
🍁Yang mau serius dan benar sayang sama kamu tidak akan pernah berhenti berusaha apa lagi pergi🍁
.
.
.
.
Suasana didalam ruangan Xander terasa sangat mencekam membuat Luki dan Lucas sedari tadi menelan saliva mereka berkali-kali.
“Katakan” ucap Xander dengan suara dingin dan tegas.
Teivel menatap Xander dengan tatapan tajam dan dingin tidak merasa takut karena menurutnya tatapan Kingnya lebih mengerikan dari pada tatapan Xander. Ia lalu menaruh tas berukuran sedang yang ia bawa dari Tokyo tadi di atas meja.
“Berengsek kenapa kamu bawa bom kesini sialan!” bentak David dengan suara menggelegar saat Teivel membuka tas tersebut.
“Sialan kamu Teivel apa kamu ingin membunuh kita semua disini! Hah!” hardik Marcel dengan suara tinggi.
“Bos tenang dulu” ucap Lucas menahan Marcel yang hendak memukul Teivel.
“Tenang kamu bilang? Itu bom sialan” maki Marcel dengan suara tinggi.
“Aku tahu bos tapi bom itu sudah tidak berfungsi lagi” ucap Lucas menjelaskan.
“Hah! Yang benar kamu?” tanya Marcel dengan kaget.
“Iya bos” jawab Lucas dengan wajah serius tak ada kebohongan sedikit pun.
Marcel kembali duduk dan menatap Teivel dengan sinis yang juga menatapnya sambil tersenyum mencemooh. Ingin rasanya ia menyuntik virusnya ke tubuh Teivel tapi ia tidak berani karena Teivel adalah asisten kedua Mikhail.
“Katakan apa maksud ini semua Teivel!” bentak David dengan suara tinggi.
“Aku baru selesai menjinakkan bom itu di Tokyo di lima lokasi yang berbeda. 2 lokasi milik tuan muda pertama Wesly dan 3 lainnya milik King kami” papar Teivel menjelaskan.
“Siapa?” tanya Xander dengan tatapan berkilat tajam.
“Anda tahu siapa orangnya tuan muda pertama! Hehehe” jawab Teivel sambil terkekeh.
Prang…………….
Semuanya kaget tiba-tiba saja meja didepan mereka sudah melayang dan hancur karena ditendang Xander barusan. Marcel dan Lucas sampai menganga melihat Xander yang menendang meja seperti itu meski ia sedang duduk.
Mengerikan, batin Marcel bergidik ngeri.
Tuan muda pertama Wesly sama kejamnya seperti King, batin Lucas dengan takut.
“Dimana sialan itu?” tanya Xander dengan tatapan membunuh.
Teivel tersenyum menyeringai menatap Xander membuat semuanya didalam sana ikut bingung sebenarnya apa yang sedang di rencanakan oleh Teivel saat ini.
“Siapkan anak buah anda tuan muda pertama karena 2 jam lagi kita akan berburu” ucap Teivel sambil tersenyum penuh arti.
“Apa maksudmu berengsek? Jangan membuat kami penasaran” hardik David dengan suara tinggi.
“Kalau anda sangat penasaran maka anda harus menahannya hingga 2 jam lagi tuan muda Kendrick! Hehehehe” balas Teivel sambil terkekeh.
“Kamu” tunjuk David dengan emosi.
“Siapkan anak buah kita” titah Xander dengan suara dingin.
“Baik bos” jawab David dengan sopan.
David lalu berkutat dengan hpnya memberi perintah kepada anak buahnya untuk bersiap karena 2 jam lagi mereka akan melakukan misi penting. Xander sendiri duduk menatap Teivel dengan wajah datar dan dingin tapi dibalas juga dengan wajah dingin dan datar.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
“Bos ada panggilan masuk dari tuan besar” ucap David sambil menyodorkan hp milk Xander.
Xander menerimanya lalu menjawab panggilan daddynya sambil memutar kursi kebesarannya berbalik ke belakang dan melihat suasana jalanan California di luar sana.
^^^“Heemmmm”^^^
“Jam berapa kamu pulang son?” tanya Xavier dari seberang.
^^^“Sejak kapan daddy ingin tahu jam pulangku?” tanya balik Xander.^^^
“Hah! Ini mommy kamu yang menyuruh daddy buat bertanya son” jawab Xavier dengan suara dingin dari seberang.
^^^“Jangan bilang mommy mengatur makan malam lagi daddy” tebak Xander.^^^
“Kamu tahu jawabannya son”ucap Xavier.
^^^“Beritahu mommy kalau aku tidak menyukainya daddy. Jangan membuatku sampai tak pulang ke mansion utama lagi daddy” ucap Xander dengan suara tegas.^^^
“Oke nanti daddy beritahu ke mommy”
^^^“Malam nanti aku dan asisten kedua King sialan itu akan berburu daddy”^^^
“Apa kalian akan berburu sialan itu?”tanya Xavier dengan suara dingin dari seberang.
^^^“I don’t know dad” (aku tidak tahu papa)^^^
“Hmmmm! Jaga dirimu selalu son”
^^^“Pasti daddy”^^^
__ADS_1
2 Jam kemudian
Xander dan lainnya sudah bersiap untuk berburu sesuai ucapan Teivel tadi. Mereka lalu bergegas pergi mengikuti Teivel yang memimpin barisan paling depan.
“Sebenarnya kita akan kemana bos?” tanya David dengan bingung.
“Ikuti saja anak buah King sialan itu” jawab Xander dengan suara dingin di kursi penumpang.
“Baik bos”
~ Blue Ocean Apartment ~
“Ini” ucap David dengan kaget saat keluar dari mobil dan menatap bangunan didepannya.
Ia tak menyangka jika mereka akan datang ke apartemen Blue Ocean milik Xander. Matanya menatap Teivel dengan tajam yang sedang berdiri di samping mobilnya sambil tersenyum menyeringai.
“Tempat teraman untuk bersembunyi adalah di wilayah musuhmu” ucap Teivel sambil tersenyum menyeringai menatap Xander.
“Berengsek” maki Xander dengan suara tinggi baru menyadari klue yang Mikhail katakan waktu itu.
Hehehehe……………..
Teivel terkekeh menatap Xander yang juga menatapnya dengan emosi seakan ingin menelannya hidup-hidup. Ia yakin dalam hati Xander saat ini sedang memaki dan mengumpat nama Kingnya.
“Sebarkan anak buah kita ke seluruh apartemen dan tutup semua akses jalan keluar” titah Xander dengan suara tinggi.
“Baik bos” ucap David dan lainnya dengan serentak.
“Jangan lupa kirim anak buah anda di rooftop apartemen tuan muda pertama” ucap Teivel dengan suara dingin.
“Di lantai berapa mereka?” tanya David dengan suara dingin.
“Well! Itu tugas teman anda tuan muda Kendrick” jawab Teivel sambil menatap Luki dengan tajam.
“Luki” hardik David dengan suara tinggi.
“Aku sedang mencarinya bos” balas Luki yang sedang berkutak dengan iPad.
“Aku sarankan kalian cepat karena mereka akan pergi malam ini” ucap Teivel.
“Ckk!!” decak David sambil menatap Teivel dengan kesal.
David dan lainnya segera berlari masuk ke dalam apartemen sedangkan Xander, Teivel, Marcel, dan Lucas duduk di lobby apartemen dengan santai menunggu David dan lainnya.
Semua penghuni apartemen sudah diamankan oleh pihak apartemen untuk tidak keluar dari apartemen, sampai David dan anggota Devil Dragon menyelesaikan semua pekerjaan mereka disana.
^^^“Bos 2 orang di lantai 23 lewat tangga darurat menuju ke basement parkiran dan 1 lainnya di lantai 50 menuju rooftop lewat tangga darurat. Mereka ada 3 orang bos dan dikawal ketat” ucap Luki menjelaskan lewat earpiece kepada David dan yang lainnya.^^^
“Habisi mereka semua dan sisakan 3 orang itu” ucap David dengan suara dingin lewat earpiece.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
Xander meskipun duduk saja tapi mulutnya terus berbicara dengan bahasa Spanyol yang tidak dimengerti oleh ketiganya.
Dor…………dor………….dor……………..dor………….
“Sial kita ketahuan” ucap Light dengan emosi saat mendengar suara tembakan dari lantai atas.
“Bos kita harus bergegas ke basement sebelum mereka menutup akses pintu keluar” ucap Ray yang melihat pintu-pintu besi mulai turun dari lantai atas.
“F**k” umpat Light dengan kesal.
Dor………dor………..dor……….dor………….dor…………..
Bunyi tembakan terus bergema di tangga darurat membuat anak buah Light mati terkena tembakan dari David dan anak buahnya. Sedangkan di rooftop apartemen Dev berlari menuju pintu rooftop untuk segera naik ke helikopter yang akan menjemputnya.
Ceklek……………..
“Mau kemana pak tua” ucap Christian terkekeh sambil menodongkan senjata ke Dev yang baru saja membuka pintu rooftop.
Dev mengangkat tangannya menyerah karena sudah terkepung tak bisa lari lagi. Ia mengumpat dan memaki dengan kesal tak berpikir jika musuhnya akan menunggunya di rooftop dan seandainya tadi ia mengikuti ucapan Light untuk turun ke bawah pasti ia tidak akan tertangkap.
“Bos satu orang berhasil diamankan” ucap Christian lewat earpiece.
“Bawa ke markas” ucap Xander dengan suara dingin.
Hosh………….hosh………..hosh………..hosh…………
Napas Ray dan Light satu-satu saat tiba di lantai dasar untuk menuju ke basement tapi mereka terlambat karena pintu otomatis sudah terkunci dan hanya bisa dibuka dengan sidik jari dari pemiliknya.
Light tidak menyangka jika Xander akan membuat pintu seperti itu di jalur keluar menuju pintu basement padahal itu adalah jalur efakuasi yang bisa dipakai untuk keadaan darurat saja.
Dor………………dor………………….dor………………
Suara tembakan semakin mendekat membuat Light dan Ray juga ikut membalas tembakan musuh mereka. David yang melihat kedua orang yang ia cari sedari tadi tersenyum menyeringai karena berhasil membuat mereka tersudut dan tidak bisa pergi.
“Habisi anak buah mereka dan sisakan kedua orang itu” ucap David dengan suara tegas.
“Baik bos”
Dor………dor………….dor…..….dor…………dor…………
Light mengumpat kesal melihat anak buahnya yang mulai tumbang dan menyisakan 5 orang saja disana. Matanya berkilat tajam melihat pintu di bagian barat yang terbuka. Ia lalu memberi isyarat kepada Ray untuk pergi ke sana.
“Arah barat” ucap Ray sambil melepas tembakan dan berlari menuju pintu bagian barat.
“Kejar mereka” ucap David dengan suara tegas.
__ADS_1
Tak…………..tak…………….tak…………….tak…………..
Bunyi langkah kaki terdengar jelas ditelinga Xander membuat dia berdiri sambil memberi isyarat kepada anak buahnya untuk berjaga di area pintu di bagian ujung.
Ceklek………….
Dor……..dor………..dor………….dor………..dor……..
Bunyi 5 tembakan bergema saat pintu itu terbuka membuat Light dan Ray seketika berdiri mematung melihat kelima anak buah mereka sudah merenggang nyawa. Xander berdiri sambil tersenyum menyeringai menatap keduanya.
“Wah gerakannya sangat cepat dan tepat sasaran” ucap Marcel berdecak kagum melihat apa yang Xander lakukan barusan.
“King lebih baik dari dia” ucap Teivel dengan suara dingin.
“Itu sudah jelas dude” balas Marcel.
“Tembakan tuan muda pertama Wesly tepat sasaran ya bos” ucap Lucas.
“Heemmm”
“Sial” umpat Light sambil menodongkan senjata ke arah Xander yang juga sedang menodongkan senjata ke arah mereka.
Klek……………….
Ray menutup mata mengumpat dalam hati saat merasa kepala belakangnya ditodongkan sesuatu dan ia yakin jika itu adalah pistol. Matanya melirik ke belakang melihat tangan kanan dan hacker Xander sudah berdiri di belakang mereka.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
“Jika aku jadi kalian aku akan menjatuhkan senjata kalian” ucap David sambil terkekeh.
“Ini belum berakhir tuan muda Kendrick” ucap Light sambil tersenyum penuh arti melirik ke samping
“Ah! You mean this” (maksud kamu ini) ucap Xander sambil menunjukkan video di iPad yang diberikan Christian barusan.
Rahang Light mengeras melihat anak buahnya yang tertangkap oleh anak buah Xander didepan mansion utama Wesly dan didepan hotel XCX milik Chloe. Apa lagi saat ia melihat daddynya yang sudah tertangkap oleh anak buah Xander.
“Jatuhkan sialan!” bentak David semakin menodongkan senjatanya ke kepala Light.
Brugh………………..brugh………………
Light dan Ray membuang kedua senjata mereka dan langsung di tahan oleh anak buah Xander. Mata tajam Xander menatap Light dengan tatapan berkilat tajam ingin membunuhnya saat ini juga.
Bugh…………bugh…………..bugh……….
Xander memukul Light berkali-kali meluapkan emosinya selama ini. David yang melihat bosnya mulai kelepasan emosi segera menahannya karena ini bukan waktu untuk memberi keduanya pelajaran.
“Bos kita bawa saja mereka ka markas dan bermain disana” usul David sambil tersenyum menyeringai.
“Heemmmm”
Xander menerima sapu tangan dari Luki sambil mengelap tangannya yang terkena darah Light saat memukulnya barusan. Ray sendiri menatap Xander dengan tatapan tajam tak terima jika tuannya dipukul seperti itu.
Bugh…………….
“Jaga tatapanmu ke bos aku sialan!” bentak David memukul kepala Ray dengan pistolnya.
Xander berlalu pergi dari sana sudah tak sabar ingin memberi mereka pelajaran karena berani mengusik keluarganya selama ini. Sebelum ia masuk ke dalam mobil langkahnya terhenti saat Teivel menghampirinya.
“Dimana King?” tanya Xander dengan suara dingin.
“Anda akan mendapat hadiah tambahan dari King ke markas anda tuan muda pertama” ucap Teivel tak menjawab pertanyaan Xander.
“Hadiah?” tanya Xander dengan alis sebelah terangkat.
“Heeemmm”
“Tanya King mu itu apa dia tidak ingin bergabung untuk menikmati permainan ini” ucap Xander sambil tersenyum menyeringai.
“Anda bisa bermain sendiri tuan muda pertama karena saat ini King sedang menikmati permainannya juga” balas Teivel sambil tersenyum menyeringai.
Teivel berlalu pergi bersama Marcel dan Lucas dari sana membuat kening Xander semakin mengerut bertanya apa yang sedang Mikhail lakukan. Setahunya seorang Mikhail tidak akan melepas mangsanya dan akan bermain dengan mereka hingga puas.
“Jangan bilang” ucap Xander dengan rahang mengeras menerka apa yang sebenarnya terjadi.
Brak…………………
Suara pintu mobil yang ditutup kuat oleh Xander mengagetkan David dan lainnya yang sedang berdiri di luar. Teivel sendiri terkekeh melihat hal itu dan ia yakin pasti Xander sudah menebak apa yang sebenarnya terjadi.
^^^“Misi berhasil King”^^^
“Kawal kedua orang tuaku mulai sekarang”
^^^“Baik King”^^^
“Pantau perusahaan disana dan pusat selama aku tidak ada kabar”
^^^“Apa anda akan lama disana King?” tanya Teivel dengan suara dingin.^^^
“1 Minggu lagi kamu ke Indonesia menyiapkan semua rencanaku”
Sebelum Teivel menjawab panggilan mereka yang sudah berakhir, ia lalu menyuruh Marcel untuk pergi ke mansion utama Parker membuat Marcel berdecak kesal karena akan bertemu kedua orang tuanya disana.
Coba tadi aku tidak datang ke sini, batin Marcel dengan kesal.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
To be continue………………..
__ADS_1