
πJangan jadikan pendirianmu sebagai pijakan di hatimu karena dengan kasih dan ikhlaslah yang bisa membawamu kepada kebahagiaanπ
.
.
.
.
Grep................
David membalas pelukan mommy dengan sangat erat sambil menangis histeris. Sedangkan Mira ia meraung-raung tidak menyangka hari ini akan datang dalam hidupnya.
"Anakku David.......... hiks hiks hiks.........maafkan mommy nak........hiks hiks hiks............maaf anakku" ucap Mira sambil menangis histeris.
"Hiks hiks hiks...........mommy tidak salah tapi aku yang bersalah..........hiks hiks hiks........maaf sudah menyakiti hati mommy selama ini" ucap David berlinang air mata.
"Kamu tidak salah anakku. Mommy sangat menyayangi kamu" ucap Mira semakin memeluk putra sulungnya dengan erat.
"Aku juga menyayangi mommy" balas David dengan suara lembut.
Mira tersenyum bahagia dalam pelukan mereka. Air matanya terus mengalir meluapkan rasa bahagia didalam hatinya, jika ini semua hanya mimpi maka dia akan memilih untuk tidak pernah bangun lagi.
"Maafkan mommy nak" bisik Mira dengan tulus.
"Iya mommy" balas David.
Terima kasih ya Tuhan sudah membuat anakku memaafkan aku, batin Mira sangat bersyukur dan bahagia.
Akhirnya keluarga aku bersatu kembali lagi, batin Albert dengan bahagia.
"Kakak, mommy, aku juga pengen di peluk" ucap Leon dengan bibir mengerucut.
"Ayok sini kita berpelukan" ajak Mira sambil tersenyum lebar.
Leon langsung memeluk mommy dan kakaknya dengan erat, Albert yang melihat hal itu tak mau kalah. Ia juga turut memeluk ketiganya sehingga membuat mereka semua tertawa.
"Apa kamu tidak mau bergabung adikku?" tanya David sambil tersenyum manis.
"Ka David.........hiks hiks hiks" panggil Violet sambil menangis.
Grep.............
David menarik tangan Violet agar mereka semua berpelukan. Pak Ed dan pelayan yang melihat kejadian itu tersenyum bahagia, karena akhirnya keluarga Kendrick bersatu kembali.
Semoga keluarga ini selalu bahagia sampai selamanya, batin pak Ed dengan tulus.
~ Kastil King ~
Mikhail tersenyum menyeringai melihat informasi yang diberikan oleh Damon tentang Xander. Ia menatap video rekaman cctv keluarga besarnya yang sedang sibuk mempersiapkan pernikahan pewaris takhta Wesly.
"Siakan hadiah pernikahan untuk Xander" titah Mikhail dengan suara dingin.
"Baik King" jawab Damon dengan suara tak kalah dingin.
"King apa tidak menghadiri pernikahan tuan muda pertama Wesly?" tanya Teivel.
"No" jawab Mikhail singkat.
"King nyonya besar dan tuan besar terus menghubungi menanyakan King" lapor Damon.
"Tolak semua panggilan mereka. Blokir semua jejak aku" titah Mikahil dengan tatapan berkilat tajam.
"Baik King" jawab Damon.
"Teivel perintahkan semua anak buah inti aku yang disana untuk menjaga kedua orang tuaku dengan ketat dan jangan biarkan mereka sampai keluar dari negara itu" titah Mikhail dengan suara tegas.
"Baik King" jawab Teivel.
"Dimana Marcel?" tanya Mikhail dengan suara dingin.
"Dokter gila itu sedang ke Jepang untuk membeli ramen yang di buat langsung di Jepang dengan pesawat tempur King" jawab Teivel sambil tersenyum menyeringai.
"Anakku memang pintar memilih apa yang ia mau" ucap Mikhail sambil tersenyum lebar.
Teivel menggelengkan kepalanya mendengar ucapan sang King yang tidak masuk akal. Apa lagi ia ingat sudah sebulan mereka di buat kewalahan dengan ngidam sang nyonya yang sangat aneh.
...π π π π π...
Selera anak King persis dengan selera King, batin Teivel tak habis pikir.
Mikhail tersenyum smirk membaca pikiran Teivel dan ia akui kalau itu semua memang benar. Apa lagi semua ngidam istrinya tak jauh dari kata mewah dan limited.
Daddy sudah tidak sabar ingin bertemu dengan kamu nak, batin Mikhail tak sabar.
Mereka lalu membahas beberapa pekerjaan menyangkut perusahaan dan markas. Saat tengah membahas pekerjaan tiba-tiba pintu ruangan kerja Mikhail terbuka.
Mendengar pintu kerja terbuka, Mikhail langsung menatap ke arah pintu dan mendapati sang istri berdiri disana dengan perut buncitnya yang sudah memasuki 7 bulan.
"Keluar" titah Mikhail dengan suara dingin dan tegas.
__ADS_1
Damon dan Teivel lalu pamit pergi dari sana sambil menunduk saat berpapasan dengan Clarisa. Melihat hal itu Clarisa tak kaget lagi, karena ia sudah tahu dengan peraturan gila suaminya.
"Apa yang kamu mau baby?" tanya Mikhail dengan suara lembut.
Clarisa lalu duduk di pangkuan suaminya sambil menyandarkan kepalanya di dada Mikhail. Sebelah tangan Mikhail mengelus perut buncit istrinya, sesekali mengecup bibir dan keningnya.
"Aku mau ke markas kamu hubby" ucap Clarisa dengan suara lembut.
"Buat apa? Heem" tanya Mikahil sambil menatap istrinya dengan tatapan penuh cinta.
Clarisa memainkan jarinya merasa malu ingin memberitahu keinginannya. Tapi entah kenapa ia ingin sekali melakukan hal itu di markas suaminya.
Pasti suamiku bakal mikir aku ini perempuan tidak benar, batin Clarisa dengan tatapan sulit diartikan.
Mikhail mengangkat sebelah alisnya membaca isi pikiran sang istrinya. Ia ingin bertanya tapi ia urungkan dan ingin melihat apa istrinya mau jujur atau tidak.
Tidak Clarisa. Kamu harus percaya diri lagian ini semua keinginan anak kamu bukan kamu. Tidak apa-apa kan kalau jamu ingin berc**ta di kamar suamimu yang ada di markas, batin Clarisa menyakinkan dirinya sendiri.
Glek..................
Mikhail menelan salivanya dengan susah setelah mengetahui apa keinginan sang istrinya. Jakunnya naik turun dengan tubuh mulai memanas memikirkan posisi berc**ta di sana nanti.
Ah! Berengsek, batin Mikahil mengumpat merasakan birahinya yang mulai terpancing.
"Hubby" panggil Clarisa dengan suara lembut.
"Heemm" dengan Mikhail menahan hasratnya mati-matian agar sang istri tidak tahu.
"Aku pengen melakukan hal itu dengan hubby di kamar hubby yang di markas" ucap Clarisa dengan wajah merah padam sambil memperagakan kedua tangannya adegan dewasa.
"Hehehehe! Apa harus sekarang baby?" tanya Mikhail menggoda istrinya.
"Iya hubby" jawab Clarisa malu-malu.
"Ayok kita pergi baby" ajak Mikahil langsung mengendong sang istri ala bridal style.
Clarisa menenggelamkan kepalanya di ceruk leher suaminya merasa sangat malu. Sedangkan Mikhail dengan langkah panjang segera keluar untuk pergi ke markas yang tak jauh dari kastil.
Sampainya di markas Mikhail tidak menghiraukan sapaan anak buahnya dan bergegas menuju kamar pribadinya. Sebelum itu ia sudah memberi isyarat kepada Damon agar tidak ada yang boleh mengganggunya.
Siang itu Mikahil dengan lembut membuat sang istri terbang ke langit berkali-kali didalam kamar pribadinya. Tidak hanya Clarisa saja yang merasa puas, tapi Mikahil juga karena kali ini istrinya lebih dominan memimpin.
...π π π π π...
Tak terasa hari telah berlalu, membuat sepasang mata berbeda warna yang sangat indah itu terbuka. Matanya mengerjab menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam kamar.
Saat hendak bangun ia merasa kesusahan, karena ada tangan besar yang memeluknya dengan sangat erat dari belakang. Wajah Clarisa seketika memerah mengingat kejadian kemarin.
Aduh malu banget due. Ternyata gue liat juga ya kalau di ranjang, batin Clarisa menutup wajahnya merasa malu.
"Hubby" panggil Clarisa berbalik menatap suaminya yang sudah buka mata.
"Mau kemana?" tanya Mikahil dengan suara serak.
"Aku mau ke kamar mandi hubby dan juga aku lapar hubby" jawab Clarisa dengan wajah memelas.
Cup...............
Mikhail mencium bibir istrinya sekilas sebelum bangun. Clarisa hanya diam saja melihat kelakuan suaminya, dengan tubuh polos Mikhail mengendong istrinya ke kamar mandi dan mandi bersama-sama.
Setelah mandi keduanya langsung menuju kastil untuk makan. Sampai disana Clarisa berbinar melihat pesanannya yang kemarin di belikan Marcel masih ada.
"Makannya pelan-pelan baby" ucap Mikhail.
"Iya hubby" balas Clarisa sambil memamerkan giginya.
Setelah sarapan Mikhail mengajak istrinya jalan-jalan di taman sesuai anjuran dokter untuk berjalan dengan kaki kosong di taman, guna memperlancar persalinan nanti.
"Hubby boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Clarisa saat keduanya duduk di kursi taman.
"Apa yang mau kamu tanyakan baby?" tanya balik Mikhail dengan suara lembut.
"Apa hubby tidak mau berbaikan Kemabli dengan kedua orang tua dan adik hubby?" tanya Clarisa dengan suara pelan.
Wajah Mikhail yang tadi tersenyum seketika berganti dengan wajah datar dan dingin. Melihat perubahan wajah suaminya, membuat Clarisa menunduk takut.
"Jangan pernah membahas mereka lagi baby! Apa lagi meminta aku untuk memaafkan mereka" ucap Mikahil dengan suara tegas.
"Maaf hubby" lirih Clarisa dengan suara pelan.
"Jangan terlalu pikirkan mereka baby. Aku tidak mau kamu dan anak kita kenapa-napa" ucap Mikhail dengan suara lembut sambil mengelus pipi istrinya dengan lembut.
"Boleh aku katakan sesuatu hubby" ucap Clarisa dengan mata berkaca-kaca.
"Katakan" titah Mikahil dengan suara lembut.
"Aku tahu aku akan jadi orang berdosa jika tidak bisa memaafkan kedua orang tua dan adik kamu hubby. Tapi dalam hati aku, seperti ia ada rasa amarah dan sakit hati mengingat semua perlakuan mereka waktu itu hubby" papar Clarisa menjelaskan.
"Setiap kali mengingat kejadian waktu itu hubby, perut aku terasa sangat sakit........hiks hiks hiks.........rasanya seperti ada yang menikam jantung aku dengan pisau...........hiks hiks hiks........dan aku selalu muntah jika mengingat wajah mereka hubby" tambahnya lagi sambil menangis.
Grep................
__ADS_1
Mikhail memeluk istrinya dengan erat sambil mengelus punggungnya dengan lembut. Rahangnya mengeras mengingat apa yang dikatakan mommy dan adiknya kepada sang istri waktu itu.
Sial! Rasanya aku ingin menghancurkan orang yang sudah membuat istriku menderita, batin Mikhail dengan emosi.
~ Sky Hotel ~
Tak terasa waktu berlalu dengan sangat cepat dan hari ini adalah hari pernikahan Xander Leonart Wesly dengan Devina Gonzales.
Tadi pagi keduanya sudah mengucap janji suci di salah satu gereja di dekat mansion Xander dan akhirnya mereka sudah sah menjadi pasangan suami istri.
Cekrek...........cekrek.........cekrek.........
Wartawan yang sedari kemarin di hotel Sky, terus mengambil gambar tamu hadirin yang datang mengikuti acara pernikahan orang terkaya nomor satu di dunia.
...π π π π π...
Tak lama limousine dengan lambang VA Corp berhenti didepan lobby hotel. Semua mata langsung memandang ke arah mobil melihat pasangan Parker yang baru saja turun dari limousine.
Nyonya Parker apa presdir King hari ini tidak hadir
Tuan Parker apa kalian datang sendiri
Tuan dan nyonya Parker kenapa kalian tidak datang bersama dengan presdir King
Apa presdir King akan hadir di acara ini tuan Parker
Tolong sepatah kata tuan dan nyonya Parker
Dimana presdir King? Apa presdir King tidak hadir tuan Parker?
Thomas memeluk pinggang sang istri dengan erat dan segera membawanya masuk ke dalam hotel. Mereka tidak akan menjawab pertanyaan wartawan, karena memang mereka tidak mengetahui dimana keberadaan putra mereka.
"Honey" lirih Valeria dengan mata berkaca-kaca.
"Jangan menangis honey. Aku akan terus mencari putra kita dan membawanya ke hadapanmu" ucap Thomas dengan suara tegas.
"Iya honey"
Keduanya lalu masuk ke dalam ballroom dan bergegas memberi selamat kepada Xander dan Devina.
"Uncle belum menemukan King?" tanya Xander.
"Dia menutup semua akses kami. Bahkan raja setan itu memberi perintah larangan kepada kami tidak boleh keluar dari negara ini" jawab Thomas dengan kesal.
"Menurut uncle King ada dimana?" tanya Xander lagi.
"Di kastilnya" jawab Thomas dengan yakin.
"Uncle yakin? Mungkin saja King berada di sini juga?" tanya David.
"Uncle yakin karena hanya tempat itu yang tidak boleh dimasuki oleh sembarang orang. Bahkan uncle dan aunty sudah tidak bisa ke sana dengan bebas seperti dulu" jawab Thomas.
"Jangan bilang uncle harus mendapat persetujuan dari King baru bisa masuk" tebak David.
"Seperti yang kamu pikirkan" balas Thomas.
Phew.............
Ketiganya membuang napas dengan kasar tak habis pikir dengan kelakuan Mikhail. Padahal mereka adalah orang tua kandungnya, tapi ia sama sekali tidak perduli.
"Brother di suruh mommy kembali ke panggung" ucap Victor.
"Heemmm" deham Xander segera berlalu pergi.
Victor yang melihat keberadaan Katy bersama keluarganya segera menghampirinya. Maxim yang tahu apa yang akan dilakukan oleh Victor segera meninggalkan adiknya sendiri.
"Loh prince mau kemana?" tanya Katy dengan bingung.
"Sweety" panggil Victor dengan suara lembut.
"Ka Victor" jawab Katy sambil tersenyum lebar.
"I miss you so much sweety" ucap Victor sambil memeluk Katy dengan erat.
"Ka Victor" pekik Katy dengan takut karena kedua orang tuanya dan kakaknya ada disana juga.
"Tidak usah pedulikan mereka sweety. Apa kamu tidak kangen sama kekasihmu?" tanya Victor dengan wajah memelas.
"Aku juga kangen sama ka Victor" jawab Katy dengan malu-malu.
"Ayok kita dansa sweety" ajak Victor segera menarik tangan Katy ke lantai dansa.
Katy melongo melihat kelakuan kekasihnya yang tidak sabaran. Padahal ia belum mengiyakan ajakan Victor tapi ia sudah di bawa pergi saja.
Keduanya berdansa diiringi musik romantis diikuti dengan pasangan yang baru saja menikah dan pasangan lainnya.
"Ka Victor" ucap Katy menutup mulut saat mereka selesai berdansa.
"Katy Eleanor Peterson Will you marry me?" tanya Victor dengan suara lantang sambil berlutut sebelah kaki di depan Katy.
Syok!
__ADS_1
...π π π π π...
To be continue...............