucap Light dengan suara dingin kembali melanjutkan pekerjaannya.
__ADS_1
"Tapi aku bosan terkurung di mansion ka" keluh Lina.
"Kamu bisa membantu pekerjaan Ray jika kamu bosan"
"Ckk!! Dia kaku sama seperti kakak" dengus Lina.
"Kaku tapi kamu menyukainya" ejek Light mencibir.
"Hehehehe! Hati mana ada yang tahu ka" ucap Lina sambil terkekeh.
"Jangan mempermainkan dia Lina. Dia itu orang kakak yang sangat setia di sisi kakak" ancam Light dengan suara tegas.
"Never brother" (tidak akan pernah kakak) tegas Lina dengan sungguh-sungguh.
"Heeemmm"
"Boleh aku ke club malam ini ka?" tanya Lina dengan wajah memelas.
Light menatap adiknya dengan wajah datar dan dingin sambil memikirkan permintaan adik kembarnya itu. Memang sudah hampir 2 bulan Lina tidak diperbolehkan keluar olehnya.
"Just for tonight" (hanya malam ini saja)
"Yeaayy!! Terima kasih ka" pekik Lina sambil memeluk kakaknya dengan senang.
Lina segera keluar dari ruang kerjanya tak sabar ingin pergi ke club malam ini. Light hanya menggelengkan kepalanya melihat sifat sang adik yang akan manja jika bersama dengannya.
"Halo tuan" ucap Ray dari seberang.
^^^"Kamu temani Lina ke club malam ini"^^^
"Tapi tuan"
^^^"Aku tidak menerima penolakan Ray!" tegas Light dengan suara dingin.^^^
"Baik tuan"
^^^"Jangan biarkan satu laki-laki mendekatinya"^^^
"Baik tuan"
^^^"Jaga orang yang kamu cintai dengan hidupmu Ray" titah Light dengan suara dingin.^^^
"T.....uan" gugup Ray dari seberang karena kaget.
^^^"Aku tahu perasaanmu ke adikku Ray"^^^
"Maafkan saya sudah lancang taun"
^^^"Heeemm! Buktikan kalau kamu itu memang pantas buat adikku"^^^
"Apa tuan" teriak Ray dari seberang.
^^^"Aku tidak tuli bangsat" maki Light dengan kesal.^^^
"Maa.....f tuan"
^^^"Heemmm! Jaga adikku disana"^^^
"Pasti tuan" ucap Ray dengan suara lantang.
Light segera mematikan panggilannya sepihak tak membalas ucapan Ray dari seberang. Ray yang berada di dalam mobil berteriak senang karena akhirnya ia bisa mendekati pujaan hatinya.
~ Puri Orchid Apartment ~
Clarisa menatap hpnya dengan wajah murung karena hpnya sudah hancur tak bisa di pakai lagi. Ia ingat waktu ia kedapatan berbohong dan detik itu juga Mikhail mematahkan hpnya menjadi 2 bagian.
"Gimana gue bisa dapat informasi dari kampus kalau kayak gini" ucap Clarisa dengan gusar.
Tanpa Clarisa tahu jika sebentar lagi namanya sudah menjadi trending topik di kampusnya karena foto yang disebarkan oleh Gres tadi pagi.
Zelena yang melihat gosip tentang sahabatnya terus menghubunginya tapi tidak ada jawaban. Bahkan ia juga pergi ke tempat kerja Clarisa tapi ia juga tidak masuk hari ini.
Klek............
Clarisa mengerutkan keningnya mendengar pintu apartemen yang terbuka. Ia melihat ke arah jam dinding dan sudah menunjukkan pukul 02:00 dini hari.
"KHAIL" teriak Clarisa menggelegar.
...π π π π π...
To be continue................
__ADS_1