
πHidup itu harus punya pendirian jangan biarkan orang-orang yang punya pemikiran bodoh mempengaruhi pendirianmuπ
.
.
.
.
Sedangkan di belahan dunia seberang lebih tepatnya di Jakarta, Indonesia saat ini Mikhail menatap bangunan di depannya yang sudah hangus terbakar tak meninggalkan jejak apapun disana.
"Damon?" bentak Ares menggelegar.
"Iya King" jawab Damon seakan tahu apa maksud Mikhail barusan.
Damon memindai seluruh area disekitar mereka mencari jejak yang bisa mereka temukan untuk mencari keberadaan Clarisa dan Z disana.
"King ada 8 mayat di bagian selatan 200 meter dari sini" ucap Damon setelah memindai seluruh area.
Mikhail berlari dengan langkah panjang menuju ke arah selatan sesuai ucapan Damon barusan.
Sampai disana memang ada 8 mayat yang tergeletak disana dimana 2 mayat mati dengan peluru menancap di kepala mereka sedang 6 lainnya penuh dengan sayatan.
Teivel dan anggota Black Shadow segera memeriksa mayat-mayat tersebut tapi tidak ada petunjuk. Mikhail yang tahu cara bertarung Z sudah mengetahui jika mereka semua dibunuh oleh Z pengawal gelap khusus Clarisa.
"Apa kamu menemukan sesuatu?" tanya Mikhail dengan suara dingin.
"Hutan ini sangat gelap dan lebat King. Aku tidak bisa memindai keseluruhan hutan ini King" jawab Damon setelah memindai kembali.
"Damn it" (sial) maki Mikhail menggelegar.
Saking kuatnya suara Mikhail hingga membuat burung yang berada di sana terbang, karena suara menggelegar Mikhail yang terasa sangat menakutkan bagi siapa saja yang mendengarnya.
Mikhail berjalan ke arah depan dengan tatapan tajam dan fokus melihat sekelilingnya. Selang 20 menit tak berkata apa-apa Mikhail berlari menuju arah barat mengikuti instingnya.
Teivel, Damon, dan lainnya berlari mengikuti Mikhail dari belakang dengan langkah panjang agar tak tertinggal jauh dibelakang sana.
Selang 10 menit Mikhail menghentikan langkahnya saat tak menemukan jejak kaki Clarisa. Matanya memicing melihat ke sekelilingnya dan saat berjalan ke depan ia kaget bukan main melihat sosok yang dicarinya sedari tadi.
"CLARISA" teriak Mikhail bergema saat melihat kekasihnya berada didalam lubang.
Tak membuang waktu dengan cepat Mikhail melompat masuk ke dalam lubang. Jantungnya berdetak dengan cepat melihat Clarisa yang terluka di bagian kening.
"Baby wake up. Please wake up" (sayang bangun. Aku mohon bangun) dengan panik Mikhail mengguncang tubuh Clarisa.
"King" panggil Damon dari atas.
"Bawa tali kesini cepat!" bentak Mikhail dengan panik.
"Baik king" jawab Damon dengan patuh.
Damon lalu membuang tali ke dalam lubang beruntung anak buah mereka selalu membawa tali kemanapun mereka pergi saat menjalankan misi.
"Kamu harus bertahan baby" ucap Mikhail sambil mencium kening Clarisa dengan lembut.
Ia mengikat tali ke tubuhnya sambil mengendong Clarisa lalu Damon dan lainnya menarik Mikhail dari atas. Beruntung lubang tadi tidak terlalu dalam sehingga Mikhail dan Clarisa bisa ditarik ke atas dengan cepat.
"Dimana dokternya?" tanya Mikhail dengan cemas.
"Maaf King tapi kita tidak membawa dokter tadi" jawab Damon.
Bugh............bugh..........bugh...........
Mikhail menendang Damon, Teivel, dan salah satu anggotanya yang berada didekatnya dengan kuat melampiaskan emosinya karena tak ada dokter.
...π π π π π...
"Bangsat kalian semua! Kenapa kalian tidak membawa dokter satu pun saat kalian bertugas!" bentak Mikhail dengan suara tinggi.
__ADS_1
"Maafkan kesalahan kami King" ucap mereka semua dengan serentak.
"Kalian lari keliling markas sebanyak 100 kali tanpa berhenti" hardik Mikhail.
"Baik King" ucap semuanya dengan patuh tak membantah.
Menurut mereka hukuman lari keliling markas 100 kali itu adalah hukuman paling ringan, dari pada harus berendam didalam tangki peliharaan ular milik Mikhail di markas utama.
Mikhail lalu mengendong Clarisa dan berlari keluar dari dalam hutan agar kekasihnya bisa segera di periksa dokter.
~ Mansion Valeria ~
Mikhail mengendong Clarisa turun dari helikopter dan bergegas masuk ke dalam mansion milik sang mommy yang tak jauh dari hutan tadi dari pada pergi ke apartemen.
Dengan cepat ia masuk ke dalam kamar diikuti seorang dokter perempuan yang sudah stand by di sana saat Teivel menghubungi Eksel membawa dokter perempuan ke mansion waktu di helikopter.
"Bagaimana kondisinya?" tanya Mikhail dengan suara dingin.
"Luka di kening pasien ini hanya luka luar saja tuan dan lukanya tidak terlalu dalam tuan" ucap dokter Ayu.
"Heemmm"
"Kondisi pasien terlalu lemah tuan jadi usahakan setelah pasien sadar beri tolong beri dia makanan dan setelah infusnya habis bisa dilepas" ucap dokter Ayu lagi setelah memasang infus.
"Damon" ucap Mikhail dengan suara dingin.
"Dok silahkan" ucap Damon mempersilahkan dokter Ayu untuk segera keluar.
Dokter Ayu tak berkata apa-apa dan segera pamit pergi dari sana, karena dia tahu Mikhail sangat tidak suka ada orang baru didalam kamar pribadinya.
"Jelaskan" ucap Mikhail dengan suara dingin dan aura membunuh.
"Nona Clarisa ternyata melihat nona Zelena diculik dan berusaha mengejar mobil penculik itu King. Tapi nona Clarisa malah ketahuan dan dibawa penculik juga, sampai di hutan nona Clarisa diperintahkan untuk dibunuh oleh Steven Lim King"
"Z keluar" hardik Mikhail dengan aura membunuh.
Wush.............
"Kamu ternyata peka juga Z" lirih Mikhail sambil tersenyum menyeringai.
"Maafkan keteledoran saya King" ucap Z meski ia tahu ia tidak akan lepas dari hukuman.
Bugh...........bugh........bugh...........bugh.........
Benar saja sesuai perkiraan ia langsung di hantam Mikhail berulang kali dengan cepat. Pukulan dan tendangan dari Mikhail terus menghujam tubuh Z dengan kuat.
Uhuuk.........uhhukkk.............
Z batuk mengeluarkan darah saat perutnya ditinju kuat oleh Mikhail, melihat hal itu semakin membuat Mikhail kembali menghajar Z dengan brutal tak perduli jika Z sudah sekarat.
"Jangan ayah.........hiks hiks hiks.........Cla takut ayah.......hiks hiks" teriak Clarisa dalam tidurnya sambil menangis.
"Baby" ucap Mikhail sambil memeluk Clarisa yang menangis dalam tidur.
Z tak kaget lagi melihat gerakan Mikhail yang menghilang dengan cepat dan sudah berada di atas ranjang memeluk Clarisa.
"Damon kamu urus dia" ucap Mikhail dengan tatapan membunuh.
"Baik King"
Damon menarik Z keluar seperti menarik hewan yang sudah tak berdaya lagi. Ia tidak perduli jika tubuh Z akan semakin sakit jika ditarik seperti itu.
Mikhail terus memeluk Clarisa yang menangis dalam tidurnya sambil menenangkannya. Ia yakin pasti trauma Clarisa kambuh saat berada di hutan tadi.
"Aku ada disini baby. Kamu sudah aman" bisik Mikhail dengan suara sangat lembut.
"Khail" panggil Clarisa dalam tidur.
...π π π π π...
__ADS_1
Mikhail tersenyum bahagia mendengar namanya yang diucap Clarisa, meski dalam keadaan tidur dan itu membuktikan jika Clarisa sangat membutuhkannya dan sudah ada dalam hatinya.
"Aku akan menjadi pelindungmu mulai sekarang baby" ucap Mikhail sambil mengecup bibir Clarisa dengan lembut.
~ Mansion Ares ~
Tak jauh berbeda dengan keadaan Clarisa, ternyata keadaan Zelena juga seperti Clarisa yang berteriak dalam tidur memimpikan kejadian waktu ia diculik saat kecil.
"Tidak! Jangan pukul querido.......hiks hiks hiks........jangan.......hiks hiks" teriak Zelena sambil menangis histeris dalam tidur.
"Mi amor" ucap Ares memeluk kekasihnya dengan erat.
"Bunuh dia Bunuh dia Bunuh dia" gumam Zelena dengan histeris.
"Kamu sudah aman mi amor. Aku selalu ada buat kamu" bisik Ares sambil memeluk Zelena dengan erat.
Perlahan-lahan Zelena sudah kembali tenang dengan suara teratur menandakan ia sudah kembali tertidur dalam pelukan Ares.
Cup...........
Ares mengecup kening Zelena dengan lembut dan mengingat penjelasan Liam tadi yang mengatakan jika Zelena pasti akan memimpikan kejadian waktu ia kecil dalam tidur akibat kejadian tadi.
"Gue bakal bunuh loe bangsat. Beraninya loe udah buat kekasih gue seperti ini" ucap Ares dengan tatapan penuh dendam.
Ia berjanji akan membalas Steven Lim dengan kejam membalas semua perbuatannya dulu dan sekarang.
Bahkan sampai Steven meminta untuk mati ia tidak akan membiarkan Steven mati dengan mudah karena itu akan menjadi awal penderitaannya yang tidak akan pernah ia lupakan dalam hidupnya.
~ Wesly Group ~
Tanpa terasa hari berlalu dengan sangat cepat dan sudah hari baru untuk memulai pekerjaan. Seperti saat ini Xander sedang fokus membaca laporan didepannya mengenai data keuangan mereka 3 bulan terakhir.
Tok............tok..............tok...............
Xander menekan tombol pintu di bawah meja saat mendengar ketukan pintu. Tak berselang lama David masuk dengan wajah panik seakan ada sesuatu yang sedang terjadi.
"Bos"
"Heemmm"
"Barusan gudang penyimpanan produksi di VK Company terbakar bos"
"APA" hardik Xander dengan suara tinggi.
David diam melihat kemarahan di wajah Xander yang sudah merah padam. Aura Xander menguar di dalam ruang kerjanya membuat David hanya bisa berdiam diri saja tak bisa melakukan apapun.
"Panggil Luki dan cari tahu kenapa gudang perusahaan Vincent bisa terbakar" perintah Xander dengan suara dingin.
"Sudah aku beritahu bos"
Keduanya lalu diam dengan pemikiran masing-masing menunggu kabar dari Luki yang sedang berkutat dengan laptop di ruangannya.
"Bos Luki sudah mengirim informasi yang ia dapat" ucap David membaca pesan Luki
"Heemmm"
Keduanya segera membaca informasi yang dikirim oleh Luki tak lupa rekaman cctv sebelum kejadian kebakaran di gudang perusahaan Vincent.
"BERENGSEK" maki Xander sambil memukul meja kerjanya hingga beberapa barang jatuh di lantai.
"Cari orang yang membawa bom itu sampai dapat dan bawa dia ke hadapanku sekarang!" bentak Xander dengan suara tinggi.
"Baik bos" ucap David dengan patuh dan berlalu keluar mengerjakan perintah Xander.
Xander menatap kembali rekaman cctv di gudang perusahaan milik Vincent dengan tatapan dingin dan tajam. Rahangnya mengeras melihat orang itu dengan santai bisa masuk ke dalam perusahaan sang adik tanpa dicurigai.
Siapapun kamu aku tidak akan melepaskan kamu berengsek, batin Xander dengan emosi.
...π π π π π...
__ADS_1
To be continue.............