
🍁Jangan menunggu waktu yang tepat untuk melakukan hal yang baik tapi lakukanlah saat itu juga jika kamu melihat ada peluang🍁
.
.
.
.
Matanya mengarah ke atas melihat langit yang sangat cerah, membuat Marcel terus memaki dan berteriak seperti orang gila di lautan lepas dan entah ia berada dimana saat ini ia tidak tahu.
Penampilannya yang acak-acakan membuat siapa saja yang melihatnya berpikir jika dia itu orang gila.
Ya Marcel menganggap dirinya sebagai orang gila karena sudah seminggu ia mengapung di atas air laut dengan sekoci kecil yang bahkan tidak bisa memuat kakinya jika di luruskan.
“Ayah! Bunda! Apa aku akan mati seperti ini? Aku belum menikah dan aku masih ingin menikmati dunia malam seperti biasanya” teriak Marcel dengan suara menggelegar.
Duar……………..duar……………….
“Hah! Komplit sudah nasib aku sekarang” ucap Marcel dengan wajah lesu saat kilat menyambar di langit dan seketika awan biru tadi berubah menjadi awan hitam pekat.
Tes…………..tes……………tes…………..
Hari itu Marcel harus berjuang melawan badai dan gelombang yang datang menghantamnya dan berkali-kali menghantam sekocinya hingga terbalik dan di bawa Arus.
Beruntung Marcel sudah mengantisipasinya dan
mengikat tangannya ke sekoci agar tidak terlepas dari tubuhnya dan ia bisa naik kembali ke dalam sekoci setelah badai reda.
Mata Marcel mengerjab-ngerjab saat tersadar dari pingsan dan saat ia sadar ia merasakan tubuhnya seperti tidur diatas benda halus dan berpasir, sedangkan kakinya sebagian terasa seperti disapu-sapu oleh air.
Perlahan-lahan ia bangun sambil memegang kepalanya yang terasa pening melihat sekelilingnya dan ternyata ia terdampar di sebuah pulau.
Tak lama matanya menangkap banyak sekali orang berbaju seperti tentara berlarian menuju ke arahnya dan sebelum sempat ia meminta tolong ia kembali pingsan.
“Bawa dia ke markas” titah seorang pria dengan suara dingin dan tegas.
“Baik komandan” jawab anak buahnya dengan suara tak kalah tegas.
2 Jam kemudian
“Kamu sudah memeriksa tubuhnya?” tanya seorang pria dengan suara dingin dan tegas.
“Sudah bos dan tidak ada hal yang aneh dari tubuhnya” jawab seorang pria yang tadi di panggil komandan.
“Barang bawaannya”
“Ada pisau, dompet, dan jam tangan saja bos”
Sayup-sayup Marcel mendengar suara tersebut di telinganya dan perlahan-lahan matanya mulai terbuka sambil mengerjab beberapa kali menyesuaikan cahaya silau yang masuk ke matanya.
“Bos orang itu sudah sadar” ucap seorang perempuan yang memakai jas seorang dokter bernama Rahel.
Orang yang dipanggil bos oleh perempuan tersebut segera menghampiri Marcel yang terbaring lemah di atas brankar. Ia menatapnya dengan tatapan dingin dan tajam seperti sedang memindai tubuh Marcel dari atas kepala sampai ke kaki.
“Beri dia makan dan rawat dia. Jika dia sudah lebih sehat beritahu aku” titah Kein dengan suara tegas.
“Baik bos” jawab dokter Rahel dengan sopan.
Ya orang yang menyelamatkan Marcel adalah anak buah Kein dan entah bagaimana Marcel bisa terdampar di pulau antah berantah, yang dihuni oleh musuh besar Kingnya dan sesuai perkiraan Mikhail ia terdampar tepat di markas besar musuhnya.
Akhirnya aku selamat dan tidak mati mengenaskan di lautan lepas, batin Marcel dengan lega.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
Tanpa Marcel tahu jika penderitaannya yang sebenarnya baru dimulai sekarang karena ia akan mengalami hal yang tidak pernah ia rasakan didalam hidupnya selama ini.
“Lord” panggil Kein dengan suara dingin menghadap Erich di menara kastil.
__ADS_1
“Bagaimana?” tanya Erich dengan suara tegas.
“Markus Abraham 32 tahun asal Skotlandia. Ayahnya asal Skotlandia dan ibunya asal Indonesia memiliki seorang adik laki-laki berumur 13 tahun, keluarganya semua sudah meninggal karena menjadi percobaan eksperimen dari virus buatan Markus” papar Kein menjelaskan dengan singkat.
“Eksperimen virus?” tanya Erich yang tertarik dengan identitas Markus.
“Iya Lord. Dia adalah salah satu mahasiswa kedokteran terbaik di Harvard dan lulus dengan predikat cumlaude di umur 20 tahun. Setelah menyelesaikan pendidikannya ia bekerja di rumah sakit internasional Grace di Inggris sebagai kepala lab peneliti dan pengembangan obatan di rumah sakit tersebut, tapi setelah 2 tahun bekerja disana ia dipecat dengan tidak hormat karena melakukan eksperimen berbahaya kepada pasiennya sebanyak 30 orang dan semuanya meninggal dunia”
“Markus saat ini menjadi buronan CIA karena berhasil kabur saat akan ditangkap di apartemennya. Setelah itu ia pulang ke Skotlandia dan bersembunyi di ruang bawah tanah rumah orang tuanya tapi lagi-lagi ia membuat eksperimen gila dengan keluarganya sebagai bahan percobaannya Lord” papar Kein membaca informasi detail dari Markus Abraham setelah hacker mereka berhasil mendapat informasi pribadinya.
“Menarik! Hehehe” ucap Erich sambil terkekeh memikirkan rencana licik di kepalanya.
Tanpa mereka sadari kalau saat ini Mikhail sudah berhasil mendapat lokasi mereka dan sudah mengetahui seperti apa letak markas mereka dengan satelit pribadinya yang ia ciptakan.
~ Kastil King Mikhail ~
Hahahahaha………………..
Tawa Mikhail pecah tak menyangka akhirnya perjuangannya selama ini berhasil juga untuk mendapat lokasi markas musuh besarnya.
Teivel sendiri bergidik ngeri mendengar tawa Kingnya yang terdengar sangat menyeramkan dan hal itu membuat dia menerka, jika sebentar lagi pasti mereka akan melakukan penyerangan besar-besaran.
“Apa kita akan langsung menyerang mereka King?” tanya Teivel dengan cepat.
“Tunggu informasi mengenai pasukan mereka dari Marcel dan lihat apa saja yang ada disana” jawab Mikhail sambil tersenyum smirk.
“Baik King”
“Damon kamu beritahu uncle Juan untuk menyiapkan semua pasukan intiku mulai besok untuk bersiaga” titah Mikhail dengan suara tegas.
“Baik King”
“Teivel besok kamu pergi ke markas utama dan pantau semua bahan peledak kita dan jangan lupa lihat virus buatan Marcel yang sudah ia siapkan”
“King apa boleh uncle Juan yang masuk ke laboratorium dokter sialan itu?” tanya Teivel yang merasa ngeri masuk ke lab milik Marcel.
“Kamu yang harus masuk dan ambil sendiri” jawab Mikhail dengan tatapan tajam tak ingin dibantah.
Ceklek……………………
Mikhail hampir saja memaki orang yang berani masuk ke ruangan kerjanya tanpa mengetuk pintu, tapi ia urungkan saat melihat yang masuk adalah istrinya. Ia lalu memberi isyarat kepada Damon dan Teivel untuk pergi dari sana.
Saat Teivel lewat didepannya kening Clarisa mengerut melihat Teivel yang menunduk tidak mengangkat kepalanya saat melewatinya.
Apa gue ada salah makanya semuanya pada nunduk jika berhadapan sama gue, batin Clarisa dengan bingung.
“Ckk!!” decak Mikhail kesal karena lagi-lagi istrinya berpikir dengan bahasa Indonesia sehingga ia tidak mengerti.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
Mendengar decakan suaminya Clarisa pun tersadar dan bergegas menuju suaminya, yang sedang menatapnya dengan tajam tapi dibalas tatapan lembut oleh Clarisa.
“Jangan cemberut suamiku” ucap Clarisa dengan suara lembut sambil mengelus rahang suaminya dengan lembut.
Mikhail menarik tubuh istrinya dan mendudukkannya di atas pangkuannya untuk menikmati usapan lembut dari jari lentik istrinya. Ia menaruh kepalanya di leher Clarisa menghirup aroma istrinya yang sangat memabukkan dan membuat dia tenang.
“Jangan berpikir dengan bahasa Indonesia baby” ucap Mikhail dengan suara lembut.
“Memangnya kenapa hubby?” tanya Clarisa dengan bingung.
“Karena aku tidak paham bahasa Indonesia dan aku tidak suka hal itu” jawab Mikhail dengan suara tegas.
Ehhh……………
Clarisa bingung mendengar ucapan suaminya dan membuat dia semakin tambah bingung menerka apa maksud suami posesifnya itu. Mikhail yang tahu apa yang dipikirkan istrinya memilih tidak perduli karena itu tidak penting.
“Hubby” panggil Clarisa dengan suara lembut.
“Heemmm” deham Mikhail dengan suara dingin.
__ADS_1
“Kenapa kamu selalu mencabut kelopak bunga di taman hubby?” tanya Clarisa dengan penasaran.
“Aku tidak menyukainya baby. Menurutku mereka akan terlihat bagus jika bunganya tidak ada” jawab Mikhail dengan santai.
Ehh…………
Clarisa tercengang mendengar ucapan suaminya yang tidak masuk akal, karena dimana-mana keindahan bunga itu terlihat dari bunganya yang bermekaran indah tapi beda sekali dengan sifat suaminya yang sangat aneh.
Pantas saja waktu itu bunga mawar yang dibawa pulang Mikhail dari kantor hanya ada batang dan daunnya saja, batin Clarisa mengingat kejadian seminggu yang lalu.
Mikhail tersenyum penuh arti didalam leher istrinya membaca apa yang dipikirkan oleh istirnya itu.
Puas bermanja-manja dengan istrinya ia lalu mengajak Clarisa untuk menemaninya ke perusahaan karena ada beberapa pekerjaan yang harus ia selesaikan hari ini.
~ Jakarta, Indonesia ~
Saat ini Zelena sedang memeluk kakaknya Victor yang sebentar lagi akan berangkat pulang ke California, karena situasi di Indonesia sudah tidak aman meski ia selalu di jaga ketat oleh anak buah Ares.
“Jangan lupa kabari aku setelah sampai disana brother Vic” ucap Zelena dengan sendu.
“Pasti princess. Kamu juga jaga diri dan kesehatan disini ya princess” balas Victor dengan suara lembut.
“Iya brother Vic”
“Aku titip princess kami ya Ares. Jaga dia jangan sampai kejadian kemarin terulang lagi” ucap Victor dengan suara tegas melihat Ares.
“Itu yang terakhir kalinya” balas Ares dengan suara tak kalah tegas.
“Baik aku pegang ucapanmu”
“Heemmm”
“Nona muda aku pamit ya. Sampai jumpa lagi ya” pamit Rio.
“Iya ka Rio dan jangan diambil hati kelakuan brother Vic selama ini ya ka Rio” ucap Zelena dengan suara lembut.
“Hehehehe! Aku sudah terbiasa nona muda” balas Rio sambil terkekeh.
“Ckk!! Ayo kita pergi” decak Victor dengan tatapan kesal melihat Rio.
“Bercanda Vic” balas Rio sambil memamerkan giginya.
Victor menatapnya dengan kesal dan berlalu naik ke atas jet pribadi miliknya diikuti oleh Rio dan para pengawalnya. Setelah melihat pesawat jet kakaknya sudah pergi Zelena lalu mengajak kekasihnya untuk pulang.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
“Mi amor apa kamu ingin ke suatu tempat sebelum pulang?” tanya Ares dengan suara lembut.
“Apa kita bisa ke markas kamu querido?” tanya balik Zelena dengan wajah penuh harap.
“Buat apa?” tanya Ares dnegan tatapan tajam dan suara tegas.
“Aku ingin menyelesaikan masalah dengan Daniella karena aku tidak ingin terlalu lama dibiarkan querido” jawab Zelena dengan jujur.
Ares menatap kekasihnya dengan tatapan tajam sangat lama tak berbicara apa-apa membuat Zelena yakin jika kekasihnya pasti tidak mengijinkan. Melihat kekasihnya yang sudah menatap ke arah jendela mobil membuat Ares membuang napasnya dengan kasar.
“Kita pergi sekarang ke markas” ucap Ares dengan suara tegas.
Zelena seketika berbalik melihat Ares dengan kaget tak menyangka Ares akan mengabulkan permintaannya. Ares lalu menggenggam sebelah tangan Zelena dengan erat dan tangan lainnya memegang kemudi.
“Aku akan mengabulkan keinginan kamu jika itu tidak berbahaya buat kamu mi amor” ucap Ares sambil tersenyum manis menatap Zelena.
“Terima kasih querido” balas Zelena sambil tersenyum tulus dan manis.
Ares melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke markasnya tidak perduli jika waktu sudah menunjukkan pukul 22:00 malam diikuti oleh 5 mobil pengawalnya di belakang dan depan.
Maafin gue querido! Sebenarnya gue hanya ingin menguji jiwa psycopath gue. Apa gue sudah bisa mengontrolnya atau belum, batin Zelena merasa bersalah sudah membohongi kekasihnya.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
__ADS_1
To be continue…………….