Heartless 2

Heartless 2
Chapter 53


__ADS_3

🍁Musuh terbesarku dalam hidupku adalah diriku sendiri🍁


.


.


.


.


Bunyi tabrakan kuat menggema membuat semua pengendara kaget melihat kejadian tersebut. Apa lagi saat melihat mobil yang ditabrak truk kayu rusak parah.


Seketika jalanan menjadi macet karena kayu yang berserakan saat truk yang mengangkutnya terbalik setelah menabrak mobil Albert.


Di dalam mobil kesadaran Albert mulai menepis dengan tubuh penuh darah apa lagi badannya terjepit oleh bodi mobil yang sudah hancur dan penyok.


Sebelum kesadarannya menghilang Albert sempat melihat seorang laki-laki memakai topeng badut keluar dari truk dan berjalan menghampirinya.


"Da......vid" lirih Albert menyebut nama putra sulungnya sebelum kesadarannya menghilang.


~ Mansion Rudi ~


Prang..............


Gelas yang dipegang oleh David seketika jatuh dan pecah di lantai membuat semuanya yang berada di sana kaget bukan main.


"Kakak tidak apa-apa kan?" tanya Leon dengan raut cemas.


"Ka David apa ada yang terluka?" tanya Lili dengan khawatir.


"Apa kamu terluka David?" tanya om Rudi tak kalah cemas.


"Tidak apa-apa" ucap David dengan cepat.


"Ka pindah kesini saja biar pecahan gelasnya di bersihkan" ucap Lili.


David tak berkata apa-apa dan segera pindah duduk di samping Lili dan Henry. Entah kenapa perasaannya tidak tenang seperti ada sesuatu yang terjadi saat ini.


Kenapa perasaan aku tidak tenang ya, batin David tak sadar menggenggam erat tangan Lili di sampingnya.


"Ka ada apa?" tanya Lili membuyarkan lamunan David.


"Tidak ada apa-apa" jawab David dengan suara lembut.


Ia tersenyum tipis melihat Lili apa lagi tangannya yang menggenggam erat tangan Lili. Saat Lili akan menarik tangannya David dengan cepat menggenggamnya lebih erat agar tak terlepas.


"Kakak kenapa mukamu merah sekali?" tanya Henry dengan bingung.


"Hah! Kakak cuman kepa....nasan" ucap Lili dengan gugup.


"Otak kakak lagi eror ya. Lagian disini dingin banget masa kakak kepanasan sih" cibir Henry dengan tatapan mengejek.


Bugh.............


"Kakak" pekik Henry dengan kesal saat kepalanya di pukul Lili.


"Diam kamu bocah jangan sok tahu" hardik Lili dengan mata melotot.


"Ckk!! Dasar nenek lampir pemarah" ketus Henry dengan kesal.


Mata Lili melotot melihat adiknya seakan ingin menelannya hidup-hidup. Leon yang melihat kedua adik kakak itu hanya bisa menggelengkan kepalanya, apa lagi saat tatapan matanya mendapati sang kakak yang sedang menggenggam tangan Lili.


Pantes saja wajah Lili merah kayak kepiting rebus. Orang itu semua karena kakak, batin Leon sambil tersenyum penuh arti.


~ Mansion Zelena ~


Berbeda dengan di mansion Rudi saat ini suasana terasa sangat mencekam dan hening di ruang keluarga mansion Zelena.


Bagaimana tidak saat ini Ares sedang duduk berhadapan dengan keluarga lengkap sang kekasih. Tadi saat ia datang ingin menemui kekasihnya ia tak menyangka akan bertemu dengan keluarga Zelena.


Bukan itu saja, Ares juga baru tahu jika kekasihnya adalah putri tunggal pengusaha nomor satu di dunia yaitu Xavier Arthur Wesly yang saat ini sudah di ganti oleh pewaris utama Wesly Group yaitu Xander Leonart Wesly.


"Ayo diminum nak" ucap Chloe dengan suara lembut.


"Terima kasih tante" ucap Ares dengan sopan tapi terlihat sangat kaku.

__ADS_1


"Jangan panggil tante karena kamu ini kekasih Zelena jadi panggil saja mommy"


"Iya mommy"


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Ares tersenyum tulus saat mengucapkan kata mommy seperti ia sedang memanggil ibunya sendiri. Bukan tanpa alasan karena selama ini Ares tidak pernah memanggil seseorang dengan sebutan ibu bahkan ibu kandungnya sendiri.


"Jangan menatap istriku lebih dari 3 detik" hardik Xavier dengan suara dingin dan tatapan tajam.


"Hubby" ucap Chloe melotot memperingati suaminya.


"Ckk!!" decak Xavier dengan kesal melihat tatapan istrinya itu.


Posesif, batin Ares melihat sifat Xavier.


Xander sedari tadi menatap Ares dengan tajam dan datar tak ada senyum atau ekspresi apapun di wajahnya. Sedangkan Victor dan Vincent juga tak kalah tajam menatap Ares seperti sedang memindainya.


"Brother kalian jangan tatap pacar aku kayak gitu" ucap Zelena melotot melihat ketiga kakaknya.


"Diam princess" ucap Victor dengan suara tegas.


"Daddy" adu Zelena.


"Turuti kata kakakmu princess" ucap Xavier dengan suara lembut tapi terdengar tegas.


Zelena mencebik bibirnya melihat para pria di keluarganya karena tak memperdulikan ucapannya. Ares yang melihat hal tersebut merasa sangat gemas dengan kelakuan pacarnya.


"Punya apa kamu sehingga dekati princess kami?" tanya Xander dengan suara dingin dan angkuh.


"Son" ucap Chloe dengan suara tegas.


"Kamu sudah tahu seluruh informasiku dan aku tidak perlu menjawabnya" ucap Ares tak kalah angkuh.


Xander tersenyum smirk mendengar ucapan Ares yang tak takut sama sekali dengannya. Sedangkan Victor dan Vincent menatapnya dengan tatapan tak suka.


"Arok" ucap Xander dengan suara dingin.


Deg.............


"Siapa Arok brother?" tanya Zelena dengan wajah polos.


"Tanyakan saja pada kekasihmu princess" ucap Xander dengan suara dingin.


Zelena menatap Ares meminta jawaban atas pertanyaannya seperti yang diucapkan oleh kakaknya Xander.


"Nanti aku jelaskan mi amor" ucap Ares sambil tersenyum manis.


"Mi amor" pekik twin dengan serentak.


"Iya dong brother Vin dan brother Vic. Itu panggilan kesayangan Ares ke aku" pekik Zelena dengan senang.


"Lalu kamu panggil dia apa princess?" tanya Vincent penasaran.


"Querido"


"Apa" teriak Vincent dan Victor bergema di dalam sana.


"Menggelikan" ejek Xander.


"Biarin! Lagian itu panggilan sayang aku ke pacar aku brother" bantah Zelena dengan kesal.


"Aku kan ikut kayak mommy dan daddy brother! Hehehehe" tambahnya lagi sambil menaik turun alisnya terkekeh.


"Nak Ares jangan dengerin ke empatnya ya. Mereka akan seperti itu kalau berkumpul" ucap Chloe dengan suara lembut.


"Baby" tegas Xavier dengan tatapan tajam.


"Iya suamiku yang paling tampan" balas Chloe sambil tersenyum manis membuat suaminya tak cemburu lagi.


Ares tersenyum tipis melihat keharmonisan keluarga di depannya. Ia merasa sangat nyaman berada disini tidak seperti biasanya jika bertamu ke keluarga tante atau omnya selama ini.


"Querido" ucap Zelena dengan suara lembut duduk di sebelah Ares.


"Princess pindah kesini cepat" hardik Victor dengan suara tinggi.

__ADS_1


"Isshhh! Aku pengen duduk dengan pacarku brother Vic" dengus Zelena dengan tatapan kesal.


"Princess" ucap Xander dengan suara dingin dan aura mengintimidasi.


"Sudah kamu duduk disana mi amor" ucap Ares sambil mengelus kepala pacarnya dengan lembut.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Semua yang disana menatap perlakuan Ares dengan tajam tapi juga senang karena melihat tatapan penuh cinta Ares kepada princess mereka.


Akhirnya Ares pamit pulang setelah berbincang dengan keluarga Wesly. Lebih tepatnya diinterogasi oleh para pria posesif di keluarga Wesly tentang dirinya dan Zelena selama ini.


"Hati-hati dijalan querido" ucap Zelena mengantar Ares di depan mansion.


"Pasti mi amor. Ingat balas pesan dan jawab teleponku mi amor" ucap Ares memperingati kekasihnya.


"Hehehehe! Maaf hp aku ngak charger dari pulang tour" ucap Zelena sambil terkekeh.


"Jangan membuatku khawatir mi amor" ucap Ares dengan suara lembut.


"Maaf"


"Jangan diulangi lagi ya" ucap Ares sambil mengelus pipi Zelena dengan lembut.


Cup...............


Ares mencium kening Zelena dengan lembut sebelum pergi dari mansion kekasihnya menuju mansion sang papa.


Tengah malam Xander yang masih mengerjakan beberapa laporan perusahaan masih terjaga di ruang keluarga.


Tak berselang lama hpnya berbunyi ada panggilan masuk dari Luki di California.


^^^"Hemmmm"^^^


"Maaf menganggu bos, ada berita penting yang harus saya sampaikan bos"


^^^"Katakan"^^^


"Barusan tuan besar Albert kecelakaan setelah pulang dari kantor bos dan saat ini sedang dalam perjalanan menuju Wesly Hospital bos"


^^^"Apa" teriak Xander kaget menggema.^^^


Tak berselang lama David dan Xavier keluar dari kamar mereka masing-masing setelah mendapat kabar dari anak buah mereka di California.


"B.....os" panggil David dangan tubuh lemah tak bertenaga.


"Kita pulang sekarang" ucap Xavier dengan suara dingin.


Hiks...........hiks.........hiks...........hiks........


Air mata David mengalir dengan deras memikirkan keadaan sang daddy. Xavier dan Xander lalu membangunkan semuanya untuk segera bersiap karena malam ini juga mereka akan pulang.


"Kak, daddy baik-baik saja kan" ucap Leon dengan mata berkaca-kaca.


Victor dan Henry lalu memeluk Leon karena tahu saat ini Leon pasti sangat terpukul begitu pula dengan David yang menangis dalam diam sedari tadi.


"Jaga dirimu disini princess" ucap Chloe memeluk tubuh putrinya dengan lembut.


"Apa Zelena tidak boleh ke sana juga mommy?" tanya Zelena dengan mata berkaca-kaca.


"Sabar ya princess karena saat ini keadaan belum stabil disana" ucap Xavier dengan suara lembut mengantikan istrinya yang tak bisa menjawab pertanyaan putri mereka.


"Daddy........hiks hiks hiks hiks" tangis Zelena pecah sambil memeluk daddynya.


"Masa udah punya pacar masih cengeng sih princess. Kayak anak kecil aja" ejek Victor.


"Brother Vic" pekik Zelena dengan tatapan kesal.


Victor tertawa melihat wajah kesal adiknya itu, semua disana tahu jika Victor hanya ingin membuat Zelena untuk tidak menangis lagi.


Setelah pamitan akhirnya Zelena melepas kepergian keluarganya kembali ke California meski ia masih sangat merindukan mereka tapi ia tidak boleh egois.


Semoga keadaan uncle Albert baik-baik saja disana, batin Zelena dengan tulus.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...

__ADS_1


To be continue..............


__ADS_2