Heartless 2

Heartless 2
Chapter 174


__ADS_3

🍁Ketakutan terbesarku adalah kehilangan kamu, karena kamu adalah alasan kenapa aku harus bertahan hidup di dunia yang kejam ini🍁


.


.


.


.


Clarisa  mematung tak menyangka Zelena akan memeluknya dengan sangat erat, setelah sekian lama tak pernah bertemu atau saling mengirim pesan seperti dulu lagi.


Entah kenapa saat ini perasaan kecewa dan sedih yang dulu ia rasakan jika bertemu dengan Zelena hilang tak ada lagi.


“Hiks hiks hiks………….Risa gue mohon jangan pergi lagi…………..hiks hiks hiks…………..gue minta maaf karena udah nyakitin loe…………..hiks hiks hiks” ucap Zelena sambil menangis histeris.


“Gue mohon jangan putusin pertemanan kita Risa……...…..hiks hiks hiks……...….gue ngaku salah Risa…………hiks hiks hiks” tambahnya lagi dan semakin mempererat pelukannya.


Clarisa tersenyum manis mendengar ucapan sahabatnya yang seperti anak kecil, tak mau kehilangan induknya padahal mereka sudah berumur 23 tahun.


“Lepas Lele” ucap Clarisa.


“Ngak Risa. Gue ngak akan lepasin loe sampai loe maafin gue! Jika gue lepas loe nanti pergi lagi!” ucap Zelena dengan keras kepala.


“Huh! Gue sesak napas Lele” ucap Clarisa sambil menghela napasnya dalam.


Ehh…………..


Zelena kaget mendengar ucapan Clarisa dan buru-buru melepaskan pelukannya tapi tangannya dengan cepat memegang tangan Clarisa takut ia kabur.


Melihat hal itu Clarisa mengulum senyum geli melihat kelakukan sahabatnya yang seperti anak kecil.


“Maaf" ucap Zelena dengan sendu sambil menunduk.


“Mau duduk di taman” tawar Clarisa.


Seketika Zelena mengangkat kepalanya dan kaget tak menyangka akan melihat senyuman manis Clarisa lagi seperti dulu.


Dengan cepat ia mengangguk kepalanya dan segera menarik tangan Clarisa menuju ke taman kota yang tak jauh dari sana.


Sedangkan di seberang jalan Ares tersenyum manis melihat kekasihnya yang sangat senang sudah bertemu kembali dengan sahabatnya.


Sedari tadi ia memang berada disana memantau kekasihnya karena sangat merindukannya tapi ia tahan, karena malam nanti ia akan memberikan kejutan besar yang  tidak akan pernah Zelena lupakan.


“Apa kita akan mengikuti nona Zelena tuan?” tanya Gery.


“No! Kita pergi ke mansion papa dan suruh Hans jaga kekasih gue jangan sampai ia terluka sedikit pun” jawab Ares dengan suara dingin dan tegas.


“Baik tuan”


Sopir segera melajukan mobil Ares pergi dari sana menuju mansion papanya, karena ia ingin meminta restu kepada papanya sebelum melamar Zelena. Sekalian ia ingin memberi sedikit pelajaran lagi ke ibu tirinya itu.


~ Taman Kota ~


Keduanya sedari diam tak ada yang berbicara karena sibuk dengan pikiran mereka, tak tahu harus berbicara apa seakan semua yang ingin mereka katakan hilang begitu saja.


“Gue” ucap keduanya dengan serentak.


Hahahahaha……………..


Tawa keduanya pecah sambil menatap satu sama lain tak menyangka akan berbicara bersamaan, padahal dari tadi mereka hanya diam saja.


“Kita aneh ya! Hehehe” ucap Clarisa sambil terkekeh.


“Loe aja yang aneh gue mah ngak” balas Zelena sambil tersenyum manis.


“Ngak kita berdua aneh” ucap Clarisa kekuh.


“Terserah loe aja deh”

__ADS_1


“Hemmmm” deham Clarisa sambil tersenyum manis.


Mereka kembali diam sambil tersenyum hangat menatap satu sama lain. Keduanya lalu melihat ke arah depan melihat pemandangan hijau didepannya, meski tempat ini berada di tengah-tengah kota yang sangat padat dan macet setiap hari.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


“Gimana kabar loe selama ini?” tanya Clarisa dengan suara lembut.


“Gue baik Risa. Gimana kabar loe juga?” tanya balik Zelena.


“Sama gue juga baik-baik aja selama ini” jawab Clarisa.


“Btw selamat ya buat kelulusan loe dan maaf terlambat ngucapinnya” ucap Zelena dengan suara getir.


Clarisa menoleh melihat Zelena yang sedang menunduk sambil meremas kedua tangannya seperti yang biasa dia lakukan jika sedang merasa gugup.


“Gue waktu itu nyari loe di auditorium setelah selesai acara wisuda tapi gue ngak ketemu loe. Bahkan gue ke kosan loe tapi kata pemilik kos loe udah ngak kos lagi disana! Saat itu gue stres nyari loe dan nyalahin diri gue kalau loe itu pindah karena gue. Maafin gue Risa” tambahnya lagi dengan suara bergetar dan tulus.


Grep……………


Clarisa memeluk Zelena dengan erat dan menangis tak menyangka sahabatnya akan mencarinya selama ini dan menyalahkan dirinya. Air mata Zelena ikut jatuh saat mendengar Clarisa menangis.


Hari itu Clarisa dan Zelena menghabiskan waktu di mansion Zelena hingga maghrib menceritakan semua yang terjadi selama ini.


Tapi Clarisa tidak menceritakan tentang dia yang sudah menikah dan suaminya adalah orang yang sangat di kenali oleh Zelena.


“Akhirnya kita bisa berbaikan lagi Clarisa” ucap Zelena dengan senang sambil melihat kepergian taksi yang dinaiki Clarisa.


Tak berselang lama mobil Ares memasuki mansion Zelena, membuat Zelena tersenyum senang karena kekasihnya datang. Tapi seketika senyumnya luntur melihat yang datang bukanlah Ares melainkan Gery.


“Selamat malam nona Zelena” ucap Gery dengan sopan.


“Malam juga Gery. Ada apa loe kesini?” tanya Zelena dengan wajah lesu.


“Saya diperintahkan tuan untuk menjemput nona sekarang” jawab Gery dengan suara dingin.


“Kemana?” tanya Zelena dengan bingung.


“Ckk!!”


Zelena berdecak kesal karena pertanyaannya diabaikan dan ia tahu jika Gery tidak akan menjawab semua yang ia tanyakan. Meskipun kesal Zelena tetap masuk ke dalam mobil sesuai apa yang dikatakan oleh Gery.


~ Pasar Malam ~


Saat melewati pasar malam Clarisa segera menyuruh sopir berhenti dan turun disana karena ia sudah lama sekali tidak datang ke pasar malam setelah mengenal Mikhail.


Padahal dulu ia sering datang ke sini setiap pulang kerja karena makanan yang dijual disini harganya lebih murah di bandingkan di luar sana dan rasanya sangat enak.


“Udah lama gue ngak datang kesini” gumam Clarisa dengan senang.


Dengan antusias Clarisa masuk ke dalam pasar malam membuat pengawalnya kesulitan mengikutinya, karena ada banyak sekali pengunjung disana dan mereka harus berdesak-desakan dengan pengunjung yang lain.


“Cepat cari dimana nyonya” titah Eksel dengan suara dingin.


“Baik bos” jawab anak buahnya serentak.


Clarisa tak sadar jika sedari tadi ia sudah membuat semua pengawalnya kesusahan mencari keberadaannya dan sibuk memilih makan yang ia inginkan.


Saat sedang menunggu pesanannya ia tidak sadar jika ada seorang perempuan yang sedang menatapnya dengan tatapan menyelidiki.


Akhirnya gue menemukan yang cocok, batin perempuan itu sambil tersenyum menyeringai.


Uhukk………..uhuukk…………uhuuk…………….


“Hey nenek tua! Kalau mau batuk jangan didepan jualan saya nanti makanan saya terkena virus anda bagaimana!” bentak seorang penjual kepada seorang nenek didepan lapaknya.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Mendengar ucapan penjual tersebut dengan cepat Clarisa membawa nenek itu ke tempat lain, karena merasa kasihan melihat orang yang sudah tua dibentak seperti itu.

__ADS_1


“Nenek baik-baik saja?” tanya Clarisa dengan suara lembut.


“Dada nenek sakit nak. Sepertinya penyakit nenek kambuh nak” jawab nenek itu dengan suara lemah.


“Apa nenek ada obat?” tanya Clarisa dengan khawatir.


“Sepertinya nenek lupa didalam mobil anak nenek nak”


“Lalu dimana anak nenek?” tanya Clarisa dengan cepat.


“Dia menunggu nenek parkiran mobil nak”


Clarisa diam sambil melihat dimana parkiran mobil dan ternyata itu sangat jauh dari tempat mereka apa lagi saat ini terlalu banyak orang disana. Ia lalu menawarkan diri untuk mengantar nenek itu ke tempat anaknya takut nenek itu kenapa-napa.


Sampainya di parkiran mobil Clarisa mengerutkan keningnya melihat tak ada tanda-tanda seseorang disana.


Baru saja ia menoleh ingin bertanya tiba-tiba ia wajahnya disemprot dengan sesuatu membuat dia seketika pingsan.


“Dasar bodoh! Mau saja dibodohi!” cibir nenek tua itu sambil melepas topeng kulit di wajahnya dan segera memasukan Clarisa ke dalam bagasi mobil.


Sret…………..


Tiba-tiba wajah perempuan itu tergores benda tajam saat akan masuk ke dalam mobil dan saat ia maraba pipinya ternyata ada darah segar yang mengalir.


Wush………………ting………………


“Jadi ada penganggu ya” ucap perempuan itu sambil tersenyum menyeringai.


“Beraninya kamu ingin menculik tuanku” ucap Z pengawal gelap Clarisa.


Cling……….cling………..cling…………cling…………..


Keduanya saling bertarung menggunakan pisau dan saling menendang satu sama lain. Z tersenyum menyeringai mendapat lawan yang sepadan dengannya sedangkan lawannya juga ikut tersenyum menyeringai menatapnya.


Cling……………….bugh………………


Z tersenyum smirk saat berhasil menendang perempuan itu membuat dia batuk mengeluarkan darah, karena tendangan barusan yang sangat kuat tepat di dadanya. Dengan amarah yang berkobar keduanya bertarung dengan sengit.


Croot…………


Z menutup mata merasa perih mendapat semprotan cairan dimatanya yang terasa sangat perih membuat dia mundur ke belakang. Melihat lawannya tak konsen dengan cepat perempuan itu menusuk Z tepat di dadanya berkali-kali.


“Ja**ng lemah” cibir perempuan itu sambil berbalik pergi.


Wush……………..


Z tersenyum smirk saat surikennya memotong leher perempuan itu membuat darah yang keluar dari lehernya sangat banyak dan jatuh ke tanah dengan mata melotot tak bernyawa lagi. Z mengirim pesan SOS kepada Damon sebelum ia juga menutup mata untuk selama-lamanya.


Tanpa Z sadari ternyata perempuan itu tidak sendiri tapi bersama rekannya yang sedari tadi berada didalam mobil. Melihat rekannya mati ia segera pergi dari sana tak lupa menghapus semua jejak keberadaannya.


~ Mansion Utama Parker ~


Prang…………..


Mikhail membanting gelas di lantai hingga pecah berserakan di lantai, setelah menonton video yang ditunjukkan Damon barusan mengenai istrinya setelah mendapat pesan SOS dari pengawal gelapnya.


Aura membunuh terasa sangat mencekam di seluruh penjuru mansion membuat semua orang memegang dada mereka yang terasa sakit.


Valeria yang merasakan aura putranya dari dalam kamar juga ikut takut, karena aura kali ini terasa sangat mengerikan dari biasanya.


“Ho…..ney” panggil Thomas dengan napas satu-satu merasakan seluruh tubuhnya seperti di rantai di lautan es yang paling dalam.


“Mikhail” ucap Valeria setelah berhasil mengontrol dirinya.


Ia bergegas keluar ingin menemui anaknya tapi terlambat karena pesawat jet Mikhail baru saja terbang entah kemana dan tidak mengatakan apa-apa kepada mereka.


“Apa yang terjadi dengan kamu son?” tanya Valeria dengan khawatir sambil memegang dadanya.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...

__ADS_1


To be continue…………………..


__ADS_2