Heartless 2

Heartless 2
Chapter 115


__ADS_3

🍁Sesalah apapun anaknya seorang ibu tetap memaafkan kesalahan anaknya karena biar bagaimanapun ia adalah orang yang melahirkan anaknya, darah dagingnya sendiri🍁


.


.


.


.


Teriakan Chloe barusan mengagetkan Xavier yang hendak menendang putra sulungnya, ia tak menyangka jika istrinya akan datang kesini.


“Baby” ucap Xavier dengan kaget.


“Mommy” lirih Xander dengan suara lemah karena dihajar daddynya tanpa ampun.


“Apa yang kamu lakukan hubby? Apa kamu ingin membunuh anak-anakku?” tanya Chloe dengan suara tinggi.


“Tenangkan dirimu baby” jawab Xavier dengan suara lembut.


“Tenang kamu bilang! Apa melihat anak aku dipukul oleh suamiku sendiri aku bisa tenang!” bentak Chloe dengan suara menggelegar.


Xavier diam tak menjawab ucapan istrinya karena tahu saat ini istrinya sedang emosi dan tidak bisa diajak bicara baik-baik.


“Jawab hubby! Apa kamu puas memukul anak-anakmu seperti itu? Mereka itu anak-anak kamu bukan musuh kamu!” bentak Chloe.


Hiks…………..hiks…………………hiks………………..


Chloe menangis histeris menatap suaminya dengan tatapan sendu membuat hati Xavier juga ikut terasa sakit melihat istrinya seperti itu dan apa yang istrinya rasakan saat ini.


“Baby” panggil Xavier dengan suara lembut.


Plak……………….


“MOMMY” teriak Xander dengan kaget melihat daddynya di tampar oleh mommynya.


Tangan Chloe bergetar hebat karena untuk pertama kali ia menampar suaminya setelah sekian lama tahun mereka berumah tangga dan memiliki 4 orang anak.


Zelena yang tadi sempat mengikuti mommynya menutup mulut sambil menangis dalam diam melihat kejadian barusan. Tubuhnya gemetar melihat mommy mereka yang menampar daddy mereka untuk pertama kali, padahal itu bukan kesalahan daddy mereka.


Maafkan aku mommy, daddy, brother, lirih Zelena memilih pergi kembali ke ruangan kesehatan tak sanggup berada disana.


Brugh……………..


Seketika Chloe di buat kaget oleh anaknya yang berlutut didepan kakinya. Air mata Xander mengalir dengan deras melihat wajah daddynya yang memerah disebelah kiri.


“Bangun son. Tegakkan dirimu jangan menjadi lemah” ucap Xander dengan suara tegas.


“Didepan orang lain aku akan kuat daddy tapi tidak jika di depan kedua orang tuaku” lirih Xander dengan tatapan sendu.


Tes……………..


Air mata Xavier jatuh tak sanggup melihat wajah putranya yang biasa terlihat tegas dan datar hari ini terlihat seperti seorang anak pada umumnya yang sangat menyayangi kedua orang tuanya.


“Apa yang kamu lakukan nak? Ayok bangun nak jangan seperti ini” ucap Chloe dengan sedih.


“No mommy. Ini semua salahku bukan daddy. Aku mohon sama mommy jangan pernah memarahi daddy karena daddy adalah daddy yang paling terbaik buat kami semua” pinta Xander dengan memohon.


“Apa maksudmu son?” tanya Chloe dengan bingung.


Xander menunduk tak berani melihat mommynya sedangkan Xavier sendiri memilih menoleh ke samping memalingkan wajahnya.


“Mike bawakan rekaman cctv sekarang” perintah Chloe dengan suara tegas.


“Baby jangan lakukan itu. Mike jangan berikan rekaman cctv mansion dan hapus semuanya” ucap Xavier dengan cepat.


“Daddy aku mohon biarkan mommy tahu” pinta Xander.


“Tapi son”


“Please daddy” (aku mohon papa) lirih Xander dengan memohon.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Mau tak mau Xavier akhirnya memberi isyarat kepada Mike untuk memberikan rekaman cctv mansion ke istrinya. Beberapa saat kemudian air mata Chloe mengalir dengan deras melihat apa yang sebenarnya terjadi di mansion mereka sebelum suaminya datang.


Brugh………….

__ADS_1


“Mommy. Baby” teriak Xander dan daddynya bersamaan saat Chloe terjatuh di lantai.


“Hiks hiks hiks hiks……………..aku gagal mendidik anak-anak aku hubby……………hiks hiks hiks” ucap Chloe sambil menangis dengan pilu.


Grep…………….


Xavier memeluk istrinya dengan erat menenangkan karena ia tahu istrinya akan menyalahkan dirinya setelah melihat rekaman barusan.


“No baby. Kamu itu mommy yang terbaik buat anak-anak kita dan juga istriku yang paling terbaik. Kamu jangan menyalahkan dirimu ya baby” ucap Xander dengan suara lembut menenangkan istrinya.


“Benar apa kata daddy mom” tambah Xander.


“Hiks hiks hiks………..aku”


“Baby. Mommy” teriak keduanya menggelegar saat melihat Chloe pingsan dalam pelukan Xavier.


“PANGGIL KEVIN KE KAMARKU SEKARANG!” bentak Xavier dengan suara menggelegar.


Meski diumurnya yang sudah setengah abad lebih tapi Xavier masih kuat mengendong istrinya sambil berlari menuju kamar utama.


“Dokter Kevin anda di panggil tuan ke kamar utama” ucap Mike di ruang kesehatan.


“Memangnya apa yang terjadi?” tanya Kevin.


“Nyonya barusan pingsan”


“APA” teriak semua yang berada didalam sana dengan kaget.


Zelena segera berlari menuju kamar utama diikuti Victor yang tak perduli dengan luka di tubuhnya saat mendengar mommy mereka pingsan. Ares yang melihat kekasihnya seperti itu memilih mengikutinya begitu juga dengan David.


“Kemana semua pasien?” tanya seorang suster yang baru saja datang.


“Mereka mengikuti dokter Kevin menuju kamar utama karena barusan nyonya pingsan” ucap salah satu suster.


Sedangkan didalam kamar utama Xander dan daddynya menunggu dengan cemas saat uncle Kevin memeriksa keadaan mommynya yang masih tak sadar diatas ranjang.


“Bagaimana keadaan istriku Kevin?” tanya Xavier dengan cemas.


“Nyonya hanya pingsan saja bos karena syok” ucap Kevin setelah memeriksa Chloe.


“Syukurlah” ucap keduanya dengan lega.


“Heemmmm”


“Xander kamu tenangkan adik-adikmu biarkan mommy istirahat dulu” titah Xavier.


“Oke daddy”


“Kamu tahu apa yang harus kamu lakukan kan son?” tanya Xavier dengan tatapan lembut menatap putra sulungnya.


“I know daddy” (aku tahu papa)


“Heemmm”


Xander lalu keluar bersama uncle Kevin dan langsung diberondong pertanyaan oleh Zelena dan Victor didepan pintu karena tidak diijinkan masuk oleh pak Max.


“Ikut brother ke kamar” titah Xander dengan suara dingin.


“Baik brother” jawab keduanya dengan serentak.


“Pak Max bawa kembali Ares dan David ke ruang kesehatan” ucap Xander dengan suara tegas.


“Baik tuan muda pertama” ucap pak Max.


“Querido” lirih Zelena dengan tatapan sendu.


“Pergilah mi amor. Aku menunggumu di ruang kesehatan”


“Pak Max bawa querido ke kamar aku saja” ucap Zelena.


“Princess” hardik Victor dan Xander dengan tatapan tajam seakan ingin menelannya hidup-hidup.


“Hehehe! Aku di ruang kesehatan saja mi amor. Aku masih sayang sama nyawa aku” ucap Ares sambil terkekeh karena mendapat tatapan tajam dari kedua kakak kekasihnya.


“Sayang nyawa? Kenapa begitu querido?” tanya Zelena dengan bingung.


“Princess ayok kita pergi” ajak Victor menarik adiknya ke kamar Xander karena tak ingin Zelena terus bertanya.

__ADS_1


Setelah di kamar, Xander lalu menunjukkan rekaman cctv yang terjadi barusan di dalam ruang interogasi di belakang paviliun. Keduanya seketika menangis tak menyangka karena ulah merekalah mommy mereka pingsan seperti itu.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


“Besok kita harus meminta maaf kepada mommy dan buat mommy jangan menyalahkan diri mommy” ucap Xander dengan suara tegas.


“Maafkan aku brother…………hiks hiks hiks” ucap Victor sambil menangis.


“Maaf brother ini semua karena aku………………hiks hiks hiks” ucap Zelena juga ikut menangis.


“Brother minta maaf karena sudah memukul kalian. Asal kalian tahu kalian bertigalah adik brother dan sampai kapanpun dan tidak akan tergantikan” ucap Xander yang juga ikut meminta maaf.


“Maafkan kami brother” ucap keduanya dengan serentak.


“Heemmm”


Xander memeluk keduanya dengan erat menenangkan kedua adiknya yang menangis saat ini.


~ Mansion Utama Parker ~


Tak terasa waktu berlalu dengan sangat cepat dan hari ini Mikhail sudah duduk didalam jet pribadi miliknya yang berada di landasan pribadi kedua orang tuanya, di samping mansion yang akan terbang ke pulau Cayman.


“Dimana mommy dan daddy?” tanya Mikhail dengan suara dingin membaca email di iPad miliknya.


“Tuan dan nyonya berada di rumah sakit Wesly dari semalam menemani nona muda King” jawab Damon.


“King 10 menit lagi kita lepas landas” ucap Teivel yang baru saja selesai bicara dengan pilot.


“Heemmm”


Mikhail lalu kembali membaca email masuk dari Damon tapi otaknya berpikir untuk rumah tangga sang adik saat ini. Apa lagi Vincent sudah membuktikan dirinya dengan syarat yang ia berikan waktu Natasha diculik.


“Damon beritahu Marcel untuk pulang sekarang dan bawa jantung yang sesuai untuk suami bodoh adikku” titah Mikhail dengan suara dingin.


“Baik King” jawab Damon dengan patuh.


“Apa dokter berengsek itu tidak ikut misi kita kali ini King?” tanya Teivel dengan cepat.


“Heemmm” deham Mikhail sambil mengangguk kepalanya.


“Yes. Akhirnya aku tidak bertemu dokter sialan itu” gumam Teivel dengan senang.


“Beritahu Marcel kalau dia yang harus melakukan operasi donor jantung itu sendiri tanpa di wakili” titah Mikhail.


“Apa dia boleh berkolaborasi dengan dokter Lili King?” tanya Damon.


“No” jawab Mikhail dengan singkat.


“Baik King”


Damon segera mengirim pesan ke Marcel sesuai perintah Mikhail barusan dan tak berapa lama mereka segera lepas landas dari sana menuju pulau Cayman.


~ Mansion Light ~


“Apa maksudmu?” tanya Light dengan cepat.


“Aku merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan Lina tuan. Semalam aku mengirim pesan ke Lina dan ia membalas pesanku dengan balasan yang menurutku aneh bos” ucap Rio menjelaskan.


“Aneh?”


“Iya bos. Selama ini kami selalu memanggil satu sama lain dengan sebutan honey tapi semalam Lina memanggilku dengan sebutan mine tuan”


“Bisa saja adikku ingin menganti panggilan kalian” tebak Light.


“Tidak mungkin tuan karena aku tahu Lina bukan perempuan yang alay yang suka dengan kata-kata seperti itu” bantah Rio dengan cepat.


“Apa kamu sudah menelponnya?” tanya Light lagi.


“Sudah bos”


“Kamu yakin itu suara adikku saat kalian bertelepon”


“Yakin tuan”


Light menaruh tangan diatas meja mencerna semua ucapan Rio barusan mengenai kejanggalan tentang adiknya, yang saat ini mereka tahu sedang berlibur ke Spanyol karena mendapat mangsa terbaru untuk bisnis haramnya.


Bisa jadi kecurigaan Rio ini benar dan salah, batin Light.

__ADS_1


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


To be continue………………


__ADS_2