
🍁Lebih baik pernah mencintai dan kehilangan dari pada tidak pernah mencintai sama sekali🍁
.
.
.
.
Tak terasa waktu berjalan dengan sangat cepat dan kini tiba saatnya acara peluncuran jewelry terbaru dari Galaxy Company, sekaligus acara pengumuman pemenang lomba pameran desain hari ini yang sudah berlangsung sejak pagi hingga 1 jam yang lalu.
“Bagaimana penjagaan disana?” Tanya Mikhail saat masih berada dalam mobil menuju Galaxy Company.
“Semuanya aman King. Uncle Rehan barusan memberitahu jika ia dan uncle Christian melakukan pengawalan ketat kepada tuan dan nyonya besar King” jawab Damon.
“Natasha?” tanya Mikhail dengan suara dingin.
“Nona muda dan tuan muda ketiga juga sudah berada disana bersama mertuanya” jawab Damon.
“Pastikan pengganggu itu tidak bisa hadir disana malam ini” titah Mikhail dengan suara tegas.
“Baik King”
Mikhail diam sambil melihat pemandangan di luar dari kaca jendela sudah tidak sabar ingin bertemu dengan kekasihnya malam ini.
Apa lagi ia sudah tidak memberi kabar selama 1 bulan karena sedang membuat program terbaru untuk rencana besar mereka minggu depan.
~ Mansion Light ~
Hahahahaha................
Tawa Dev Clayton pecah saat mengetahui misi Lina yang baru saja ia jalankan, Dev tidak menyangka jika Light akan memiliki ide cemerlang seperti itu dengan membuat adik kembarannya bekerja menjadi pelayan di mansion Kevin Walts barusan.
"Ide kamu sangat brilian son" puji Dev sambil menepuk pundak Light.
“Jika mereka menjaga dengan ketat aset mereka di luar sana maka lebih baik kita menghancurkan orang yang mereka sayangi saja dari dalam” ucap Light sambil tersenyum penuh arti.
“Daddy setuju dengan rencana kamu kali ini. Tapi apa kamu yakin Lina akan baik-baik saja disana?” tanya Dev yang mengkhawatirkan keselamatan putrinya.
“Dia akan baik-baik saja selama dia mengikuti semua perintahku daddy” jawab Light dengan suara tegas.
“Daddy percaya sama kamu”
“Heemmm”
“Tuan” ucap Ray yang baru saja pulang melakukan sesuatu yang Light perintahkan tadi.
“Bagaimana?” tanya Light dengan suara dingin.
“Sudah selesai tuan. Mereka setuju untuk melakukan rencana tuan besok” jawab Ray.
“Bodoh” umpat Light sambil tersenyum mengejek.
"Jadi besok kamu akan mengirim orang itu untuk rencana kamu ke tuan muda Wesly itu" tebak Dev.
"Bukannya daddy senang jika orang itu kita beri pelajaran sedikit?" tanya Light sambil tersenyum penuh arti.
"Daddy akan lebih senang jika perusahaannya hancur saat ini juga" ucap Dev dengan suara tinggi.
"Itu tidak mungkin terjadi daddy dan daddy tahu alasannya" ketus Light sambil berlalu pergi.
Prang...........
Light tidak berbalik ke belakang melihat apa yang terjadi karena ia tahu pasti daddy angkatnya itu sudah menghancurkan barang disekitarnya, jika mengingat apa yang Xander perbuat kepada bisnis ilegalnya di beberapa negara.
"Siapkan semuanya dengan matang untuk rencana besok untuk mengalihkan mereka saat adikku menjalankan misinya" ucap Light dengan suara dingin didalam ruang kerjanya.
__ADS_1
"Apa kita juga akan meledakkan hotel itu tuan?" tanya Ray.
"Hancurkan semuanya jangan sampai tersisa" ucap Light dengan suara tegas.
"Baik tuan"
"Dimana King sialan itu?" tanya Light sambil mengepal kedua tangannya karena emosi dengan perbuatan Mikhail 2 minggu yang lalu yang menghancurkan bisnisnya di Argentina.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
"Posisinya berada di Dubai tuan" jawab Ray yang menatap iPad di tangannya.
"Berikan kepadaku"
Ray segera menyodorkan iPad yang ia pegang ke Light untuk melihat posisi Mikhail saat ini karena mereka berhasil menaruh alat pelacak di tubuh salah satu pengawal setia Mikhail.
Light tersenyum penuh arti melihat keberadaan Mikhail yang saat ini berada di perusahaannya di Dubai.
Tanpa Light sadari ternyata semua pergerakannya selama ini sudah diketahui oleh Mikhail dan titik lokasi pengawalnya yang berada di Dubai saat ini itu semua kerjaan Res di kastil pribadinya, yang bertugas sebagai sistem pintar untuk memantau semua pekerjaan di perusahaan utama, cabang perusahaan, dan juga markas Black Shadow.
"Tuan pengedar narkoba di club Heaven semalam sudah tertangkap oleh tuan muda kedua Wesly" ucap Ray memberitahu informasi yang tadi diberi tahu anak buahnya.
"Biarkan saja. Lagian dia itu hanya pionku saja untuk membuat konsentrasi mereka terpecah" balas Light dengan santai.
"Lalu bagaimana dengan King tuan? Apa rencana kita untuknya tuan?" tanya Ray dengan penasaran.
Mata tajam Light menatap Ray dengan dingin seakan ingin menelannya hidup-hidup mendengar nama MIkhail, karena selama ini semua usaha mereka gagal untuk menjatuhkan Mikhail lewat perusahaan dan juga orang pembunuh bayaran yang ia kirim.
"Dia bukan lawan yang mudah jadi kita harus menjatuhkan keluarganya terlebih dahulu sebelum dia" ketus Light dengan emosi.
"Tapi bukannya King tidak perduli sama sekali dengan keluarga besarnya tuan" balas Ray.
Light memikirkan ucapan Ray barusan yang ada benarnya juga karena selama ini jika ia menyerang keluarga besar Thomas Parker disitu Mikhail tidak pernah membantu mereka atau bereaksi apapun.
Rahangnya seketika mengeras saat memikirkan jika ia telah salah memprediksi semua itu akan berdampak kepada Mikhail.
"Baik King" balas Ray dengan patuh.
~ Mansion Kevin Walts ~
Lina saat ini tengah berada di dapur bersama pelayan yang lainnya dan bertingkah seperti gadis desa yang baru saja datang ke kota besar untuk mencari pekerjaan. Sebelumnya ia sudah diberi tahu kakaknya jika dalam mansion ini ada begitu banyak cctv tersembunyi di dalam sana.
Aku harus berhati-hati untuk menjalankan rencanaku besok, batin LIna.
"Kamu pelayan baru ya?" tanya Rahel yang baru pertama kali melihat Lina.
"Benar nyonya. Saya baru mulai bekerja pagi tadi mengantikan kakak saya yang bekerja disini sudah 6 tahun di bagian laundry nyonya" ucap Lina dengan sopan sambil menundukkan kepala.
"Oh baiklah. Semoga kamu betah disini ya" ucap Rahel dengan suara lembut.
"Terima kasih nyonya"
"MOMMY" teriak suara menggelegar dari lantai dua membuat Rahel menutup mata menahan emosinya dengan tingkah putranya itu.
"Anak itu kapan sih akan belajar sopan santun" ketus Rahel dengan emosi.
Rahel segera menyuruh kepala pelayan untuk menata makanan yang sudah ia buat di meja makan, karena ia akan pergi menemui putranya di atas jika tidak malam ini putranya akan berteriak memanggilnya seperti di hutan.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
"Bisa tidak kamu jangan berteriak seperti di hutan Henry" hardik Rahel dengan tatapan tajam.
"Itu cara paling cepat buat panggil mommy" balas Henry dengan santai.
Phew............
Rahel membuang napasnya dengan kasar tidak tahu harus berkata apa lagi untuk membalas ucapan putranya yang selalu saja membuatnya sakit kepala selama ini.
__ADS_1
"Kenapa kamu teriak barusan?" tanya Rahel dengan cepat.
"Daddy nyuruh mommy buat bungkus bekal makan malam untuk kakak karena malam ini kakak lembur mom"
"MADAM CARLA TOLONG BUAT BEKAL UNTUK NONA MUDA SEKARANG" teriak Rahel menggelegar.
Kevin yang baru saja keluar dari ruang kerjanya hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan istrinya yang tidak pernah berubah sedari dari.
Karena sifat istrinya itu sehingga menurun ke putranya yang sering kali membuat mereka harus ekstra sabar.
"Sayang kenapa harus berteriak segala sih" ucap Kevin sambil memeluk pinggang istrinya dari samping.
"Biar aku tidak harus turun lagi ke bawah sayang"
"Mommy persis kayak di hutan aja" ejek Henry mengembalikan ucapannya tadi.
Rahel melotot melihat putranya dengan tajam karena berani mengejeknya, tapi bukan namanya Henry yang akan takut dengan tatapan mommynya karena ia tidak perduli sama sekali dan kembali bermain game online.
Nikmatilah kebersamaan kalian malam ini karena besok kalian tidak akan pernah bisa tertawa lagi, batin Lina sambil menatap mereka dari lantai satu dengan tatapan berkilat tajam.
~ Galaxy Company ~
Mikhail tiba disana dan bergegas masuk di temani Damon dan Teivel dibelakangnya, seperti biasa jika kedatangannya akan selalu membuat para tamu berdecak kagum apa lagi kaum hawa yang sangat memujinya.
Ternyata level kita memang sangat jauh berbeda Khail, batin Clarisa dengan tatapan nanar.
"Ka Clarisa muka kakak pucat banget" ucap Riana dengan khawatir.
"Clarisa apa kamu sakit?" tanya Darius yang ikut khawatir.
"Pak apa saya boleh pulang duluan. Badan saya ngak enak pak" ucap Clarisa dengan suara pelan.
"Apa kita ke rumah sakit saja?" tanya Darius.
"Ngak perlu pak nanti setelah minum obat dan istirahat saya pasti sembuh" tolak Clarisa dengan cepat.
"Baiklah kalau begitu biar saya telpon mobil jemputan untuk antar kamu kembali ke hotel"
"Ngak perlu pak. Saya naik taksi saja"
"Kamu yakin?" tanya Darius dengan ragu.
"Yakin pak! Lagian tadi siang saya juga sempat naik taksi kembali ke hotel" tegas Clarisa dengan meyakinkan.
"Baiklah. Segera hubungi saya atau Riana jika kamu kenapa-napa atau butuh sesuatu"
"Baik pak"
Clarisa segera pergi dari sana dan sebelum keluar dari aula ia sempat berbalik ke belakang dan hatinya kembali hancur melihat Mikhail yang dicium perempuan kemarin waktu di restoran hotel.
Tes..............
Tanpa sadari air matanya jatuh dan ia memilih bergegas pergi dari sana tak mau orang lain melihatnya menangis disana.
Damon yang sedari tadi memantau keberadaan Clarisa segera mengirim pesan ke Z untuk mengikuti Clarisa kemanapun ia pergi.
Mikhail yang rencananya hanya akan 5 menit disana terpaksa harus berada disana lama karena permintaan sang mommy yang sangat merindukan putranya yang sudah hampir 2 minggu tak bertemu setelah peresmian hotel VT miliknya.
"King you must look this" (King anda harus melihat ini) bisik Damon.
"F**k" maki Mikhail dengan suara dingin membuat keluarganya menatapnya dengan bingung saat Damon menunjukkan sesuatu di iPad.
Rahangnya mengeras dengan tatapan berkilat tajam ingin membunuh siapapun yang berani berbicara dengannya saat ini. Thomas melirik istrinya sambil bertanya ada apa dengan putra mereka tapi Valeria mengangkat bahunya tak tahu.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
To be continue...................
__ADS_1