Heartless 2

Heartless 2
Chapter 119


__ADS_3

🍁Bekerjalah disaat yang lain bersantai, belajarlah disaat yang lain bermain, berdoalah disaat yang lain berpesta pora, bertindaklah disaat yang lain hanya bermimpi, dan pada akhirnya nikmatilah apa yang tidak dapat mereka nikmati🍁


.


.


.


.


Bunyi pintu yang dibuka dengan kasar mengagetkan semua yang didalam sana melihat seorang pria berbadan proposional dengan tinggi sekitar 180 cm, memiliki tatapan tajam dan dingin membuat mereka bergidik ngeri.


Eksel menatap orang didepannya dengan tatapan tajam seakan ingin menguliti mereka saat melihat Clarisa yang sudah pingsan di lantai dengan wajah pucat.


“Siapkan ruangan kesehatan dan dokter sekarang” titah Eksel dengan suara dingin lewat earpiece ke anak buahnya di luar.


Grep………..


Dengan sekali hentakan tubuh Clarisa lalu dibawa oleh Eksel menuju ke ruangan kesehatan tak ingin sesuatu yang buruk terjadi kepada kekasih King mereka. Bisa-bisa nyawa mereka taruhannya apa lagi Clarisa yang sampai pingsan seperti ini.


“Lo mau bawa kemana adik gue?” tanya Jason dengan suara tinggi.


Eksel tidak memperdulikan ucapan Jason dan hanya memberi isyarat kepada anak buahnya didepan pintu untuk mengurus mereka sebelum ia kembali.


“Hey jawab pertanyaan gue bangsat” maki Jason dengan emosi karena pertanyaan tak digubris Eksel.


“Anda semua dilarang keluar” ucap anak buah Eksel yang bernama Rayen dengan suara dingin.


“Siapa loe berani hadang jalan gue!” bentak Jason.


Bugh…………bugh…………….bugh…………….


Rayen memukul Jason 3 kali hingga ia terjatuh di lantai tak bisa bangun lagi membuat semua keluarga berteriak ketakutan. Jason yang memang tak pandai berkelahi menatap Rayen dengan tatapan tajam karena sudah menghajarnya.


“Beraninya kamu memukul cucuku” hardik seorang pria tua yang adalah tuan besar Baker bernama Sandi Baker.


“Jangan berani keluar dari ruangan ini sebelum bos gue kembali” ucap Rayen dengan suara dingin dan tegas tak memperdulikan ucapan tuan besar Baker barusan.


Brak…………..


Delon membantu kakaknya Jason berdiri setelah Rayen kembali menutup pintu ruang tunggu. Kedua kakak beradik itu langsung menatap papa mereka dengan tatapan tajam meminta penjelasan.


“JELASKAN SEKARANG TUAN BASTIAN BAKER YANG TERHORMAT!” bentak Jason dengan suara tinggi.


“Dia itu anak siluman bukan adik kalian” ucap Dion dengan suara tegas menatap putra sulungnya dengan tajam.


“Aku tidak menyangka papa setega itu sama adik aku. Apa salah dia sampai papa memberitahu kami jika adik sudah meninggal bersama mama karena sakit?” tanya Delon dengan suara menggelegar.


“Jason! Delon! Jaga ucapan kalian! Dia itu papa kalian!” bentak Sandi dengan suara tegas.


“Apa kakek tahu kalau selama ini adik masih hidup?” tanya Jason.


“Dia bukan adik kalian. Dia itu anak pembawa sial dalam keluarga kita karena lahir dengan darah iblis dalam tubuhnya” jawab Sandi dengan suara tinggi.


“TUTUP MULUT KAKEK. SELAMA INI AKU SELALU MENGHORMATI KAKEK KARENA KEBIJAKSANAAN KAKEK TAPI HARI INI AKU BARU TAHU KALAU KAKEK ITU MANUSIA PALING HINA DI MUKA BUMI INI” teriak Jason menggelegar.


Deg……….


Jantung Sandi berdetak dengan cepat mendengar ucapan cucu yang sangat ia sayangi barusan. Rasanya seperti ditusuk 1000 pisau tepat di jantungnya mendengar ucapan cucu kesayangannya itu.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


“Kalian semua tega membohongi kami selama ini. Tega kalian semua!” bentak Delon dengan wajah merah padam.


“Buat apa kalian memikirkan anak siluman iblis itu. Dia itu tidak pantas berada di tengah-tengah keluarga kita” hardik Bastian.


“Jadi yang pantas itu anak selingkuhanmu tuan Bastian Baker!” bentak Jason dengan suara tinggi.


“Jaga mulutmu Jason. Dia itu adikmu!” bentak Bastian sambil menatap Jason dengan tajam.


“Dia bukan adikku dan selamanya adik aku hanya Clarisa Eleanor Baker bukan anak selingkuhanmu itu!” bentak Jason dengan tatapan tajam.

__ADS_1


Plak…………


Bunyi tamparan menggema didalam sana saat Bastian menampar putra sulungnya Jason karena sudah sangat emosi. Jason sendiri mengepal kedua tangannya dengan erat seakan ingin membunuh papanya saat ini juga tapi ia tahan.


Sedangkan di ruang kesehatan saat ini Clarisa sedang di periksa oleh dokter yang bertugas di King Diamond. Eksel sendiri sudah menghubungi Mikhail tapi nomornya tidak aktif begitu juga dengan Teivel dan Damon.


“Bagaimana keadaan nona Clarisa?” tanya Eksel setelah melihat dokter sudah selesai memeriksa Clarisa.


“Nona Clarisa pingsan karena syok. Sepertinya ada sesuatu yang membuatnya stres atau tertekan sehingga membuat aliran darahnya mengalir tak teratur menyebabkan nona Clarisa pingsan” papar dokter Luna menjelaskan.


“Tidak ada masalah serius atau apapun kan dok?” tanya Eksel lagi.


“Tidak ada tuan. Tapi apa boleh saya bertanya?” tanya dokter Luna.


“Silahkan”


“Apa nona Clarisa pernah mengalami trauma atau semacamnya tuan. Karena dari pemeriksaan saya tadi kasus nona Clarisa ini biasanya di picu karena ada trauma yang tiba-tiba muncul” ucap dokter Luna.


“Saya tidak tahu dok”


“Oh baiklah tuan. Saya anjurkan sebaiknya nona Clarisa di bawa ke rumah sakit untuk di periksa lebih lanjut lagi tuan” saran dokter Luna.


“Baik dok terima kasih”


“Sama-sama tuan”


Eksel memilih membawa Clarisa ke apartemen tak lupa membawa 2 orang suster untuk menjaga dan mengurus Clarisa karena ia harus mengurus orang yang sudah membuat Clarisa sampai pingsan.


~ Pulau Cayman ~


Sampainya di pulau Cayman Mikhail segera membahas rencana yang akan mereka lakukan disini. Sedari tadi entah kenapa ia terus memikirkan Clarisa tapi ia tepis semua itu karena ia harus mengatur rencana yang sempurna malam nanti.


“Pastikan semuanya beres dan tidak ada kesalahan nanti malam” titah Mikhail dengan suara dingin.


“Baik King” jawab Damon dan Teivel dengan serentak.


“Damon kamu serang bagian selatan gudang mereka. Teivel kamu serang ladang mereka dan aku akan menyerang markas mereka” ucap Mikhail dengan suara tegas.


“Akan diurus pasukan eliteku! Hehehe” ucap Mikhail sambil terkekeh.


“Jadi kita akan menghancurkan milik mereka sampai tak tersisa King?” tanya Teivel.


“Jangan sisakan satu pun karena aku yakin orang itu akan keluar saat tambang uangnya kita hancurkan” jelas Mikhail sambil tersenyum menyeringai.


“Baik King”


“King nona Clarisa pingsan di ruang tunggu perusahaan” ucap Damon yang baru menghidupkan iPad karena ingin menandai lokasi penyerangan mereka nanti malam.


“Apa maksudmu?” tanya Mikhail dengan suara tinggi.


Teivel segera menelpon Eksel untuk bertanya sedangkan Mikhail menonton cctv yang diperlihatkan Damon lewat iPad miliknya.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Prang…………..


iPad milik Damon hancur berserakan di lantai karena di banting oleh Mikhail barusan. Wajahnya memerah melihat kekasihnya yang terlihat kesakitan didalam rekaman cctv barusan.


“Halo bos”


^^^“Berengsek kenapa kamu biarkan kekasihku bertemu mereka bangsat!” bentak Mikhail yang merebut hp Teivel saat mendengar suara Max.^^^


“Maafkan saya King. Saya tidak tahu jika nona Clarisa akan pergi bertemu dengan mereka saat mereka datang”


^^^“An***g kalian semua! Aku sudah bilang jangan pernah mengijinkan Clarisa bertemu mereka bangsat” maki Mikhail dengan suara menggelegar.^^^


“Saya bersalah King”


Prang………….


Teivel menatap hpnya yang sudah tak berbentuk lagi karena dilempar Mikhail ke tembok saking emosinya. Matanya berubah warna menjadi merah menandakan ia sangat emosi apa lagi auranya yang menyeruak didalam sana.

__ADS_1


Eksel sialan! Karena dia hp aku hancur lagi, batin Teivel dengan kesal.


“Berikan hukuman buat Eksel dan semua pengawal Clarisa hari ini” ucap Mikhail dengan suara dingin.


“Baik King” jawab Damon.


Kedua tangan Mikhail terkepal hingga urat-uratnya kelihatan menandakan ia saat ini sangat emosi, Teivel yang melihat hal itu menebak jika malam nanti musuh mereka akan dihabisi oleh Kingnya dengan sadis.


~ Wesly Hospital ~


“Ka Marcel bagaimana operasi suamiku?” tanya Natasha dengan cepat saat pintu ruang operasi terbuka.


“Operasinya berjalan dengan lancar dan jantungnya bisa diterima oleh tubuh Vincent” ucap Marcel.


“Syukurlah” ucap Natasha dengan lega.


Semua keluarga besar Wesly bernapas dengan lega mendengar ucapan Marcel barusan. Brankar Vincent lalu didorong kembali ke ruangan VVIP dan besok baru ia dipindahkan ke mansion utama Wesly.


“Bos” panggil David setelah keduanya sampai di ruang rawat Vincent.


“Kita ke rooftop” ucap Xander dengan suara dingin.


“Oke bos”


Sampainya di rooftop David segera memberitahu informasi mengenai Light yang berhasil kabur dan tidak bisa dilacak keberadaannya oleh Luki dan anak buah mereka.


“Mereka tadi kabur lewat rooftop” ucap Xander sambil berdiri di ujung rooftop melihat ada bekas goresan di bagian dinding.


“Benar bos, karena jejak mereka tidak kelihatan di luar rumah sakit dan sekitarnya” ucap David membenarkan.


“Suruh Luki cari data orang itu dan malam nanti harus sudah ada” titah Xander dengan suara dingin.


“Baik bos” ucap David dengan suara tak kalah dingin.


Keduanya lalu berjalan kembali menuju ruangan rawat Vincent untuk memantau keadaan disana sebelum pergi, tak ingin ada kejadian seperti tadi lagi.


2 Hari kemudian


Saat ini Ares sedang bersama dengan Zelena pulang dari meeting bersama kliennya di restoran Kenzo. Tiba-tiba di tengah perjalanan mereka di hadang oleh sekelompok orang tak dikenal.


“Querido siapa mereka?” tanya Zelena dengan ketakutan.


“Kamu tenang ya mi amor. Mereka tidak akan menyakitimu” jawab Ares dengan suara lembut.


“Sepertinya mereka kiriman Mr. Yakimo tuan” ucap Gery yang sempat melihat tato bulan sabit di salah satu musuh.


“Berapa jumlah mereka?” tanya Ares dengan suara dingin.


“Lebih dari 100 tuan” jawab Gery yang menerka jumlah musuh.


“Sial!” umpat Ares.


“Querido” panggil Zelena dengan wajah cemas.


“Kamu tunggu didalam mobil mi amor dan jangan pernah keluar. Kunci semua pintu sebelum aku datang” titah Ares yang mau tak mau harus keluar bertarung karena ia hanya membawa 20 orang anak buah saja dengan 10 pengawal Zelena.


“Tapi” ucap Zelena yang langsung di potong Ares.


“Jangan cemas mi amor aku akan melindungimu. Hubungi kakakmu Xander dan suruh dia kirim bantuan mi amor”


“Heemmmm”


Cup…………………


Ares  mencium bibir kekasihnya sebelum keluar dari dalam mobil sambil memegang 2 senjata miliknya. Zelena dengan cepat segera menghubungi kakaknya memberitahu jika mereka di serang saat ini.


Ya Tuhan tolong jaga querido dan lainnya, batin Zelena berdoa dalam hati dengan cemas.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


To be continue……………

__ADS_1


__ADS_2