Heartless 2

Heartless 2
Chapter 106


__ADS_3

๐ŸJangan menunggu waktu yang tepat hanya untuk melakukan hal yang baik๐Ÿ


.


.


.


.


"Siapa ka?" tanya Leon dengan penasaran.


"Apa yang terjadi ka? Kenapa kakak teriak?" tanya Vincent yang juga penasaran.


David tak menjawab pertanyaan keduanya dan malah menatap Xander dengan tatapan yang sulit diartikan sedangkan Xander seakan tahu ada sesuatu yang yang sedang terjadi dari tatapan David.


"Kalian berdua ikut Luki ke markas sekarang" titah Xander dengan suara dingin.


"Bukannya misi kita malam ya brother?" tanya Vincent.


"PERGI" hardik Xander menggelegar dengan aura mengintimidasi.


Keduanya tak bertanya atau membantah lagi dan bergegas pergi mengikuti Luki keluar dari ruangan Xander sesuai perintahnya barusan.


Tersisa David dan Xander yang berada didalam ruangan itu, Xander menatap David dengan tajam agar segera berbicara apa yang ingin ia katakan sedari tadi.


"Mansion uncle Kevin barusan terbakar bos" ucap David dengan cepat.


"Bagaimana bisa? Bukannya penjagaan untuk semuanya sudah diperketat?" tanya Xander dengan kening berkerut.


"Aku juga tidak tahu bos karena barusan Lili yang beritahu"


"Suruh Luki cari tahu kenapa bisa terjadi kebakaran di mansion uncle Kevin dan tanya anak buahmu bagaimana dengan uncle Kevin dan lainnya" titah Xander dengan suara tegas.


"Baik bos"


David mulai berkutat dengan hpnya untuk memberi perintah kepada Luki dan anak buahnya, sedangkan Xander menatap ke luar menerawang memikirkan kejadian yang barusan terjadi di mansion uncleย Kevin. Apa ini murni kecelakaan atau ada orang yang sengaja membakarnya.


"Bos uncle Kevin dan keluarganya baik-baik saja dan saat ini berada di apartemen Lili" ucap David sambil membaca pesan dari anak buahnya.


"Heemmm"


"Luki sudah mengirim cctv di mansion uncle Kevin ke emailย bos" ucap David memberitahu.


Xander lalu membuka cctv yang barusan di kirim oleh Luki begitu juga dengan David yang membuka hpnya melihat rekaman cctv di mansion uncle Kevin yang barusan di kirim oleh Luki.


Kening keduanya mengerut saat menonton rekaman tersebut dimana Henry dan kedua orang tuanya bertingkah aneh, saat Henry mendapat telpon dari seseorang dan bergegas masuk ke kamar utama di lantai satu.


Saat kebakaran terjadi tenyata rekaman cctv tidak menangkap adanya pergerakan dari dalam kamar utama sampai kamar tersebut hangus dan rekamannya sampai situ saja.


"Bos jangan bilang mereka sudah mengetahui kejadian ini sebelum terjadi" tebak David dengan penasaran.


"Ada orang yang tahu hal ini akan terjadi dan pasti orang itu yang memperingati mereka"


"Tapi siapa bos?" tanya David semakin bingung.


Xander diam tak menjawab pertanyaan David karena memang ia juga tidak tahu tapi entah kenapa otaknya langsung tertuju kepada Mikhail.


Jangan bilang kalau orang itu King, batin Xander

__ADS_1


"Hubungi daddy" perintah Xander dengan suara dingin.


"Baik bos" ucap David segera menghubungi tuan besar yaitu Xavier.


"Halo" ucap Xavier dengan suara berwibawa dari seberang.


^^^"Daddy tahu tentang kejadian uncle Kevin?" tanya Xander to the point.^^^


"Heeemmm"


^^^"Siapa yang membantu uncle Kevin daddy?" tanya Xander dengan cepat.^^^


"You know the answer son" (kamu tahu jawabannya nak)


^^^"Ckk!! Bagaimana bisa dia mengetahui hal itu daddy" dengus Xander dengan kesal.^^^


"Well!ย Jika kamu penasaran kamu bisa bertanya langsung ke orangnya son" balas Xavier sambil terkekeh dari seberang.


...๐Ÿ ๐Ÿ ๐Ÿ ๐Ÿ ๐Ÿ...


Xander mendengus kesal dan langsung mematikan panggilannya sepihak tak perduli jika daddynya di sana kesal karena panggilannya sudah ia matikan sepihak tak menjawab ucapan daddynya lagi karena kesal.


"Raja setan itu yang memberitahu uncle Kevin kalau akan terjadi kebakaran di mansion" ucap Xander.


"Bagaimana bisa King mengetahui hal itu bos?" tanya David dengan kaget.


"Ckk!! Raja setan itu selalu saja bisa mengetahui apa yang akan terjadi" ketus Xander.


Keduanya diam dengan pemikiran masing-masing memikirkan nama Mikhail di benaknya, dimana David berdecak kagum dengan kehebatan Mikhail sedangkan Xander mendengus kesal karena lagi-lagi Mikhail selangkah maju didepannya.


~ Mansion Utama Wesly ~


Tak lama keduanya di interupsi oleh keributan yang terjadi di lantai satu akibat Victor dan Zelena yang sedang beradu mulut karena di ganggu oleh Victor.


"Kapan mereka berdua bisa tenang jika bertemu hubby" keluh Chloe sambil mengurut keningnya yang berdenyut sakit mendengar keributan keduanya.


Melihat istrinya yang sudah pusing karena keributan kedua anaknya dengan cepat Xander berjalan menuju pembatas lantai dua untuk menegur keduanya agar jangan membuat keributan.


"DIAM" hardik Xavier dengan suara menggelegar mengagetkan keduanya di bawah sana dan juga Chloe yang tak jauh dari suaminya berdiri.


"Daddy" ucap keduanya dengan serentak.


"Jika kalian masih ribut segera pergi ke markas dan bersihkan kandang anak-anak Sandra!" bentak Xavier dengan suara tegas.


Keduanya seketika diam dan menunduk tak ingin mendapat hukuman dari daddy mereka yang sangat keras meski tak sekeras kakak mereka Xavier. Melihat keduanya yang sudah diam Xander segera berlalu kembali menghampiri istrinya di balkon lantai dua.


"Brother Vic sih gangguin aku mulu" dengus Zelena dengan kesal.


"Habis brother kangen sih gangguin kamu princess" ucap Victor sambil tersenyum lebar.


Eehhh.......


Zelena kaget tak habis pikir dengan jalan pikir kakaknya itu karena biasanya orang kangen itu selalu kangen dengan hal-hal yang baik bukan seperti kakaknya itu.


"Kakak masih waras kan?" tanya Zelena dengan polos.


"Ya iyalah princess! Masa seorang artis terkenal gila sih" kesal Victor dengan tatapan sinis.


"Ya habis brother Vic aneh deh. Masa kangen sama aku itu hanya untuk gangguin aja"

__ADS_1


Hehehehe.................


Victor terkekeh mendengar ucapan adiknya dan tak berselang lama keduanya kembali ribut karena ulah Victor, membuat semua penghuni mansion mengelus dada mereka yang hampir copot karena teriakan keduanya yang sangat berisik dan memekikkan telinga.


~ Markas Devil Dragon ~


Setibanya di markas keduanya langsung menuju ruang pertemuan mengikuti Luki untuk membahas rencana malam nanti.


Setelah memastikan keduanya sudah siap dan mengerti Luki segera keluar dari ruang pertemuan untuk mengerjakan beberapa pekerjaannya yang masih belum selesai.


"Aku itu masih penasaran sama siapa yang bicara sama ka David Vin" ucap Leon.


"Aku juga" balas Vincent dengan suara dingin.


"Kira-kira apa yang mereka bicarakan tadi ya?" tanya Vincent lagi dengan penasaran.


"Mana aku tahu. Sepertinya itu bukan hal yang baik karena tadi wajah kakak kayak kaget gitu dan ada raut cemas juga"


"Menurut ka Leon siapa kekasih ka David?" tanya Vincent dengan cepat.


...๐Ÿ ๐Ÿ ๐Ÿ ๐Ÿ ๐Ÿ...


Leon menatap Vincent dengan tatapan bingung karena ia juga sangat penasaran siapa perempuan yang bisa menggerakkan hati kakaknya itu dan juga bisa tahan dengan sifat dingin, kasar, dan arogan kakaknya selama ini selain daddy mereka dan ka Xander.


Tiba-tiba mata Leon hampir copot setelah mengetahui siapa wanita yang saat ini dekat dengan kakaknya, apa lagi saat ingatannya kembali waktu di apartemen kakaknya saat ia memergoki keduanya yang sedang bermesraan waktu itu.


"Lili" ucap Leon.


"Lili? Siapa Lili?" tanya Vincent dengan kening berkerut.


"Liliana dokter pribadi ka Xander anak uncle Kevin dan aunty Rahel" papar Leon dengan suara tegas.


"APA" pekik Vincent dengan kaget mendengar ucapan ka Leon barusan mengenai kekasihnya ka David.


Ia kaget bukan main tak menyangka jika Liliana si gadis kutu buku itu ternyata kekasih dari ka David dan saat ia membayangkan keduanya jika sedang berkencan ia terkekeh ingin melihat kencan ala keduanya.


"Kamu kenapa ketawa seperti itu Vin?" tanya Leon dengan kening berkerut.


"Tidak apa-apa ka Leon. Ayo kita berlatih saja untuk malam" ajak Vincent.


"Oke deh"


~ Kingdom Apartment ~


Mikhail menatap suasana siang California dari depan kaca, dengan pemikiran berkelana kemana-mana memikirkan semua yang sedang terjadi saat ini dan juga rencananya untuk minggu depan.


Eughh...........


Suara lenguhan terdengar dari atas ranjang membuat Mikhail segera berbalik dan bersedekap tangan di dada.


Ia menatap Clarisa yang baru saja bangun sejak semalam dengan tatapan tajam dan dingin membuat aura didalam kamar terasa sangat dingin dan mencekam.


Clarisa yang baru sadar perlahan-lahan membuka matanya dan mengerjab beberapa kali untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam matanya membuat matanya terasa perih karena baru saja bangun.


"Apa tidurmu puas?" tanya MIkhail dengan suara dingin mengagetkan Clarisa.


Deg...............


...๐Ÿ ๐Ÿ ๐Ÿ ๐Ÿ ๐Ÿ...

__ADS_1


To be continue.............


__ADS_2