Heartless 2

Heartless 2
Chapter 168


__ADS_3

🍁Air mata akan menjelaskan ketika mulut tidak lagi mampu untuk menjelaskan akan rasa sakit hati🍁


.


.


.


.


Bunyi tamparan bergema didalam sana membuat semuanya kaget tak menyangka Zelena akan menampar Calista sebelum tangan Calista menyentuhnya.


“Kamu berani menampar aku anak kurang ajar? Aku akan melapor hal ini ke polisi biar kamu membusuk dipenjara bangsat sialan” hardik Calista dengan suara tinggi.


“Silahkan saja nenek tua gue ngak takut. Kita lihat saja gue yang masuk penjara atau loe? Jangan loe pikir gua ngak tahu kalau loe adalah dalang dibalik kematian oma Rani balasan tahun yang lalu dan juga penyerangan gue dan Ares waktu di Amerika” ucap Zelena dengan suara dingin.


Deg……………….


Jantung Calista berdetak dengan cepat mendengar ucapan Zelena dan tak menyangka jika Zelena akan mengetahui rahasia terbesarnya selama ini. Keringat dingin bercucuran di seluruh tubuhnya membuat Zelena tersenyum penuh arti.


“Jadi bagaimana nenek tua? Masih mau laporin gue ke polisi?” tanya Zelena dengan suara dingin.


Calista diam tak bisa berkata apa-apa, karena syok dan tak ingin sampai masuk penjara atau kehilangan semua kekayaan dan kemewahan yang selama ini susah payah ia dapat.


“Seret dia keluar dari sini dan jangan pernah biarkan dia menginjakan kakinya disini lagi” titah Zelena dengan suara tegas.


“Baik nona” ucap Hans.


Saat Calista diseret keluar ia tidak memberontak membuat Zelena tersenyum menyeringai karena tahu apa yang dipikirkan Calista saat ini. Ia yakin Calista tidak akan melepas semua yang susah payah ia dapat selama ini.


“Pak Tio” panggil Zelena dengan suara lembut.


“Iya nona” jawab pak Tio dengan sopan.


“Ikut aku ke kamar” ucap Zelena dengan suara tegas.


“Baik nona”


Keduanya segera naik ke lift menuju kamar utama yang menjadi kamar Ares dan Zelena selama ini. Sampai didalam kamar pak Tio kaget bukan main mendengar ucapan Zelena barusan.


“Nona saya mohon jangan lakukan itu” pinta pak Tio dengan memohon.


“Lakukan saja perintah aku pak Tio” ucap Zelena dengan suara getir.


Pak Tio segera melakukan perintah Zelena yang menyuruhnya memasukkan semua pakaian dan barang miliknya ke dalam koper karena ia akan pergi dari sini. Pak Tio yakin jika ia pasti kepikiran dengan ucapan Calista tadi.


Tuan saya mohon tuan segera pulang, batin pak Tio penuh harap.


Selesai membereskan semua barang Zelena, pak Tio segera membawa keluar koper Zelena dan menyuruh Hans menyiapkan mobil. Sedangkan Zelena ia menatap sekeliling kamar bernuansa hitam milik Ares yang akan ia rindukan.


“Maaf querido tapi ucapannya benar dan gue baru menyadari hal ini kalau selama ini gue udah seperti teman ranjang loe” ucap Zelena sambil tersenyum getir.


Tes……………..


Air matanya jatuh mengingat semua kenangannya bersama Ares selama disini dan ia yakin akan sangat merindukan ini semua tapi ia harus melakukan ini semua.


Pak Tio dan para pelayan yang melihat kepergian Zelena merasa sangat sedih, karena harus kehilangan sosok majikan yang sangat baik kepada mereka selama ini dan tidak memperlakukan mereka semena-mena seperti kebanyakan majikan di luar sana.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


“Nona muda kita akan kemana?” tanya Hans yang duduk di depan bersama sopir.


“Mansion gue” jawa Zelena dengan suara lemah.


“Baik nona muda” ucap Hans tak bertanya lagi.


Phew…………..


Zelena membuang napasnya dengan kasar memikirkan kekasihnya yang akan mengamuk setelah pulang dari perjalanan bisnis.

__ADS_1


Tapi mau bagaimana lagi ia harus melakukan ini semua karena budaya di Indonesia berbeda dengan budaya di Amerika yang sangat bebas.


~ Shadow Island ~


Hiks………..hiks……………hiks…………………


Tangis Clarisa pecah saat mendengar informasi yang disampaikan suaminya barusan mengenai keluarganya dan apa yang sebenarnya terjadi selama ini.


Ia tidak menyangka ternyata ia masih mempunyai dua kakak yang selama ini tidak mengetahui kalau ia masih hidup.


“Sudah jangan menangis lagi baby” ucap Mikhail sambil menghapus air mata istrinya.


“Hiks hiks hiks…………aku tidak pernah tahu jika selama ini masih ada keluarga kandungku yang menyayangi aku hubby……….hiks hiks hiks” lirih Clarisa sambil menangis tersedu-sedu dalam dekapan suaminya.


“Aku menceritakan masa lalumu bukan untuk melihat kamu menangis seperti ini baby” ucap Mikhail dengan suara tegas.


“Maaf hubby” ucap Clarisa dengan sesegukan.


Mikhail menghapus air mata dikedua mata istrinya dengan lembut dan menatapnya dengan tatapan penuh cinta yang dibalas dengan tatapan lembut istrinya.


“Apa aku boleh bertemu dengan mereka hubby?” tanya Clarisa dengan suara lembut.


“Ya besok kita akan berangkat ke sana baby” jawab Mikhail dengan suara lembut.


“Terima kasih hubby”


“Heeemmm”


“Aku juga ingin bertemu dengan papa aku hubby” ucap Clarisa.


“No baby aku tidak mengijinkannya. Aku tidak ingin traumamu kambuh lagi” tolak Mikhail dengan suara tegas tak mengijinkannya.


“Aku mohon hubby” pinta Clarisa dengan memelas.


“No baby” jawab Mikhail dengan tegas tak ingin dibantah.


“Aku ingin bertemu dengannya karena ingin bertanya langsung apa tujuannya ia membuang aku dan apakah ia bahagia setelah menyingkirkan aku dari hidupnya hubby. Kata dokter jika aku ingin sembuh dari trauma ku, maka aku harus kuat dan berani mengatasi ketakutan aku sendiri karena hanya aku yang bisa menyembuhkan traumaku hubby” ucap Clarisa menjelaskan apa tujuan ia ingin bertemu langsung dengan papa kandungnya.


Mikhail diam memikirkan ucapan istrinya yang ada benarnya juga dan ia memutuskan untuk mengabulkan permintaan istrinya.


“Baiklah kamu boleh bertemu dengannya baby” bisik Mikhail sambil memeluk Clarisa dari belakang.


“Terima kasih hubby” ucap Clarisa berbalik menghadap suaminya dan memeluknya dengan erat.


“Baby sekali lagi ya” ucap Mikhail dengan suara serak karena gairahnya terbangun.


“Apa! Tapi kita sudah melakukannya tadi hubby” pekik Clarisa dengan kaget.


“Biar aku yang bekerja baby, kamu cukup nikmati saja” balas Mikhail sambil tersenyum smirk.


“Tapi hubby”


Cup………………


Mikhail membungkam bibir istrinya dengan ciuman tak membiarkan istrinya protes dan malam itu Clarisa pasrah saja melayani suaminya, karena percuma saja memohon saat suaminya sudah terbakar gairah.


Paginya Clarisa bangun dengan tubuh polos karena semalam ia tidak tahu kapan ia tertidur saat keduanya melakukan hubungan suami istri.


“Badan gue rasanya sangat pegal kayak baru habis kerja rodi aja” keluh Clarisa sambil meregangkan otot-otot tubuhnya.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Clarisa mengedarkan pandangannya melihat ke sekeliling mencari suaminya, tapi tidak ada dan hanya menemukan kertas kecil diatas nakas yang menyuruhnya untuk meminum vitamin dan suplemen agar tubuhnya kembali segar dan tidak pegal.


“Cih! Ini semua kerjaan kamu yang sudah buat badan gue rasanya mau patah aja hubby” ketus Clarisa dengan kesal.


Mikhail tersenyum smirk mendengar ocehan istrinya didalam kamar lewat bluetooth penerjemah yang ia pakai saat ini.


“King” panggil Teivel.

__ADS_1


“Siapkan dua jetku” titah Mikhail dengan suara dingin.


“Apa! Dua King?” tanya Teivel dengan kaget.


“Heeemmm” deham Mikhail menjawab pertanyaan Teivel.


“Tapi kenapa harus 2 jet King?” tanya Teivel yang masih bingung.


“Karena istriku akan ke Indonesia lebih dulu” jawab Mikhail dengan suara dingin.


“Kenapa nyonya harus pergi sendiri King? Bukannya bahaya jika nyonya berada sendirian di luar sana King?” tanya Teivel yang tak mengerti jalan pikir Mikhail.


“Karena jika kita muncul di California bersama nyonya maka musuh kita akan mengetahui jika nyonya adalah orang yang dekat dengan King dan akan menjadi target mereka” jawab Damon.


Teivel diam memikirkan ucapan Damon barusan yang ada benarnya juga, karena mereka akan pergi ke California dan pastinya musuh mereka akan mengetahui lokasi mereka.


Ceklek………….


Pintu ruang kerja Mikhail tiba-tiba terbuka membuat ketiganya menoleh melihat siapa yang masuk dan ternyata itu adalah Clarisa.


“Selamat pagi nyonya” ucap Damon dan Teivel dengan serentak sambil menunduk.


“Selamat pagi juga Teri, Dora” balas Clarisa dengan suara lembut.


Teivel menutup mata berdecak kesal karena lagi-lagi namanya diubah oleh Clarisa selama ini.


Mikhail yang membaca pikiran Teivel tersenyum geli, karena kebiasaan istrinya yang selalu saja menyebut nama orang salah dan beruntung namanya tidak salah diucap oleh Clarisa.


“Pergi” ucap Mikhail dengan suara dingin.


“Baik King” balas Damon dan Teivel dengan serentak.


Keduanya bergegas pergi dari sana sambil menunduk saat melewati Leila membuat Leila mengerutkan keningnya tak paham dengan sikap semua orang.


“Aku yang memberi perintah untuk tidak boleh menatap kamu lebih dari dua detik baby” ucap Mikhail dengan suara dingin dari depan sana.


Eehhh……………..


Clarisa tercengang tak paham dengan jalan pikir suaminya yang tak masuk akal dan ia baru tahu jika suaminya ternyata punya sifat yang lebih parah dari sifat posesifnya itu.


“Baby” panggil Mikhail sambil memberi isyarat untuk mendekat.


“Hubby apa kamu melihat hpku?” tanya Clarisa sambil duduk dipangkuan Mikhail.


“Ada di Damon baby. Aku menyuruhnya untuk memasang aplikasi pengintai dan GPS di hpmu baby” jawab Mikhail.


“Oh”


Mikhail lalu memberitahu istrinya tentang rencana mereka yang akan pergi sebentar lagi dengan tujuan yang berbeda. Clarisa hanya diam saja tak membantah karena tahu apa yang dilakukan suaminya semata-mata untuk keselamatannya.


Hari itu Clarisa pulang ke Indonesia dikawal Dio anak uncle Juan sedangkan Mikhail ia segera pergi bersama dengan Damon dan Teivel.


~ Pulau Antah Berantah ~


Marcel tersenyum smirk didalam hati melihat Erich yang memakan daging ular peliharaannya sendiri, setelah ia memberitahunya jika daging ular peliharaannya itu memiliki khasiat yang sangat luar biasa untuk tubuhnya.


“Bagaimana Lord?” tanya Marcel.


“Sangat enak Marcus. Tidak sia-sia kamu terdampar di pulau ini” jawab Erich sambil memuji Marcel.


“Iya Lord”


Kein sedari tadi diam saja di samping Erich yang sedang memakan makanan di depannya, tapi entah kenapa ia merasa ada sesuatu yang ganjil dari Marcel.


Karena dalam waktu singkat ia sudah bisa mengambil hati Erich yang terkenal dengan sifat kejam dan tak mudah percaya kepada orang lain selama ini.


Semoga pemikiran aku salah, batin Kein sambil menatap Marcel dengan selidik.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...

__ADS_1


To be continue…………………..


__ADS_2