Heartless 2

Heartless 2
Chapter 155


__ADS_3

🍁Gagal itu urusan nanti yang terpenting itu kita berani mencoba dan mencoba lagi jika belum berhasil🍁


.


.


.


.


Sampainya di markas Ares bergegas turun dari mobil lalu bergegas ke pintu penumpang untuk mengendong kekasihnya masuk ke dalam markas karena kaki Zelena masih di gips jadi belum bisa jalan sendiri.


“Aku pakai kursi roda saja querido” ucap Zelena dengan cepat sebelum mereka masuk ke dalam markas.


Ares memberi isyarat kepada Hans pengawal Zelena untuk membawa kursi roda milik kekasihnya yang tersimpan di mobil pengawal.


“Selamat datang tuan dan nona” ucap Gery yang kebetulan berada di markas malam ini.


“Bawa ja***g itu ke ruang interogasi” titah Ares dengan suara dingin.


“Baik tuan” balas Gery dengan suara tak kalah dingin.


Gery lalu memberi isyarat kepada anak buahnya untuk membawa Daniella ke ruang interogasi. Sepanjang jalan menuju ke ruang interogasi Zelena melihat sekelilingnya karena baru pertama kali datang ke markas Ares.


Ngak jauh beda sama markas milik brother tapi markas brother lebih besar dan mewah dari punya Ares, batin Zelena.


“Apa yang kamu pikirkan mi amor?” tanya Ares dengan suara lembut sambil mendorong kursi roda Zelena.


“Aku tidak sangka akan melihat bisnis gelapmu querido” jawab Zelena dengan cepat.


“Ya karena sudah saatnya kamu tahu apa yang dilakukan kekasihmu selain bekerja di perusahaan mi amor” balas Ares dengan suara dingin.


“Apa kamu melakukan bisnis ilegal selain menjual senjata querido?” tanya Zelena dengan penasaran.


“Dulu saat masih papa masih menjadi ketua di sini papa yang menjalankan bisnis haramnya tapi setelah aku yang memimpin aku merubah semuanya dan hanya berbisnis senjata ke seluruh dunia seperti yang kakakmu lakukan mi amor” papar Ares menjelaskan dengan jujur.


“Ternyata pacarku ini memiliki pemikiran yang sangat mulia” balas Zelena dengan bangga.


Cup…………………


Ares mengecup bibir Zelena membuat Zelena melotot tajam menatapnya memperingati untuk tidak melakukan hal-hal seperti itu, karena mereka berada didepan umum yang hanya dibalas kekehan Ares.


Sampainya di ruang interogasi Zelena kaget melihat Daniella yang sangat berbeda jauh dari biasanya dan ia tak menyangka jika kekasihnya akan memberi hukuman kepada Daniella segitu parahnya.


“Querido apa kamu bisa jelaskan ini semua?” tanya Zelena dengan suara tegas.


“Dia pantas mendapatkannya karena sudah membuatmu masuk rumah sakit mi amor” jawab Ares dengan suara tegas sambil menatap Daniella dengan tatapan membunuh.


Phew……………..


Zelena membuang napasnya dengan kasar tak tahu harus berkata apa mendengar ucapan kekasihnya. Ia lalu melajukan kursi rodanya sendiri menuju ke arah Daniella yang sedang diikat berbentuk huruf X.


Mata Zelena memindai tubuh Daniella dengan teliti dari ujung kepala sampai ujung kaki merasa ngeri melihat tubuh Daniella yang penuh bekas luka cambuk, apa lagi jari tangannya sudah tidak ada lagi dan ia tahu itu perbuatan kekasihnya.


“Tinggalkan aku dan dia sendiri” ucap Zelena dengan suara tegas.


“Ngak mi amor aku ngak mengijinkannya” bantah Ares dengan suara tegas.


“Apa kamu takut aku akan di sakiti oleh dia yang ngak bisa berbuat apa-apa lagi querido?” tanya Zelena dengan tatapan tajam.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Ares membalas tatapan kekasihnya tak kalah tajam tapi pada akhirnya ia mengalah dan memberi isyarat kepada semuanya untuk keluar meninggalkan Zelena dan Daniella didalam sana. Lagian Daniella tidak akan bisa menyakiti kekasihnya dengan kondisi tubuh cacat seperti itu.

__ADS_1


Setelah melihat semuanya sudah pergi Zelena lalu berdiri tepat didepan Daniella sehingga mata keduanya saling bertatapan.


“B**ch! Ini semua karena salah loe ampe gue dihukum sama ka Ares sialan!” bentak Daniella dengan suara tinggi menggelegar didalam sana.


“Hehehe! Gue kira loe ngak punya tenaga lagi buat bicara tapi ternyata gue salah ya” balas Zelena sambil terkekeh.


“Gue bakal bunuh loe perempuan sialan” teriak Daniella dengan suara tinggi.


“Bunuh gue? Emang loe bisa ya dengan tangan cacat seperti itu” ejek Zelena sambil tersenyum sinis.


“An***g loe ja**ng! Biadab loe bangsat” maki Daniella dengan emosi.


“Apa alasan loe mendorong gue waktu di parkiran?” tanya Zelena tak menggubris makian Daniella barusan.


“Karena loe itu pantas buat mati ja***g. Karena loe gue ngak disayang lagi sama papa dan karena kehadiran loe keluarga gue berantakan berengsek” jawab Daniella dengan suara menggelegar.


“Apa loe itu gila? Gimana bisa karena kehadiran gue keluarga loe berantakan? Bukannya sejak dulu loe sama mama loe itu ngak diakui sama papa Ares ya?” tanya Zelena dengan wajah polos.


“Ini semua karena loe sialan. Gue berharap loe mati mengenaskan dimakan anj**g liar di luar sana” jawab Daniella dengan emosi.


Seketika mata Zelena menatap Daniella dengan tajam tak seperti biasa, membuat Daniella menelan salivanya dengan susah mendapat tatapan Zelena yang tidak seperti biasa.


Bibir zelena tersenyum menyeringai membuat bulu kuduk Daniella berdiri, apa lagi melihat Zelena yang maju ke depan sambil mengeluarkan pisau lipat milik Ares dari balik bajunya yang entah kapan ia ambil.


“Loe! Apa yang loe mau lakuin sialan! Jangan maju berengsek” hardik Daniella sambil memberontak.


“Kita lihat siapa yang akan mati hari ini ja***g! Hehehehe” balas Zelena sambil terkekeh.


Sret………………arrrgghhh…………………


Suara jeritan kesakitan bergema didalam sana saat Zelena menusuk p**ut Daniella dan memutar pisaunya disana membuat Daniella berteriak sangat kesakitan.


Hahahahaha……………….


Sret…………sret……………sret……….sret………….


“****” maki Ares dengan tatapan berkilat tajam.


Ares berlari menuju ke ruang interogasi dan sampai disana ia langsung menarik kursi roda Zelena dan menjauhkannya dari sana.


Mata tajam hitam Ares menatap Zelena dengan dingin dan tak menyangka jika kekasihnya akan melakukan hal seperti itu.


“Sudah puas bermainnya mi amor?” tanya Ares dengan suara dingin dan berat.


“Belum querido” jawab Zelena sambil tersenyum lebar.


“Kontrol dirimu mi amor. Kamu itu bukan seorang pembunuh dan ingat ini tubuhmu bukan dia!” bentak Ares dengan suara menggelegar.


“Hehehehe! Kami itu satu querido dan siapa yang sudah mengusik kami harus dimusnahkan” balas Zelena sambil terkekeh.


“Kita pulang sekarang dan mulai sekarang kamu dihukum tidak boleh keluar dari mansion selama 1 bulan mi amor” ucap Ares dengan suara tegas.


“Cih!!” decih Zelena dengan bibir manyun mendengar ucapan kekasihnya.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Ares lalu mengendong Zelena pergi dari sana tak lupa memberi isyarat kepada Gery untuk mengurus Daniella.


Ia yakin Daniella pasti tidak akan selamat lagi karena tusukan Zelena sangat banyak di tubuhnya apa lagi darahnya yang sangat banyak disana.


“Nona Zelena ternyata sama kejam dengan tuan” gumam Gery melihat tubuh Daniella yang sudah tak bisa dikenali lagi.


“Nona Daniella sudah tak bernyawa lagi bos” ucap anak buahnya setelah mengecek Daniella.

__ADS_1


“Buka ikatannya dan bersihkan tubuhnya. Gue tanya dulu ke tuan mau diapain mayat nona Daniella” titah Gery dengan suara dingin.


“Baik bos” balas anak buahnya dengan patuh.


~ Mansion Ares Rahardian ~


Sampainya di mansion Ares segera mengendong Zelena yang sudah tertidur pulas didalam mobil menuju kamar mereka di lantai dua. Sampai di kamar ia lalu mengantikan pakaian Zelena dengan baju tidur yang biasa ia pakai.


“Tahan Ares loe ngak boleh lepas kendali” ucap Ares mengontrol birahinya saat melihat tubuh kekasihnya.


Setelah memakaikan Zelena baju tidur ia bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum tidur. Selesai membersihkan diri Ares mengambil hpnya yang bergetar ada panggilan masuk dari Gery.


^^^“Kenapa?” tanya Ares dengan suara dingin.^^^


“Nona Daniella sudah tewas tuan” jawab Gery.


Phew…………………


Ares membuang napasnya dengan kasar, karena ia belum puas memberikan hukuman kepada Daniella tapi kekasihnya sudah memberi hukuman mati kepadanya.


^^^“Bersihkan tubuhnya dan kirim mayatnya ke mansion papa”^^^


“Baik tuan”


^^^“Jangan lupa buat berita mengenai ja**ng itu yang mati karena overdosis obat tidur di villanya dan jangan lupa publikasikan skandalnya selama ini” titah Ares dengan suara dingin.^^^


“Tapi skandal nona Daniella akan membuat saham perusahaan menurun tuan” ucap Gery memberi tahu dampak dari berita tersebut.


^^^“Ngak apa-apa karena gue yang akan menstabilkan saham perusahaan nanti” balas Ares dengan suara tegas.^^^


“Baik tuan”


Ares lalu mematikan panggilannya sepihak dan menelpon papanya untuk memberitahu hal ini agar papanya jangan kaget saat Gery mengirim mayat Daniella ke mansion sang papa.


“Halo”


^^^“Ada yang ingin aku beritahu ke papa” ucap Ares to the point.^^^


“Apa di mansion kamu ngak punya jam Ares?” tanya Sean dengan suara dingin dari seberang.


^^^“Daniella sudah meninggal dan bentar lagi mayatnya akan dikirim ke sana” jawab Ares tak menggubris ucapan papanya.^^^


“APA” pekik Sean dengan kaget.


^^^“Gery akan menunjukan video detik-detik kematian ja**ng itu sebelum aku menghapusnya nanti” ucap Ares dengan santai.^^^


“Apa yang terjadi son?” tanya Sean dengan cepat.


^^^“Nanti juga papa akan tahu. Satu lagi aku kan membuat berita kematiannya berbarengan dengan skandalnya selama ini, jadi itu akan berdampak ke saham perusahaan pa” jawab Ares dengan suara dingin.^^^


Phew………….


Ares mendengar suara papanya yang menghela napas dengan kasar tak tahu harus berbicara apa mengenai berita yang ia sampaikan.


“Wanita itu tidak akan menerima dengan mudah kematian putrinya Ares”


^^^“Aku tahu pa dan aku siap kapanpun dia ingin membalas kematian putri ja**ngnya itu”^^^


“Terserah kamu saja. Besok ingat untuk datang kesini bersama Zelena”


^^^“Iya pa”^^^


Ares lalu mematikan panggilannya sepihak dan segera tidur karena ia yakin besok ia harus bersiap menghadapi mama tirinya itu.

__ADS_1


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


To be continue…………………


__ADS_2