
🍁Kadang keadaan bisa merubah seseorang menjadi orang yang berbeda🍁
.
.
.
.
Sampainya di mansion Ares menyuruh Gery untuk menginap disana karena sudah terlalu malam.
Pak Josh yang tahu kedatangan tuannya sudah menunggu didepan mansion dan setelah melihat Ares sudah masuk ke dalam kamar ia segera kembali ke paviliun belakang.
Eeeeuuughhh…………..
Zelena menggeliat saat Ares menaruhnya dengan perlahan di atas ranjang, matanya sayup-sayup melihat dimana ia berada sekarang dan ia tahu jika mereka sudah berada didalam kamar Ares yang berwarna hitam bercampur abu-abu.
“Querido” lirih Zelena dengan suara serak.
“Ayo tidur lagi mi amor ini masih dini hari” ajak Ares yang sudah membuka pakaiannya menyisakan celana boxer saja.
“Heeemmm”
Ares memeluk Zelena dengan erat dan menyusul kekasihnya yang sudah kembali terlelap. Ia mengecup kening dan bibir Zelena dengan lembut sambil tersenyum manis karena Zelena ikut pulang dengannya kembali ke Indonesia.
~ Mansion Xander Wesly ~
Mendengar ucapan Mikhail barusan dengan cepat Xander menyuruh David menyiapkan pasukan gelapnya, bersama anak buahnya di Devil Dragon untuk menyerang Light di lokasi mansion yang berhasil dilacak Luki.
“Bos semuanya sudah siap” ucap David.
“Kita berangkat sekarang” ucap Xander dengan suara dingin dan tegas.
“Baik bos”
David dan Xander segera berlalu menuju landasan pribadi Xander di samping mansion dan masuk ke dalam helikopter pribadinya menuju lokasi mansion Light selama ini.
Luki yang juga ikut dalam penyerangan kali ini segera memberitahu lokasi musuh mereka ke anak buah mereka yang lain.
“5 Menit lagi kita sampai lokasi bos” ucap Luki.
“Suruh pasukan Dark Dragon menyerang habis semuanya disana lebih dulu” titah Xander dengan aura membunuh.
“Mereka sudah sampai dan mulai beraksi bos”
“Heeemmm”
~ Mansion Light ~
Xander keluar dari dalam helikopter setelah mendarat di halaman belakang mansion milik Light. Keningnya mengerut melihat suasana mansion yang terasa sepi dan tidak ada tanda-tanda kehidupan disana.
Sepertinya ada yang tidak beres disini, batin Xander sambil menatap sekeliling.
“Luki apa benar ini lokasi mansion sialan itu?” tanya David dengan suara dingin.
__ADS_1
“Benar bos” jawab Luki sambil menunjukkan lokasi GPS di iPad miliknya.
Xander dan keduanya berjalan menuju mansion dan saat sampai didalam sana mereka langsung di sambut Christian yang datang dengan wajah bingung.
“Bos tidak ada seorang pun disini” ucap Christian.
“Kamu sudah mengecek ke seluruh mansion dan sekelilingnya?” tanya David dengan cepat.
“Sudah bos David. Tapi tidak ada tanda kehidupan disini” jawab Christian dengan suara tegas.
“Bos sepertinya mereka baru saja pergi sekitar 2 jam yang lalu karena makanan didapur masih hangat” lapor ketua pasukan gelap Dark Dragon bernama Jade dengan suara dingin.
“Berengsek” hardik Xander dengan suara menggelegar.
Ia baru saja mengerti maksud ucapan Mikhail yang mengatakan kepadanya sebelum ia terlambat. Ternyata ini adalah maksudnya kalau musuh mereka menyadari kalau mereka sudah berhasil melacak lokasi mereka.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
Aura disana seketika berubah menjadi mencekam membuat David dan lainnya bergidik ngeri karena tahu bos mereka Xander saat ini sedang dalam suasana hati yang buruk.
“Lacak mereka sekarang juga bangsat!” bentak Xander dengan suara tinggi.
“Baik bos” ucap Luki dengan cepat.
Ia segera mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Xander karena tak ingin mendapat bogem mentah dari bosnya. Sedangkan David dan lainnya hanya diam saja tak berani mengeluarkan satu kata pun tak ingin membuat Xander semakin bad mood.
“Bos, Light Clayton berhasil memblokir langkahku dan ternyata ia sudah mengetahui jika kita sudah mengetahui lokasi mereka” ucap Luki dengan gugup.
Prang……………
Prang………….prang……..prang………prang……………
Kembali terdengar suara pecahan yang bergema didalam mansion karena saat ini Xander melampiaskan emosinya kepada semua barang didalam sana.
Tak puas menghancurkan barang disana ia lalu melampiaskan emosinya dengan menghajar David, Luki, Christian, dan Jeda didalam sana.
Bugh………..bugh……….bugh…………bugh…………..
Xander memukul keempatnya dengan brutal tak membiarkan mereka untuk mengelak atau membalas pukulannya. Anak buahnya yang melihat bos mereka seperti kesetanan menghajar David dan lainnya hanya berdidam diri saja tak berani untuk melerai mereka.
“Cari lokasi berengsek itu sampai dapat bangsat!” bentak Xander dengan suara tinggi.
“Ba….ik bos” ucap David dan Luki serentak dengan napas satu-satu.
“Ledakkan tempat ini hingga rata dengan tanah” titah Xander sambil berlalu pergi.
“Baik bos” ucap David.
Sampainya di luar Xander mengambil hpnya dan menelpon Mikhail tapi tidak diangkat. Ia terus menelpon hingga panggilan kelima tapi tetap saja panggilannya tidak diangkat.
Prang……………..
“F**k you King sialan bangsat” maki Xander dengan suara menggelegar sambil membanting hpnya hingga hancur di tanah.
Ia bergegas masuk ke dalam helikopter diikuti oleh David, sedangkan Luki tetap tinggal disana dan memantau semua pekerjaan anak buah mereka yang akan menghancurkan mansion Light hingga rata dengan tanah.
__ADS_1
~ Blue Ocean Apartment ~
Ketiga orang pria berdiri di depan kaca jendela salah satu unit apartemen di Blue Oecean Apartment yang baru saja di beli. Ketiganya tertawa melihat rekaman cctv di mansion sebelum rekaman itu terputus karena sudah hancur bersamaan dengan bangunan mansion.
“Tuan saya tidak menyangka kita akan tinggal disini” ucap Ray.
“Tempat teraman untuk bersembunyi adalah di sarang musuh kita sendiri” ucap Dev sambil tersenyum penuh arti.
“Daddy benar. Mereka tidak akan menyangka jika kita akan tinggal disini” ucap Light membenarkan ucapan daddynya.
“Kamu sudah menutup jejak keberadaan kita kan son?” tanya Dev.
“Sudah daddy. Tapi sebaiknya kita jangan keluar dulu biarkan anak buah kita yang beraksi mulai sekarang” ucap Light dengan suara tegas.
“Ya daddy setuju dengan ucapan kamu, karena putra perempuan sialan itu tidak bisa dibohongi atau dipermainkan” tambah Dev.
“Heemmm” deham Light.
“Lalu bagaimana dengan Lina bos?” tanya Ray yang masih cemas dengan keberadaan kekasihnya.
“Kita harus pancing King sialan itu untuk muncul dan menuntun kita dimana dia menyembunyikan adikku” ucap Light dengan emosi.
“Tapi bagaimana caranya tuan?” tanya Ray.
“Itu yang harus kita pikirkan sekarang”
“Bagaimana kalau kita suruh anak buah kita mengikuti seluruh keluarga besar Wesly son” usul Dev.
“Itu percuma saja daddy. Mereka tidak tahu dimana keberadaan Lina”
“Apa kita culik saja adik King sialan itu tuan biar bisa bernegosasi” usul Ray.
“Ide Ray bisa juga son tapi kita harus menyiapkan rencana yang matang sebelum menjalankan rencana itu” ucap Dev dengan suara tegas.
“Kita susun dulu rencana sampai matang baru kita culik adiknya King sialan itu” ucap Light.
“Ray suruh anak buahmu untuk memantau pergerakan Natasha mulai sekarang dan jika ada cela langsung culik dia” titah Dev.
“Baik tuan besar” balas Ray dengan sopan.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
Ray segera menelpon anak buahnya untuk melakukan apa yang di perintahkan Dev barusan, tak lupa juga menyuruh mereka membawa bahan makanan kesini karena selama beberapa hari mereka tidak akan keluar dari apartemen.
Light yang sudah masuk ke dalam kamar yang ia tempati segera bergegas menuju kamar mandi untuk mandi. Langkahnya seketika terhenti saat ada bunyi pesan masuk ke hpnya apa lagi ia jarang sekali mendapat pesan dan hanya telpon saja.
Deg………………
Jantung Light berdetak dengan cepat membaca pesan yang tertulis didalam sana, ia tak menyangka orang itu akan mengirim pesan kepadanya untuk melakukan zoom meeting tengah malam nanti.
Apa ada sesuatu yang terjadi sehingga dia mengirimku pesan, batin Light penuh tanda tanya.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
To be continue……………
__ADS_1