Heartless 2

Heartless 2
Chapter 15


__ADS_3

🍁Apapun kondisinya jangan lupa selalu bersyukur karena ada banyak hal yang layak untuk di syukuri🍁


.


.


.


.


David melajukan mobil dengan kecepatan tinggi, ia menggenggam stir mobil dengan erat karena sangat emosi. Hpnya terus berbunyi sedari tadi tapi tak ia pedulikan, saat ini ia hanya ingin cepat sampai di mansion.


~ Mansion Albert ~


Cekkiiitt.............


Bunyi decitan ban terdengar jelas di depan mansion, David keluar dari dalam mobil dan membanting pintu mobil dengan kuat mengagetkan penjaga dan pelayan yang berada di luar.


Tatapan matanya tajam seperti ingin membunuh siapa saja yang berada di depannya. Pak Ed yang menyambut David berdiri mematung melihat wajah tuan mudanya yang sangat emosi.


"David" ucap Mira yang sedang duduk sofa ruang keluarga sambil membaca majalah.


David melihat Mira dengan tatapan penuh kebencian bercampur emosi, Ia berjalan menghampiri sang mommy dengan aura membunuh membuat Mira bergetar di tempat.


Dor...................Duar....................


Bagai di sambar petir tubuh Mira menegang bergetar menatap sang anak dengan kaget. Ia tak menyangka David anaknya sendiri akan menembaknya meski tak mengenainya dan malah mengenai tembok di belakangnya.


Bahkan sofa tempat ia duduk juga sampai lubang terkena peluru David. Pak Ed dan para pelayan kaget bukan main melihat hal tersebut, pasalnya mereka tahu David memang membenci nyonya sedari dulu tapi tak menyangka ia akan melakukan hal ini.


"D......a.....vid" ucap Mira dengan gemetar ketakutan.


"Jangan menyebut namaku dengan mulut kotormu itu" teriak David menggelegar.


Deg.........


Hati Mira sakit seperti ditusuk mendengar ucapan anaknya sendiri. Air matanya mengalir tak bisa menahan perasaannya yang hancur berkeping-keping dalam hati.


"Kenapa? Kenapa kamu selalu menghancurkan hati aku, Leon, daddy" teriak David dengan emosi.


Wajahnya merah padam ingin memukul orang di depannya, tapi ia masih memikirkan daddynya yang sangat mencintai wanita di depannya itu. Apa lagi ia masih memiliki hati nurani sebagai anak yang sudah dilahirkan dari rahim wanita di depannya.


"Kenapa kamu harus kembali dan menghancurkan kembali hati kami! KENAPA!" bentak David dengan frustasi.


"David Anthony Kendrick!" bentak Albert menggelegar di dalam mansion saat mendengar bentakan sang putra kepada istrinya.


Ia memang menyayangi putra sulungnya tapi ia tidak bisa melihat wanita yang dicintainya dibentak oleh putra mereka sendiri. Suasana di dalam sana semakin memanas saat Albert melihat pistol yang ditodongkan David.


"Kakak" ucap Leon dengan lirih.


"Son letakkan pistolmu" ucap Albert dengan suara tegas.


"Jangan ikut campur masalah aku dan wanita sialan itu" teriak David.


"Wanita sialan itu mommy kandungmu David!" bentak Albert dengan emosi.


Wajahnya merah padam mengepal tangannya tak suka dengan ucapan anaknya. Leon menangis melihat kakak dan daddynya yang saling beradu mulut, padahal ketiganya baru saja bersenang-senang.


"CUKUP" teriak Leon dengan histeris.


"Shut up your fu****g mouth Leon, jangan ikut campur!" (Tutup mulut berengsekmu Leon) bentak David dengan tatapan membunuh.


"Kenapa ka? Kenapa kalian harus membuat keluarga kita seperti ini" teriak Leon dengan emosi.


"Salahkan wanita ja***g itu" teriak David dengan emosi tinggi.


Bugh.........bugh.......bugh........bugh.......


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Albert memukul David dengan brutal mendengar ucapan sang anak yang mengatai istrinya ja***g. Apa ia lupa wanita yang di katainya itu mommy kandungnya sendiri.


David tak membalas pukulan daddynya dan hanya tersenyum dengan tatapan penuh kesakitan. Melihat tatapan mata sang anak yang terlihat hancur membuat gerakan tangan Albert terhenti.


"Kenapa berhenti dad? Kenapa.....hiks hiks hiks?" tanya David dengan air mata menetes.


"Sayang hentikan.......hiks hiks hiks.......jangan pukul anakku lagi.....hiks hiks" teriak Mira sambil menangis histeris.


"Kakak.......hiks hiks hiks........daddy.......hiks hiks hiks" lirih Leon sambil menangis histeris.


Baru kali ini ia melihat daddynya memukul kakaknya seperti itu, tak ada balas kasihan sama sekali. Selama ini meski Albert emosi tapi ia tak pernah main tangan kepada keduanya hanya cukup menasehati dengan tegas.

__ADS_1


"Da....vi.....d" ucap Albert dengan terbata-bata.


"Kenapa berhenti daddy. Pukul saja anakmu ini! Hehehehe" ucap David sambil terkekeh.


Albert menggelengkan kepalanya merasa sangat menyesal sudah memukul anaknya, David tertawa membahana di dalam sana, membuat semua orang bergidik ngeri mendengar tawa David.


"You know dad, i'm really-really want to kill the woman but i can't, cause not she is my mom but she is your wife" (papa tahu, aku benar-benar ingin membunuh wanita itu tapi aku tidak bisa, bukan karena dia itu mamaku tapi karena dia itu istri papa) ucap David dengan hati hancur berkeping-keping.


Air matanya mengalir deras melihat daddynya yang kaget mendengar ucapannya, ia masih memikirkan perasaan orang yang paling di sayangnya melebihi apapun di dunia ini bahkan dirinya sendiri.


"Son" gumam Albert dengan tatapan sedih.


"Puas kamu menghancurkan hati kami semua!" bentak David berbalik melihat Mira dengan tatapan penuh kebencian.


"David maafkan mommy.....hiks hiks hiks" ucap Mira.


"Aku menyesal lahir dari rahimmu" ucap David dengan suara dingin.


"David!" bentak Albert menggelegar di dalam mansion.


Duar.............


Tubuh Mira bagai disambar petir mendengar ucapan David, air matanya mengalir dengan deras merasa hatinya sangat sakit. Ia terjatuh dilantai sambil memukul dadanya yang terasa begitu sakit.


"Tarik kembali kata-katamu David!" bentak Albert.


"Kenapa? Kenapa kamu menghancurkan kami lebih dalam lagi. Tidakah kamu puas dengan daddyku! hah" teriak David tak menggubris ucapan Albert.


Mata Mira melotot kaget mendengar ucapan David, ia melihat David dengan kaget membuat David tersenyum smirk. Sedangkan Albert dan Leon yang mendengar ucapan David mengerutkan kening dengan bingung.


"Apa maksudmu son?" tanya Albert.


"Kamu tahu daddy aku sangat tulus mencintaimu saat kamu dengan tega meninggalkan kami hanya karena jati diri daddy yang seorang mafia. Dia menjaga cinta tulusnya tak tergoda dengan wanita di luar sana tapi ini balasan kamu!" bentak David dengan emosi.


"David" ucap Mira sambil menggelengkan kepalanya.


"Kamu itu memang tidak pantas menjadi seorang ibu. Ibu mana yang tega meninggalkan anaknya yang baru berusia 1 bulan setelah ia lahir" teriak David dengan tatapan penuh kekecewaan dan benci.


Deg.........


Jantung Albert dan Leon berdetak dengan cepat mendengar ucapan David. Keduanya sudah bisa menebak apa yang membuat David menjadi emosi seperti ini.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Air mata Mira mengalir dengan deras tak mampu menjawab ucapan sang suami. Melihat hal tersebut Albert sudah mengetahui jawabannya, tubuhnya seketika lemah tak bertenaga hingga akan terjatuh beruntung pak Ed menahannya.


"Tidak mungkin........hiks hiks......ini semua tidak mungkin.....hiks hiks" teriak Leon dengan hancur.


"Puas kamu melihat kami bertiga hancur, ini yang kamu mau kan" ucap David dengan sinis.


"Maafkan mommy nak......hiks hiks hiks.....maafkan mommy"


"Kamu bukan mommy ku, aku membencimu" teriak David dengan emosi.


Bugh.......bugh......prang.......prang.......prang......


David melampiaskan emosinya dengan memukul semua barang di sana. Ia menghancurkan apapun yang ada di dekatnya membuat mansion seperti kapal pecah, tangannya yang berdarah tak ia pedulikan.


Leon terus menangis melihat semua itu membuatnya menutup telinga. Meski Albert merasa sangat hancur tapi ia dengan cepat memeluk tubuh putra bungsunya yang sudah bergetar.


Ia tak mau Leon sampai depresi karena hal ini, jadi sebaiknya ia memilih menenangkan anaknya lebih dulu dari pada dirinya. David berlalu pergi setelah menghancurkan seisi mansion.


~ Mansion Xavier ~


Xander yang sedang bersantai dengan Zelena di taman kaca segera pergi saat membaca pesan dari anak buahnya. Melihat kakaknya yang pergi Zelena dengan cepat menyusul sang kakak.


"Daddy" teriak Xander menggelegar di dalam mansion.


"Ini bukan hutan son" ucap Xavier dengan ketus.


Ia merasa kesal saat waktu berduanya dengan sang istri terganggu. Chloe yang melihat kedatangan sang anak dengan wajah datar hanya diam saja menunggu apa yang akan diberitahu putra sulungnya itu.


"Daddy sama mommy segera ke mansion uncle Albert sekarang" ucap Xander dengan suara dingin.


"Memangnya ada apa son?" tanya Chloe dengan lembut.


"Sampai disana mommy akan tahu" ucap Xander berlalu pergi.


"Xander mommy belum selesai bicara kamu mau kemana" teriak Chloe dengan kesal.


"Sudah baby ayok kita ke sana" ucap Xavier.

__ADS_1


"Iya hubby"


"Aku ikut mom, dad" ucap Zelena.


"Iya princess, kamu pergi bareng Victor aja" ucap Xavier.


"Ckk!! Selalu saja ingin berduaan sama mommy" dengus Zelena.


Xavier tak memperdulikan ucapan putrinya dan bergegas pergi bersama sang istri. Zelena juga segera memanggil Victor untuk ke mansion uncle Albert, meski sedang malas pergi tapi Victor tetap menemani adiknya.


~ Blue Ocean Apartment ~


"Putriku ini betul kamu kan" tanya Thomas menatap Natasha dengan tak percaya.


"Memangnya daddy pikir aku ini siapa" ketus Natasha dengan wajah cemberut.


"Kemana perginya bantal empuk di perutmu itu sayang" ucap Thomas sambil terkekeh.


"Mommy" adu Natasha kepada Valeria.


"Honey" ucap Valeria dengan tatapan tajam.


"Hehehe! Aku hanya kaget saja ternyata putri gempalku sudah berubah menjadi boneka barbie honey" ucap Thomas sambil cengesan.


"Daddy" teriak Natasha dengan kesal.


Hahahahaha...........


Thomas tertawa melihat wajah cemberut putrinya yang selalu saja marah jika di sebut gempal. Sedari dulu Natasha selalu di panggil bocah gempal saat pergi ke Indonesia karena tubuhnya yang gendut.


"Ternyata putri daddy sangat cantik saat badannya kurus, tapi kenapa warna kulitmu pucat seperti vampir sih" goda Thomas.


"Warna kulit aku kan sama kayak mommy dad, meski wajah aku perpaduan Asia dan Eropa" ucap Natasha.


"Tapi warna kulitmu seperti vampir sayang"


"Jadi warna kulitku seperti vampir ya" ucap Valeria sambil tersenyum smirk.


Glek...........


Thomas menelan salivanya dengan susah melihat senyum smirk sang istri. Ia lupa jika warna kulit putrinya sama seperti punya Valeria yang putih seperti orang Asia meski terlihat sedikit pucat.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Natasha sendiri melihat daddynya sambil tersenyum smirk, melihat senyuman putrinya Thomas tahu jika anaknya sengaja mengucapkan kata mommy tadi untuk membalasnya.


Dasar rubah licik, batin Thomas melirik kesal putrinya.


"Rubah licik ya" ucap Valeria dengan suara dingin.


"Tidak honey, aku mana pernah berpikir seperti itu" ucap Thomas dengan cepat, ia lupa jika istrinya bisa menebak apa yang ia pikirkan seperti putra mereka Mikhail.


"Malam ini kamu tidur di luar" ucap Valeria dengan ketus.


Ia berlalu pergi menuju ruang kerja milik Thomas, mendengar ucapan istrinya Thomas kalang kabut mengejar istrinya tak mau mendapat hukuman seperti itu. Natasha melihat keduanya dengan malas sudah biasa dengan sifat keduanya.


"Mommy aku pulang ke penthouse kakak" teriak Natasha.


"Jangan buat masalah di luar sayang" teriak Thomas.


Natasha segera mengambil kunci motor milik daddynya, ia sudah lama tak membawa motor sejak di asrama. Terakhir kali ia menaiki motor mungkin 3 tahun yang lalu.


Sampai di basement ia langsung mengendarai motor sport milik Thomas yang berwarna hitam. Dengan kencang Natasha membelah jalanan meninggalkan pengawal di belakang sana.


Ia tersenyum smirk melihat para pengawal yang sudah tak kelihatan lagi. Natasha kembali melajukan motornya dengan kecepatan tinggi menikmati suasana sore di California.


Ceekkiitt...................


Natasha mengerem motornya mendadak saat tiba-tiba ada 3 pemuda berlari menyebrang jalan tak lihat-lihat. Ia berpikir jika 3 pemuda itu seperti sedang di kejar, ternyata tebakannya itu benar.


"Itu mereka kejar mereka jangan sampai lolos" teriak salah satu pemuda.


"Jangan biarkan mereka lolos" ucap salah satu pemuda dengan suara dingin.


Deg...........


Natasha menegang mendengar suara itu, suara orang yang sangat ia benci dari dulu tapi juga sangat ia cintai. Natasha melirik ke arah suara dan kaget saat mata keduanya saling bertatapan.


"Vincent Keandre Wesly" gumam Natasha dengan suara pelan.


Mata biru tajam dengan iris hitam di tengahnya memandang mata coklat bening milik Natasha dengan tajam. Entah kenapa ada perasaan rindu dan hangat yang menjalar di hatinya melihat mata itu.

__ADS_1


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


To be continue...................


__ADS_2