Heartless 2

Heartless 2
Chapter 51


__ADS_3

🍁Cukup tahu dan diam saja tidak perlu membalas kejahatan dengan kejahatan karena itu hanya akan merugikanmu saja🍁


.


.


.


.


Natasha menelan salivanya dengan susah mendengar panggilan sang kakak yang terasa berbeda dari biasanya.


Meski takut tapi ia tetap melangkah bergerak menuju ke arah sang kakak yang berdiri di depannya dengan tatapan dingin dan aura mengintimidasi.


Plak............


"MIKHAIL!" bentak Valeria menggelegar sambil berdiri menatap anaknya dengan tatapan tajam.


Yang lainnya kaget tak menyangka akan melihat Mikhail yang tak segan-segan menampar Natasha, meski dia adik kandungnya sendiri beda halnya dengan Xander, Xavier, dan David yang tak kaget lagi melihat hal tersebut.


"Hentikan son" hardik Thomas berdiri di antara keduanya sambil memeluk Natasha dan menatap Mikhail dengan tajam.


Mikhail sendiri tak kalah tajam menatap daddynya tak takut. Saat ini ia tengah berusaha mengontrol emosinya yang akan meledak melihat adik kesayangannya itu.


"Jangan halangi aku daddy" ucap Mikhail memperingati.


"She is your sister Mikhail. Apa yang kamu pikirkan sehingga menampar adikmu sendiri" (dia itu adikmu) bentak Thomas dengan suara tinggi.


"Karena dia adikku makanya aku harus memberi pelajaran kepadanya untuk tidak berbohong dad" bentak Mikhail dengan suara tak kalah tinggi.


Deg..............


Jantung Natasha berdetak dengan cepat mendengar ucapan sang kakak. Tubuhnya gemetar memikirkan apa yang menjadi penyebab kakaknya seperti ini.


"Sweety" panggil Mikhail sambil tersenyum smirk menatap adiknya.


"Kakak.........hiks hiks hiks hiks" tangis Natasha pecah sambil menggelengkan kepalanya.


"Apa yang kalian sembunyikan?" tanya Valeria yang melihat tingkah kedua anaknya.


"Damon" ucap Mikhail dengan suara dingin.


Damon melangkah ke depan membuat Natasha semakin ketakutan. Dengan cepat ia menghadang Damon tapi tak digubris oleh Damon.


"Hiks hiks.......ka Damon aku mohon jangan.......hiks hiks hiks" tangis Natasha semakin pecah mendorong Damon tapi tenaganya tak kuat.


"Berhenti disana jangan mendekat ke arah kakakku" hardik Zelena dengan suara tinggi berdiri di depan Vincent.


"Kak please aku mohon.........hiks hiks hiks" pinta Natasha.


Brugh.............


Natasha terjatuh di tanah karena di dorong Damon dengan tidak berperasaan. Melihat hal itu Thomas semakin emosi dan ingin menghajar Damon tapi dengan cepat Damon mengelak.


"Honey hentikan. Percuma saja kamu melakukan itu" bentak Valeria.


"Beraninya kamu mendorong putriku bajingan!" bentak Thomas.


"Karena nona muda menghalangi jalanku tuan besar" ucap Damon dengan santai.


Mikhail bersedekap tangan di dada tak sabar ingin menonton apa yang akan terjadi selanjutnya. Zelena merentangkan tangan menghadang Damon tapi dengan sekali hentakan ia sudah berpindah ke samping karena di tarik Damon.


"Jangan sentuh twin" hardik Victor.


Bugh..................


Wajah Damon di pukul Vincent saat Damon akan menariknya. Damon yang seorang robot menatap Vincent dengan datar membuat Vincent kaget karena tubuh Damon tak bergerak seinci pun saat di pukul.


"King" ucap Damon melihat Mikhail.


"Bawa dia kehadapanku dan hancurkan siapa saja yang menghalangi" ucap Mikhail dengan suara lantang.


"Baik King" ucap Damon dengan suara dingin.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


"Suruh Damon berhenti son" ucap Valeria dengan suara tegas.


"Hehehehe! Mommy nikmati saja pertunjukannya" jawab Mikhail sambil terkekeh memeluk momnynya.


Belum sampai dua detik pelukan keduanya sudah terlepas karena di pisahkan oleh daddynya yang sangat cemburuan dan posesif.


"Berengsek jangan sentuh adikku" hardik Xander dengan aura membunuh.


Bugh..........bugh.........bugh........bugh.........


Damon melawan David, Vincent, Victor, Leon, dan Rio sekaligus karena di hadang. Ke limanya tak menyangka dengan gaya berkelahi Damon yang sangat cepat dan dapat menangkis semua pukulan mereka bersamaan.


Sial sekuat apa sih orang ini, ringis David saat pipinya di pukul Damon.

__ADS_1


Aarrgghhh! Aku harus menghindari pukulannya agar tak mengenai wajahku, batin Victor dengan kesal.


Dai bukan lawan mereka semua, batin Xander.


"Twin, David hentikan" hardik Xander bergema.


Gerakan kelimanya seketika berhenti saat mendengar ucapan Xander. Damon menatap kelimanya sambil tersenyum tanpa beban melihat wajah dan tubuh mereka yang lebam sedangkan dirinya tak ada satu pun lebam.


Grep..............


"Lepaskan aku berengsek! Lepas" teriak Vincent melengking saat tangannya di tarik Damon.


Isshhhh........


Vincent meringis merasakan tangannya yang sakit saat ditarik apa lagi ia ingin melepas tangannya tapi tak bisa karena cengkraman Damon sangat kuat. Victor yang ingin membantu kembarannya langsung di hadang Xander.


"Dia bukan lawanmu Vic" ucap Xander dengan suara dingin.


"Tapi brother kasihan twin" ucap Victor dengan cemas.


"Turuti ucapan kakakmu Victor" ucap Xavier yang sedari tadi diam memeluk istrinya yang menangis.


"Hubby.......hiks hiks hiks.......tolong anak kita" pinta Chloe sambil menangis.


"Tenang baby. Aku yakin ada sesuatu yang membuat Mikhail seperti itu" ucap Xavier menenangkan istrinya.


Brugh.............


Natasha berlutut memeluk kaki kakaknya karena dia tahu kakaknya kali ini tidak akan melepas Vincent karena perbuatannya yang kemarin.


"Mikhail" ucap Thomas dengan wajah sendu melihat putrinya.


"Jangan ikut campur daddy" ucap Mikhail memperingati daddynya.


"Honey" adu Thomas ke sang istri.


"Putra kita tahu apa yang harus ia lakukan honey" ucap Valeria dengan suara dingin.


Ckk!? Kenapa istriku lebih mendukung raja setan itu sih, batin Thomas berdecak kesal.


Mikhail tersenyum smirk saat membaca pikiran sang daddy. Melihat hal itu Thomas semakin berdecak kesal sambil menggerutu.


"King" ucap Damon sambil mendorong Vincent ke depannya.


"Kakak aku mohon jangan sakiti Vincent" pinta Natasha dengan wajah panik.


"Minggir" ucap Mikhail dengan aura membunuh.


"No! Kakak aku mohon jangan sakiti dia ka" kekuh Natasha.


Brugh..............


Thomas menutup mata menahan emosinya saat ia tak bisa membantu putrinya saat di tendang Mikhail. Valeria menahan suaminya untuk tak ikut campur karena ia tahu saat ini anaknya tengah berusaha menahan emosinya.


Bugh.........bugh........bugh..........bugh.........


Aarrghhhh..........


Jerit kesakitan Vincent bergema saat tubuhnya di pukul dan di tendang Mikhail berulang kali. Gerakannya yang cepat membuat Vincent tak bisa membalas atau mengelak dari pukulan dan tendangannya.


"Kakak hentikan.......hiks hiks hiks" teriak Natasha dengan histeris.


"Beraninya kamu melecehkan adikku bangsat" pekik Mikhail dengan emosi.


"Apa maksudmu son?" tanya Thomas dengan kaget.


"Teivel" hardik Mikhail menggelegar.


Teivel lalu menunjukkan video di iPad tentang kejadian kemarin. Seketika rahang Thomas mengeras melihat video tersebut.


"Berengsek kamu sialan. Aku akan membunuhmu" teriak Thomas dengan emosi.


Bugh........bugh.......bugh.........


Mikhail membiarkan daddynya memukul Thomas seperti kesetanan setelah melihat video tersebut. Bukan hanya Thomas saja tapi Xander dan daddynya turut ikut ambil bagian memukul Vincent.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


"HENTIKAN" teriak Chloe bergema menghentikan ketiganya yang kesetanan menghajar Vincent.


Zelena dan Chloe berlari memeluk tubuh kakaknya yang sudah berlumuran darah di rumput sambil menangis histeris.


"Apa kalian ingin membunuh anakku!" bentak Chloe dengan tatapan tajam.


"Baby" ucap Xavier dengan suara dingin.


"Aku tahu anakku salah tapi kalian tidak berhak membunuhnya!" bentak Chloe lagi.


"Jangan pukul brother Vin lagi.......hiks hiks hiks" teriak Zelena dengan histeris.

__ADS_1


Xander dengan cepat mengangkat adiknya meski ia sangat marah saat ini tapi apa yang dibilang mommynya betul.


"Panggil dokter" ucap Xander dengan suara dingin menatap David.


"Baik bos" ucap David sambil mengeluarkan hpnya menghubungi dokter pribadi Zelena berada di sini.


Plak.........plak.........


"Beraninya kamu berbohong hanya untuk laki-laki bajingan itu Natasha!" bentak Mikhail sambil menampar kedua pipi adiknya dengan kuat.


"Maafkan aku ka......hiks hiks hiks......maaf" ucap Natasha berderai air mata.


"Sudah cukup son" ucap Valeria dengan suara lembut.


Ia memeluk putrinya yang menangis histeris di tanah diikuti Thomas. Setelah sudah bisa mengontrol emosinya Mikhail menatap keluarganya yang masih berpelukan.


"Kesini" ucap Mikhail menatap adiknya dengan tatapan lembut.


Grep................


Tangis Natasha kembali pecah di dalam pelukan kakaknya. Liliana, Henry, dan Leon yang melihat mereka juga ikut menangis, kakak adik Walst itu memeluk Leon dan ikut menangis melihat pemandangan keluarga aunty Valeria dan uncle Thomas.


"Daddy" panggil Mikhail saat melihat daddynya tertekan.


"Aku gagal melindungi putriku........hiks hiks hiks" ucap Thomas sambil menangis.


Valeria memeluk suaminya dengan erat membiarkan suaminya menangis di pelukannya. Natasha yang mendengar ucapan daddynya hatinya hancur.


"Nikahkan mereka daddy, mommy" ucap Mikhail dengan tegas.


"Kakak" lirih Natasha sambil menggelengkan kepalanya tak mau.


"Kamu itu putri yang sangat berharga di keluarga Parker dan tidak pantas tubuhmu yang berharga ini di sentuh banyak pria" ucap Mikhail dengan tegas.


"Daddy setuju dengan ucapan Mikhail" ucap Thomas dengan suara tegas.


Mikhail segera pergi dari sana tak ingin kembali emosi saat melihat Vincent nanti. Valeria menyuruh anaknya untuk menunggu mereka di mansion.


~ RH Group ~


Ares sedari tadi merasa sangat kesal karena panggilannya tak diangkat oleh kekasihnya sedari kemarin bahkan pesannya pun tak dibalas.


Ingin menemui kekasihnya tapi pekerjaannya sangat menumpuk sehingga mau tak mau ia harus menahan diri untuk pergi ke mansion Zelena.


Ceklek...........


"Beraninya loe masuk ke ruangan gue tak mengutuk berengsek" hardik Ares dengan suara tinggi tanpa melihat orang yang baru masuk.


"Apa kamu sibuk son?" tanya Sean dengan suara dingin mengagetkan anaknya.


"Papa" pekik Ares dengan senang melihat siapa yang datang.


Ares berdiri dan menghampiri papanya lalu memeluknya karena sudah seminggu papanya berada di Jerman menemani kakeknya berobat disana.


"Kapan papa sampai?" tanya Ares dengan suara lembut.


"Semalam"


"Bagaimana keadaan kakek pa?" tanya Ares lagi.


"Kakek sudah sembuh dari penyakitnya dan semalam sudah pulang bersama dengan papa"


"Syukurlah"


"Bagaimana pekerjaanmu son?" tanya Sean dengan suara lembut.


"Banyak" keluh Ares sambil menaruh kepalanya di pundak sang papa.


"Kerjakan saja nak, dulu papa juga sepertimu" ucap Sean dengan suara lembut sambil mengelus kepala anaknya.


"Heemmmm"


"Malam pulanglah ke mansion nak" Ares diam tak mengatakan apa-apa.


"Papa tunggu kamu malam di mansion karena papa ingin bercerita denganmu disana" tambahnya lagi.


"Heemmm"


"Oh ya minggu depan kakekmu akan mengadakan pesta untuk kesembuhannya di mansion tua"


"Nanti aku suruh Gery untuk membantu kakek mempersiapkan pesta itu pa"


"Baiklah"


"Papa aku sudah menemukan gadis kecilku" ucap Ares sambil tersenyum bahagia.


Sean seketika menatap anaknya dengan tatapan penuh tanda tanya ingin mengetahui lebih lanjut mengenai ucapan anaknya barusan.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...

__ADS_1


To be continue...............


__ADS_2