
🍁Dahsyatnya doa seorang ibu mampu mengubah takdir seorang anak🍁
.
.
.
.
“Ka…..kak………….hiks hiks hiks hiks” lirih Katy sambil menangis histeris.
Grep……………
Natasha memeluk Katy dengan erat sambil mengelus punggungnya agar ia tenang, Valeria segera bangun dan memeluk Katy karena ia tahu kalau Katy saat ini pasti sangat terguncang entah apa yang terjadi.
“Apa yang terjadi Teivel?” tanya Valeria dengan suara dingin.
Teivel diam tidak menjawab ucapan Valeria barusan dan hanya melirik Katy memberi isyarat, jika jangan membahas hal ini disini dulu karena ia yakin pasti Katy terguncang dengan kejadian barusan yang hampir merenggut nyawanya.
Valeria lalu membawa Katy menuju sofa tak melepaskan pelukannya karena tak ingin Katy sampai trauma karena kejadian barusan. Ia lalu melirik suaminya untuk tidak mendekat membuat Thomas berdecak kesal tak bisa duduk di samping istrinya.
“Jangan cemberut daddy. Lagian mommy hanya menenangkan Katy kok daddy” hibur Natasha sambil menahan tawanya agar tak pecah.
“Ckk!! Diam kamu mending kamu urus suami lemahmu sana” ketus Thomas dengan kesal.
“Daddy” pekik Natasha dengan mata melotot tak suka dengan ucapan daddynya barusan.
“Cih!” decih Thomas dengan sinis tak perduli dengan putrinya yang sedang marah.
Semuanya diam didalam sana membuat Katy merasa sudah lebih tenang dalam pelukan aunty Valeria dan ia tidak gemetaran lagi seperti tadi.
“Kamu sudah menyelesaikan misimu dude?” tanya Marcel membuat Valeria menatapnya dengan tajam.
Hehehehe.............
Marcel terkekeh mendapat tatapan tajam nyonya besarnya yang menurutnya tidak menakutkan dibandingkan dengan Kingnya. Teivel sendiri hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan dokter sialan itu.
“Kenapa nyonya besar? Menurut aku lebih baik menceritakan saja didepan princess Katy agar ia bisa kuat mengatasi traumanya dan tidak lemah jika suatu saat ia kembali dihadapkan dengan kejadian seperti tadi” papar Marcel dengan suara tegas.
“Ada sebagian orang yang tidak bisa seperti kamu menerima begitu saja Marcel” ucap Thomas dnegan kesal.
“Itu hanya orang penakut saja yang tidak mau menerima kenyataan tuan besar” balas Marcel dengan santai sambil merapikan peralatan kerjanya.
Ia berlalu menuju ke arah Valeria dan Katy membuat Thomas menatapnya dengan tatapan tajam dan dengan cepat ia sudah duduk di samping istrinya sambil menatap Marcel dengan sinis.
“Apa yang mau kamu lakukan dokter sialan?” tanya Teivel.
“Sesuatu yang tidak bisa kamu lakukan! Hehehehe” jawab Marcel sambil terkekeh.
“Ckk!!” decak Teivel dengan kesal.
Marcel duduk di samping Katy yang menunduk setelah pelukannya dilepas oleh aunty Valeria karena ia anaknya intorvert.
“Kamu tahu princess?” tanya Marcel dengan suara dingin.
“Tidak” jawab Katy sambil menggelengkan kepala padahal Marcel belum bertanya intinya.
“Di film barbie yang biasa princess tonton ada nenek sihir atau penyihir yang jahat. Ia melakukan berbagai cara untuk membuat barbie mati atau pisah dari keluarganya yang ia cintai” ucap Marcel menjeda ucapannya.
Katy mengangkat kepalanya menatap Marcel ingin mendengar kelanjutan cerita yang diceritakan oleh Marcel karena memang ia sangat menyukai barbie waktu kecil.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
“Lalu?” tanya Katy dengan suara pelan.
“Barbie itu awalnya ketakutan saat penyihir mengirim monster untuk membunuhnya, tapi karena ada keluarga dan teman barbie ia pun dengan berani mengalahkan monster-monster sang penyihir dan mengalahkan penyihir karena ia ingin melindungi keluarga dan teman yang ia sayangi” papar Marcel sambil tersenyum manis menatap Katy.
“Begitu juga dengan kehidupan princess Katy saat ini yang menjadi putri kerajaan pastinya memiliki banyak musuh yang ingin mencelakai princess untuk menjatuhkan raja, ratu, dan pangeran Maxim. Princess harus bisa menjadi kuat seperti barbie untuk melindungi keluarga princess begitu juga idola princess” tambahnya lagi.
“Bagaimana caranya ka Marcel?” tanya Katy dengan penasaran.
“Pertama princess tidak boleh takut dengan kejadian barusan karena itu bisa membuat princess jadi trauma dan sakit. Kedua anggap saja itu sebuah permainan dimana princess harus menyelamatkan diri untuk tidak mati. Ketiga princess harus percaya kalau keluarga princess tidak akan membiarkan orang-orang jahat itu melukai princess” ucap Marcel dengan suara tegas.
“Apa aku bisa ka Marcel?” tanya Katy.
“Pasti princess karena princess itu adalah putri yang kuat dan tangguh dan yang paling penting idola princess itu menyukai wanita tangguh dan kuat tidak lemah dan cengeng” ucap Marcel dengan suara tegas.
“Beneran ka Marcel?” tanya Katy dengan antusias.
“Semua yang ka Marcel katakan itu benar princess” jawab Marcel dengan sombong.
Teivel dan Natasha menepuk kening mereka melihat kelakuan Marcel yang menjual nama Victor untuk membuat Katy tidak takut lagi. Meski mereka harus akui kalau cara Marcel sangat ampuh membuat Katy tidak ketakutan lagi seperti tadi.
Teivel lalu menceritakan semuanya dari Damon yang menelponnya tadi untuk menjemput princess Katy di bandara hingga mereka harus melawan musuh-musuh raja Bryan.
Tak lupa ia juga memberitahu perintah Damon mengenai Katy yang harus selalu berada didekat Thomas dan Valeria sampai pangeran Maxim menjemputnya.
~ Hongkong ~
__ADS_1
Jet pribadi Xander akhirnya mendarat di Hongkong setelah 12 jam di udara. Xander dan rombongannya lalu naik ke dalam mobil yang sudah stand by di bandara untuk menjemputnya dan rombongannya.
“Dimana mereka?” tanya Xander dengan suara dingin.
“Mereka semua sudah diamankan di ruang VIP kasino bos” jawab David melihat pesan dari anak buahnya.
“Kosongkan kasino saat aku sampai” titah Xander dengan suara dingin.
“Baik bos” ucap David dengan patuh meski malam ini ia harus mengeluarkan uang dalam jumlah besar hanya untuk perintah Xander barusan.
~ Imperial Casino ~
Ceekitt…………
Bunyi decitan ban terdengar didepan lobby kasino dimana Xander dan rombongannya sudah di tunggu oleh pemilik kasino yang mendengar kedatangan Xander dan ia juga sudah mengosongkan kasino sesuai perintah Xander barusan.
“Selamat datang tuan muda pertama Wesly” ucap Chao Ming pemilik kasino dengan sopan menyambut kedatangan Xander.
“Heemm” deham Xander dengan suara dingin.
“Mari ikut saya menuju ruangan tuan muda ketiga dan lainnya tuan muda pertama” ucap Chao Ming dengan sopan.
Mereka lalu masuk ke dalam lift menuju lantai 3 tempat VIP didalam kasino Imperial disana dan itu sangat tertutup. Untuk bisa masuk ke dalam sana setiap pengunjung harus menunjukkan kartu VIP mereka baru bisa masuk.
Ting……………
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
Lift berbunyi tanda kalau mereka sudah sampai di lantai 3 membuat semuanya disana bergidik ngeri merasakan aura Xander yang menguar didalam sana.
Victor yang mengenali aura ini berdiri dari duduknya dengan tubuh gemetar membuat Leon dan lainnya menatapnya dengan bingung.
“Kamu kenapa Vic?” tanya Leon yang melihat Victor menatap ke arah pintu dengan gemetaran.
“Tamat sudah riwayat kita” ucap Victor dengan gugup.
“Jangan bercanda ka Victor. Aku masih ingin hidup lagian kita sudah mengirim pesan ke pengawal aku untuk menolong kita” ucap Henry dengan cepat.
“Kita tidak akan ditolong pengawalmu bocah. Dia tidak akan pernah datang” ucap Victor dengan suara tinggi.
“Apa maksudmu Vic?” tanya Leon yang merasa ada sesuatu yang Victor ketahui.
“Dia sudah sampai” ucap Victor dengan tubuh gemetaran sampai berkeringat.
“Siapa maksudmu Victor? Jangan buat kita semua penasaran” hardik Leon dengan suara tinggi.
Ceklek…………….
Pintu seketika terbuka dari luar membuat mereka semua berdiri mematung melihat siapa yang berdiri didepan sana dengan wajah menghitam menandakan ia saat ini sedang emosi.
Aura membunuh menyeruak didalam sana membuat mereka semua bergetar ketakutan.
“Bro………ther” panggil Victor dengan terbata-bata.
“David” ucap Xander dengan suara dingin dengan tatapan berkilat tajam.
“Semua sudah aman bos” ucap David dengan suara dingin sambil menatap adiknya dengan tatapan membunuh membuat Leon menelan salivanya dengan susah.
Sial! Coba saja aku tidak ikut ajakan artis sialan itu, batin Leon merutuk kebodohannya mengikuti ajakan Victor.
Mommy aku belum mau mati, batin Henry dengan takut.
Kenapa aku harus kena sial kalau mengikuti kemauan Victor sih? Ini semua gara-gara kamu Vic, batin Rio menyesal.
Mati aku! Brother tidak akan melepas aku kali ini. Mommy, daddy tolong anakmu yang ganteng ini, batin Victor dengan takut.
“Sudah puas bermainnya?” tanya Xander sambil tersenyum menyeringai seperti monster.
“Maafkan kami brother” ucap Victor mewakili semuanya.
“Kalian harus diajar dulu agar kedepannya tidak membuat ulah lagi” ucap Xander dengan tatapan membunuh.
Bugh………..bugh…………bugh……….bugh…………
Prang…………..prang……………….prang…………
Xander menghajar keempatnya dengan brutal tak memberi waktu untuk membalas pukulannya atau mengambil napas sedikit saja. Bunyi pecahan didalam sana membuat Chao Ming dan asistennya kaget dan tak berani melihat apa yang terjadi didalam sana.
“Beraninya kalian pergi meninggalkan pengawal kalian dan mematikan semua GPS kalian bangsat!” bentak Xander dengan suara tinggi menggelegar didalam sana.
Bugh……………bugh……………bugh……………….
Aarrggh……………..
Jeritan kesakitan bergema didalam sana saat Xander kembali menghajar mereka berempat dengan brutal, membuat David menutup mata tak ingin melihat adiknya yang terus meminta tolong kepadanya.
“Bos mereka bisa mati” bisik Luki saat melihat keempatnya sudah tidak berdaya disana.
“Coba saja kamu hentikan bos” ucap David dengan suara dingin.
__ADS_1
Glek…………..
Luki menelan salivanya melihat bosnya yang seperti kesetanan menghajar keempatnya dengan brutal membuat dia tidak berani untuk menahan bonya.
Bisa-bisa aku yang akan mati ditangan bos, batin Xander dengan takut.
Sudah 1 jam Xander menghajar mereka didalam sana membuat mereka berempat sudah tidak bisa berdiri lagi karena merasa kesakitan di sekujur tubuh mereka. Melihat hal itu David dengan cepat menahan pukulan Xander yang akan meninju adiknya Leon.
“Bos cukup mereka semua bisa mati” ucap David menahan pukulan Xander.
“Kamu berani menahan aku berengsek!” bentak Xander dengan suara tinggi.
“Maaf bos tapi aku tidak bisa melihat adikku mati di depan mataku” balas David dengan menunduk meminta maaf.
Phew…………..
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
Xander membuang napasnya dengan kasar sambil menutup mata mengontrol emosinya saat ini. Mata birunya menatap keempatnya dengan tajam melihat keempatnya yang sudah babak belur dan sudah tidak bisa bangun lagi.
“Urus mereka semua dan malam ini juga kita pulang” titah Xander dengan suara dingin.
“Terima kasih bos” ucap David dengan lega.
“Br…………other” lirih Victor dengan wajah tak bisa dikenali lagi dengan suara pelan menatap sendu Xander.
“Ckk!!” decak Xander dengan kesal.
Meski kesal dengan adiknya Xander tetap membantu adiknya berdiri dan menggendongnya di punggung, lalu keluar dari sana untuk pulang.
Ia melirik Luki untuk mengurus semua kekacauan didalam sana dan menghubungi dokter untuk stand by di jet miliknya.
“Ma….afkan a……ku brot……….her” lirih Victor sambil tersenyum hangat.
“Shut up you fuc***g mouth as***e” (tutup mulutmu berengsek) maki Xander dengan suara tinggi.
Hehehehe……………
Victor terkekeh melihat wajah kakaknya yang emosi dari samping, meski kakaknya memukulnya barusan tapi Victor tahu kalau kakaknya sangat menyayangi dia.
Malam itu juga Xander dan rombongannya pulang kembali ke California karena mereka belum aman saat ini.
Victor dan lainnya saat ini sedang di rawat oleh dokter di ruang kesehatan sedangkan Xander, David, dan Luki sedang mengerjakan laporan perusahaan.
“Bos orang tua itu semakin sekarat” ucap David membaca pesan dari uncle Ken di markas.
“Obati dia dan jangan biarkan dia mati karena aku belum puas bermain dengannya” ucap Xander dengan suara dingin.
“Baik bos” ucap David.
Kring…………..
Mata Xander menatap hpnya dengan tajam saat berbunyi apa lagi melihat nama yang tertera disana. Rahangnya mengeras dan dengan cepat ia langsung menjawab panggilan tersebut.
^^^“Kamu memang berengsek bangsat” maki Xander dengan suara tinggi mengagetkan David, Luki, dan para pengawal mereka.^^^
“Hehehehe! Seharusnya kamu berterima kasih kepadaku bodoh” ucap Mikhail dari seberang sambil terkekeh.
^^^“Kamu memang raja setan sialan Mikhail!” bentak Xander dengan emosi.^^^
David dan Luki seketika tahu siapa yang bisa membuat bos mereka seperti itu dan hanya King Mikhail orang yang bisa membuat wajah datar dan dingin itu berubah dalam sekejap.
^^^“Katakan semuanya King. Apa ada orang lain dibalik semua ini?” tanya Xander dengan cepat.^^^
“Otakmu cepat juga ya” ejek Mikhail dari seberang.
^^^“KING!” bentak Xander dengan suara tinggi.^^^
“Sebentar lagi kalian akan kedatangan tamu tak diundang dan semoga kalian selamat ya”
^^^“Apa maksudmu berengsek?” tanya Xander dengan bingung.^^^
Prang……………
Xander melempar gelas kaca di depannya hingga pecah di berserakan didalam sana membuat David dan Luki diam karena tahu pasti King sudah membuat bos mereka marah.
“Bos ada pesawat tak dikenal mendekat ke arah kita” ucap sang pilot lewat pengeras suara.
“Berengsek kamu King” maki Xander yang mengerti maksud ucapan Mikhail barusan.
“Suruh jet tempur kita datang kesini sekarang juga!” bentak Xander dengan suara tinggi.
“Baik bos” ucap David dengan patuh.
“Beraninya kalian menganggu perjalananku. Lihat saja apa yang akan kalian dapatkan” ucap Xander dengan suara dingin berlalu menuju ke tempat pilot dan co-pilot.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
To be continue……………
__ADS_1