
🍁Tinggalkan pikiranmu yang lemah dan peganglah pikiran yang memberimu kekuatan🍁
.
.
.
.
Xander lalu berbincang-bincang dengan Devina untuk mengenal satu sama lain.
Saat Xander memberitahu Devina kalau ia sudah mengetahui semua data diri Devina dari kecil hingga sekarang, tak membuat Devina kaget lagi karena tahu kekuasaan seorang Xander Wesly.
“Sayang apa kamu pindah saja ke apartemen aku” ucap Xander melihat sekeliling apartemen kekasihnya yang besarnya sama seperi kamar mandinya di mansion.
“Jangan aneh-aneh Xander. Aku dan adikku akan tetap tinggal disini lagian ini rumah kami selama ini” tolak Devina dengan cepat.
“Bisa tidak kamu panggil aku dengan sebutan mesra sayang. Lagian kita ini sepasang kekasih” ketus Xander tak suka mendengar panggilan Devina yang tak ada mesranya.
“Uhmm! Aku belum terbiasa memanggilmu dengan sebutan sa….yang” ucap Devina dengan gugup.
“Kamu harus biasakan sayang”
“Iya nanti”
Tak lama Rey pun datang dan tak lupa Devina mengenalkan keduanya dan setelah itu Xander pamit pergi dari sana. Sampai diluar matanya melirik ke arah barat melihat ada beberapa orang yang sedang mengintainya.
Ia tersenyum smirk lalu melihat ke arah atas dan memberi isyarat kepada pengawal bayangannya yang mengikutinya selama 24 jam.
“Luki suruh David kirim pasukan Dark Dragon 10 orang untuk menjaga apartemen kekasihku” titah Xander dengan suara dingin.
“Baik bos” balas Luki dengan patuh.
“Jangan lupa kirim mayat-mayat orang barusan yang mengintai aku ke peliharaanku di markas” ucap Xander sambil tersenyum menyeringai.
“Apa! Mayat bos?” tanya Luki dengan kaget.
Ia lalu melihat hpnya dan mendapat pesan dari Christian tentang ada 3 mayat yang sudah dihabisi oleh pasukan gelap bos mereka di sekitar Galaxy apartemen.
Xander lalu menelpon Mikhail untuk menanyakan tentang penyerangan hari ini, dimana musuh mereka sudah mulai menyerang mereka dengan brutal dan melakukan berbagai cara.
“Heeemmm”
^^^“Apa kamu sudah dapat informasi terbaru mengenai sialan itu?” tanya Xander to the point.^^^
“Mungkin ya dan tidak” jawab Mikhail dengan ambigu.
^^^“King” desis Xander dengan suara dingin.^^^
“Beritahu anak buahmu untuk berjaga terus karena besok mereka akan menyerang dari pagi hingga malam tanpa henti”
^^^“Apa mereka gila?” tanya Xander tak habis pikir.^^^
“Aku anjurkan kamu segera menyiapkan anak buahmu sebanyak mungkin untuk menyambut mereka besok” jawab Mikhail dengan suara dingin.
^^^“Lalu bagaimana dengan kamu?” tanya Xander dengan cepat.^^^
“Dia tidak bisa menyerang aku! Hehehehe” jawab Mikhail sambil terkekeh.
^^^“Ckk!!” decak Xander dengan sinis.^^^
“Ah! Lebih baik kamu bawa kekasihmu pergi dari apartemennya karena dia sudah masuk menjadi daftar target serangan besok”
Rahang Xander mengeras melihat panggilannya yang lagi-lagi di matikan sepihak oleh Mikhail setelah memberitahu hal yang paling penting mendadak.
“King sialan” maki Xander dengan emosi.
“Putar kembali mobil ke apartemen kekasihku!” bentak Xander dengan suara tinggi.
“Baik bos” ucap sopir dengan cepat.
__ADS_1
Phew……………………..
Xander membuang napasnya dengan kasar sambil mengusap wajahnya merasa sangat emosi setiap kali berbicara dengan Mikhail dan tidak sekali pun ia dibiarkan tenang oleh King sialan itu
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
Malam itu juga Xander membawa paksa kekasih dan adiknya ke mansion miliknya, tak menggubris penolakan Devina yang terus meminta untuk dibiarkan tinggal di apartemen mereka selama ini.
~ Labuan Bajo, Indonesia ~
Cekrek………………….cekrek…………………
Victor berpose di depan kamera dengan gaya yang sangat memukau saat fotografer andalannya mengambil gambarnya di salah satu pantai yang sangat indah di Labuan Bajo.
“Bagus Vic pertahankan posemu itu” ucap Andre dengan senang.
“Ya terus Vic! Tatapan matamu dibuat setajam mungkin ke arah samping Vi” tambahnya lagi sambil mengambil pose Victor yang sangat bagus hari ini.
Cekrek……….cekrek……………..cekrek………….
Victor terus mengikuti arahan Andre untuk mendapat gambar yang bagus dan hasilnya sangat memuaskan setelah mereka selesai melakukan pemotretan.
“Mana aku lihat” ucap Victor dengan cepat sambil minum air yang diberikan oleh Rio.
“Gimana Vic hasil kerjaan aku?” tanya Andre dengan sombong.
“Heeemm! Lumayan bisa buat pak tua itu dapat uang banyak” jawab Victor dengan acuh.
“Ckk!! Kamu memang keterlaluan Vic. Apa salahnya kamu puji hasil foto aku sekali aja” decak Andre dengan kesal.
“Kalau aku puji kamu yang ada kamu makin besar kepala dan semakin sombong” sarkas Victor dengan sinis.
“Wah wah wah kamu memang artis aku yang paling kurang ajar Vic” balas Andre tak bisa berkata-apa.
“Well! Terima kasih buat pujiannya” balas Victor sambil tersenyum smirk.
Andre hanya bisa mengelus dadanya untuk bersabar mengahadapi sifat angkuh dan judes seorang Victor Rolando Wesly yang sudah terkenal dengan sifat arogannya sedari dulu itu.
“Vic” panggil Rio menyusul Victor yang sudah berlalu kembali ke resort.
“Kenapa?” tanya Victor sambil berkutat dengan hpnya.
“Kamu ngerasa tidak? Sedari pagi tadi aku merasa ada yang mengintai kita terus” ucap Rio memberi tahu apa yang ia rasakan.
“Kamu tidak lagi sakit kan?” tanya Victor dengan kening berkerut.
“Tidak Vic aku itu sehat 100%” jawab Rio dengan suara tegas.
“Mungkin karena kita lagi dikawal banyak pengawal saja Rio jadi kamu merasa ada yang mengintai kita” ucap Victor mencoba menenangkan manajernya.
“Beda Vic. Dari dulu aku itu selalu merasa aman jika kita dikawal oleh pengawal kamu dan tidak merasa takut tapi kali ini aku merasa ada yang beda Vic” bantah Rio dengan wajah serius.
Victor diam memikirkan ucapan Rio barusan dan saat hendak masuk ke dalam resort ia menarik Rio menuju restoran di samping resort, dimana ia bisa memantau apa benar kecurigaan Rio atau tidak.
“Vic kenapa kita ke restoran? Apa kamu lapar?” tanya Rio dengan bingung.
“Kamu diam saja dan ikuti apa yang aku suruh” jawab Victor dengan suara tegas.
“Heemmm! Oke” balas Rio.
Sampai didalam restoran Victor memilih untuk duduk di paling belakang dekat dengan bagian dapur. Ia lalu mulai melihat ke sekeliling dan merasa aneh dengan beberapa orang yang terlihat mencurigakan.
Benar dugaan Rio kalau ada yang mengawasi kami, batin Victor saat melihat ada beberapa orang yang mencurigakan.
“Rio hubungi Ares” titah Victor dengan suara tegas.
“Oke Vic”
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
Rio segera menghubungi Ares dan pada dering ketiga barulah panggilannya dijawab dari seberang sana.
__ADS_1
“Halo” ucap suara perempuan yang sangat dikenali Victor.
^^^“Princess di kekasihmu itu?” tanya Victor dengan cepat.^^^
“Dia lagi bawa mobil brother Vic. Memangnya ada apa brother Vic?” tanya Zelena balik.
^^^“Beritahu Ares untuk kirim helikopter ke lokasi brother sekarang princess” jawab Victor dengan suara tegas.^^^
“Apa yang terjadi?” tanya Ares dengan suara dingin sebelum Zelena bertanya.
^^^“Ada banyak sekali musuh yang mengintai aku disini dan sepertinya anak buahmu banyak yang sudah lenyap” jawab Victor dengan cepat.^^^
“Sial! 10 menit lagi helikopter aku akan tiba disana dan kamu usahakan ulur waktu kalau perlu segera cari tempat sembunyi dekat helipad sebelum helikopterku sampai” titah Ares dengan suara tegas.
^^^“Oke”^^^
Victor segera mematikan panggilannya dan melihat Rio untuk segera melakukan apa yang disuruh oleh Ares barusan.
“Aku akan kirim pesan ke Andre jika kita pulang lebih dulu Vic” ucap Rio.
“Suruh Andre untuk bawa barang kita saat dia pulang agar orang-orang itu tidak curiga jika kita akan pergi sekarang” titah Victor dengan suara tegas.
“Oke Vic”
Keduanya lalu bergegas menuju pintu bagian belakang, tapi sebelum itu mereka sudah bertukar pakaian dengan dua orang pengunjung disana. Tak lupa memberi mereka beberapa lembar dolar untuk duduk di tempat yang mereka tempati tadi.
“Dimana landasan helipadnya?” tanya Victor.
“Arah barat dari kamu Vic” jawab Rio.
Keduanya berjalan dengan langkah santai sambil menarik topi ke bawah agar wajah mereka tidak di kenali oleh musuh mereka yang sedang memantau mereka.
Saat hendak sampai helipad Victor segera menarik Rio bersembunyi di belakang tong sampah saat melihat ada beberapa orang yang mencurigakan.
“Kenapa Vic?” tanya Rio berbisik.
Victor menunjuk ke orang-orang tersebut yang sedang berbicara tapi dari penampilan mereka seperti tentara bayaran.
Mata Rio hampir keluar dari tempatnya saat ada seseorang yang melirik ke arah mereka tapi dengan cepat keduanya menunduk agar tidak kelihatan.
Tak berselang orang-orang itu berlari menuju restoran saat melihat orang yang berpenampilan seperti mereka berdua keluar dari restoran. Bersamaan itu helikopter yang dikirim oleh Ares tiba tepat waktu.
“Ayok cepat” ucap Victor berlari menuju helikopter yang sudah mendarat.
Hosh…………….hosh……………hosh……………….
Napas keduanya satu-satu setelah berada di dalam helikopter tapi sebelum itu keduanya mengecek apa benar mereka anak buah Ares atau tidak. Victor dan Rio lalu melihat ke arah resort dimana orang-orang yang tadi mereka curigai sedang kelimpungan berlarian mencari sesuatu.
“Akhirnya kita selamat” ucap Rio dengan lega.
“Ya. Sebaiknya kita malam ini juga berangkat pulang ke California” balas Victor.
“Aku setuju Vic. Biar bagaimanapun aku rasa aman disana dari pada disini” ucap Rio membenarkan.
“Kamu hubungi pak tua itu dan katakan aku akan pulang dan tidak lanjut pemotretan lagi” titah Victor dengan cepat.
“Kenapa harus aku Vic?” tanya Rio dengan wajah lesu.
“Karena kamu itu manajer aku” jawab Victor dengan santai.
Ckk!! Giliran aja kalau mau dimarahi harus aku yang disuruh, batin Rio dengan kesal.
~ Pulau Antah Berantah ~
Marcel berdecak kesal karena sudah seminggu dia di lautan lepas tapi belum juga ditemukan oleh satu orang pun. Padahal persediaan air minumnya tinggal 1 botol lagi apa lagi ia sudah tidak ada persediaan makanan lagi.
“King kenapa harus aku yang harus di kirim kesini” ucap Marcel dengan lirih.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
To be continue……………………
__ADS_1