
🍁Teruslah berusaha dan percaya kalau hasil tidak akan mengkhianati usaha🍁
.
.
.
.
Saat sampai di ruang kokpit, pilot tak berkata apa-apa segera memberikan tempat kepada Xander untuk mengambil kemudi dan tak berselang lama David pun datang dan mengambil tempat co-pilot.
Pilot dan co-pilot saling melirik berkata lewat tatapan mata untuk membiarkan mereka mengambil alih kemudi, karena mereka tahu Xander dan David punya lisensi untuk menerbangkan pesawat.
Tak lama Luki pun datang sambil membawa iPad miliknya untuk memantau keberadaan jet tempur milik Xander yang sedang dalam perjalanan kesini.
“Ada 2 pesawat tak dikenal yang mendekat ke arah kita bos” ucap David saat melihat di radar ada gambar 2 pesawat mendekat ke arah mereka.
“Let’s play baby” (ayo bermain sayang) ucap Xander dengan aura membunuh yang sangat terasa didalam sana.
Kalian datang di waktu yang salah berengsek, batin Luki merasa iba dengan takdir musuh mereka.
“****! Mereka mengirim jet tempur” maki David saat matanya menangkap keberadaan pesawat tak dikenali dari arah belakang.
“Berapa lama jet tempurku sampai?” tanya Xander dengan suara dingin.
“15 menit 42 detik bos” jawab Luki.
Xander diam sambil melirik pesawat tempur musuh yang beterbangan mengelilingi pesawat mereka, sedangkan David dan lainnya hanya diam saja menunggu perintah dari Xander.
“Miringkan pesawat saat aku memberi aba-aba” ucap Xander dengan suara tegas.
“Baik bos” jawab David dengan suara dingin.
Luki yang tahu maksud bosnya segera duduk di kursi belakang co-pilot sambil memasang sabuk pengaman.
Melihat hal tersebut pilot dan co-pilot juga mengikuti apa yang dilakukan oleh Luki barusan, David yang melihat ketiganya tersenyum menyeringai mencemooh Luki yang dibalas polotan tajam Luki.
“Sekarang” ucap Xander dengan suara tegas.
Tiba-tiba jet milik Xander miring ke kiri membuat semua didalam sana jatuh karena tak bersiap begitu juga dengan Victor dan lainnya yang di rawat di ruang kesehatan memegang brankar agar tidak jatuh.
“Apa yang terjadi?” tanya Victor dengan cepat.
“Ada pesawat musuh yang menyerang di luar tuan muda ketiga” jawab Christian yang menjaga Victor dan lainnya.
“Apa kita akan mati?” tany Henry dengan wajah panik dan cemas.
“Heh bocah! Tutup mulutmu saja jangan terlalu banyak bicara” hardik Leon.
“Dimana brother?” tanya Victor dengan cepat.
“Bos dan bos David sedang berada di ruang kokpit pesawat mengantikan pilot dan co-pilot tuan muda ketiga” jawab Christian dengan suara dingin.
“Sebaiknya kita berpegang erat sebelum kita jatuh” usul Victor.
Aaargghh…………….
Baru saja Victor menyuruh mereka berpegang Henry sudah terjatuh dari atas brankar karena tiba-tiba jet kembali miring ke kanan. Henry berteriak kesakitan karena tangannya yang patah lebih dulu mendarat.
“Baru aja aku omong” ucap Victor sambil menggelengkan kepalanya melihat Henry yang sudah menangis dan sedang dibantu dokter untuk naik kembali ke brankar.
“Ikat bocah itu biar tidak jatuh lagi! Hehehe” ucap Leon sambil terkekeh.
Henry menatap Leon dengan mata melotot kesal dan sinis mendengar ucapan Leon barusan. Sedangkan di ruang kemudi Xander dan David terus berusaha menghindar serangan-serangan dari musuh mereka yang menembak rudal ke arah mereka.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
“TXW 001 mendekati JXW” ucap pilot jet tempur milik Xander.
^^^“Hancurkan mereka semua” titah Xander dengan suara dingin kepada anak buahnya.^^^
“Baik bos”
__ADS_1
^^^“Lihat apa ada lambang di jet mereka” titah David dengan cepat.^^^
“Jet milik mereka berwarna hitam pekat tidak ada tulisan apa-apa bos dan sepertinya itu jet buatan Rusia tahun 2021 bos”
^^^“Oke. Ledakkan mereka semua”^^^
“Baik bos”
Duar……………….duar…………………….
Bunyi 2 ledakan bergema di samping kanan dan belakang jet milik Xavier menandakan musuh mereka sudah berhasil di atasi.
“Misi berhasil bos” ucap pilot jet tempur.
^^^“Kawal kami kembali ke mansion” titah Xander dengan suara dingin.^^^
“Baik bos”
Xander lalu menyuruh pilot dan co-pilot untuk mengambil kembali kemudi karena mereka sudah berhasil meledakan pesawat milik musuh mereka.
Phew………………..
Luki membuang napasnya dengan lega karena sudah selamat dari ancaman musuh barusan. Xander yang baru saja duduk melihat hpnya melihat ada pesan masuk dari Mikhail.
King Sialan
“Jangan lewat arah laut Selatan putar haluan lewat arah Timur dan matikan semua komunikasi kalian sekarang”
Kening Xander mengerut membaca pesan Mikhail barusan dan tak lama ia pun mengerti maksud Mikhail dan segera menyuruh pilot untuk melewati jalur timur dan matikan semua komunikasi sekarang juga.
“Memangnya ada apa bos?” tanya David.
“Musuh kita sepertinya menunggu kita di jalur Selatan” jawab Xander dengan suara dingin.
“Itu adalah wilayah perairan Himalaya bos dan disana tidak ada petugas patroli yang berjaga di sekitar perairan itu” ucap Luki menjelaskan.
“Ckk!! Ada untungnya juga King sialan itu” dengus Xander dengan kesal.
David dan Luki terdiam dan mereka tahu jika ini semuanya adalah informasi dari King Mikhail yang entah bagaimana ia mempunyai akses informasi sedetail mungkin di seluruh dunia.
“Kamu masih jauh sekali dibawah dia dan orang yang mendekati kehebatannya hanya Queen Shadow” ucap Xander dengan tatapan tajam menatap Luki.
“Eehh! Iya bos” ucap Luki dengan kaget karena Xander tahu apa yang ia pikirkan.
“Menurut aku aunty Valeria dan uncle Thomas masih jauh dibawah King bos. Apa ini yang dinamakan bakat lahir batin karena terlahir dari 2 orang hacker pro di dunia maya ya bos?” tanya David dengan penasaran.
“Mungkin” jawab Xander dengan santai.
“Mommynya hacker nomor satu di dunia sedangkan daddynya hacker nomor dua di dunia sebelum kelahiran King” ucap David dengan suara dingin.
Mata Luki seakan ingin keluar dari tempatnya mendengar ucapan David barusan dan seketika otaknya berputar merangkai semuanya menjadi 1 jawaban.
“Bos apa King adalah King Shadow?” tanya Luki dengan penasaran.
“Aku kira kamu sudah tahu karena kamu dan dia menggeluti dunia yang sama” jawab David.
Hah………………
Luki tak bisa berkata apa-apa lagi mendengar jawaban David barusan, yang membenarkan pemikirannya kalau King Mikhail adalah King Shadow hacker nomor satu di dunia yang mendapat julukan dewa hacker.
~ Mansion Xander Wesly ~
Kedatangan Xander dan lainnya sudah di tunggu oleh keluarga besar mereka di mansion Xander, setelah mereka mendengar kabar jika Xander dan lainnya di serang saat berada di jet dan mereka tiba-tiba saja hilang kontak dengan menara pusat.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
Xavier, Albert, dan Kevin menghela napas dengan lega melihat anak-anak mereka yang selamat meski pesawat mereka sempat hilang kontak.
Sedangkan para istri sudah menangis melihat kondisi Victor, Leon, dan Henry yang penuh dengan lebam apa lagi tubuh mereka di perban dan mereka semua harus duduk di kursi roda.
Rasanya pasti bahagia sekali jika ada yang menunggu kepulangan kita, batin Rio sambil tersenyum getir karena ia tidak punya keluarga lagi dan hanya sebatang kara.
“Bagaimana kondisi kamu?” tanya Valeria dengan suara dingin.
__ADS_1
“Ah! Saya baik-baik saja nyonya” jawab Rio dengan kaget tak menyangka orang sedingin nyonya Parker yang tak tersentuh akan berbicara dengannya.
“Baik bagaimana? Lihat tubuh kamu sudah seperti mummy hidup” ucap Thomas.sambil menunjuk tubuhnya.
“Yang benar tuan?” tanya Rio dengan kaget.
“Jangan dengarkan omongan suamiku. Kamu itu lebih terlihat seperti Zombie” ucap Valeria dengan santai.
Eehhh…………..
Rio tak bisa berkata apa-apa mendengar ucapan nyonya Parker karena bukannya membela dia tapi mengatakan hal yang lebih buruk dari tuan Parker.
“Kamu ikut saja ke mansion kami buat dirawat disana kebetulan ada dokter hebat dan bagus disana” ucap Thomas sambil menepuk pundak Rio.
“Oh tidak bisa Thomas. Rio itu manajer Victor jadi dia itu sudah bagian dari keluarga Wesly jadi dia akan dirawat bersama Victor di mansion kami” potong Chloe dengan suara tegas menolak ucapan Thomas.
“Terserah nyonya saja” ucap Thomas dengan acuh.
Rio menatap nyonya besarnya dengan tatapan sendu tak menyangka jika ia akan dianggap keluarga Wesly oleh sang nyonya. Chloe sendiri tersenyum manis menatap Rio seakan berkata ini keluarga kamu juga.
Chloe lalu pulang terlebih dahulu bersama Victor dan Rio ke mansion utama Wesly agar mereka segera di rawat di ruang kesehatan. Begitu pula dengan Mira dan juga Rahel yang pulang terlebih dulu bersama putra mereka.
Sedangkan para daddy masih disana karena ingin mendengar cerita Xander mengenai kejadian mereka diserang hingga kontak mereka hilang dari radar pantauan di menara pusat.
“Kamu bisa jelaskan ke daddy son bagaimana jet kamu bisa hilang dari radar?” tanya Xavier dengan suara dingin.
“Ini semua berkat King daddy jika tidak kami pasti sudah mati diserang musuh di perairan Himalaya” jawab Xander dengan suara dingin.
“Mikhail?” tanya Xander dengan bingung.
“Benar tuan besar. King menelpon bos memberitahu jika kami kedatangan tamu tak dikenal dan setelah membereskan 2 jet tempur musuh, bos mendapat pesan dari King untuk tidak melewati jalur selatan dan mengambil jalur timur dan juga mematikan semua komunikasi kami saat itu juga” papar David menjelaskan.
“Jadi semua ini karena King yang memberitahu kalian?” tanya Albert.
“Iya daddy” jawab David.
“Sehebat apa sih King sampai dia bisa mengetahui hal sekecil dan sedetail ini?” tanya Kevin dengan penasaran.
“Klan mafia mereka Black Shadow dan kita tahu apa yang kelompok mereka lakukan selama ini dan sebagai pemimpin dia harus bisa licik dan pintar untuk mengontrol semuanya” ucap Xavier dengan suara tegas.
“Aku penasaran dengan markas besar mereka bos? Markas cabang mereka saja besarnya hampir sama besar dengan markas kita apa lagi markas utama mereka?” tanya Kevin.
“Tidak ada yang tahu lokasi mereka karena wilayah mereka di lindungi oleh King sendiri” ucap Xander dengan suara tegas.
Semuanya diam memikirkan tentang markas Black Shadow yang selama ini tidak pernah mereka tahu lokasinya apa lagi pergi ke sana.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
“Jadi apa kamu tahu siapa yang menyerang kalian son?” tanya Xander.
“No daddy. Musuh kali ini kami tidak mengenalinya dan hanya tahu jika jet tempur yang mereka pakai itu buatan Rusia tahun 2021 daddy” jawab Xander.
“Apa King sudah tahu?” tanya Albert.
“I don’t know uncle cause him never told me” (aku tidak tahu paman karena King tidak pernah memberitahuku) jawab Xander dengan suara dingin.
~ Mansion Albert Kendrick ~
Mira mendorong kursi roda Leon menuju ruang kesehatan untuk segera diperiksa oleh Luna dokter yang menangani daddy mereka waktu itu, karena Lili akan sibuk mengurus adiknya dan juga Leon dan Rio saat ini.
Leon menatap salah satu pelayan yang sudah lama sekali tak pernah ia lihat sejak ia menaruh pelayan itu di mansion mereka dan menyuruhnya untuk tinggal di paviliun belakang sebagai ungkapan permintaan maaf ke dia.
“Kamu” tunjuk Leon menghentikan langkah mereka membuat Mira menatap anaknya dengan bingung.
“Nak kamu mau apa?” tanya Mira dengan suara lembut.
“Dia” tunjuk Leon ke arah pelayan yang bernama Violet.
Mira melotot kaget melihat siapa yang dipanggil oleh Leon barusan membuat dia menggenggam kursi roda Leon dengan sangat erat. Matanya menatap Violet dengan tajam memperingatinya untuk tidak berulah.
Tanpa Mira sadari ternyata semua ekspresinya saat ini terekam dengan jelas di cctv yang dipasang David baru-baru ini setelah Xander menceritakan apa yang daddynya katakan waktu itu mengenai mommynya.
Semoga Leon tidak menyadarinya, batin Mira dengan penuh harap.
__ADS_1
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
To be continue……………..