
πSemakin kamu terbiasa bersyukur di tengah kesukaran, maka rasa syukur itu akan semakin menjadi karaktermuπ
.
.
.
.
Clarisa semakin menangis histeris tak kuat menahan rasa sakit di hatinya. Mikhail mengelus kepala kekasihnya dengan lembut untuk menenangkannya.
Tadi saat mobilnya akan berbelok ke area hotel ia menyuruh sopir berhenti karena melihat kekasihnya yang berlari sambil menangis.
"Kita pergi dari sini baby" ucap Mikhail dengan suara lembut.
Clarisa yang sadar jika ia memeluk Mikhail dengan cepat mendorongnya. Mikhail menatapnya dengan kening berkerut melihat apa yang dilakukan kekasihnya.
Ingat Clarisa dia itu cowok playboy yang udah manfaatin loe, batin Clarisa mengingatkan dirinya.
Mikhail mengerutkan keningnya membaca pikiran Clarisa karena ia tidak mengerti bahasa Indonesia.
"Maaf saya sudah mengotori jas mahal anda tuan" ucap Clarisa dengan formal.
"CLARISA" ucap Mikhail menekan kata-katanya tak suka mendengar Clarisa yang berbicara formal kepadanya.
"Sekali lagi maaf tuan. Kalau begitu saya permisi tuan" pamit Clarisa dengan cepat dan berlalu pergi.
"BERHENTI DISITU!" bentak Mikhail dengan suara dingin.
Clarisa terus berjalan tak mengindahkan ucapannya karena tak ingin berurusan lagi dengan Mikhail. Hatinya masih sakit mengingat berita gosip tentang kekasihnya.
Sebelum ia semakin terluka ia memutuskan untuk pergi dan melupakan Mikhail karena ia sadar mereka berdua berbeda jauh bagai bumi dan langit.
"Kamu ingin bermain-main denganku baby" ucap Mikhail sambil tersenyum smirk.
Mikhail berlari mengejar Clarisa yang sudah berada jauh di depannya. Teivel dan anak buahnya yang lain juga turut mengikuti langkah King mereka yang sudah berlari lebih dahulu.
Deg................
Jantung Clarisa berdetak dengan cepat saat melihat ke belakang dan mendapati Mikhail yang sudah sangat dekat dengannya.
Kenapa dia larinya cepat banget, batin Clarisa dengan takut.
Grep...............
"Aarrgghhh! Lepasin aku! Lepas" teriak Clarisa saat tubuhnya di gendong seperti karung beras.
"Diam!" bentak Mikhail dengan suara tinggi.
Seketika Clarisa diam tak memberontak lagi mendengar bentakan Mikhail yang sangat menakutkan.
Mikhail mendorong tubuh Clarisa masuk ke dalam limousine dengan kasar dan segera berlalu pergi dari sana. Tanpa mereka sadari ternyata Gres yang berada di sana mengambil foto Clarisa saat digendong Mikhail masuk ke dalam mobil.
"Ternyata loe itu seorang sugar baby kayak gue ya gadis cupu" ucap Gres sambil tersenyum menyeringai melihat foto yang diambilnya.
Ia akan membalas Clarisa dengan foto ini karenanya dia harus di keluarkan dari kampus dan bahkan keluarganya juga harus bangkrut ulah orang di belakang Clarisa.
~ Puri Orchid Apartment ~
Clarisa di dorong masuk ke dalam apartemen dengan kasar oleh Mikhail. Rahangnya mengeras tak menyangka jika Clarisa berani pergi darinya dan juga membantah ucapannya tadi.
"Mau lari dariku baby?" tanya Mikhail sambil tersenyum menyeringai.
"A....ku" ucap Clarisa dengan gemetar melihat wajah Mikhail yang sangat menyeramkan.
"Aku apa! Heemm? Kamu masih ingatkan pertemuan pertama kita baby?" tanya Mikhail sambil berjalan mendekatinya.
"Aku mohon lepasin aku. Aku mohon" pinta Clarisa.
"Katakan kenapa kamu mematikan hpmu seharian" ucap Mikhail dengan suara dingin.
...π π π π π...
"Baterai aku habis" ucap Clarisa spontan.
Mikhail mengangkat alisnya sebelah melihat gelagat aneh dari kekasihnya itu dan ia tahu jika kekasihnya sedang berbohong.
Dengan cepat ia membuka tas milik Clarisa mencari handphone miliknya membuat Clarisa menelan salivanya dengan susah takut kebohongannya terbuka.
__ADS_1
Matilah aku, batin Clarisa semakin takut saat Mikhail memegang hpnya.
Mikhail tersenyum smirk menatap Clarisa sambil menunjukkan hpnya yang sudah menyala bahkan daya baterainya masih sangat banyak.
"Kamu berani berbohong sama aku baby? Kamu tahu apa yang paling aku benci di dunia ini kan?" tanya Mikhail dengan rahang mengeras dan wajah berkilat marah.
Clarisa segera berlari ingin keluar dari sana tapi gerakannya sudah dibaca oleh Mikhail sehingga dengan cepat Mikhail menarik dan memeluk tubuhnya.
"Kamu itu milikku baby dan jangan pernah bermimpi untuk pergi dariku" ucap Mikhail dengan suara tegas.
"Aku bukan milikmu bajingan! Bukannya kamu itu pacar model asal Spanyol itu? Kenapa kamu mengklaim aku jadi milikmu tapi berpacaran dengan perempuan lain" hardik Clarisa dengan suara tinggi.
"Sepertinya kamu harus di beri hukuman baby" bisik Mikhail.
"Tidak! Jangan sakiti aku.......hiks hiks........aku mohon lepasin aku Khail............hiks hiks hiks" pinta Clarisa berderai air mata melihat Mikhail mengeluarkan pisau kesayangannya.
Tubuh Clarisa bergetar melihat hal itu dan membuat Mikhail semakin tersenyum menyeringai. Meski hatinya sakit melihat air mata Clarisa tapi ia segera menepisnya.
Mikhail mengendong Clarisa menuju kamarnya dan melemparnya ke atas ranjang. Clarisa ketakutan melihat Mikhail yang membuka jas serta kemejanya dan melemparnya ke sembarang arah.
"King" panggil Damon yang membawa sesuatu di tangannya di depan pintu.
"Taruh di nakas samping ranjang" ucap Mikhail dengan suara dingin.
"Baik King"
Mikhail naik ke atas ranjang mendekati Clarisa yang sudah bergetar ketakutan. Dengan sekali hentakan tubuh Clarisa di balik menjadi tengkurap di atas ranjang.
Sret..............
"Jangan! Aku mohon jangan Khail...... hiks hiks hiks" teriak Clarisa sambil menangis histeris saat baju dan ********** dirobek hingga punggungnya polos.
Mikhail duduk di kaki Clarisa mengukungnya sehingga tidak bergerak sedangkan kedua tangan Clarisa diikat dengan dasi di kepala ranjang.
Aaarrgghhhh................
Jerit Clarisa kesakitan bergema di dalam kamar saat jarum mesin tato rotary menyentuh kulit belakangnya di bagian tulang belikat sebelah kiri.
Hiks............hiks..............hiks..............
Air mata Clarisa mengalir dengan deras merasakan sakit yang amat luar biasa. Mikhail tersenyum menyeringai melihat hasil ukirannya di tulang belikat Clarisa yang ia buat sendiri.
Mikhail mengambil perban dan melilit tato di pundak Clarisa. Sedangkan Clarisa sendiri jatuh pingsan tak kuat menahan rasa sakit lagi.
Mikhail menelan salivanya dengan susah saat membalik tubuh Clarisa menjadi terlentang dan disuguhi pemandangan indah di depannya.
"****" maki Mikhail saat melihat bagian bawahnya yang mengeras.
Cup.....................
Mikhail mencium bibir Clarisa dengan kasar menahan birahinya. Tapi sialnya ia semakin terangsang saat buah melon milik kekasihnya menempel dengan kulitnya.
Mikhail tak menyangka jika aset kembar sang kekasih ternyata sangat besar dan pas di tangannya.
"Kamu membuatku gila baby" bisik Mikhail dengan suara serak melepas ciumannya.
Mikhail menutup tubuh Clarisa dengan selimut takut kembali tergoda. Ia berlalu masuk ke dalam kamar mandi untuk menuntaskan hasratnya.
...π π π π π...
~ Wesly Group ~
"Jadi tidak ada pergerakan yang mencurigakan selama ini?" tanya Xander dengan suara dingin.
"Tidak ada bos" jawab David.
"Apa Ares belum mengetahui siapa yang menyerang mansion princess waktu itu?" tanya Xander lagi dengan suara dingin.
"Belum bos tapi mereka sudah mengetahui ciri-ciri ketua pembunuh bayaran itu bos" ucap David sambil menunjukkan informasi dari Ares.
"Luki cari data siapa pemilik tato dan bekas luka ini" titah Xander dengan suara dingin.
"Baik bos"
"Bos King saat ini berada di Indonesia" lapor David melihat berita tentang Mikhail.
"Indonesia? Untuk apa bocah setan itu ke sana?" tanya Xander dengan kening berkerut.
"Ia akan menghadiri ulang tahun sepupunya Candra Kusumo besok di Solo bos" jawab Luki yang melacak informasi mengenai Mikhail.
__ADS_1
"Jangan mencari informasi King jika kamu tidak ingin di bunuhnya" ucap Xander memperingati Luki.
"Baik bos"
Tak lama hp milik David berbunyi tanda ada panggilan masuk dari manajer hotel Hilton. Ia melihat Xander meminta waktu untuk menjawab panggilannya.
^^^"Ada apa?" tanya David to the point.^^^
"Maaf tuan Kendrick. Saya hanya ingin memberitahu jika saat ini tuan muda ketiga sedang memboking private room"
^^^"Apa ada pertemuan penting disana?" tanya David dengan bingung.^^^
"Tidak tuan. Saya melihat hanya ada tuan muda ketiga dan manajernya yang baru saja datang bersama seorang gadis tuan"
^^^"Siapa?"^^^
"Dia putri Katy Peterson tuan"
^^^"Awasi mereka jangan sampai ada wartawan yang mengetahui hal ini"^^^
"Baik tuan"
David lalu mematikan panggilannya dan segera memberitahu hal itu kepada Xander.
"Biarkan saja! Aku yakin Vic ingin konfirmasi dengan kejadian di Italia" ucap Xander yang tahu apa yang adik kembarnya lakukan.
"Baik bos"
Xander lalu menyuruh keduanya keluar dan melanjutkan pekerjaannya yang sudah menumpuk didepannya.
Tak terasa waktu berlalu dengan sangat cepat dan kini tiba waktunya pulang. Setelah mengantar Xander ke mansion David segera bergegas pergi menuju apartemen.
~ Blue Ocean Apartment ~
David keluar dari mobil di basement dan berjalan menuju lift sambil mengurut lehernya yang menegang.
Brugh...............
Matanya tertutup mengontrol emosinya yang siap keluar kapanpun. Ia tidak perduli dengan orang yang menabraknya hingga terjatuh di lantai karena menurutnya tidak penting.
"Maafkan saya tuan" ucap orang itu dengan takut.
David membuka mata saat mendengar suara yang ia kenali. Matanya langsung menatap gadis di depannya dengan tatapan menyelidik.
"Kamu" tunjuk David dengan suara dingin.
"Maafkan saya tuan. Saya tadi buru-buru dan tidak sengaja menabrak anda" ucap Violet.
"Kamu baru selesai membersikan apartemenku?" tanya David dengan suara dingin.
"Iya tuan"
"Mulai besok kamu tidak perlu kemari lagi"
"Kenapa tuan? Apa saya melakukan kesalahan tuan?" tanya Violet dengan panik karena ia tidak tahu bagaimana menganti rugi jas David.
"Aku tidak meminta ganti rugi anggap saja utang kamu sudah lunas" ucap David seakan tahu apa yang di pikirkan oleh Violet.
"Apa! Terima kasih tuan" pekik Violet dengan senang
"Heemmm"
Violet menatap David sambil tersenyum manis merasa sangat senang karena ia tak disuruh untuk menganti biaya jas milik David.
Eheemmm..............
"Apa kalian bisa minggir? Aku ingin lewat" ucap Lili berdeham mengagetkan keduanya.
Mata David melotot kaget melihat penampilan Lili saat ini yang memakai baju sangat pendek dan bagian pundak yang terbuka.
"Berhenti disitu Lili" ucap David dengan suara dingin.
Lili melirik David sekilas dan kembali berjalan menuju lift tak mengindahkan ucapan David barusan. Melihat hal itu dengan cepat David menyusulnya dan langsung memeluk pinggangnya dengan posesif.
"Apa yang ka David lakukan" pekik Lili dengan kaget.
"Kamu harus dihukum sweety" bisik David dengan suara dingin.
Glek............
__ADS_1
...π π π π π...
To be continue................