Heartless 2

Heartless 2
Chapter 202


__ADS_3

🍁Kamu bukanlah tidak mampu, hanya saja kamu terlalu menakuti dirimu sendiri dengan kemungkinan yang belum tentu terjadi🍁


.


.


.


.


Zelena menatap bintang di luar sana yang sangat banyak malam ini dari taman di samping kolam berenang.


Sejak sore ia sudah mempersiapkan kejutan untuk suaminya yang katanya malam ini akan pulang, entah jam berapa tapi ia sudah sangat tidak sabar ingin melihat reaksi sang suami.


"Nak kita akan buat kejutan buat papa malam ini ya" ucap Zelena sambil mengelus perut ratanya.


Ia tersenyum lebar merasa perutnya sedikit menonjol dari sebelumnya. Para pelayan yang melihat sang nyonya terus tersenyum, mengerutkan kening mereka ingin tahu apa yang membuat nyonya mereka terus tersenyum.


"Nyonya" panggil Tio dengan suara lembut.


"Ada apa pak Tio?" tanya Zelena dengan suara lembut.


"Sebaiknya nyonya masuk saja ke dalam karena udaranya semakin dingin nyonya. Saya takut nyonya jatuh sakit nanti" jawab pak Tio dengan cemas.


"Aku masih mau lihat bintang di sini pak Tio. Tolong bawakan segelas coklat panas dan selimut untukku" balas Zelena kekuh masih ingin melihat bintang.


"Baik nyonya" ucap pak Tio dengan sopan.


Pak Tio lalu menyuruh pelayan mengambil selimut untuk Leila dan juga membuatkan segelas coklat panas untuknya.


"Nyonya" panggil pak Tio sambil menaruh segelas coklat panas didepannya.


"Terima kasih ya pak Tio" balas Zelena dengan suara lembut.


"Sama-sama nyonya"


Zelena lalu mengambil selimut yang dibawa pelayan dan menutup tubuhnya rapat. Ia lalu mengibas tangannya menyuruh pak Tio dan para pelayan pergi karena ia ingin sendiri saja.


2 Jam kemudian


Merasa sudah terlalu lama ia di luar, Zelena akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam mansion. Apa lagi udara malam ini terasa sangat dingin.


"Nyonya makan malamnya" ucap pak Tio saat Zelena hendak naik ke lantai dua.


"Aku ngak ada selera makan pak Tio. Pak Tio suruh pelayan bereskan saja" ucap Zelena melanjutkan langkahnya ke lantai dua.


Pak Tio tidak memaksa lagi karena yakin sang nyonya tidak akan mau makan lagi. Berbeda jika ada tuannya maka pasti Zelena akan di suruh makan dan tidak boleh membantah.


Deru mobil berhenti di depan mansion dan tak berapa lama sosok tuan pemilik mansion keluar setelah Gery membukakan pintu untuknya.


"Loe pulang aja ngak usah masuk lagi" ucap Ares dengan suara dingin.


"Baik tuan. Selamat beristirahat" ucap Gery dengan sopan.


Melihat sang tuan sudah masuk ke dalam mansion barulah Gery pulang ke apartemennya. Beruntung besok hari minggu jadi ia bisa tidur sampai puas tidak harus bangun pagi-pagi untuk ke kantor.


"Selamat datang tuan" ucap pak Tio dan para pelayan menyambut kedatangan Ares.


Zelena yang hendak masuk ke dalam kamar seketika berhenti saat mendengar ucapan pak Tio dan pelayan di bawah sana.


Mata hazelnya lalu melihat ke arah bawah dan mendapati sang suami sedang berdiri tersenyum menatapnya dengan penuh cinta.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Entah kenapa melihat sang suami ada rasa kesal dihatinya, karena ia sudah menunggu kepulangan suaminya sedari tadi tapi Ares baru pulang.


Brak....................


"Ada apa dengan istriku?" tanya Ares dengan kaget saat pintu kamar mereka di banting dengan kuat.


"Maaf tuan saya tidak tahu" jawab pak Tio.


Dengan langkah panjang Ares segera naik ke lantai dua menyusul sang istri. Ia sangat penasaran apa yang membuat istrinya seperti itu, apa lagi ia tidak melakukan kesalahan.


Sampainya di kamar Ares tidak mendapati istrinya didalam kamar. Pandangannya lalu tertuju ke arah pintu balkon yang terbuka dan ia yakin istrinya berada disana.


Benar saja Zelena berada disana sambil menatap langit. Rambut panjangnya tertiup angin membuat penampilannya Zelena semakin cantik di bawah sinar bulan.


"Mi amor" panggil Ares dengan suara lembut.


"Berhenti disitu" ucap Zelena dengan suara tegas sambil berbalik menatap suaminya dengan tajam.


Ares berhenti mendengar suara sang istri apa lagi matanya yang tajam seakan ingin menelannya hidup-hidup.


Apa gue ada buat salah, batin Ares berpikir apa kesalahan yang ia perbuat.


"Mi amor kamu kenapa?" tanya Ares dengan suara lembut.


"Kenapa pulang?" tanya balik Zelena dengan suara dingin.


"Loh kan kamu tahu aku kemana mi amor. Aku segera pulang setelah menyelesaikan pekerjaan aku di luar kota mi amor" jawab Ares eneba jujur.


"Kamu jahat...........hiks hiks hiks" tangis Zelena pecah membuat Ares kalang kabut.


Grep..............

__ADS_1


Ares memeluk istrinya tidak perduli dengan penolakan Zelena yang terus memukul dadanya ingin lepas. Tenaga Zelena yang tidak sebanding dengan suaminya membuat Zelena tetap tidak bisa melepaskan pelukan Ares.


"Kamu kenapa mi amor? Jika aku ada salah aku minta maaf" ucap Ares sambil mengelus kepala sang istrinya dengan lembut.


"Kamu bilang pulang hari ini tapi aku tunggu dari siang kenapa kamu baru datang" ucap Zelena dengan bibir mengerucut.


"Maaf mi amor. Tadi jet aku harus delay selama 2 jam karena tiba-tiba saja hujan deras di sana" ucap Ares menjelaskan alasan ia pulang terlambat.


"Beneran?" tanya Zelena dengan selidik.


"Beneran mi amor. Buat apa aku membohongi istriku" jawab Ares sambil mengangkat dagu Zelena.


Mata keduanya bertatapan dengan penuh cinta. Entah siapa yang memulai duluan, bibir keduanya sudah bertemu dan menyalurkan rasa rindu selama 1 minggu tidak bertemu karena kesibukan Ares.


"I Miss you mi amor" bisik Ares setelah ciuman keduanya terlepas.


"I Miss you too querido" balas Zelena sambil tersenyum manis.


Cup...............


Ares kembali mempertemukan bibir mereka saling menyesap dan melum.at merasakan rasa bibir masing-masing.


Bagian tubuh yang tidak berulang itu seakan membuat keduanya tidak pernah bosan untuk bertemu. Bahkan bibir Zelena sampai bengkak melayani ciuman sang suami yang menuntut.


"Bersihkan dulu dirimu querido" ucap Zelena saat Ares hendak melakukan lebih.


"Heemmm" deham Ares menahan gairahnya yang sudah terbangun.


Ares menghirup aroma tubuh sang istri dengan dalam menetralkan gairahnya. Zelena sebenarnya ingin melayani sang suami, tapi ia ingat dengan kejutannya yang sudah ia siapkan.


Saat keluar dari kamar mandi Ares tidak mendapati istrinya didalam kamar. Keningnya bahkan mengerti tak ada mendapati pakaian tidur untuknya seperti biasa.


Tak mau ambil pusing ia bergegas masuk walk in closet untuk mengambil pakaian. Baru saja ingin mengambil boxer, matanya lalu tertuju ke kotak putih kecil dengan tulisan Untuk Suamiku di bagian luar.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Karena penasaran Ares lalu membuka kotak ini dan mendapati foto hitam putih yang tidak ia mengerti dengan secarik kertas kecil.


Hay papa


Tunggu aku 8 bulan lagi ya. Aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan papa dan mama


Your lovely child


Deg...............


Jantung Ares berdetak dengan cepat membaca tulisan itu. Dengan langkah panjang ia bergegas keluar ingin menemui sang istri untuk menanyakan hal ini.


"Mi amor kamu" ucap Ares dengan lidah keluh menghampiri Zelena di balkon kamar.


Grep...............


Ares memeluk sang istri dengan erat sambil mencium puncak kepalanya berkali-kali merasa sangat bahagia.


"Terima kasih mi amor. Terima kasih untuk kado terindah ini" ucap Ares dengan suara lembut.


"Sama-sama querido" balas Zelena.


~ Mansion Utama Parker ~


Suasana di mansion utama Parker saat ini sangat ramai karena semua keluarga besar Wesly dan juga Valeria berada di sana.


"Aku setuju dengan usul kamu Val" ucap Chloe.


"Baiklah berarti besok kita akan merayakan pesta kesembuhan anak kita semua di hotel milik aku saja" ucap Valeria dengan suara dingin.


"Oke Val" ucap Mira dan Chloe dengan serentak.


"Jangan lupa Teivel dan Marcel juga honey" ucap Thomas.


"Itu sudah pasti honey" balas Valeria.


"Son panggilkan semua saudara kamu" ucap Xavier menatap Victor yang baru saja datang bersama Rio.


"Ah! Daddy menyebalkan. Aku kan ingin menemui kekasihku dad" ucap Victor dengan kesal.


"Jangan membantah Vic" ucap Xavier dengan suara tegas.


Victor menghentak kakinya di lantai merasa kesal karena tak bisa melawan ucapan daddynya. Ia lalu pergi ke taman samping diikuti Rio mengekor di belakangnya.


"Rio tahan juga ya di sisi Victor" ucap Bryan.


"Dia itu udah tahan banting dengan kelakuan anak aku itu. Mereka berdua itu seperti perangko yang tidak akan bisa dipisahkan" ucap Chloe.


"Tapi aku akui sama dia. Selama ini tidak ada yang bertahan jadi manajer Victor karena kelakuannya itu tapi Rio dia benar-benar bisa tahan sama Victor sampai sekarang" ucap Thomas mengakui ketahanan Rio.


"Karena itulah aku sudah menganggap dia bagian dari keluarga kami" ucap Chloe sambil tersenyum manis.


Tes................


Air mata Rio jatuh saat mendengar ucapan nyonya Wesly barusan, ia merasa sangat tersentuh dan tidak menyangka. Victor lalu menepuk bahunya dan mengangguk kepalanya seakan berkata apa yang di bilang mommynya benar.


"Son apa ingatan kamu sudah pulih?" tanya Xavier menatap putra sulungnya setelah semuanya berada di ruang keluarga.


"Iya daddy" jawab Xander singkat.

__ADS_1


"Kalau begitu ceritakan apa yang terjadi waktu itu" pinta Xavier.


Xander menatap semua keluarga besarnya yang melihatnya dengan tatapan penuh keingintahuan.


Matanya lalu menatap David yang di beri angguk kepala, sedangkan Marcel ia tidak bereaksi apa-apa seakan menyerahkan semuanya kepada Xander.


"Apa yang ingin kalian semua dengar?" tanya balik Xander dengan suara dingin.


"Semuanya brother. Apa saja yang terjadi selama brother disana" jawab Vincent dengan cepat.


"Aku rasa sebaiknya kita menunggu King datang baru kami cerita" usul Xander.


"Aku setuju dengan tuan muda pertama Wesly" ucap Marcel.


Phew...............


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Semuanya membuang napas dengan kasar mendengar ucapan Xander. Padahal mereka sudah sangat penasaran sebenarnya apa yang terjadi disana.


"Itu bukan cerita dongeng seperti di film-film Vic" ucap Xander sambil tersenyum menyeringai menatap adik ketiganya.


"Ckk!! Yang bilang dongeng siapa brother" decak Victor dengan kesal.


Hehehehe...............


Xander terkekeh melihat wajah cemberut sang adik yang sangat jelek. Menggoda Victor adalah kesenangan dia dan saudaranya yang lain selama ini.


"Tapi besok baru ka Mikhail datang. Jadi kita harus menunggu lagi" ucap Henry tak sabar.


"Sabar bocah. Jadi orang sabar itu nanti banyak pahalanya" ucap Leon.


"Jangan bilang itu padaku Ka. Seharusnya ucapan itu buat ka Leon saja karena tidak sabar menunggu balasan dari model kemarin" ketus Henry dengan tatapan sinis.


"Model?" tanya Albert yang sedari tadi diam.


"Diam kamu bocah sebelum aku menjahit mulutmu" ancam Leon dengan mata melotot.


"Daddy lihat ka Leon ingin menyakiti aku" adu Henry.


"Ya kamu lawan Henry" balas Kevin pusing dengan kelakuan putranya.


"Daddy menyebalkan. Bilang saja daddy takut sama uncle Albert makanya tidak berani memarahi ka Leon" seru Henry dengan kesal.


Bugh..............


"Daddy" pekik Henry saat Kevin melemparnya dengan kotak tisu.


"Rasain kamu bocah" ejek Leona dengan Victor.


"Mommy" adu Henry ke Rahel.


"Sudah jangan mengeluh nanti kamu adu saja mereka ke ka Lili dan ka Xander" bujuk Rahel.


"Hehehehe! Oke mom" balas Henry sambil terkekeh.


Henry langsung duduk di samping kakaknya dan bergelayut manja. Melihat hal itu Leon seakan ingin menelannya hidup-hidup begitu juga dengan Victor.


"Mommy kapan kakak datang?" tanya Natasha yang baru saja datang setelah selesai menyusui putri kecilnya.


"Mommy tidak tahu baby" jawab Valeria.


Chloe lalu menerima baby Winter dari menantunya karena ingin bermain dengan cucunya.


"King sedang dalam perjalan kesini bersama Teivel dan Damon" ucap Marcel membuat semua mata langsung menatapnya.


"Damon sudah ketemu?" tanya Thomas dengan kaget.


"Susah tuan besar" jawab Marcel.


"Dimana?" tanya Thomas semakin penasaran.


"Aku tidak tahu tuan besar. Nanti mereka sampai baru tuan besar tanya saja" jawab Marcel santai.


"Heeemm"


Drreett................................


Bunyi getaran dari samping mansion membuat semuanya panik. Mereka bergegas langsung menuju ke arah samping ingin melihat apa yang tejadi.


Wowww...............


Decak Leon, Victor, Henry, dan Rey melihat 3 buah jet tempur yang baru saja landing di landasan pribadi uncle Thomas.


Semua mata langsung tertuju ke arah jet tempur yang berwarna hitam keemasan dengan nama KM di sayapnya.


"Mikhail" ucap semuanya dengan serentak melihat sosok yang baru turun dari jet tempur.


Deg.....................


Jantung semuanya berdetak dengan cepat merasakan aura Mikhail yang terasa sangat mencekam. Apa lagi matanya yang berwarna merah seluruhnya membuat udara di sekitar mereka tidak ada.


"****! Siapa yang sudah menganggu King sialan itu" umpat Xander dengan kesal.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...

__ADS_1


To be continue..............


__ADS_2