
πBelajarlah seperti air yang selalu dibutuhkan tapi setelahnya terbuang, itulah makna konsep mengikhlaskanπ
.
.
.
.
Hati dan pikiran Mikhail sedari tadi tidak tenang membuat dia mondar-mandi di dalam jet. Entah kenapa ia sangat gelisah memikirkan istri dan calon anak mereka, yang entah berada di mana.
Kemarin malam ia mencoba mencari jejak sang istri tapi tidak ketemu. Bahkan cctv di markas utama juga tidak memperlihatkan istrinya, itu semua karena Valeria dan Thomas yang sudah menghapus rekaman cctv.
Mereka takut ada musuh mereka yang mengambil cctv di sana dan mengetahui kondisi putra mereka. Apa lagi musuh mereka di luar sana sangat banyak dan akan menghancurkan mereka jika posisi presdir KM sedang kosong.
"Berengsek" umpat Mikhail dengan emosi.
Teivel melirik pramugari yang tak jauh dari sana menyuruh mereka untuk tidak menunjukkan diri.
Ia tahu saat ini emosi Kingnya sedang tidak stabil memikirkan keberadaan sang istri dan Damon. Entah di mana mereka saat ini, ia tidak tahu.
Damon dan nyonya sebenarnya ada di mana sih, batin Teivel yang juga ikut cemas.
Prang..............prang.............prang.............
Mikhail melampiaskan kekesalannya dengan menghancurkan barang yang ada di dalam jet pribadinya. Ia tidak perduli harga barang tersebut, karena dipikirannya saat ini hanya ada wajah istrinya.
"Aargghhhh! Bangsat" teriak Mikhail dengan suara menggelegar.
Glek....................
Semua didalam jet menelan saliva mereka dengan susah mendengar teriakan Mikhail. Apa lagi aura membunuh Mikhail yang menyeruak didalam sana membuat mereka semakin gemetar ketakutan.
~ Mansion Ares Rahardian ~
Hoek.............hoek...........hoek............
Zelena memuntahkan isi perutnya saat berpapasan dengan pelayan di tangga. Pak Tio yang melihat hal itu bergegas membantu sang nyonya untuk duduk di sofa tak jauh dari sana.
"Nyonya minum dulu" ucap pak Tio memberikan segelas air yang dibawa pelayan.
"Pak Tio suruh semua pelayan jangan ada yang memaki parfum. Bau parfum mereka bikin gue enek" ucap Zelena dengan suara lemah.
"Baik nyonya"
"Pak Tio tolong pergi, gue ngak tahan bau parfum pak Tio" usir Zelena sambil menutup hidungnya.
"Iya nyonya, tapi apa saya harus menelon dokter Liam nyonya?" tanya pak Tio.
"Ngak usah pak Tio" jawab Zelena tak mau membuat suaminya khawatir.
"Tapi nyonya" ucap pak Tio yang langsung di potong Zelena.
"Gue ngak mau suami gue khawatir pak Tio. Ini cuma gangguan pencernaan saja karena gue ngak sempat makan dari semalam" ucap Zelena menjelaskan karena saat ini Ares sedang jalan tugas ke Singapura.
"Mungkin juga nyonya. Saya akan menyiapkan obat untuk nyonya" ucap pak Tio tak membantah.
"Iya pak Tio"
Pak Tio bergegas pergi dari sana meninggalkan Zelena sendiri. Ia lalu segera masuk ke dalam kamar ingin menganti bajunya yang sempat terkena muntah tadi.
"Sebaiknya gue cek ke dokter sebelum pergi ke perusahaan" ucap Zelena yang masih merasakan mual tapi ia tahan.
Setelah tidak merasakan mual lagi, Zelena bergegas keluar sambil memakai masker tidak ingin mencium bau parfum pelayan yang akan membuat dia kembali mual.
"Nyonya saya sudah menyiapkan sarapan" ucap pak Tio dengan sopan.
Zelena bergegas menuju meja makan dan sampai disana ia melihat ada begitu banyak makanan padahal ia hanya sendiri saja.
...π π π π π...
"Lain kali masak secukupnya saja pak Tio. Gue ngak mungkin habisin semua makanan ini" ucap Zelena dengan suara tegas.
"Baik nyonya" jawab pak Tio cepat.
Zelena lalu mengambil pancake untuk menu sarapannya. Entah kenapa ia tidak berselera melihat nasi dan lainnya, padahal selama ini ia sangat suka sarapan dengan nasi.
Selesai sarapan Zelena menyuruh pak Tio untuk membagi makanan tadi ke pelayan dari pada di buang.
~ RH Hospital ~
Mobil Zelena berhenti tepat didepan rumah sakit, ia lalu turun setelah Hans membukakan pintu untuknya.
"Hans loe tunggu saja gue di sini" ucap Zelena saat melihat Hans yang akan mengikutinya.
"Maaf nyonya tapi saya akan tetap mengikuti nyonya" balas Hans dengan suara tegas.
"Terserah! Tapi gue ngak mau loe beritahu hal ini ke suami gue" titah Zelena dengan tegas.
__ADS_1
"Saya tidak akan melapor hal ini ke tuan nyonya" balas Hans dengan suara tegas.
"Heeemmm"
Zelena lalu segera masuk ke dalam ruangan dokter saat melihat tidak ada pasien. Ia memilih memeriksa dengan dokter Sita tak ingin dokter Liam mengetahui kedatangannya.
"Selamat ya nyonya" ucap dokter Sita setelah memberikan Zelena.
"Kok selamat sih dok? Emang saya sakit apa makanya di kasih selamat?" tanya Zelena dengan bingung.
"Nyonya tidak sakit tapi saat ini nyonya sedang hamil" jawab dokter Sita sambil tersenyum manis.
"Hamil dok" pekik Zelena dengan kaget.
"Iya nyonya dan sebaiknya nyonya segera periksa ke dokter obgyn untuk lebih jelas lagi" ucap dokter Sita.
"Baik dok"
Zelena bergegas keluar menuju ke ruangan dokter obgyn untuk memeriksakan lebih lanjut. Air matanya mengalir dengan deras melihat tampilan bayinya di USG.
"Selamat ya nyonya. Umurnya sudah 1 bulan dan janinnya juga sangat kuat" ucap dokter Rina.
"Hiks hiks hiks...........saya beneran hamil dok.........hiks hiks hiks?" tanya Zelena sambil menangis.
"Iya nyonya. Saya akan memberikan obat mual dan beberapa vitamin ya nyonya. Usahakan juga perbanyak makan sayur dan buah, lalu yang terpenting tolong jangan stres karena usia kandungan nyonya masih sangat rentan" papar dokter Rina menjelaskan.
"Baik dok"
Zelena lalu pamit pergi setelah bertanya beberapa hal mengenai kehamilan dan apa saja yang boleh ia lakukan. Ia sudah tidak sabar ingin memberikan kejutan kepada suaminya tentang kehamilannya.
Baik-baik di perut mama ya nak, batin Zelena sambil mengelus perutnya didalam perut.
~ Kastil King Mikhail ~
Setelah hampir seharian di dalam pesawat akhirnya Mikhail tiba juga di kastilnya. Saat turun dari jet pribadinya ia sudah di sambut pak Josh, pelayan, dan penjaga kastil di sana.
"Selamat datang kembali King" ucap semuanya dengan serentak.
Mikhail seperti biasa tidak menjawab sapaan mereka semua dan berlalu masuk ke dalam mobil untuk menuju kastil.
Meski hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk sampai di kastil, tapi Mikhail tidak mau berjalan kali dan memilih naik mobil.
"Teivel kamu periksa keadaan kastil dan markas selama aku tidak ada" titah Mikhail sebelum masuk ke dalam lift.
"Baik King" jawab Teivel dengan suara dingin.
...π π π π π...
Ting.................
Pintu lift ruangan rahasia terbuka saat ia sampai di ruangan bawah tanah. Saat keluar dari lift tiba-tiba lampu didalam sana langsung menyala setelah Mikhail menaruh sidik jarinya di screenlock.
Tak lupa darah Mikhail yang diambil sebagai kunci membuka ruangan rahasia itu.
"Selamat datang King" ucap Res yang sudah kembali menyala.
Mikhail tidak mengatakan apa-apa dan berlalu menuju Damon yang tergeletak di lantai depan pintu masuk.
Dengan cepat ia membawa Damon menuju kursi santai untuk mencharge daya Damon.
"Tunjukan rekaman sebelum ledakan nuklir di pulau antah berantah" titah Mikhail dengan suara dingin.
"Baik King" jawab Res.
Mikhail berkutat dengan keyboard transparan didepannya, memeriksa perusahan dan markas selama ia tinggal. Tak lupa juga dengan semua keadaan keluarga besar mereka dari pihak mommy dan daddy mereka.
"King semua rekaman sudah aku dapat" ucap Res.
"Atur satelitku untuk mulai beroperasi" titah Mikhail.
"Sudah King"
"Apa virus dari ledakan nuklir waktu itu sudah disterilkan?" tanya Mikhail dengan suara dingin.
"Sudah King. Tuan Juan sudah menyebarkan virus buatan tuan Marcel ke laut dan udara setelah menolong King dan lainnya" jawab Res menjelaskan.
"Putar rekamannya" titah Mikhail dengan suara dingin dan datar.
Mikhail lalu menonton rekaman detik-detik sebelum terjadi ledakan waktu itu. Beruntung Res merekam semua yang terjadi dengan satelitnya sehingga ia bisa mengetahui apa yang terjadi saat itu.
"Baby" ucap Mikhail dengan sedih melihat istrinya yang menangis histeris saat ia sadar.
Tes...............
Air matanya sampai menetes melihat istrinya yang meraung-raung seharian. Apa lagi ia sendirian saja disana diatas tanah yang mengapung dengan begitu banyak mayat di sana.
Mikhail terus menonton rekaman di sana sampai kedatangan uncle Juan. Beberapa saat kedua tangannya mengepal melihat anak buahnya yang menarik sang istri dengan kasar di ruang kesehatan.
"Berengsek! Aku akan membunuh kalian semua bangsat!" maki Mikhail dengan tatapan berkilat tajam menandai orang yang sudah menarik istrinya dengan kasar.
__ADS_1
Meski sedang emosi Mikhail tetap menonton video rekaman mengenai istrinya. Matanya berubah menjadi merah melihat istrinya yang diperlukan oleh anak buahnya dengan kasar saat di Shadow Island.
"Maxim" ucap Mikhail merasa cemburu saat Maxim duduk berduaan saja didalam kamar yang ditempati Clarisa.
Meski mereka tidak melakukan apa-apa karena Maxim sedang menginterogasinya, tapi tetap saja Mikhail tetap kesal padahal Ana berdiri di depan pintu kamar yang di tempati Clarisa.
2 Jam kemudian
Sudah 2 jam Mikhail menonton rekaman istrinya tapi tidak membuat dia bosan. Apa lagi ia sedari tadi di buat emosi melihat perlakuan yang didapat sang istri.
Duar..................
Tubuh Mikhail bagai di sambar petir saat melihat adiknya menampar Clarisa. Bukan itu saja mommynya juga mendorong Calrisa sampai jatuh ke lantai, beruntung Calrisa bisa menahan tubuhnya sehingga perutnya tidak terbentur.
"BANGSAT KALIAN SEMUA! AKU AKAN MEMBUNUH KALIAN BERENGSEK!" teriak Mikhail dengan emosi.
Matanya berubah menjadi warna merah sepenuhnya melihat sang istri yang di perlakuan seperti itu oleh keluarganya sendiri.
Hiks...........hiks............hiks...........
Untuk pertama kali Mikhail menangis untuk orang lain, melihat tangisan yang istri yang memohon untuk menemuinya tapi tidak diijinkan keluarganya.
Apa lagi tidak ada yang menolong istrinya hanya aunty Chloe yang menolong sang istri, bersama Katy dan Jesica.
"Natasha Oliver Parker" ucap Mikhail dengan tatapan membunuh melihat istrinya yang dipukul dan ditendang berulang kali.
"King" panggil Damon yang sudah sadar setelah di charger dayanya selama 2 jam.
...π π π π π...
Prang..................
Mikhail menendang kursi yang ia duduk tadi sampai patah. Auranya menguar didalam sana membuat siapa saja yang merasakannya akan gemetar ketakutan.
"Cari tahu dimana pengawal bayangan aku" titah Mikhail dnwba suara dingin.
"Mereka berada di Shadow Island King" jawab Damon.
"Res cari tahu keberadaan istriku" ucap Mikhail dengan tatapan berkilat tajam.
"Nyonya berada di desa Wisata Cibiru Wetan bersama kedua kakaknya Jason Baker dan Delon Baker King" jawab Res setelah melecak keberadaan Clarisa.
"Cari tahu apa yang terjadi dengan istriku setelah tiba di Indonesia"
Mikhail mengepal kedua tangannya menahan emosi saat melihat rekaman sang istri yang di hajar oleh adiknya sendiri. Bahkan mommynya ikut membentak sang istri dan mengusirnya pergi dari sana.
"Aku tidak akan memaafkan kalian jika sesuatu yang buruk terjadi kepada anak dan istriku" ucap Mikhail dengan aura membunuh.
"King" ucap Damon setelah mencari informasi tentang Clarisa.
"Katakan" ucap Mikhail dengan suara dingin.
"Nyonya pulang di antar oleh pangeran Maxim dan princess Katy King. Sampai di Indonesia nyonya pergi ke apartemen tapi tidak diijinkan masuk oleh petugas keamanan karena tidak mempunyai kartu akses King" papar Damon menjelaskan.
"Fu*k you" maki Mikhail dengan emosi.
"Pecat Sialan itu dan beri dia hukuman dari aku" titah Mikhail dengan tatapan membunuh.
"Baik King"
"Res lanjutkan" ucap Mikhail dengan napas memburu
"Setelah pergi dari apartemen nyonya bertemu dengan nona Zelena dan tuan Ares King. Mereka membawa nyonya ke cafe Mix setelah itu mengantar nyonya ke perusahaan Baker Company menemui tuan Jason Baker. Setelah bertemu dengan tuan Jason, nyonya di bawa tinggal di mansion mereka dan saat ini berada di rumah peninggalan kakek dari ibu nyonya King" papar Res menjelaskan.
"Heemmmm"
Mikhail menutup mata mengontrol emosinya setelah mendengar berita tentang sang istri.
"Damon beritahu Y untuk pergi mengawal istriku" titah Mikhail dengan suara dingin.
"Baik King"
"Apa mommy dan lainnya sudah sampai?" tanya Mikhail dengan tatapan membunuh.
"Sudah King dan mereka sedang mempersiapkan pesta untuk kesembuhan King besok" jawab Damon dengan suara dingin.
Hahahaha..............
Tawa Mikhail pecah didalam sana mendengar ucapan Damon tentang keluarganya. Damon yang memang seorang robot, tidak mengetahui jika tawa Mikhail barusan terdengar seperti tawa mengejek bukan bahagia.
"Siapkan jet aku besok dan kita akan buat kejutan untuk mereka" titah Mikhail sambil tersenyum menyeringai.
"Baik King"
Siapa saja yang sudah menyakiti istri dan calon anakku tidak akan aku lepas begitu saja, batin Mikhail dengan tatapan berkilat emosi.
...π π π π π...
To be continue.................
__ADS_1