Heartless 2

Heartless 2
Chapter 141


__ADS_3

🍁Waktu tidak akan menghentikan langkahmu tapi waktu akan menjawab semuanya🍁


.


.


.


.


Jantung David berdetak dengan cepat setelah merangkai satu persatu kejadian, dari saat kedatangan Violet disini beberapa waktu yang lalu dan ia masih ingat ekspresi mommynya yang kaget saat pertama kali melihat wajah Violet.


Jadi dia anak itu ya, batin David dengan tatapan berkilat tajam.


“Aku tidak menyangka akan mendengar pembicaraan yang menarik disini” ucap David keluar dari tempat persembunyiannya.


“David” ucap Mira dengan kaget.


“Tuan muda pertama” ucap Violet dengan kaget sambil menunduk takut di marahi.


David menatap keduanya bergantian dengan tatapan berkilat tajam, membuat bulu kuduk keduanya berdiri merasa takut dengan tatapan David yang seakan ingin menelan mereka hidup-hidup.


“David mommy bisa jelasin semuanya” ucap Mira memberanikan diri.


“Ini semua tidak seperti yang kamu pikirkan nak. Mommy memarahinya karena dia tidak becus menjaga Leon dan dia kelihatan seperti penipu nak” tambahnya lagi.


“Nyonya” lirih Violet dengan mata berkaca-kaca tak menyangka sang nyonya akan memfitnahnya seperti itu.


“Kamu harus percaya sama mommy nak. Ini semua mommy lakukan untuk keluarga kita” ucap Mira sambil memegang tangan anaknya.


Hahahaha………………


Tawa David seketika pecah membuat Mira semakin cemas memikirkan apa yang akan anaknya lakukan, dan ia yakin pasti anaknya tidak akan percaya begitu saja kepadanya. Apa lagi hubungan mereka yang retak selama ini membuat ia yakin David pasti akan semakin membencinya.


“Keluarga kita ya! Hemmm?” tanya David sambil tersenyum menyeringai.


“Bukannya itu untuk pribadi kamu karena ingin menutup aibmu itu” tambahnya dengan suara menggelegar.


“DAVID ANTHONY KENDRICK” hardik Albert dengan suara menggelegar dari arah pintu samping.


David menatap daddynya dengan tatapan yang sulit diartikan membuat Albert yakin jika ada sesuatu yang tidak beres dengan anaknya. Apa lagi melihat istrinya yang gelisah semakin membuat Albert yakin jika ada sesuatu mereka sembunyikan.


“Beraninya kamu berbicara seperti itu ke mommy kamu David!” bentak Albert.


“Ckk!!” decak David dengan tatapan sinis menatap Mira.


“Honey ini bukan salah anak kita jadi tolong jangan marahi dia” pinta Mira dengan memohon.


“Jangan membelaku karena aku tidak sudi” hardik David dengan suara tinggi.


Plak…………………


Albert terpaksa menampar putra sulungnya karena sudah berbicara dengan suara tinggi kepada mommynya yang tak lain ibu kandungnya sendiri. Melihat itu Mira dengan cepat memeluk suaminya yang hendak menampar anaknya lagi.


“Kenapa daddy? Kenapa tidak tampar lagi” teriak David dengan suara menggelegar.


“Tenangkan dirimu son. Daddy menampar kamu karena kamu itu sudah keterlaluan kepada mommy kamu” ucap Albert dengan suara tegas.


“Aku tidak sudi punya mommy seperti dia!” bentak David dengan suara tinggi.


“DAVID JAGA UCAPANMU. MAU SAMPAI KAPAN KAMU AKAN TERUS MEMBENCI MOMMY KANDUNGMU SENDIRI!” bentak Albert dengan suara tak kalah tinggi.


Mira menangis melihat anak dan suaminya yang bersih tegang, tak tahu harus berbuat apa dan hanya bisa menahan suaminya agar tidak lepas kendali dan menghajar putra mereka.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...

__ADS_1


“HENTIKAN” teriak Leon dari pintu samping saat mendengar keributan di taman belakang.


“APA KALIAN TIDAK MALU DILIHAT OLEH PELAYAN” tambahnya lagi dengan suara tinggi.


“KALIAN SEMUA BUBAR” hardik Albert dengan suara tinggi sambil menatap para pelayan yang sedang menonton mereka.


“Kamu juga kembali ke paviliun belakang” tunjuk Albert ke Violet.


“Baik tuan besar” balas Violet dengan sopan.


“Selangkah saja kamu pergi dari sini maka kedua kakimu akan aku potong” ancam David dengan suara tegas sambil menatap daddynya dengan tajam.


Albert yang melihat anaknya seperti sedang menyembunyikan sesuatu melepas pelukan istrinya dan menuju David lalu memegang pundaknya seakan bertanya apa yang ia sembunyikan lewat matanya.


David tersenyum getir melihat daddynya sambil melirik mommynya memberitahu jika ini semua ada hubungan dengan mommynya. Albert mengangguk kepala memberi isyarat untuk memberitahu semua yang ia tahu.


“Kenapa Violet tidak boleh pergi ka?” tanya Leon dengan bingung sambil tertatih menghampiri keluarganya.


Meski sedang dalam keadaan emosi tapi David masih membantu adiknya dan menaruh tangan Leon dipundaknya agar bisa berdiri dan menyandar padanya. Leon tersenyum memamerkan giginya melihat sang kakak yang sangat menyayanginya.


“Dimana hasil tes itu?” tanya David dengan suara dingin sambil menatap mommynya dengan tajam.


“Hasil tes?” tanya Albert dan Leon dengan serentak.


“Apa maksud kakak dan hasil tes apa kak?” tanya Leon dengan bingung.


David tak menjawab dan tersenyum menyeringai melihat wajah mommynya yang tiba-tiba saja pucat saat ia bertanya mengenai hasil tes.


Tebakannya sedari tadi benar jika mommynya pasti sudah melakukan hasil tes sebelumnya dan ia sudah mendapat jawabannya.


“Apa ada yang bisa jelasin ke daddy apa yang sebenarnya terjadi? Lalu tes apa yang kamu bicarakan David?” tanya Albert dengan bingung.


“Kenapa daddy tidak tanya ke istri daddy saja? Dia pasti akan menjawabnya” jawab David dengan suara dingin.


Albert lalu mengikuti putra sulungnya begitu juga dengan Mira dan Leon yang dibantu Violet berjalan ke dalam.


“Dimana David?” tanya Albert.


“Tuan muda pertama baru saja masuk ke dalam kamar utama tuan” jawab pak Ed.


“Buat apa kakak masuk ke kamar daddy dan mommy?” tanya Leon dengan bingung.


“Saya tidak tahu tuan muda kedua” jawab pak Ed.


Albert dan Mira segera pergi ke kamar mereka begitu juga Leon sedangkan Violet ia hanya mengantar Leon sampai ke pintu dan kembali berdiri bersama dengan pak Ed tak jauh dari sana.


Sret……………..sret……………sret…………


“Apa yang kamu lakukan son?” tanya Albert saat masuk ke kamar mereka dan mendengar bunyi dari walk in closet dan ternyata David sedang mengobrak-abrik pakaian miliknya dan istrinya.


David tak memperdulikan pertanyaan daddynya dan kembali melempar semua barang didalam sana, membuat Albert hanya bisa menutup mata menahan emosinya karena sifat keras kepala sang anak yang persis seperti dia.


Semua perhiasan, sepatu, dan tas milik Mira ia lempar ke lantai begitu saja tidak perduli dengan harganya.


Setelah beberapa saat akhirnya ia menemukan apa yang ia cari dan itu berada di dalam box paling dasar di bagian pakaian dalam milik sang mommy.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Hehehehe……………


David terkekeh sambil menunjukkan amplop putih berlogo salah satu rumah sakit di California, membuat Mira hanya bisa pasrah saja karena sudah tidak bisa menyembunyikan semua ini lagi.


Maafkan aku honey jika ini akan membuatmu dan kedua anak kita kembali tersakiti, batin Mira dengan sendu.


“98% cocok” ucap David dengan suara menggelegar membaca isi dari amplop tersebut.

__ADS_1


“Apa maksud kamu David? Apa yang 98% cocok?” tanya Albert semakin bingung.


“Ka jangan buat kita penasaran! Apa sebenarnya yang terjadi saat ini?” tanya Leon yang melihat kakaknya menatap mommy mereka dengan tajam.


“Dia” tunjuk David ke mommynya.


“Selama ini tahu jika pelayan itu adalah anak hasil perselingkuhannya” tambahnya lagi dengan suara tegas.


Duar…………………


Bagai disambar petir tubuh Albert dan Leon menegang mendengar ucapan David barusan.


Air mata Albert seketika menetes tak tahu harus berkata apa dan seperti ada pisau yang menusuk tepat di jantungnya, membuka kembali luka yang selama ini ia tutup.


Brugh……………..


“Maafkan aku sayang………..hiks hiks hiks……………..maafkan aku…………hiks hiks hiks” ucap Mira sambil berlutut didepan kaki suaminya.


Albert lalu duduk di ranjang sambil memegang dadanya yang terasa sakit tak bisa berkata apa-apa membuat Leon juga ikut menangis histeris didalam sana.


“Jadi dia…………hiks hiks hiks…………adik tiri kita ka………..hiks hiks hiks” ucap Leon sambil menangis histeris.


Prang……………prang…………..prang……………


David menghancurkan semua barang didalam sana melampiaskan emosinya karena tidak bisa memukul mommynya meski ia sangat membencinya. 


Pak Ed yang mendengar suara pecahan didalam sana tahu jika saat ini pasti ada keributan besar lagi.


“KENAPA? KENAPA KAMU TERUS SAJA MENYAKITI KAMI SEMUA? APA KURANG PUAS KAMU SELAMA INI MENYAKITI KAMI!” bentak David dengan suara menggelegar didalam sana.


Aaarrgghhh……………


Teriak David dengan emosi dan berlalu keluar dari sana. Ia menendang pintu kamar kedua orang tuanya hingga terlepas dari engsel membuat pak Ed dan Violet yang berdiri tak jauh dari sana kaget bukan main.


Tatapan mata David sangat mengerikan membuat pak Ed dan Violet bergetar ketakutan, David menatap Violet dengan tatapan membunuh seakan ingin mengulitinya hidup-hidup.


Grep…………


“Tuan muda pertama” pekik pak Ed dengan panik saat David tiba-tiba mencekik leher Violet.


David mencekiknya seakan ingin membunuhnya karena tidak sudi punya adik dari hasil perselingkuhan mommynya. Violet memukul tangan David merasa tak bisa bernapas hingga wajahnya sangat pucat.


“Tuan muda pertama saya mohon lepaskan Violet dia bisa mati tuan muda” pinta pak Ed dengan memohon.


Brugh………………..


Hosh……………hosh…………….hosh……………


Tubuh Violet dilempar ke lantai dengan kuat membuat Violet kesakitan apa lagi napasnya satu-satu karena dicekik oleh David. Matanya menatap mata David yang sangat mengerikan membuat dia semakin bergetar ketakutan.


Apa salah aku, batin Violet dengan ketakutan.


David berlalu pergi dari sana tak memperdulikan Violet yang hampir mati karena ditangannya. Saat ini pikirannya hanya ingin membunuh seseorang untuk melampiaskan semua emosi dalam dirinya.


“Bos ada musuh yang bergerak menuju ke mansion dari arah timur” lapor salah satu anak buah Dark Dragon kepadanya.


“Siapkan anak buah kita karena aku akan menyambut mereka” ucap David sambil tersenyum menyeringai.


“Baik bos”


Kalian datang di waktu yang tepat sialan, batin David sambil tersenyum menyeringai.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


To be continue…………………

__ADS_1


__ADS_2